cover
Contact Name
Aaz Azamudin Tifani
Contact Email
atifani@gmail.com
Phone
+6285315002217
Journal Mail Official
atifani@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : -
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), with registered number p-ISSN: 2354-6190, e-ISSN: 2541-615X, is a scientific journal published by Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Ecosocio Livestock, and Livestock Product. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) published by twice a year, July and December.
Articles 165 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN MOL JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) SEBAGAI BIOSTARTER TERHADAP KUALITAS FERMENTASI LIMBAH IKAN LELE (Clarias sp) DINI WIDIANINGRUM; RACHMAT SOMANJAYA; OKI IMANUDIN
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul pengaruh penambahan mol jambu biji merah (MJBM) sebagai biostarter terhadap kualitas fermentasi limbah ikan lele (LIL) telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas yang paling baik dari pengolahan limbah ikan lele (LIL) secara fermentasi. Percobaan fermentasi LIL dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan M0 (LIL + 2% EM4), M1 (LIL + 1,5% EM4 + 0,5% MOL jambu biji), M2 (LIL + 1% EM4 + 1% MOL jambu biji merah), M3 (LIL + 0,5% EM4 + 1,5% MOL jambu biji merah) dan M4 (LIL + 2% MOL jambu biji merah) setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diamati meliputi kadar protein kasar, khitin, lemak kasar,  abu dan energi metabolis. Kualitas LIL diuji menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fermentasi yang paling baik terdapat pada M1 (LIL + 1,5% EM4 + 0,5% MOL jambu biji merah) yang mengandung protein kasar 60,28 %, khitin 12,88 %, lemak kasar 11,42 %, abu 71,24 %, dan energy 4017, 09 kkal/kg. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan mol limbah jambu biji merah dan EM4 sebagai biostarter berpengaruh nyata meningkatkan kualitas limbah ikan lele.Kata Kunci :  Fermentasi, Limbah Ikan Lele, Jambu Biji Merah.
UJI HEDONIK PISANG LOKAL APUY SEBAGAI BAHAN KULTIVAR UNGGUL LOKAL KABUPATEN MAJALENGKA ACEP ATMA WIJAYA; JAJA JAJA; DADAN RAMDANI NUGRAHA; ULFA INDAH LAELA RAHMAH
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa sp) merupakan buah yang banyak manfaat. Beragam jenis pisang tersebar di Indonesia. Pengembangan pisang local menjadi bahan kultivar unggul tidak hanya dilihat dari sifat morfologinya saja, hal yang penting juga harus dilahat respon masyarakat terhadap suka atau tidak pisang local tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap pisang local Apuy sebagai bahan kultivar unggul Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode survey. Diambil 22 responden dari berbagai latar belakang pendidikan, jenis kelamin, dan usia. Analisis data menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Terdapat 3 jenis pisang yang diuji yaitu Pisang Raja Sereh, Pisang Apuy, dan Pisang Raja Dengkel. Karakter yang  diuji adalah penampilan luar, Rasa, Aroma dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesukaan responden terhadap pisang Apuy adalah 1,7 untuk penampilan luar, 2,6 untuk Aroma, 2,8 untuk rasa dan 2,8 untuk tekstur. Kata Kunci: Uji Hedonik, Pisang Lokal, Kultivar Lokal 
PENENTUAN DAERAH UNGGULAN PENGHASIL KOMODITAS MANGGA GEDONG GINCU (Mangifera Indica L) DI PROVINSI JAWA BARAT SUHAENI SUHAENI
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daerah unggulan penghasil komoditas mangga gedong gincu di Provinsi Jawa Barat. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari responden. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik dan dinas terkait lainnya. Analisis yang digunakan adalah analisis Local Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Majalengka memiliki posisi penghasil mangga gedong gincu tertinggi diantara Kabupaten sentra mangga gedong gincu lainnya di Provinsi Jawa Barat. Nilai LQ yang dimiliki Kabupaten Majalengka sebesar 2,979 (LQ>1) paling tinggi diantara kabupaten sentra mangga gedong gincu lainnya. Nilai LQ>1 disebut sebagai sektor basis, artinya komoditi mangga gedong gincu di Kabupaten Majalengka memiliki keunggulan komparatif, hasilnya tidak saja dapat memenuhi kebutuhan di wilayah Kabupaten Majalengka tetapi juga dapat diekspor keluar wilayah Majalengka.Kata kunci: daerah unggulan, location quotient (LQ), mangga gedong gincu. 
PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS DODOL GARUT MENGGUNAKAN KANVAS MODEL BISNIS ENDAH DJUWENDAH; ANWAR MUJADDID
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PD. Katineung adalah salah satu industri kecil dodol Garut yang  mengalami stagnansi pendapatan sehingga perlu dilakukan evaluasi  mengenai model bisnis perusahaannya.Tujuan penelitian adalahuntuk memetakan modelbisnisdan merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnisyangpaling utama bagi PD.Katineung.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknis studi kasus. Analisis data dilakukan secaradekriptifmenggunakan model kanvas dan analisis SWOT.Hasilpenelitian menunjukkanPD. Katineung memiliki segmentasi konsumen  pangsa pasar terbuka, pasar penjual kembali (B2B) dan pasar konsumen (B2C). Proposisi nilai produk berkualitas dengan diskon pembelian pada jumlah tertentu, layanan sistem retur dan belumtersedia online. Saluran distribusi produk indirect selling melalui konsinyasidengan toko oleh-oleh dan direct selling melalui pembelian langsung ke pabrik.Hubunganpelanggansecara personal assistance melalui telepon, SMS, whatsapp, dan interaksi dengan sales perusahaan saat pembelian dan pasca pembelian.Arus pendapatan dari penjualan produk dodoldan dana hibah. Sumber daya utama berupabangunan pabrik beserta fasilitasnya, merek dagang,hak paten, lisensi produk, pengurus beserta pekerja, dan sumber finansial dari modal pribadi dan dana hibah. Aktivitas utamanya adalah operasi produksi (production). Kemitraan utama terjalin dengan toko oleh-oleh, Dinas Koperasi dan UMKM, distributordan petani buah kelapa di Kecamatan Pameungpeuk. Struktur biaya perusahaanterpacu-nilaiyang mengutamakan kepuasan konsumen, biaya tetap berupa biaya peralatan dan perlengkapan memasak, upah pekerja, biaya variabel berupa  biaya bahan baku.Dua alternatif model bisnis  baru yang dapat diterapkan PD Katineung  adalah  meningkatkan pemasaran produk dodol  melalui penetrasi pasar dan menawarkan value baru melalui pengembangan produk dan peningkatan hubungan baik dengan pelanggan.PD. Katineung is one of the small industries of Garut dodol which has stagnant income so it needs to be evaluated on the company's business model. The research objective was to map the business model and formulate the most important alternative business development strategies for PD Katineung This study uses qualitative methods with technical case studies. Data analysis was carried out descriptively using canvas models and SWOT analysis. The results of the study showed PD. Katineung has a segmentation of the open market consumer segment, the resale market (B2B) and the consumer market (B2C). The proposition of the value of a quality product with a purchase discount on a certain amount, return system services and not yet available online. The revenue stream from the sale of dodol products and grants. The main resources are factory buildings and their facilities, trademarks, patents, product licenses, management and employees, and financial resources from personal capital and grant funds. The main activity is production operations. The main partnership is intertwined with gift shops, Cooperative and UMKM Services, coconut fruit distributors and farmers in Pameungpeuk District. Cost-driven company cost structure that prioritizes consumer satisfaction, fixed costs in the form of equipment and cooking equipment, workers' wages, variable costs in the form of raw material costs.    Two alternative new business models that PD Katineung can implement are increasing the marketing og dodol products throught market penetration and offering new value throught product development and incresing good relationships with customers.
PENGARUH KARAKTERISTIK ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KONSUMSI SUSU PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK (TK) Ulfa Indah Laela Rahmah; Lili Adam Yuliandri; Moch Doni Ramdhan
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi susu siswa  TK di kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi susu yaitu Tingkat Pendidikan, pendapatan orang tua, tingkat kesukaan dan pengetahuan gizi orang tua. Penelitian ini berlokasi di TK Tunas Harapan Desa Burujul Wetan Kecamatan Jatiwangi. Di lakukan mulai dari 15 November sampai 30 November, responden penelitian ini adalah 73 orang ibu dari siswa TK Tunas Harapan. Metode analisis yang digunakanan adalah korelasi kendall tau, dan untuk mencari hubungan dua variabel menggunakan aturan Guiford. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat konsumsi susu siswa TK termasuk dalam kategori cukup (58,9%). Dan di dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang diduga berhubungan dengan tingkat konsumsi susu pada siswa, tingkat pendidikan ibu, pendapatan orang tua, tingkat kesukaan dan pengetahuan gizi Ibu. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendidikan ibu berhubungan nyata dengan Tingkat Konsumsi susu pada siswa TK (P<0,05) dan hubungan dua variabel lemah tapi pasti (P=0,025).  Pendapatan orang tua berhubungan nyata dengan Tingkat Konsumsi susu pada siswa TK dan hubungan dua variabel cukup berarti (P=0,420).
KINERJA FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KUNYIT INSTAN NING SRIMENGANTI
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengolahan usaha industri kunyit instan, kinerja finansial usaha dan strategi untuk mengembangkan usaha industri kunyit instan dalam merebut keunggulan kompetitif. Metode studi kasus dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis rasio keuangan dan analisis SWOT dengan model pendekatan kuantitatif (Matrik IFAS, Matrik EFAS, Diagram  SWOT dan Matrik SWOT). Hasil penelitian meliputi : penyediaan sarana produksi, produksi (sortir, ditimbang, ditiriskan, pemasakan /kristalisasi, pendinginan, penepungan, pengayakan dan pengemasan) dan pemasaran produk berupa kunyit instan  yang siap saji yang dikemas dalam dus kecil berisi 10 sachet @ 20 gram yang telah memiliki standardisasi produk yang baik. Kinerja keuangan  usaha industri kunyit instan ini dalam kondisi baik berdasarkan pada hasil analisis rasio keuangan yang menunjukkan bahwa usaha tersebut sehat dan menguntungkan. Selanjutnya berdasarkan analisis SWOT dengan menggunakan Matrik IFAS, Matrik EFAS, Diagram SWOT dan Matrik SWOT bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan karena pada saat ini berada pada posisi kuadran I: mendukung strategi agresif atau strategi yang berorientasi pertumbuhan dengan alternatif strategi pengembangan usaha yang tepat dan layak diterapkan dalam merebut keunggulan kompetitif pada saat ini adalah strategi SO (Strategi Strengths–Opportunities), meliputi: Meningkatkan aktivitas pemasaran dan promosi produk dengan lebih intensif di pangsa pasar lokal dan terutama pasar luar daerah secara langsung atau online. Meningkatkan pengembangan pasar dengan membuka kios –kios retail di dalam atau luar daerah, dengan menjalin pola kemitraan dengan pihak lain dalam pemasaran produk secara langsung dan online.Kata kunci: UKM  ALGHIFARI, kinerja finansial, dan  usaha industri kunyit instan 
APLIKASI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) KULTIVAR BALI KARET Fuji Hanura Kurniawati; Dadan Ramdani Nugraha
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk hayati terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani desa Sadasari Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka dengan ketinggian tempat 700 meter diatas permukaan laut, pada bulan Maret sampai dengan Mei 2018, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yaitu pengaplikasian konsentrasi pupuk hayati 0 ml / liter air Ttanpa Perlakuan), 2 ml/liter air, 4 ml / liter air, 6 ml / liter air, 8 ml / liter air dan 10 ml / liter air dengan 4 kali ulangan pada tanaman bawang merah kultivar Bali Karet. Pengamatan hasil dilakukan pada usia tanaman bawang merah 21 hst, 35 hst dan 49 hst. Data yang diperoleh berdasarkan Uji Duncan dengan taraf 5% menunjukan Hasil penelitian bahwa perlakuan konsentrasi pupuk hayati memberikan pengaruh nyata terhadap parameter diameter umbi dengan konsentrasi 8 ml / liter air dan parameter bobot segar dan bobot kering pada konsentrasi pupuk hayati 8 ml / liter air. Kata kunci : Bawang merah, pupuk hayati, konsentrasi
PENGARUH POLA KEMITRAAN TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KENTANG (Solanum tuberosum L) SRI UMYATI
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemitraan dan pengaruh dari pola kemitraan terhadap pendapatan usahatani kentang. Penelitian dilaksanakan di Desa Argalingga Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS 21. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu pendapatan usahatani kentang dan variabel independennya yaitu pengadaan sarana produksi, kepastian pasar dan jaminan harga. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pola kemitraan yang terjalin antara Kelompok Sinartani I dengan PT. Indofood Fritolay Makmur adalah pola inti plasma. Dimana PT. Indofood Fritolay Makmur berperan sebagai inti dan kelompok tani berperan sebagai plasmanya. Sedangkan dari hasil analisis diketahuhi bahwa polakemitraan yang terjalin berpengaruh terhadap pendapatan usahatani di baik secara simultan ataupun parsial artinya bahwa besar kecilnya pendapatan usahatani kentang di lokasi penelitian tergantung dari kualitas sarana produksi, kepastian pasar dan jaminan harga yang diberikan perusahaan inti. Kata kunci : inti plasma, kemitraan, kentang, petani 
ANALISIS KINERJA KEUNGAN KOPERASI SUSU Ulfa Indah Laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi kinerja keuangan koperasi susu di Jawa Tengah serta menyusun strategi utama dalam menguatkan kinerja koperasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Sampel diambil dengan cara stratifed proporsional random sampling, memilih sebanyak 70 persen dari masing-masing strata. Strata dibentuk berdasarkan jumlah popolasi sapi laktasi pada koperasi susu di Jawa Tengah. Variabel-variabel yang diamati adalah kinerja keuangan dan trend keuangan koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi susu di Jawa Tengah yang memiliki kinerja keuangan yang efektif ialah Koperasi Pesat, KUD Mojosongo dan KUD Musuk. Sedangkan koperasi yang masuk dalam kategori kinerja keuangan tidak efektif yakni KUD Jatinom, KUD Cepogo, KUD Banyumanik, KUD Kota, KUD Mekar, KUD Gotongroyong dan KUD Ampel. Tren keuangan yang ditunjukkan dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas koperasi susu di Jawa Tengah cenderung menurun setiap tahunnya. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor diantaranya beban operasional dan beban hutang koperasi yang cenderung meningkat, produksi susu rendah, jumlah anggota aktif lebih sedikit, kredit macet tinggi, dan kecenderungan harga input produksi yang meningkat. Kata kunci: koperasi susu, kinerja keuangan, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas,
PETANI DALAM PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI YAYAT SUKAYAT; IWAN SETIAWAN; DIKA SUPYANDI; RANI ANDRIANI BUDI KUSUMO
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air yang terus meningkat menuntut adanya kebijakan yang mengarah tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi. Kebijakan itu diantaranya Program Penyerahan Irigasi Kecil (PIK); Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI);  dan program WISMP atau Water Resources and Irrigation sector Managemet Program. Program terus dilakukan bagaimana peran serta dan kepuasan petani. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran peran serta petani dalam pengelolaan jaringan irigasi dan kepuasan petani. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain kuantitatif, dengan teknik survey deskriptif pada petani sampel sebanyak 60 orang. Dari hasil penelitian peranserta petani dalam pengelolaan irigasi termasuk baik, dan petani merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kelembagaan.