cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
ADVOKASI SOSIAL Teuku Zulyadi
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i30.124

Abstract

Tidak Ada Abstrak
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM (KAJIAN HISTORIS FILOSOFIS ) SIFAT-SIFAT RASULULLAH Sakdiah Sakdiah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i33.636

Abstract

Islam is very careful in determining who will be an exemplary leader of the group that nourish and build a Muslim personality. One of the leaders who meet the quality like that, for all Muslims is the Prophet Muhammad. Appointment him as the messenger of Allah., That in addition to lead mankind is also for the entire universe. The personality of the Prophet Muhammad swt., As a man whose leadership is exemplary toughness him to become a person who is not influenced by the circumstances surrounding community that is still ignorance. Aspects of personality that is very prominent in him like honesty (Siddiq), which is a principle in life and life. Perfect personality possessed by the Holy Prophet. as the Messenger of God as praiseworthy and perfect personality, known as the properties required for the Messenger of God, which includes Siddiq, trust, sermons, and fathanah. In recorded history that the figure of the Prophet Muhammad. a role not only as a leader in one thing only, but as a leader in terms of life include political, economic, military, and propaganda.
KARAKTERISTIK MANAJEMEN ORGANISASI ISLAM Sakdiah Sakdiah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.115

Abstract

Berbicara tentang organisasi pasti kita akan bertanya-tanya apakah sebuah organisasi mempunyai tipe-tipe? ataupun macam-macam tipe dalam sebuah organisasi ? “bagaimanakah skema organisasi itu sendiri“, itulah salah satu contoh dari pertanyaan-pertanyaan yang akan terlontar dari seseorang ketika dihadapkan dengan sebuah pembahasan mengenai ORGANISASI. Manusia merupakan makhluk yang unik yakni dapat sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia pasti membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan pokok seperti sandang, papan dan pangan. Kebutuhan ini juga mencakup kebutuhan spiritual, dalam hal ini adalah agama. Suatu manusia yang telah memiliki agama, maka ia akan membentuk atau mengikuti organisasi agama tertentu yang dianutnya. Ekspresi sosial dari ajaran serta kepercayaan agama dihidupkan dan dipelihara oleh adanya organisasi keagamaan. Tidak ada satu agamapun yang dapat hidup terus tanpa organisasi keagamaan. Benar seseorang dapat menciptakan gagasan religious dan mengubah ritual yang kuno secara individual, tetapi ia dipengaruhi dan mempengaruhi yang lain melalui organisasi keagamaan. Keberadaan organisasi keagamaan kadang-kadang tidak disadari oleh para anggotanya, karena lahir dan bereksistensi secara alamiah dengan simultan dengan kebutuhan masyarakat.
KEMATANGAN BERAGAMA DAN SIKAP TASAMUH MARGA MASYARAKAT ACEH DI ACEH SINGKIL Sakdiah Sakdiah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v26i1.7858

Abstract

The people in Aceh Singkil Regency are very heterogeneous, including ethnicity, clan, religion, where this condition tends to cause various frictions in the community. In maintaining integrity and harmony amid community diversity, religious maturity and the attitude of the tasamuh marga of the Aceh Singkil community are social glue and kinship relations that dilute the atmosphere of inter-religious disputes in solving various problems in society. Fostering an attitude of intolerance and mutual respect through psycho, social, cultural, and religious approaches. Where every small friction will be reduced so as not to cause big problems. This research reveals problems that will be described by (1) Religious maturity and the attitude of tasamuh clans of the Acehnese people in Singkil. (2). Supporting factors and obstacles to religious maturity and the attitudes of the community in Aceh Singkil. Marga has tightened the ties of friendship and tasamuh in religion to the people of Aceh Singkil, marga has helped to cut religious problems that have arisen due to the destroyed houses of worship, marga has made social relations of blood kinship closer despite different religions in the Aceh Singkil community.           Key words: maturity, tasamuh marga, Aceh Singkil
HEGEMONI IDENTITAS NASIONAL DALAM BUKU TEKS SEJARAH INDONESIA PADA MASA ORDE BARU Febri Nurrahmi
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2492

Abstract

Pemerintah Orde Baru menanamkan kesadaran nasional dengan melalui wacana identitas nasional. Identitas nasional tersebut dimunculkan melalui buku teks mata pelajaran sejarah untuk menciptakan kesamaan historis sebagai satu bangsa. Tujuan dari kesamaan historis adalah membentuk perasaan senasib. Penulis mencoba menguraikan beberapa contoh mitos politik yang terdapat dalam teks sejarah nasional dengan menggunakan metode cross-reference. Penulis menemukan bahwa buku teks sejarah sebagai media massa tradisional menjadi instrumen hegemoni pemerintah Orde Baru guna memunculkan perasaan senasib sehingga menerima identitas sebagai satu bangsa. Namun identitas nasional yang dimunculkan tidak merepresentasikan budaya Indonesia secara keseluruhan tetapi cenderung pada kebudayaan Jawa (Jawa-sentris). Kata Kunci: Hegemoni, Identitas Nasional, Buku Sejarah
Advokasi terhadap Komunitas Difabel Anak Jalanan dan Remaja Jalanan (Refleksi Praktik Bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta) Sabirin Sabirin
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i28.105

Abstract

Anak jalanan dan remaja jalanan adalah komunitas marjinal yang merupakan fakta sejarah tak terbantahkan di Republik ini. Demikian juga dengan penyandang cacat (difabel) yang pada tahun 2007 mencapai 7,8 juta jiwa. Mereka menjadi asing di negara ini, mungkin kita masih belum bisa bersikap ramah terhadap mereka. Terbukti keberadaan mereka selalu saja mendapat sorotan miring, baik oleh pemerintah maupun lingkungan sekitar. Adanya advokasi terhadap komunitas difabel adalah sesuatu yang layak untuk kita dukung dan perjuangkan, sebagaimana amanat Konstitusi di Republik ini pada pemerintah dan segenap Bangsa Indonesia. Key word: Anak jalanan, remaja jalanan, difabel dan advokasi
Mati Sebelum Mati: Perspektif Komunikasi dalam Kehidupan Manusia Fairus Muhammad Nur
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i1.5334

Abstract

Peristiwa yang terjadi tiga tahun lalu sebagaimana dideskripsikan berikut ini men-jadi cerita pembuka untuk melihat urgensitas serta satu di antara sejumlah perspektif da-lam keilmuan komunikasi.
STRATEGI KOMUNIKASI BISNIS PADA WARUNG KOPI SOLONG ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH nisa Ul Hikmah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i1.2062

Abstract

Abstract This article aims to examine the business communication strategy at Warung Kopi Solong Kota Banda Aceh so it survives to this day even though many coffee shops in Banda Aceh have good facilities. In this case research using qualitative research method. From the results of this study can be concluded that the owner of Warung Kopi Solong has done various strategies to attract the interest of the visitors so that many customers remain at the Coffee Shop Solong. Business communication strategy at Solong Coffee Shop has been done that is, the owner of Warung Kopi Solong always present, The owner of Solong Coffee Shop involves its customers, Good quality coffee, delicious Acehnese pastries because the owner of Solong Coffee Shop selects first, Not using WIFI, traditional coffee presentation, providing sugar on the table, Providing special cups for mini sanger and mini coffee, guaranteed cleanliness, satisfactory service and traditional but attractive room design. The Solong Coffee Shop calls for preaching to its customers as the call to prayer echoes by closing their shop at every adzan. It is also a business communication strategy used by Solong coffee shops. Keyword: Communication Business and Coffee Shop Artikel ini bertujuan untuk meneliti tentang strategi komunikasi bisnis pada Warung Kopi Solong Kota Banda Aceh sehingga masih bertahan sampai saat ini walaupun banyak warung kopi di Banda Aceh yang mempunyai fasilitas yang bagus. Dalam hal ini penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemilik Warung Kopi Solong telah melakukan berbagai strategi untuk menarik minat para pengunjung sehingga menjadi banyak pelanggan tetap pada Warung Kopi Solong. Strategi komunikasi bisnis pada Warung Kopi Solong telah dilakukan yaitu, pemilik Warung Kopi Solong selalu hadir, Pemilik Warung Kopi Solong melibatkan pelanggannya, kualitas kopi yang nikmat, kue-kue khas Aceh yang enak karena pemilik Warung Kopi Solong menyeleksi terlebih dahulu, tidak mengunakan WIFI, penyajian kopi yang tradisional, menyediakan gula diatas meja, menyediakan cangkir khusus untuk sanger mini dan kopi mini, kebersihan yang terjamin, pelayanan yang memuaskan dan desain ruangan yang tradisional tetapi menarik. Warung Kopi Solong menyerukan dakwah kepada pelanggannya ketika azan berkumandang dengan menutup toko mereka pada setiap adzan. Hal ini juga merupakan strategi komunikasi bisnis yang digunakan oleh warung kopi Solong. Keyword: Komunikasi Bisnis dan Warung Kopi
KONSEP AMARAH MENURUT AL-QUR’AN umar Latif
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i32.422

Abstract

Penyebutanpada kata amarah,dalam al-Qur’an sering terbatasi padasikap dan tindakan itu sendiri. Al-Qur’an bahkan menggambarkan sifat amarah ini sebagai perilaku yang tidak mendasar atau ber-pengetahuan. Seseorang yang berperilaku yang demikian disandarkan kepada sifat yang menuruti hawa’, dengan penekanan pada mental dan pengetahuan yang lemah. Oleh karena itu, al-Qur’an mengisyaratkan sifat amarah dengan pendekatan yang lebih humatis-spiritual melalui zikir, sabar, relaksasi dan termasuk totalitas mental yang siap menerima kebenaran.Untuk itu, pemahaman yang lebih aktual terkait sifat amarah,yang sejatinya memang diperlukan, namun tidak selamanya mesti dipusatkan secara fisik, dan sifat ini terkadang memerlukan usaha dari dalam ketika menghadapi tantangan; karena itu nilai sabar menjadi penyeimbang setelah fase kemurahan hati. Dengan demikian, konsep amarah tidak hanya terbatas pada makna secara literal,melainkan menunjuk kepada makna subtansial yang berarti “merugi” yang berujung kepada kesesatandan atau penyimpangan dari kebenaran. The term anger, in al-Quran is often limited to the attitude and action. Even al-Quran describes anger as the attitude of the person who is not knowledgeable. Someone who has anger is the one who follows his or her desire by having weak mental and knowledge. Thus, al-Quran hints the coping of anger with approach that is more humatis-spiritualthrough zikr, patience, relaxation and including mental totality that is ready to accept the truth. The understanding that is more actualrelated to anger is actually needed. To deal with anger is not always to be concentrated physically, butmore inner effort is needed.; therefore, patient value becomes the balance after the phase of generosity. It can be said that, anger concept is not only limited to literal meaning, but also to substantial meaning which means “losers”can culminate in digression or the deviation from the truth. Kata Kunci: Amarah dan al-Qur’an
Model Komunikasi Politik Populis: Sebab, Bentuk, dan Efeknya Aditya Putra
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i1.3174

Abstract

Populism is one of the most knowned and at the same time most debatable concept. Various acticles and paper has been written regarding the definition of populism, along with its constituting elements. Yet, until now there is still no common consensus between social scholars regarding how populism should be define. One way to understand populism is by seeing it as a political communication with certain key elements. The identification of populis communication along with its key elements will path way for an easier and better understanding of populism to be applied in further field research.

Page 8 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue