cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS" : 8 Documents clear
FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN ALAMI JENIS Chaetoceros Sp YANG DIPUPUK CAIRAN RUMEN TERHADAP PERKEMBANGAN SINTASAN LARVA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) STADIA ZOEA SAMPAI MYSIS Sari, Nur Intan; Ikbal, Muhamad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3995

Abstract

Di indonesia budidaya udang sudah lama dilakukan oleh petani tambak, Tingginya permintaan akan udang didalam dan diluar negeri menjadikan indonesia sebagai pengirim udang terbesar di dunia, Salah satu udang yang dibudidayakan di indonesia adalah udang vannamei. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian pakan alami jenis Chaetoceros sp yang optimal pada perkembangan dan sintasan pada larva udang vannamei stadia zoea sampai mysis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa Perkembangan terbaik terdapat pada perlakuan B,C, dan D, Hal ini dibuktikan dengan pemeliharaan selama 6 hari mengalami perubahan perkembangan yang terjadi pada perlakuan A,B,C,D,dan E..Olehnya itu penelitian ini dapat  disimpulkan bahwa frekuensi pemberian pakan alami jenis Chaetoceros sp yang berbeda yang dipupuk cairan rumen pada setiap perlakuan memberikan efek yang berpengaruh nyata terhadap perkembangan dan sintasan larva udang vannamei. Kelulushidupan tertinggi terdapat pada perlakuan D (8 kali pemberian pakan) dengan sintasan rata-rata 83%.
PENGARUH MODEL PEMBUANGAN TERHADAP AKUMULASI BAHAN ORGANIK TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME(LITOPENAEUS VANNAMEI) Jumraeni, Jumraeni; Khaeriyah, Andi; Burhanuddin, Burhanuddin; Anwar, Asni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model buangan yang lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang Vaname. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018 di Tambak Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar di Desa Manakku, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan dengan pengujian kualitas air di Kantor Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros, Sulawesi Selatan.Hasil penelitian Pengaruh Model Pembuangan Terhadap Akumulasi Bahan Organik pada Tambak Intensif  Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembuangan yang berbeda pada tambak intensif udang vaname terjadi penurunan dan peningkatan konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat serta parameter peubah. Berdasarkan hasil maka model pembuangan tengah (central drain) lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang vaname.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK KOMSERSIL TERHADAP PELEPASAN SPORA RUMPUT LAUT GRACILARIA SP. Asrul, Idi; Hamzah, Hamzah; Salam, Nur Insana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3997

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 sampai 05 September 2019 di BPBAP TAKALAR Divisi Kultur Jaringan Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk menentukan dosis pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang penggunaan pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan A 1ppt, perlakuan B 2ppt dan perlakuan C 3ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora rumput laut Gracilaria sp sangat berbeda nyata (P<0,05) terhadap pupuk NPK. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan A 1ppt dengan hasil jumlah pelepasan spora Gracilaria sp. 49.800±4.76.
SERANGAN PENYAKIT VIRUS PADA UDANG DI TAMBAK TANPA MEMPERLIHATKAN GEJALA KLINIS Lilisuriani, Lilisuriani
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendiagnosa penyakit virus yang menginfeksi udang  ditambak tanpa memperlihatkan adanya gejala klinis. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sinjai Timur kabupaten Sinjai pada tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan secara selektif terhadap udang yang menunjukkan gejala klinis dan yang diduga terserang suatu penyakit dari suatu populasi budidaya maupun dari perairan umum dan sesuai dengan anamnesia kejadian penyerangan HPI yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Selanjutnya pemeriksaan di laboratorium berupa pengujian parasit, bakteri, jamur dan virus serta histologi. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan adalah pemeriksaan dengan metode konvensional dan biologi molekuler. Hasil penelitian ditemukan sampel udang vannamei (L. vannamei) tanpa memperlihatkan adanya gejala klinis tetapi pertumbuhan yang kerdil dan berdasarkan data sekunder yaitu sering ditemukan udang vannamei yang baru mati terlihat berwarna kemerahan. Hama penyakit ikan karantina (HPIK) golongan I yaitu White Spot Syndrome Virus (WSSV) yang rnenginfeksi udang vannamei  tersebut dan dikategorikan pada tipe III (kronis) dimana infeksi yang dialami oleh jaringan rendah sehingga bintik putih dan kemerahan pada udang tidak tampak. Hasil pemeriksaan  kualitas air pada budidaya udang vannamei yang terinfeksi mendukung munculnya virus tersebut, terutama salinitas sangat rendah yaitu 6,2 ppt.  
PENAMBAHAN LIMBAH CAIRAN RUMEN SAPI PADA BERBAGAI LEVEL KARBOHIDRAT DALAM PAKAN TERHADAP RETENSI NUTRIEN DAN KOMPOSISI KIMIA TUBUH IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS FORSSKAL) Masriah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3999

