cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
Pola Komunikasi Anak Autis: Studi Etnografi pada Keterampilan Interaksi Anak Autis di SLB Cinta Mandiri Lhokseumawe Marhamah Rusdy
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i1.4089

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pola komunikasi anak autis: studi etnografi komunikasi dalam berinteraksi di SLB Cinta Mandiri Lhokseumawe. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah peristiwa komunikasi yang terjadi pada anak autis ketika berinteraksi, dan bagaimanakah pola komunikasi anak autis berdasarkan peristiwa komunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peristiwa komunikasi yang terjadi pada anak autis ketika berinteraksi, dan untuk menganalisis pola komunikasi anak autis berdasarkan peristiwa komunikasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitattif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Teknik mengumpulkan data penelitian ini adalah pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal anak autis, wawancara dengan guru dan orang tua, dan kajian dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa komunikasi anak autis ketika berinteraksi terjadi pada saat terapi dan reguler di dalam kelas dan di luar kelas dalam aktivitas bermain dan olah raga. Terapi yang dilakukan guru menggunakan metode  picture exchange communication system (PECS) dengan cara menunjukkan gambar sehingga anak tertarik dan fokus pada  komunikasi yang berlangsung. Sedangkan pola komunikasi anak autis dalam bentuk komunikasi interpersonal anatara anak autus dengan guru di sekolah dan anatara anak autis dengan orang tua di rumah. Komunikasi interpersonal yang berlansung secara tatap muka bersifat komunikasi verbal dan nonverbal. Selain itu, komunikasi berlangsung dengan pola komunikasi instruksional, dimana guru memberikan perintah untuk diikuti oleh anak. Sementara pola komunikasi orang tua dengan anak autis lebih efektif dengan menerapkan pola asuh demokratis, yaitu penerimaan dan perlakuan orang tua terhadap anak autis dengan kasih sayang dan baik. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Interpersonal, Bahasa Verbal dan Nonverbal, Autisme. 
KIPRAH ORGANISASI ISLAM UNTUK MUSLIM MINORITAS DI ASIA TENGGARA Jauhari Hasan
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.6675

Abstract

Akhir-akhir ini kondisi umat Islam secara umum tidak terlalu menggembirakan, baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi maupun sosial budaya. Belum lagi adanya perlakuan yang kurang menggembirakan – kalaupun tidak disebut diskriminatif – terhadap  umat Islam yang terutama yang  hidup di negara-negara minortas Muslim, seperti Muslim Uighur, Muslim Kashmir, Muslim Rohingya, dan lain-lain. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam di berbagai belahan dunia idealnya dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada saudaranya, akan tetapi tidak sedikit negara yang mayoritas berpenduduk muslim cenderung bersikap biasa saja. Menyikapi fenomena ini, maka studi kali ini mengungkap peran 2 (dua) organisasi Islam, yaitu Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid serantau (Forsimas) dan Farum Dakwah Perbatasan (FDP) yang eksis menjalankan program dakwah dan pengembangan masyarakat, baik di kalangan muslim minoritas maupun umat Islam yang hidup di daerah rawan aqidah. Kajian terhadap kedua organisasi ini memperlihatkan adanya keseriusan mereka dalam berdakwah secara ikhlas dan sukarela yang dilakukan dengan cara membangun jaringan ukhwah. Jaringan ini secara pelan tapi pasti telah membentuk jaringan antarbangsa dan antar profesi yang beragama. Berdakwah tidaklah mudah, akan tetapi bila dilakukan secara bersama-sama dengan semangat silaturrahim yang kuat dan dengan profesi yang berbeda maka akan melahirkan kekuatan besar dalam proses dakwah dan pembangunan umat.Kata kunci; organisasi islam, muslim minoritas, asia tenggara
KONSEP KEPEMIMPINAN DI DALAM MASYARAKAT ISLAM Raihan Raihan
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i31.145

Abstract

Nabi Adam AS sebagai manusia pertama di muka bumi mendapat tugas dari Allah sebagai pemegang amanah kepemimpinan. Dari Nabi Adam as, proses kepemimpinan terus berlanjut sampai kepada keturunan dan cucu-cucu beliau, bahkan sampai saat ini. Dengan demikian, kepemimpinan merupakan sunatullah yang terus berlaku di muka bumi ini. Karena itulah, dalam ajaran Islam urgensi kepemimpinan dalam komunitas muslim merupakan suatu keniscayaan. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan gejala sosial, karena berlangsung dalam interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan masyarakat. Oleh karena situasi sosial itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah, maka tidak satupun cara bertindak yang dapat dipergunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apalagi untuk situasi yang berbeda dilingkungan masyarakat tersebut Meskipun kepemimpinan merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan, menjadi pemimpin tidaklah semudah membalik telapak tangan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kepemimpinan di dalam masyarakat, perlu diketahui tentang konsep dasar kepemimpinan, khususnya dalam masyarakat Islam yang meliputi: pentingnya pemimpin, berbagai sebab munculnya kepemimpinan, fungsi-fungsi kepemimpin, bentuk-bentuk kepemimpinan serta karakteristik pemimpin ideal dalam masyarakat Islam.
Interaksi Positif Pers, Pemerintah dan Masyarakat Baharuddin Baharuddin
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i27.101

Abstract

Problematika antara lembaga pers, para jurnalis dan semacamnya dengan pemerintah telah berlangsung begitu lama. Terutama pada masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Beberapa media cetak pernah ditutup (“Breidel”) saat itu, sebut saja, Majalah Tempo, Detik dan Editor. Peristiwa ini dikenal dengan “MALARI” (Malapetaka 15 Januari 1974). Munculnya konsep “Interaksi Positif” ini terkait dengan persoalan dimaksud. Rumusan konsep ini menjadi acuan sampai hari ini untuk memperkuat intraksi ketiga komponen dasar ini, yakni Pers, pemerintah, dan masyarakat.
Peran Kelompok Rujukan dalam Meningkatkan Popularitas Mubaligh Uwes Fatoni; Asep Mugni
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i1.2518

Abstract

This research is studying about how a reference group can increase a popularity of Dr. K.H. Abdul Hamid as a Mubaligh. This research uses a qulaitiative method. Informan in this study were Abdul Hamid himself, some a member of majelis ta’lim which is often listen to da’wah of Abdul Hamid, and His friends who often accompany Abdul Hamid in his da’wah activities. Primary qualitative data retrieved directly using indepth interviews to obtain data. The purpose of this study is how the reference group capable to develop a popularity of Abdul Hamid. The theory uses a group theory by Lazasfeld, Berelson, and Gaudet. Conculation of this research are the reference group proven effective in develop a popularity of person. If it’s positiv will be positive. And if it’s negative will be negative too.
REVITALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN DAKWAH (TANTANGAN BARU BAGI UIN AR-RANIRY) Muhsinah Ibrahim
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i34.879

Abstract

Abstract The world is entering a new phase now. Modernization has ended and we have to think in a new way, because the old way does not work anymore. Putting it another way, we have made a big pragmatic change that we ourselves are not aware of it. The blend between transmission technology and computer has produced an era, that is, the era of information technology. In addition, in the world of education, information technology is a connecting tool that connects various parts of educational institution so that the institution becomes a comprehensive unit. Educational institution is badly in need of information technology in order to the activities of education turn to be modern and progressing. Abstrak Dunia sedang memasuki fase baru sekarang. Modernisasi telah berakhir dan kita harus berpikir dengan cara baru, karena cara lama tidak bekerja lagi. Cara lain, kita telah membuat perubahan pragmatis besar yang kita sendiri tidak menyadari hal itu. Perpaduan antara teknologi transmisi dan komputer telah menghasilkan sebuah era, yaitu era teknologi informasi. Selain itu, di dunia pendidikan, teknologi informasi adalah alat penghubung yang menghubungkan berbagai bagian dari lembaga pendidikan sehingga lembaga tersebut menjadi sebuah unit yang komprehensif. lembaga pendidikan ini sangat perlu teknologi informasi untuk melakukan kegiatannya. Pada gilirannya pendidikan akan menjadi modern dan maju. Kata Kunci : Revitalisasi, Teknologi Informasi dan Dakwah.
Al-QUR’AN SEBAGAI SUMBER RAHMAT DAN OBAT PENAWAR (SYIFA’) BAGI MANUSIA Umar Latif
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i30.125

Abstract

Sebagai wahyu yang dipandang begitu bernilai, al-Qur’an dengan tingkat sakralitasnya telah menghadirkan pemahaman tanpa batas. Pemahaman ini bias dilacak berdasarkan sejumlah peristiwa yang berkembang dalam konteks social masyarakat, dan konteks tersebut tampaknya begitu terikat dengan tanda-tanda (ayat-ayat) empiris, seperti manusia terkadang siap menerima sesuatu yang memiliki kebenaran (tashdiq) atau terkadang siap menolak sebagai kepalsuan (takhdhib). Dua bentuk ini dapat dianggap sebagai rahmat dan obat penawar bagi manusia. Bahkan tanda-tanda yang dimaksudkan dalam al-Qur’an, yang oleh Allah merupakan ungkapan kongkret bertujuan membimbing (ihtida’) manusia ke jalan yang benar, dan bukan sebagai laknat bagi hambanya. Kata Kunci: Al-Qur’an, Rahmat dan Obat Penawar (Syifa’)
DAKWAH KOLABORATIF DALAM SOSIALISASI SYARIAT ISLAM DI KOTA LANGSA M. Sufi Abdul Muthalib
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i33.616

Abstract

The problem question of Sharia in Aceh has been hampered by weak quality of dissemination to the public. Socialization during this partially done without involving many parties, while in the same time syaria has many complex issues that needs a holistic endeavor. Collaboratif dawah become an alternative way to maximize the achievement of the Islamic Sharia goal itself.
Humanisme Religius: Menyingkap Wajah Islam yang Ramah T. Lembong Misbah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.116

Abstract

Tidak Ada Abstrak
KOMUNIKASI ISLAM PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL tomi hendra
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v26i1.7292

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana peneliti berupaya mendeskripsikan dan memahami fenomena sosial atau masyarakat sebagaimana masyarakat itu sendiri mempersepsikan diri mereka (to learn from the people) atau bersifat emik (emic-factors).Dalam masyarakat multikultural, sangat diperlukan sebuah bentuk komunikasi yang saling menjaga satu sama lain agar tidak terjadi benturan atau konflik. Seperti halnya masyarakat multikultural, merupakan satu kesatuan dari berbagai kelompok, baik dari aspek sosial budaya, agama, etnis sehingga menjadikan multicultural. Maka dari itu sangat dibutuhkan satu bentuk komunikasi yang bisa membuat kondisi masyarakat multikultural itu menjadi kondusif, salah satu solusinya dengan komunikasi Islam. Komunikasi Islam merupakan komunikasi yang berakhlak al-karimah atau beretika yang berarti berusmber kepada Alqur’an dan Sunnah.Komunikasi Islam ini dalam sejarahnya telah dipraktekan oleh Rasulullah bersama umat muslim, dimana ketika umat muslim hidup berdampingan dengan non muslim sewaktu tinggal di Madinah. Sudah seharusnya hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya umat islam, bahwa kita memiliki sesuatu yang sangat berharga yaitu komunikasi islam, komunikasi yang selalu dilandasi pada alquran dan sunnah. Dalam penelitian ini, peneliti menawarkan konsep  atau prinsip komunikasi Islam dalam perspektif Alquran pada masyarakat multicultural, diantaranya   pertama, Prinsip komunikasi Qaulan Maysura yang artinya perkataan yang mudah dan pantas. Pesan yang disampaikan tidak membuat komunikan tersinggung dan pesan yang disampaikan komunikator akan membuat efek komunikasi berjalan dengan sesuai yang diharapkan pelaku komunikasi. Kedua, Qaulan Ma’rufan yang artinya perkataan yang baik. seorang komunikator harus bisa menggunakan etika dalam berkomunikasi agar pesan yang disampaikan tidak melukai orang lain. Ketiga, Qaulan balighan yang artinya perkataan yang efektif.Kata kunci: Komunikasi Islam, Masyarakat Multikultural Abstractthis research uses a qualitative method with a descriptive approach. Where researchers try to describr and understand social phenomena or society as the community it self perceives them selves ( to learn from the people) or is emic (emic-factors.In a multicultural society, it is very much needed a form of communication that takes care of one another so there is no conflict or conflict. Like a multicultural society, it is a unity of various groups, both from the socio-cultural. There fore a much needed form of communication can make the condition of multicultural society conducive, one of the solutions is with Islamic communication. Islamic communication is a communication that has a moral or ethical character that means it has an adherence to the qur’an and sunnah.This Islamic communication in it’s history has been practiced by the prophet together with muslims, where when muslims lived side by side with non-muslims while living in medina. This should be a lesson for all of us, especially muslims, that we have something very valuable, namely Islamic communication, communication that is always based on the qur’an and sunnah.In this study, researchers offer the concept or principle of Islamic communication in the perspective of the Koran in a multicultural society, including the firs, the principle of communication mulanura qaulan which means words that are easy and appropripate. The message delivered does not make the communicant offended and the message conveyed by the communicator will make the communication effect run as expected by communicator. Secondly, qaulan ma’rufan which means good words. A communicator must be able tu uses ethics in communication so that the message delivered does not hurt others. Third, qaulan balighan which means effective words.Key words: Islamic communication, multicultural communities  

Page 10 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue