cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
DAYAH, MESJID, MEUNASAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN LEMBAGA DAKWAH DI ACEH Muhsinah Ibrahim
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i30.121

Abstract

Dayah merupakan institusi pendidikan Islam dan lembaga dakwah tertua di Aceh yang telah banyak menyumbangkan tenaga dan pemikirannya dalam membangun peradaban Islam di Aceh Begitu juga dengan Mesjid dan Meunasah merupakan lembaga pertama dalam membangun sebuah komunitas masyarakat Islam. Di Aceh Mesjid dam Meunasah pada masa lalu dan sekarang memiliki multifungsi, bahkan menjadi Islamic Center . Dengan kata lain, pembangunan mesjid merupakan upaya pembangunan komunitas dan peradaban Islam yang terus menerus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman . Selain berfungsi sebagai tempat ibadah ritual dan pengajaran pendidikan Islam, mesjid dan meunasah juga berfungsi sebagai social kemasyarakatan seperti silaturrahmi untuk memperkuat persaudaraan, tempat pengumpulan zakat, infaq dan sedekah, tempat penyelesaian sengketa, lembaga solidaritas dan bantuan kemanusiaan, juga tempat pembinaan dan pengembangan kader-kader dakwah yang kemudian menjadi pemimpin umat Islam .Pendidikan Islam sejak dari awalnya telah mengambil sikap bahwa dayah, mesjid dan meunasah sebagai tempat untuk melatih anak didik yang sedemikian rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, dan pendekatannya dalam segala jenis pengetahuan banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etika Islam. Kata Kunci: Dayah, Mesjid, Meunasah, Pendidikan dan Dakwah.
REAFIRMASI TEMA AMAR MA’RUF DALAM AKTIVITAS DAKWAH ISLAM syukri syamaun
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i2.4599

Abstract

Amar ma’ruf dapat diartikan sebagai tindakan untuk mengajak manusia agar tunduk dan patuh pada berbagai aturan yang datang dari Allah. Sebenarnya, amar ma’ruf – sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an – mengandung konotasi seruan kepada norma-norma Islam dengan mengedepankan aspek intelektualitas dalam mempengaruhi manusia untuk menerima Islam sebagai cara berpikir dan bertindak sekaligus memahami realitas mad’u. Tema amar ma’ruf dekat dengan realitas dan interaksi sosial. Penguatan kembali tema amar ma’ruf dapat menjadi solusi dalam memperkuat ukhuwah Islam yang selama ini sedang terjadi dalam masyarakat Islam.Kata kunci: reafirmasi, tema amar ma’ruf, aktivitas dakwah
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK M. Yusuf, MY
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.112

Abstract

Tidak Ada Abstrak
HIKMAH VIRUS CORONA DALAM PERSPEKTIF DAKWAH ISLAM Muhammad Jamil Yusuf
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v26i1.7856

Abstract

Corona virus has spread internationally as a new virus. The cure has not been found yet, and it caused the community to panic, anxious, and drained a lot of energy to prevent it. The number of positive cases continues to increase and it can't be predicted when it will end. Various regulations and appeals have been issued by the government so that people stay away from the crowd, keep their distance, just do activities at home, wear masks, wash their hands and always maintain cleanliness, including the prohibition of going back home during Idul Fitri 1441-H. The problem is, only some people obey while most others ignore it, which caused the government workload becoming heavier. Ideally, the community should take lessons from this situation by avoiding difficulties, strengthening efforts, being patient and surrender in order to find benefit in the corona virus pandemic. The community must be ready to face and respond to this pandemic positively, carefully, and not justify the way to meet the needs of life in this difficult time. Considering that corona virus information dissemination is very dominant through smart phone applications and digital technology, the Islamic da'wah movement must focus on increasing the digital literacy capabilities of the community to prevent anxiety, and excessive fear. The da'wah movement must be based on strengthening faith in God and strengthening the function of common sense by emphasizing the active role of millennial generation. Millennial generation is a generation that should be ready to carry out the mandate of change, tends to collaborate online and spend a lot of time with smartphones and digital technology. Therefore, this generation must get a touch of a more creative Islamic da'wah to affirm Islamic values by guiding them to collaborate to find wisdom and meaning stored behind the corona virus outbreak from various Islamic references and health sciences to be disseminated to the public.Keywords : Wisdom, Corona Virus, Islamic Da'wah
PENEMBAKAN DI KANTOR MAJALAH CHARLIE HEBDO Salimatun Nikmah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2493

Abstract

Terorisme merupakan tindak kejahatan yang mengatasnamakan Islam. Media gencar memberitakan mengenai isu terorisme yang berkembang sampai saat ini. Media di Indonesia pun tak ketinggalan memberitakan isu terorisme. Salah satunya peristiwa penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo Perancis yang menyita perhatian media untuk memberitakannya. Kontruksi pemberitaan pada setiap media akan berbeda-beda, begitu juga dengan ideologi yang dipakai media tersebut. Dalam hal ini, koran Kompas sebagai media yang mengedepankan independensi dalam pemberitaan pun mempunyai kontruksi pemberitaan untuk menggiring pemahaman pembaca dalam pemberitaan. Penelitian ini menguraikan wacana yang tersembunyi oleh Koran Kompas mengenai pemberitaan aksi terorisme di kantor Majalah Charlie Hebdo. Kata Kunci : terorisme, konstruksi, wacana, media cetak, kompas
EKSISTENSI MASYARAKAT ISLAM DI CINA; LAOBAN LANZHO LAMIAN Teuku Zulyadi
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.6680

Abstract

The religions in China have active communication with foreign religious bodies and personnel to contribute to world peace and strong friendships between the Chinese people and from other countries. Ten classic Islamic books, including the Koran, have been translated into Chinese and Uygur and published under the direction of the Chinese Islamic Association. These books are spread throughout China. This article narrates the daily life of the Islamic community in China. The data is based on the author's observations while living in China in taking doctoral studies and in-depth interviews with the community and the mosque's imam. The Islamic community in China is experiencing rapid growth, both in terms of numbers, economy and other activities. Their existence is very easy to know, halal restaurants are very affordable and spread in many places. There are special markers to make sure it is a halal restaurant, such as the distinctive ornaments of Islam that are green, calligraphy verses of the Koran, pictures of mosques, Muslim-clad sellers. Among all, the most important is halal writing in Arabic. Generally, Muslim traders sell lanzho lamian, a noodle typical from the lanzho area which is a Muslim majority area. This food is very famous not only for Muslims. The Chinese themselves also really like it, because the manufacturing process is guaranteed to be healthy. The process of making noodles is done in front of the buyer, such as stirring flour, grinding to become noodles done by hand, without any tools. Keywords: China, religion, Islam, society, lanzho lamian 
Pemberdayaan Masyarakat Pascakonflik Berbasis Meunasah sabirin sabirin
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i1.6010

Abstract

Provinsi Aceh, Indonesia yang dilanda konflik sejak tahun 1973 dan berakhir pada tahun 2005 ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) di kota Helsinki, Finlandia. Selama konflik berlangsung di Aceh, sendi kehidupan telah berubah, keamanan tak menentu, kemiskinan merajalela, sehingga untuk memperoleh kehidupan yang aman, damai, tentram dan sejahtera, terasa tidak mungkin untuk diraih. Bencana Tsunami pada 26 Desember 2004 semakin memperparah kehidupan masyarakat, baik dalam bidang sosial-budaya, ekonomi maupun politik. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat semakin menurun, yang ditandai dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemberdayaan masyarakat pascakonflik di gampong Data Makmur, Blang Bintang-Aceh Besar berbasis meunasah, yang sangat relevan dalam mencari tahu sejauh mana efektivitas pemberdayaan masyarakat di Gampong Data Makmur pascakonflik. Metode penelitian penelitian yang digunakan adalah “kualitatif naturalistik”. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis, dan sosiologis-antropologis. Untuk memperoleh data, penulis terlibat langsung di lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini adalah pemberdayaan masyarakat pascakonflik di gampong Data Makmur tidak berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Konflik, Gampong dan Meunasah.
PENDEKATAN DAKWAH SENTRIFUGALISTIK (KAJIAN TERHADAP KEBEBASAN MAD’U DAN OBJEKTIVITAS PESAN) syukri syamaun
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i1.2066

Abstract

Pesan dakwah ditujukan kepada seluruh umat manusia tanpa membedakan ras, bangsa, bahkan agama. Pesan yang berisikan wahyu-wahyu Allah subhanahu wa ta’ala harus disampaikan, dipahami dan diamalkan oleh semua manusia. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah melakukan tugas ini secara sempurna. Mad’u merupakan pihak yang paling berkepentingan dengan dakwah dan pihak yang dituntut untuk menerima dampak positif dari aktivitas dakwah Islam yang dilakukan. Pesan-pesan dakwah pun dikonstruksikan agar tetap steril dari intervensi dari pihak da'i sehingga mad’u merasa bebas untuk menerima atau menolak pesan yang disampaikan. Oleh sebab itu, seorang da'i harus mampu menjaga posisinya sebagai pihak yang menyampaikan pesan dakwah secara objektif tanpa melakukan intervensi dan otoritas yang berlebihan terhadap pesan yang disampaikan atau mad’u yang sedang dihadapinya.
PERAN JAMA'AH TABLIGH DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH Furqan Furqan
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i32.419

Abstract

Melihat dan merujuk pada kegiatan da‘wah para da‘i sekarang yang seharusnya dalam menyampaikan pesan agama ini para penda‘wah bisa mengambil hati masyarakat dan bisa menguatkan tali silaturrahmi terhadap sesama ummat untuk menguatkan agama. Untuk saat ini kita lihat, setiap perbuatan yang menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah yang mungkar selalu ada hambatan, seperti halnya da‘wah yang dilakukan oleh Jamâ‘ah Tablîgh ini, adanya orang-orang atau golongan-golongan tertentu yang tidak menyukai cara berda‘wah mereka karena terkesan da‘wah yang mereka lakukan tidaklah sesuai lagi dengan zaman sekarang ini, seharusnya da‘wah yang seperti mereka itu di lakukan pada masa Rasulullah saw. Karena dasar hal inilah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap peran dan metode berda‘wah mereka, selain itu juga dari segi berpakaian mereka yang tidak mengikuti zaman. Sehingga waktu mereka turun ke desa-desa untuk berda‘wah adanya sebagian orang yang tidak senang terhadap aktifitas da‘wah mereka, bahkan tidak jarang meeka di usir oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan metode da‘wah yang mereka gunakan sangatlah efektif, terutama untuk kondisi sekarang ini. Hal ini di dasarkan pada peran dan metode mereka berda‘wah yang tidak hannya harus berada diatas mimbar akan tetapi juga dalam segala hal dan juga situasi. Seperti halnya pada saat Bayan yang menurut mereka ini juga merupakan salah satu metode da‘wah yang sangatlah efektif karena bisa saling mengeratkan tali silaturahmi diantara sesama mereka. Selain itu, efektifitas dan program-program da‘wah mereka juga sudah sangat bagus untuk kondisi zaman sekarang ini.
Pengembangan Profesi Dakwah Islam bidang Konseling Komunitas M. Jamil Yusuf
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i28.102

Abstract

Tidak Ada Abstrak

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue