cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI KARYAWAN PADA PERUSAHAAN CIRCLE K CABANG MAKASSAR aswar aswar
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i1.2065

Abstract

Persoalan sumber daya manusia (kemampuan komunikasi) yang kurang handal dalam mengelolah dan memberikan pelayanan kepada pelanggan akan mengakibatkan ketidakpuasan pada pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bentuk dan isi materi pelatihan dengan kemampuan komunikasi serta melihat hubungan kemampuan komunikasi karyawan dengan kepuasan pelanggan di Circle K Cabang Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada karyawan Circle K Cabang Makassar. Penelitian lapangan (Field Research), dengan menggunakan pendekatakan metode penelitan mixed method dengan tehnik kualitatif dan kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 102 karyawan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data dan teknik korelasi produk momen. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa antara materi dan bentuk pelatihan memiliki hubungan dengan kemampuan komunikasi di dalam membentuk sikap dan perilaku serta menambah pengetahuan di dalam melayani pelanggan. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan kemampuan komunikasi karyawan dengan kepuasan pelanggan dengan kofesien korelasi P-value 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan tingkat hubungan sebesar 78,8% yang dikategorikan kuat.. Disimpulkan bahwa pelatihan dengan memperhatikan bentuk dan isi pelatihan sangat berarti terhadap kemampuan komunikasi yang memiliki hubungan dengan kepuasan pelanggan. Diharapkan adanya pelatihan yang terkhusus untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, sehingga karyawan dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin di dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata Kunci: pelatihan, kemampuan komunikasi, kepuasan pelanggan. Abstract The issue of human resources (communication skills) are less reliable in the manage and provide service to customers will result in customer dissatisfaction. The purpose of this research was to determine the relationship of form and content of the training material with the ability to see the relationship of communication and communication skills of employees with customer satisfaction at the Circle K Makassar Branch. The research was conducted in Makassar Branch Circle K employees. Research field (Field Research), using the mix method research methods with qualitative and quantitative techniques. The number of samples in this study were 52 employees. Data were collected through interviews and questionnaires. Then analyzed the data using triangulation techniques and product moment correlation technique. Observations and interviews showed that between matter and form relationships with training in communication skills in shaping attitudes and behaviors as well as increase knowledge in serving customers. Furthermore, the results also demonstrate the ability of employee communication with customer satisfaction with cohesion correlation P-value of 0.000 is less than 0.05. It was concluded that training with attention to the form and content of the training is very meaningful to the communication skills that have relationships with customer satisfaction. It is expected that training, particularly in view to improve communication skills, so employees can deliver the best possible service in the boost customer satisfaction. Keywords: training, communication skills, customer satisfaction.
POLA DAKWAH DALAM ERA INFORMASI Abdul Karim Syeikh
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i31.151

Abstract

Dengan tersedianya alat-alat teknologi informasi, seperti internet, e-mail, twitter, facebook, whatsapp, BBM, e-book, televisi digital dan lain-lain pada zaman sekarang,telah mengubah dunia menjadi sempit, karena setiap manusia bisa saling berkomunikasi dari belahan bumi yang satu dengan orang-orang yang berada di belahan bumi yang lain. Masa meluncurnya arus informasi dari suatu bangsa ke bangsa yang lain, melewati batas benua dan samudera, melalui alat-alat teknologi informasi yang sangat cepat itu disebut dengan era informasi. Kehadiran alat-alat teknologi informasi yang telah menimbulkan era informasi dan globalisasi,disamping telah memberi dampak positif yang mampu membawa kemudahan-kemudahan dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup umat manusia, juga telah menimbulkan efek negatif yang tidak dikehendaki yang dapat mengancam nilai-nilai agama, moral dan kehidupan manusia sendiri. Oleh karena itu, kehadiran alat-alat teknologi informasi di samping menjadi tantangan bagi pelaksanaan kegiatan dakwah, juga dapat menjadi peluang bagi penyelenggaraan aktivitas dakwah dalam era informasi ini. Berdasarkan asumsi tersebut, maka tulisan ini bertujuan untuk merumuskan pola dakwah dalam menghadapi problema masyarakat di era informasi sehingga proses dakwah dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan tantangan-tantangan yang muncul dapat diatasi secarabijaksana. Ada beberapa kiat sebagai aktualisasi dari pola dakwah di era informasi yang ditawarkan dalam penulisan ini, di antaranya adalah makna da’i harus diperluas, tidak hanya terbatas pada apa yang disebut dengan muballigh, teungku, ustadz dan ulama yang tampil memberi ceramah, khutbah dan taushiyah keagamaan di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga termasuk dalam makna da’i, seperti pekerja sosial yang muslim, dokter yang muslim dan konselor yang muslim, asalkan mereka ada usaha mengajak orang yang dihadapinya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pola dakwah selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah agar materi dakwah dapat diperluas dan diaktualisasikan menjadi realitas kehidupan duniawi untuk menuju kehidupan ukhrawi yang abadi. Selanjutnya mengenai medan dakwah sebagai tempat beradanya mitra dakwah tidak hanya dipusatkan di mesjid-mesjid, mushalla, meunasah dan tempat-tempat pengajian, tapi perlu diperluas kepada objek dakwah yang berada di cafe-cafe, restoran, kantor pemerintah dan swasta, hotel, rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, stasion kereta api, terminal bis dan terminal kapal udara dan di tempat-tempat yang lain. Dalam era informasi ini pendekatan dakwah tidak hanya dirasa cukup dengan menggunakan pendekatan konvensional, seperti yang biasa digunakan selama ini, tapi harus diperluas dengan penggunaan pendekatan multi-dimensional, meliputi pendekatan struktural, pendekatan kultural, pendekatan sentripetal, pendekatan amal, pendekatan ekonomi, pendekatan seni, pendekatan keilmuan serta menggunakan multi media. KATA KUNCI : Pola Dakwah dan Era Informasi
Understanding Verbal Communication through Cross-Cultural and Quranic Contexts (Analysis on Da’i’s Response towards Globalisation Challenges) Rahmi Rahmi
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i27.96

