cover
Contact Name
Aaz Azamudin Tifani
Contact Email
atifani@gmail.com
Phone
+6285315002217
Journal Mail Official
atifani@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : -
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), with registered number p-ISSN: 2354-6190, e-ISSN: 2541-615X, is a scientific journal published by Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Ecosocio Livestock, and Livestock Product. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) published by twice a year, July and December.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
Analisis Tataniaga Dalam Usahatani Jambu Kristal (Psidium Guajava L) Suatu Kasus di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka Sri Ayu Andayani; Adet Sumarna; Adi Ferdiana
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Keragaan Usahatani Jambu Kristal (2)Pendapatan Usahatani Jambu Kristal (3) Saluran Tataniaga Jambu Kristal (4) Efesiensi Tataniaga Jambu Kristal. metode yang digunakan untuk penentuan responden adalah snowball sampling, yaitu mencari responden petani jambu kristal terlebih dahulu, kemudian mencari responden pedagang untuk mengetahui lembaga pemasar. Kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut :Keragaan jambu kristal  yang dilakukan di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka meliputi subsistem sarana produksi dan subsistem budidaya, panen dan pasca panen dan pemasaran jambu kristal. Pendapatan usahatani jambu kristal pada bulan september 2014 berdasarkan pendapatan total usahatani jambu kristal adalah Rp. 20.351.889,00. Rata-rata R/C rasionya untuk usahatani jambu adalah sebesar 1,33 yang artinya bahwa setiap pengeluaran biaya Rp 1,00 maka akan diperoleh penerimaan Rp. 1,33, dan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usahatani ini adalah Rp. 0,33.Saluran Tataniaga jambu kristal di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka  yaitu terdiri dari 5 saluran tataniaga yaitu: ke Pedagang Pengecer Lokal (Majalengka, ke Pedagang Pengecer Luar Kota (Cirebon), ke Toko Luar Kota (Cirebon), ke  Pedagang Pengecer Luar Propinsi (Jakarta), ke Konsumen LangsungEfesiensi pemasaran berdasarkan perhitungan farmers share menunjukan semua saluran efesien, karena rata-rata lebih 80 %. Untuk paling efesien konsumen langsung ke petani 100% tetapi bila melalui perantara pedagang saluran ke-3  toko luar kota (Cirebon) paling tinggi yaitu 86,96%. Sedangkan untuk efesiensi tataniaga berdasarkan rasio keuntungan untuk petani, Saluran pemasaran ke-4 yang paling tinggi yaitu ke Jakarta (grade A) 11,57 artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk biaya tataniaga jambu Kristal akan diperoleh keuntungan sebesar Rp 11,57. Sedangkan Untuk rasio totalnya keuntungan saluran ke-1 (Grade B & C) memberikan keuntungan terbesar untuk petani yaitu sebesar 14,55 artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk biaya tataniaga jambu Kristal akan diperoleh keuntungan sebesar Rp 14,55. Kata kunci : Jambu Kristal, Keragaan, Saluran Tataniaga, Efisiensi Pemasaran. 
Hubungan Antara Karakteristik Dengan Respon Peternak Terhadap Introduksi Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Pada Ternak Domba (Studi Kasus di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka) Ulfa Indah Laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai hubungan antara karakteristik peternak dengan respon peternak terhadap introduksi teknologi IB pada ternak domba telah dilaksanakan dari tanggal 7 Juni sampai dengan tanggal 23 Juli di Kecamatan Jatitujuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik peternak, respon peternak terhadap teknologi IB dan hubungan antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh dengan cara wawancara yang berpedoman pada kuesioner kepada 45 peternak domba yang ada di Kecamatan Jatitujuh. Data sekunder diperoleh dari Kecamatan Jatitujuh, BPS dan Dinas Hutbunak. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Kendall Tau kemudian diinterpretasikan menurut aturan Guildford. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak di Kecamatan Jatitujuh berada pada kategori sedang dengan nilai (62,22). Respon peternak terhadap teknologi IB di Kecamatan Jatitujuh berada pada kategori sedang dengan nilai (48,89). Secara komulatif hubungan antara karakteristik dengan respon peternak sangat lemah dengan nilai (r = 0,077). Kata Kunci : Karakteristik Peternak; Respon Peternak; IB pada domba
Efisiensi Pemasaran Mangga Gedong Gincu (Mangifera Indica L) di Kabupaten Majalengka Suhaeni Suhaeni; Karno Karno; Wulan Sumekar
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain (1) untuk mengetahui saluran pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Majalengka, (2) untuk menganalisis marjin pemasaran, marjin keuntungan, farmers share dan efisiensi pemasaran, (3) untuk menganalisis efisiensi operasional dengan menggunakan parameter mark up on selling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner yang sudah disiapkan sebelumnya. Sampel yng digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: sampel petani 88 petani yang ditentukan dengan proporional random sampling, sampel pedagang 28 pedagang yang ditentukan dengan snowball sampling yang terdiri dari  pedagang pengumpul besar 3 orang, pedagang pengumpul kecil 15 orang dan pengecer 10 orang. Efisiensi pemasaran dianalisis dengan menghitung margin pemasaran, marjin keuntungan, farmer’s share, efisiensi pemasaran dan efisiensi operasional dengan menggunakan parameter mark up on selling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran manga gedong gincu ada 9 saluran, akan tetapi saluran pemasaran yang mulai dari hulu sampai hilir ada di Kabupaten Majalengka hanya terdapat 2 saluran, yaitu saluran 1 dan 6.  Ditinjau dari marjin pemasaran, farmers’s share, efisensi pemasaran, semua saluran pemasaran dikategorikan efisien. Ditinjau dari mark up on selling untuk mengukur tingkat efisien operasional terlihat bahwa semua pola pemasaran telah efisien dilihat dari sisi produsen (petani) karena nilainya cukup besar yaitu 68,91% pada pola saluran pemasaran 1 dan 6 (grade A/B) dan pada grade C masing-masing 68,91% (pola 1) dan 64,13 (pola 6).Kata kunci: Pemasaran, efisiensi pemasaran, mangga gedong gincu 
Tenaga Kerja dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Suatu Kasus Pada Industri Rumah Tangga Emping Jagung di Desa Ciomas Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka) Jaka Sulaksana; Dinar Dinar; Rizki Kholilah Ispanji
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan tenaga kerja wanita bekerja di industri rumah tangga emping jagung, nilai tambah yang dihasilkan dari pengelolaan industri rumah tangga emping jagung dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga.Penelitian ini menggunakan metode suatu kasus dengan objek penelitiannya adalah mengenai alasan tenaga kerja wanita bekerja di industri rumah tangga emping jagung. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan bulan Agustus.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa alasan pengelola industri rumah tangga emping jagung adalah alasan ekonomi semakin sulit, tidak memiliki keterampilan, sulit mencari pekerjaan di sector lain, usaha warisan dan peluang pasar emping jagung cukup baik serta permintaannya semakin tinggi. Alasan tenaga kerja wanita bekerja di industri rumah  tangga emping jagung adalah alasan ekonomi semakin sulit, tidak memiliki keterampilan, pendidikan rendah, bekerja dirumah dan sulit mencari pekerjaan.Nilai tambah yang diperoleh pengelola rata-rata Rp. 185.000 per proses produksi , sedangkan nilai tambah yang diperoleh pengelola dalam satu bulan rata-rata Rp.4.625.000. Pengelola industri rumah tangga emping jagung dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 71,43%, sedangkan tenaga kerja wanita dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 8,43%.Kata Kunci : Tenaga kerja, Industri rumah tangga emping, nilai tambah, pendapatan. 
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Kultivar Sabana F1 dan Vanesa pada Berbagai Dosis Pemberian Bio-fosfat Umar Dani; Adi Oksifa Rahma Harti; Dadan Ramdani Nugraha; Rusta Rusta
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan menggunakan metode eksperimen di Rumah Plastik Fakultas Pertanian UNMA Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2014. Percobaan ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun Kultivar Sabana F1 dan Vanesa pada berbagai dosis pemberian Bio-fosfat. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali pengulangan yang terdiri dari 6 kombinasi yaitu A = kultivar sabana F1 + bio-fosfat 0 kg/ha, B = kultivar sabana F1 + bio-fosfat 100 kg/ha,  C = kultivar sabana F1 + bio-fosfat 150 kg/ha, D = kultivar vanesa + bio-fosfat 0 kg/ha, E = kultivar vanesa + bio-fosfat 100 kg/ha, dan F = kultivar vanesa + bio-fosfat 150 kg/ha. Hasil percobaan menunjukkan bahwa panjang batang, jumlah daun, jumlah tandan bunga, panjang buah dan diameter buah tanaman mentimun Kultivar Sabana F1 dan Vanesa secara tidak nyata dipengaruhi oleh berbagai dosis pemberian Bio-fosfat, sedangkan jumlah cabang, jumlah buah per tanaman, presentasi bunga yang jadi buah, dan bobot buah per tanaman mentimun Kultivar Sabana F1 dan Vanesa secara nyata dipengaruhi oleh berbagai dosis pemberian Bio-fosfat. Pertumbuhan terbaik dan hasil tertinggi dihasilkan oleh Kultivar Sabana F1 dengan dosis pemberian Bio-fosfat 100 kg/ha. Kata Kunci :Pertumbuhan, Hasil, Mentimun, Sabana F1, Vanesa, Bio-fosfat
Daya Dukung Sumber Daya Pertanian Kabupaten Majalengka Terhadap Penyediaan Bahan Pakan Penyusun Ransum Ayam Broiler Dini Widianingrum
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai analisis potensi wilayah Kabupaten Majalengka sebagai penyediaan ransum ayam broiler dan kontribusi daging ayam broiler sebagai penyediaan protein hewani bagi masyarakat diKabupaten Majalengka telah dilaksanakan di Universitas Majalengka. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan produksi bahan pakan penyusun ransum ayam broiler yang dihasilkan oleh wilayah Kabupaten Majalengka dan mengetahui jumlah daging ayam broiler yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kabupaten Majalengka. Metode penelitian menggunakan analisis data produksi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Majalengka dan Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kabupaten Majalengka dapat menyediakan kebutuhan bahan pakan untuk ransum ayam broiler terutama jagung, dedak halus, bungkil kedelai berutur-turut sebesar surplus 106.501,29 ton, surplus 12.221,21 ton, surplus 679,16 ton. Kata Kunci : Potensi Kabupaten Majalengka, Bahan Pakan, Protein Hewani, Ayam Broiler
Evaluasi Program Kredit Usaha Peternakan Sapi Potong Pada Tingkat Kelompok Tani Ternak Di Kabupaten Grobogan (Business Credit Evaluation Program At A Cattle Livestock Farmer Group In Grobogan) Diska Mayangsari; Edi Prasetyo Mukson
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis keragaan faktor-faktor kredit usaha sapi potong; menganalisis kemampuan anggota KTT dalam memenuhi kewajiban pengembalian kreditnya; menganalisis pengaruh faktor-faktor kredit terhadap tingkat pengembalian kredit.Keragaan faktor-faktor kredit usaha sapi potong meliputi : pokok kredit, bunga kredit, pendapatan, agunan atau jaminan, jumlah ternak, lama beternak, usia peternak, dan jumlah tanggungan keluarga. Rasio rata-rata tingkat pengembalian kredit adalah 1.1544. Rasio tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata pokok kredit dan bunga yang telah dibayar (Rp. 30.748.073,00) dengan rata-rata pokok kredit dan bunga yang seharusnya dibayar (Rp. 26.635.545,00). Hasil persamaan regresi menunjukkan bahwa pendapatan (X3) dan agunan atau jaminan (X4) berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit. Sedangkan pokok kredit (X1), bunga kredit (X2), jumlah ternak (X5), lama beternak (X6), usia (X7), jumlah tanggungan keluarga (X8) tidak berpengauh tingkat pengembalian kredit.  Kata kunci : sapi potong, KKPE, keragaman faktor kredit, tingkat pengembalian kredit

Page 1 of 1 | Total Record : 7