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu komoditi perikanan payau yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan. Namun pada kenyataannya dalam kegiatan budidaya, biaya pakan mencapai 60-75% dari total biaya produksi. Pakan yang dikonsumsi ikan sebaiknya mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan diserap dengan baik oleh ikan, sehingga pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan pakan optimal yang dapat dilaksanakan dengan mudah adalah melalui penambahan enzim eksogen yang berasal dari limbah cairan rumen pada pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level karbohidrat yang efektif dalam pakan setelah diberi cairan rumen untuk mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Penelitian menggunakan rancangan desain acak lengkap, terdiri dari 4 perlakuan level karbohidrat dalam pakan (27,81; 39,50; 46,97 dan 56,75) kemudian dicampur dengan 80 mL cairan rumen/100 g pakan. Pakan diberikan pada juvenil ikan bandeng berukuran 7,19±0,036 g yang dipelihara dalam akuarium resirkulasi kepadatan 15 ekor/45 L air payau. Parameter yang diamati adalah retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Data yang diperoleh dianalisis ANOVA dan jika terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut W-Tuckey. Pemberian berbagai level karbohidrat pakan berpengaruh nyata terhadap retensi nutrien (P0,05). Level karbohidrat 46,97% dalam pakan memberikan retensi protein tertinggi sedangkan level karbohidrat 39,50% memberikan retensi lemak tertinggi yang nilainya masing-masing adalah 14,32±2,40 dan 22,49±4,57. Level karbohidrat terbaik dalam pakan setelah diberi cairan rumen yang dapat mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng adalah 46,57%.
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR DOLOMITE DAN KAPUR TOHOR DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP MOULTING, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME Yunus, Rusmali; Haris, Abdul; Hamsah, Hamsah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4000

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  pengaruh dan dosis terbaik kapur dolomit CaMg(CO3)2) dan kapur tohor (CaO) dalam media budidaya terhadap moulting, pertumbuhan dan sintasan udang vanamei (Litopenaus vannamei). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Pada masing masing perlakuan diberi kapur dolomit dan tohor dengan dosis tiap perlakuan yaitu perlakuan A (Kapur dolomit 0gram dan kapur tohor 0gram), perlakuan B (Kapur dolomit 0,6gram dan kapur tohor 0gram), perlakuan C (Kapur dolomit 0,4gram dan kapur tohor 0,2gram) dan perlakuan D (Kapur dolomit 0,3gram dan kapur tohor 0,3gram). Udang uji dipelihara dalam akuarium 50x60x40 cm3 yang berisi air laut sebanyak 60 L dengan kepadatan tebar 1 ekor L-1. Hewan uji diberi perlakuan selama 60 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan C (Kapur dolomit 0,4gram dan kapur tohor 0,2gram) menghasilkan intensitas molting, pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan untuk sintasan perlakuan B (Kapur dolomit 0,6gram dan kapur tohor 0gram) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
OPTIMASI PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaus Vannamei) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Lama, Abd. Wahyu H.; Darmawati, Darmawati; Wahyu, Farhanah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4001

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk Mengetahui pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara menggunakan air baku dari hasil reserkulasi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukandengan cara acak untuk menjaga agar tidak ada organisme yang terlalu kecil atau besar yang terambil pada saat sampling atau dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental yakni menguji hasil penelitian dengan ragam uji ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kepadatan yang berbeda (1500 ekor/wadah) menyebabkanPertumbuhan mutlak, Laju pertumbuhan, dan Sintasan pada udang vaname (Litopenaeus vannamei)   meningkat. Hal inidisebabkan karena rendahnya kepadatan diperlakuan A (1500 ekor) dibandingkan perlakuan B (2000 ekor) dan perlakuan C (2500 ekor), menyebabkan tidak terjadi persaingan ruang gerak dan tidak terjadi persaingan makanan sehingga dapat memacu pertumbuhan dan sintasan udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pada penelitian ini disarankan, jika untukmenambah kepadatannya diharuskan menggunakan tambahan aerasi dan kincir untuk menyuplay oksigen kewadah budidaya.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN METODE PENGOPERASIAN DAN JARING INSANG DASAR (BATTOM GILLNET MILLENIUM) DI PERAIRAN KEPULAUAN SANGKARRANG Hasbi, Ibnu Malkan; Risa, Resky Dwiyanti; Djaffar, Rachmawaty
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4027

Abstract

Peneliitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoperasian alat tangkap Jaring Insang Dasar dan komposisi jenis hasil ikan tangkapan  Penelitian dilakukan pada lokasi awal  fishing base 5°6’13.2664“S, 119°25’59.2453“E kemudian bergerak pada beberapa titik di perairan sekitar kepulauan Sangkarrang.  Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan nelayan Battom Gill net menentukan titik koordinat daerah penangkapan ikan. Dari hasil tangkapan selama penelitian di peroleh 870 ekor yang tertangkap dengan alat tangkap Jaring Insang Gill net. Mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan Utama (main catch), sampingan (bycatch), dan buangan (discard). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi Hasil tangkapan berdasarkan nilai ekonomis  yang banyak  terjaring oleh Gillnet Dasar Millenium (Battom Gillnet) yaitu Jenis Tangkapan Utama Ikan Kakap Putih (Lutjanus sp.), Jenis Tangkapan Sampingan  Ikan Belanak (Moolgarda Seheli), dan Jenis Tangkapan Buangan yaitu Ikan Buntal (Tetraodonitidae).

Page 1 of 1 | Total Record : 8