Abstract

To face globalisation challenge,a da’i or Islamic preacher has to be aware of any change that occurs.Especially when he or she is intended to deliver Islamic messages to pluralist community that come from diffferent cultures, beliefs, opinions and needs.A common form of communication form that da’i can use in doing his or her mission is verbal communication. There are two kinds of perspectives that can be used as reference to know more about verbal communication knowledge. Firstly, it is can be investigated from Quranic context which implies about verbal communication strategies such as qaulan sadida, qaulan baligha, qaulan layyinan, qaulan ma’rufa, qaulan karima and qaulan maitsura. Secondly, concerning cross-cultural context, there are some issues that should be taken into account like communication styles like direct/indirect communication styles, elaborate/succinct communication styles, personal/contextual communication styles, instrumental/affective communication styles, gender differences in communication, pidgins and creoles and translation and interpretation.
KONSELING BERMARTABAT MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Jamil yusuf
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i33.637

Abstract

Pada setiap proses layanan konseling, klien sebagai individu tidak hanya membutuhkan empati dan kasih sayang, tetapi juga membutuhkan tujuan hidup yang bermakna dan bermartabat. Fokus kajian ini ditekankan pada bagaimana memecahkan dua masalah utama pada setiap proses layanannya, yakni: (1) dalam setiap tujuan konseling harus mampu merumuskan tujuan hidup yang bermartabat bagi kliennya; dan (2) dalam setiap proses layanan pun haruslah menempatkan klien pada posisi yang bermartabat. Berdasar pada hasil kajian ditemukan bahwa rumusan tujuan hidup konselor dan klien yang bermakna harus sejalan dengan tujuan penciptaan Allah Swt, tidak terpisah dari sesama manusia, dari alam lingkungannya, dan dengan dirinya sendiri. Jika tidak sejalan dengan tujuan penciptaan Allah Swt, maka klien menghadapi banyak problema psikologis. Di samping itu, setiap individu ciptaan Allah memiliki potensi yang sama dan harus diperlakukan secara bermartabat. Oleh karenanya, konselor perlu menyadari bahwa pada setiap perbedaan kemampuan fisik dan mental yang dimiliki masing-masing klien itu haruslah memungkinkan terjadinya pengembangan potensi klien secara bermartabat, sehingga ia berkembang optimal menjadi insan paripurna sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI PEKERJA MIGRAN Nurul Husna
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i30.120

Abstract

Kejahatan tindak kekerasan bisa dialami oleh siapa saja dan dapat terjadi di mana saja namun yang paling rentan dialami oleh perempuan, baik itu kekerasan yang terjadi di ranah domestik maupun publik. Kekerasan memiliki beragam jenisnya, baik kekerasan fisik, psikis, penelantaran ekonomi, serta kekerasan seksual. Kekerasan terhadap perempuan sebagai pekerja migran menjadi fokus dari tulisan ini. Karena mereka sering menjadi objek dari pelaku kekerasa. Kekerasan yang dialami oleh merekapun bisa berlapis atau lebih dari satu jenis kekerasan dalam waktu bersamaan. Penyebabnya karena pendidikan rendah, kurangnya skill yang dimiliki dan ketidaktahuannya mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai pekerja. Padahal mereka sering didengungkan sebagai pahlawan devisa negara yang selalu menyumbangkan perekonomian terbesar, namun kepedulian terhadap mereka begitu terabaikan, yang sebenarnya negara memiliki kewajiban untuk melindungi warga negaranya dengan keharusan mutlak guna menyeimbangkan hasil dari jasa yang telah mereka berikan. Solusinya jangan menjadikan perempuan buruh migran sebagai alat untuk meningkatkan pendapatan negara. Tetapi memposisikannya sebagai pekerja sehingga mereka berhak untuk mendapatkan pengetahuan mengenai hak dan kewajibannya sebagai pekerja. Mereka juga harus dijadikan perioritas utama untuk diberdayakan secara komprehensif dan terpadu dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait, sehingga mereka tidak secara terus menerus menjadi korban tindak kekerasan. Kata Kunci: Kekerasan, Perempuan, Pekerja Migran
STRATEGI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) ACEH SELATAN DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA Ismiati Ismiati
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i2.3806

Abstract

Narkoba merupakan isu global yang semakin meresahkan semua pihak, karena  berdampak pada psikososial yang menjadi ancaman serius bagi keselamatan manusia. Oleh karena itu memerlukan strategi pencegahan dan penanganan yang tepat agar tidak kalah cepat dengan pengedar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan fungsi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan. Mendeskripsikan upaya-upaya dan strategi yang telah dilakukan dan implikasinya serta kendala yang dihadapi dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba. Selain itu untuk mengetahui prosedur penetapan rehabilitasi bagi pecandu dan syarat-syarat rehabilitasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang jadi informan adalah kepala bidang pencegahan, penyuluh bidang pencegahan dan kepala bidang rehabilitasi pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan, serta masyarakat setempat yang pernah terlibat dalam program yang dilaksanakan BNNK Aceh Selatan. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab penyalahgunaan  narkoba umumnya  karena coba-coba dan pengaruh teman. Shabu-shabu umumnya digunakan oleh orang yang sudah bekerja usia remaja dan dewasa. Anak-anak banyak yang menghirup lem cap kambing. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menangani yaitu mensosialisikan bahaya narkoba kepada masyarakat, siswa, dan perkantoran, melakukan razia, dan menyediakan klinik rawat jalan dan inap. Strategi yang digunakan mengadakan perlombaan di sekolah-sekolah ketika sosialisasi, membentuk satgas anti narkoba dan membentuk relawan di masyarakat dengan  pelatihan, membagikan poster, banner yang berisikan pesan-pesan untuk menjauhi narkoba di setiap sekolah, puskesmas, kantor, dan rumah sakit. Melakukan tes urin, pemberantasan di jalan dan hotel. Implikasi dari upaya tersebut adalah partisipasi mayarakat meningkat untuk  menjadi relawan anti narkoba, menurunnya angka rawat jalan dan inap. Prosedur penetapan rehabilitasi bagi pecandu adalah keluarga datang sendiri ke klinik BNNK, pihak rehabilitasi melakukan assesement awal yang dilakukan oleh Tim Assesment Terpadu (TAT)  gabungan yang terdiri dari  tim hukum dan tim medis untuk mengetahui tingkat kecanduan dan hasilnya sebagai dasar untuk menetapkan status  pengguna  dan mendapatkan rawat inap atau rawat jalan dan sebagai dasar status hukum pengedar dan korban. Korban yang harus rawat inap, dirujuk ke rehabilitasi yang mempunyai kerja sama dengan BNNK. Korban rawat jalan, dilakukan konseling 8-12 kali, tergantung hasil assesment awal. Jika korban cukup dengan intervensi, maka hanya dilakukan intervensi singkat. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk melapor dan merehabilitasi, masih adanya keterlibatan oknum penegak hukum, kurangnya SDM dikarenakan yang mengikuti pelatihan khusus masih terbatas, meningkatnya ladang ganja di beberapa daerah dan masih ada dari masyarakat yang takut untuk melapor pemilik ladang ganja, serta terbatasnya dana untuk upaya  pencegahan.
MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI FAKULTAS DAKWAH IAIN AR-RANIRY Ernawati Nasution
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.110

Abstract

Untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai diperlukan suatu dorongan dari pimpinan agar para karyawan mau meningkatkan kerjanya supaya produktivitas kerjanya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) motivasi kerja pegawai, (2) produktivitas kerja pegawai, (3) kaitan motivasi kerja dan produktivitas kerja pegawai Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian Wakil Dekan II, Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Sub Bagian Kepegawaian & Keuangan dan Pegawai yang tidak menduduki jabatan struktural pada Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknis analisis data dengan cara (1) mereduksi data.(2) menyajikan data. (3) menarik kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk motivasi kerja yang diterapkan: a) pandangan orientasi, b) mengadakan pengawasaan, c) menciptakan komunikasi yang baik, d) memberikan insentif kepada pegawai dalam bentuk insentif finansial maupun insentif non finansial. (2) produktivitas kerja pegawai perlu ditingkatkan dengan cara: a) memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya, b) pembagian job kerja masing-masing staf menurut keterampilan pegawai itu sendiri, c) menempatkan pegawai pada posisi pekerjaan yang tepat, d) memberikan penghargaan kepada pegawai berkinerja yang baik dan memberikan hukuman kepada pegawai yang tidak berkinerja baik. (3) kaitan motivasi kerja pegawai Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam meningkatkan produktivitas kerja melalui manajemen kepemimpinan yang baik. Kata Kunci : Motivasi Kerja dan Produktivitas Kerja
DAKWAH TAREKAT DAN TATANAN MASYARAKAT MADANI DI ACEH Iskandar Ibrahim
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v26i1.7854

Abstract

Da'wah is the only movement on Earth that returns human belief to the guidance of revelation, but it does not get the support of the wider community in Aceh. Studies on dakwah so far have not captured the role of the tarekat in supporting the order of civil society. Therefore, murshids are present to strengthen the social order there by cultivating religious-emotions through tarekat media. This study aims to describe the relevance of the da'wah of the tarekat and all its accessories with the efforts to build a civil society structure in Aceh today. This qualitative study focuses on the contribution of the tarekat in strengthening efforts to build a civil society structure in Aceh with a unit of analysis of doctrine, role of figures, contribution of scholarship, social participation and civil society in the Aceh context. The exploration of the tarekat's response to the social-community system arrangement in Aceh was traced through the combining of literature data and the experiences of the author and 3 tarekat leaders. This study produced 3 main findings. First, empowering tarekat da'wah for strengthening the social-community system. Second, developing the potential of the tarekat through intensive practice of Islamic law. Third, the spread of Islamic solutions through local culture. Apart from the pros and cons of the tarekat's contribution, it needs to be considered to encourage the development of a social-community system towards a civil society structure in Aceh.Keywords: da'wah, tarekat, civil society.
PERAN ULAMA DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN MASYARAKAT PENAMBANG EMAS ILEGAL DI KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA Mahlil Mahlil
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2495

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran ulama dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat penambang emas tradisional, untuk mengetahui bagaimana metode apa saja yang digunakan ulama dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat penambang emas tradisional, mengetahui faktor apa saja pendukung dan penghambat ulama dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat penambang emas tradisional di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif pengumpulan data dengan wawancara mendalam kemudian dideskripsikan secara detil. Teknik analisis data menggunakan Teori Interaktif Miles dan Hubberman. Hasil penelitian adalah Bahaya dari praktik penambangan yang tampak secara langsung adalah perambahan hutan sebagai lokasi penambangan, dan secara tidak langsung adalah bahaya dari penggunaan bahan kimia berbahaya berupa merkuri. Peran Dan Medote Yang Digunakan Ulama Dalam Melakukan Pembinaan Para Ulama tersebut berperan dalam melakukan pembinaan kepada para penambang tradisional, output dari peranan para Ulama ini berbeda-beda sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Faktor Pendukung Dan penghambat yang dihadapi ulama faktor pendukung dalam melakukan pembinaan adalah adanya dukungan pendaan dalam majlis ta’lim oleh MPU Aceh Jaya dan Dukungan fasilitasi pembinaan oleh pemerintah Kecamatan.
MA’HAD AL-JAMIAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER MAHASISWA UIN AR-RANIRY M Jakfar Puteh; Julianto Julianto; Fazriani Fazriani
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.6682

Abstract

Student character can be formed better after being fostered and guided. Therefore, UIN Ar-Raniry held Ma'had Al-Jami'ah to students who were required to attend the Ma'had Al-Jami'ah program in terms of studying religious knowledge and foreign languages (Arabic and English) with the aim of character students can become better after leaving Ma'had Al-Jami'ah. But in reality some students after leaving Ma'had Al-Jami'ah have not formed the character of students through the Ma'had program so it is not in accordance with their vision and mission. Then the researcher wants to find information about students' perceptions or responses in terms of character building programs after leaving Ma'had Al-Jami’ah UIN Ar-Raniry. This study aims to find out how high the students' perceptions about the student character formation program in Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry, then to find out whether there are differences in perceptions between male and female students about student character formation programs in Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry. The samples used in this study were 94 students of the fifth batch of two years 2017/2018 with a quantitative approach and survey method. Data collection techniques used by researchers are questionnaires and interviews as the main additional data. The data analysis technique used SPSS version 20 with a descriptive analysis research design. The results of the study prove that the 5th batch of two year 2017/2018 students have positive perceptions about the student character building program in Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry, this is indicated by the high percentage of students choosing statements that answer Yes 16.48%, and No 8.52% of the 25 statement items. For differences in perception between students and students can be seen from the number of average values or the mean difference value. The mean difference of women is worth 18.88841, while men are worth 19.44400. Keywords: Perception, Program, Ma'had Al-Jami’ah

Page 9 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue