cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
PESAN-PESAN DAKWAH DALAM HADIH MAJA Fakhri Fakhri; Muhammad Faizin
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2498

Abstract

Abstrak Pesan-Pesan Dakwah dalam Hadih Maja didalamnya berbicara mengenai salah satu Kebudayaan Aceh dalam bentuk sastra yang memiliki berbagai pesan. Maja-Maja (moyang-moyang) dahulu menggunakan Hadih Maja sebagai salah satu panutan hidup selain al-Qur’an, hadits, ijmak dan qiyas. Namun saat ini keberadaan sudah mulai pudar dan jarang dipergunakan oleh generasi-generasi muda sekarang, padahal dalam Hadih Maja sangat banyak nilai-nilai dakwah atau mauizatul hasanah terkandung didalamnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui nilai dakwah apa saja yang terkandung dalam Hadih Maja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan observasi. Kemudian data yang telah diperoleh dipisahkan dan langkah terakhir adalah pengolahan yakni dengan cara deskriptif analisis. Dan dapeat ditarik kesimpulan bahwa ada Hadih Maja yang mengandung pesan atau nilai dakwah baik itu secara langsung maupun tidak langsung, dari aspek aqidah, akhlaq, pendidikan, sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya. Salah hal yang menarik adalah terkait kebudayaan Aceh dalam bentuk Hadih Maja dapat direalisasikan sebagai sarana dakwah dengan menggunakan pendekatan metode dakwah cultural dan dapat dikenal oleh generasi-generasi Aceh selanjutnya. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Hadih Maja, Budaya lokal
Kepemimpinan Mohammad Natsir di Dewan Da‘Wah Islamiyah Indonesia (1967-1993) Raihan Raihan
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i28.106

Abstract

Mohammad Natsir adalah tokoh nasional berlatar belakang organisasi dan pemikiran Islam. Gagasan dan ide-idenya meliputi berbagai bidang kehidupan mencerminkan sikap dasar yang tidak memisahkan kehidupan beragama dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara dikotomis. Sebagai pemimpin Dewan Da‘wah Islamiyah Indonesia, kiprah Mohammad Natsir dapat dipandang dari dua sisi; satu sisi sebagai pemimpin dakwah (da‘i) dan di sisi lain sebagai pemimpin manajemen/organisasi dakwah (manajer dakwah). Kepemimpinan dakwah Mohammad Natsir dapat ditinjau dari figurnya yang menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat. Di samping itu ia juga dikenal sebagai tokoh yang peduli melaksanakan al-amru bi al-ma‘rufi wa al-nahyu ‘ani al-munkar (menyuruh kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar) dengan berbagai cara, baik melalui kekuasaan, lisan, sikap, tulisan-tulisan maupun statemen yang disampaikannya. Kepemimpinan manajemen dakwah Mohammad Natsir dapat ditinjau dari perannya sebagai manajer yang piawai dalam membina, mengelola, memajukan, mengatur dan menggerakkan Dewan Da‘wah Islamiah Indonesia sebagai upaya menyadarkan umat agar kembali pada kebajikan sesuai Al-Qur’an dan hadith. Kata Kunci: Kepemimpinan, Mohammad Natsir, Dewan Da‘wah Islamiah Indonesia
KECENDERUNGAN PENGGUNAAN WACANA SEMIOTIK DALAM PERIKLANAN PRODUK KESEHATAN TEMPATAN DI MALAYSIA Putri Wahyuni
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i1.5276

Abstract

Iklan adalah satu cara yang sering digunakan untuk memperkenalkan suatu produk kepada masyarakat. Di Malaysia, media cetak sering dimanfaatkan untuk mengiklankan produk kesehatan tempatan sejak 1970an hingga sekarang ini. Sebuah produk yang diiklankan harus mampu mempengaruhi pemikiran masyarakat sehingga mereka memberikan kepercayaan terhadap produk tersebut. Bahkan banyaknya produk kesehatan tempatan yang diiklankan di Malaysia sebenarnya mengandung wacana-wacana penting yang ingin disampaikan.Penulis menemukan bahwa terdapat beberapa kesamaan yang digunakan oleh pembuat iklan produk kesehatan tempatan di Malaysia dengan menggunakan teknik analisis wacana semiotik media periklanan Tami Sloane Thrasher. Persamaan tersebut yaitu tujuan, gambar, khalayak, dan teknik (metafora, terstimoni, stereotipe) dalam menarik masyarakat dalam membeli produk yang diiklankan.  Kata Kunci: Periklanan, Analisis Wacana, Semiotik, Malaysia
PANDANGAN ISLAM TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI KELOMPOK PENYANDANG DISABILITAS Miftahur Ridho
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i1.657

Abstract

The aim of this paper is to understand dynamics of social welfare from an Islamic standpoint. Both texts and historical record of Islam show that Islam put people with disabilities in an honorable position, and set a range of regulation to elevate their dignity. Based on Islamic perspective, this group must be treated equally as their normal counterpart. Hence, the distribution of social welfare should be based on the worth and dignity of people with disabilities. Provision of social welfare to people with disabilities, therefore, must be assessed proportionally. Assuming that every person with disabilities has the same needs tends to transform social welfare provision into oppressive forms. Keywords: Social welfare, Islam, disabilities.
DAKWAH KHILAFIYAH M. Yusuf Yusuf
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i32.423

Abstract

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. al-Nahl ayat 125) Persoalan dakwah akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan ketika ada oknum yang memasang tarif. Secara otomatis, bukan hanya itu akhir-akhir ini juru Dakwah, sering membicarakan persoalan yang berkaitan dengan khilifiah ( perbedaan Pendapat ) dalam perkara fiqih, perbuatan yang seperti ini dapat melunturkan nilai-nilai sakral yang ada pada dakwah. Dengan kata lain, dakwah sudah dijadikan sebagai ajang bisnis bukan lagi untuk menyatukan ummat dalam kehidupan yang rahmatan lil‘alamin.dilihat dari perkembangan zaman fenomena penyampaian Dakwah, cendrung memecahkan persatuan ummat, sementara itu jika melihat sejarah khilafiyah ( Perbedaan pendapat ) sudah turun menurun terjadi baik tentang, Ilmu Fiqih, Ilmu Hadist dan Ilmu-Ilmu lainnya.walaupun demikian tulisan ini tidak untuk mengkambing hitamkan faham golongan yang satu dengan faham golongan yang lain, tetapi pada prinsipnya mari menyatukan umat manusia untuk taat kepada tuhan dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Kata Kunci: Da‘wah, khilafiah. Call upon the people to the way of your Lord with wisdom and good lessons and Discuss with them in a good way too. Your Lord is He who knows more about who strayed from His path and He knows best those who receive guidance. (Surat al-Nahl verse 125) The issue of propaganda lately come back into the spotlight when there is a person who put up the tariff. Automatically, not just that lately interpreter Da'wa, often discuss issues relating to khilifiah (difference Opinions) in the case of jurisprudence, acts like this can fade the sacred values that exist in propaganda. In other words, propaganda has been used as a forum to bring together the business community is no longer in life that rahmatan lil'alamin.dilihat of the times penyampaikan Dakwah phenomenon, tends to break the unity of the ummah, while if you see history khilafiah (Dissent) is hereditary occurred either on Science, Fiqh, Hadith Sciences and Sciences lainnya.walaupun Thus this paper is not to scapegoat one group ideology with the ideology of the other groups, but in principle, let's unite mankind to obey God with various differences. Keywords: Da'wah, khilafiah.
STRATEGI KOMUNIKASI ILMIAH PADA MASA ABASIYAH Arina Rahmatika
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i1.4434

Abstract

Islam bukan hanya sebuah agama, melainkan pernah menjadi sebuah peradaban besar pada masa Abasiyah. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah adanya komunikasi ilmiah pada masa tersebut. Beberapa strategi komunikasi ilmiah yang dilakukan para khalifah Abasiyah adalah dengan melakukan beberapa kegiatan ilmiah yaitu penerjemahan, penulisan, pembangunan perpustakaan dan pembangunan instansi Pendidikan.
NILAI-NILAI SIGNIFIKAN MASYARAKAT LOKAL TERHADAP PELESTARIAN PUSAKA PASCABENCANA DI BANDA ACEH Zya Dyena Meutia; Roos Akbar; Denny Zulkaidi; Sri Maryati
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.6681

Abstract

In the last few decades, there has been a shift in the sense of heritage from the thought of "how to ensure an heritage object will not be destroyed" into "what values an heritage object has and how best to preserve these heritage values". Many studies and researches on heritages in urban areas have been carried out, but not many have discussed more deeply about the characteristics of significant heritage values as a consideration in determining urban heritage. Heritage values that are inherent are only considered by perception experts and the government toward heritage usual as a temple, site the kingdom and historic buildings have hundreds of years age. While the perspective of comprehensive values and consideration of values from the heritage is one of the important factors in success preservation of heritage areas in urban areas. This study intends to uncover significant values that into consideration in preserving heritage post disaster in the urban heritage and in designating an object and place as a heritage. This study uses a constructivist paradigm with an interpretive approach because it attempts to construct the existence of significant cultural values in the public perception of seeing an area as an inheritance. The result is show the most important significant values for them, namely religius, memory, history, traumatic, resilience and social. Keywords: significant values, heritage, religius, local community
PELUANG DAN TANTANGAN PELAKSANAAN WISATA DI KOTA SABANG zalikha zalikha
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i31.150

Abstract

Tulisan ini mengangakat topik “Peluang dan Tantangan Pelaksanaan Wisata di Kota Sabang”. Sebagaimana diketahui, Sabang merupaka suatu wilayah yang berpotensi dalam pengembangan dunia kepariwisataan. Wilayah Sabang yang masih dalam kawasan Provinsi Aceh, tentu masyarakatnya muslim (Islam) hamper seluruhnya, dan wilayah ini berlaku Syariat Islam sebagaimana Aceh pada keseluruhannya. Pada saat ini, kegiatan wisata adalah sebuah keniscayaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa peluang dan tantangan yang dihadapi oleh dinas terkait (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang dan Dinas Syariat Islam Kota Sabang), dalam pelaksanaan Kota Sabang sebagai kota wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Objek penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang dan Dinas Syariat Islam Kota Sabang, serta beberapa warga Sabang yang dianggap dapat mewakili data dalam penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi dan wawancara. Sumber datanya adalah berjumlah 10 orang, yaitu 2 orang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, yang terdiri dari kepala Dinas dan satu orang Kabid, begitu juga dengan Dinas Syariat Islam Kota Sabang. Sedangkan 6 orang lagi dari masyarakat Sabang. Hasil penelitian ini diketahui bahwa, berdasarkan analisis data dan hasil observasi awal, maka dapat dinyatakan bahwa; peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat, hampir semua data yang terkumpul bisa dipastikan jika sektor wisata dikembangkan dan dioptimalkan di Sabang, ekonomi masyarakat akan semakin meningkat/membaik, ini merupakan prospek tercerahkan bagi pemerintah Kota Sabang dan masyarakat Sabang. Adapun tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman tentang Syariat Islam, karena dipandang kepariwisataan itu banyak yang tidak sesuai dengan Syariat, dan wisata ini seakan-akan berkonotasi negatif. Dari temuan data yang dikumpulkan bahwa hampir delapan puluh lima persen mengatakan bahwa antara kepariwisataan dengan berlakunya Syariat Islam tidak bertentangan, cuma sosialisasinya sangat kurang, sehingga masyarakat banyak yang keliru dalam kenyataan sehari-hari. Kata kunci; Peluang, Tantangan, Wisata dan Sabang.
Menuju Desentralisasi Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Hasan Basri M. Nur
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i27.97

Abstract

Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai etnik, budaya, latar belakang sejarah dan agama yang berbeda-beda menyimpan sejumlah potensi yang dapat diarahkan sesuai kehendak. Keberagaman ini dapat diarahkan untuk keamajuan bangsa atau sebaliknya menjadi sumber konfik. Dominasi etnik tertentu yang mayoritas atas etnik-etnik minoritas menjadi sumber malapetaka dan pemicu perlawanan dari etnik tertindas, sebagaimana pernah terjadi pada era Orde Baru yang menimbulkan perlawanan dari berbagai pihak dan daerah. Sebaliknya pemberitaan penghargaan dan pelestarian budaya suatu etnik di suatu daerah akan menciptakan kehidupan yang harmonis. Menghargai perbedaan sesuai kearifan lokal masing-masing etnik adalah fitrah dan sesuai sunnatullah. Ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat Al-Hujarat ayat 13. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Ayat ini mengakui adanya perbedaan etnik. Oleh karenanya setiap kelompok manusia perlu memahami dan menghargai kearifan lokal yang ada pada kelompok lain. Ta’aruf (saling kenal-mengenal) dalam ayat di atas adalah anjuran untuk saling mengenal dan mempelajari kearifan lokal kelompok lain dengan menggunakan kaca mata kelompok yang diamati, bukan berpatron pada kultur lain. Setelah mengamati dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, maka akan tumbuh semangat menghargai terhadap kelompok lain. Dengan cara saling memahami dan menghargai itulah pecahnya bentrokan antar-Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA) dapat dihindari. Pemberian hak khusus kepada Aceh melalui Undang-undang No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh perlu mendapat penghargaan dan pengakuan dari semua pihak. Begitu juga daerah-daerah lain di Indonesia berhak menuntut dan diberikan status istimewa sesuai kearifan lokal yang dimiliki. Dengan adanya penghargaan terhadap kearifan lokal seperti ini, maka status NKRI dapat bertahan, dan perlawanan sparatisme akan meredup.
KONSEP MATI DAN HIDUP DALAM ISLAM (Pemahaman Berdasarkan Konsep Eskatologis ) umar Latif
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i34.875

Abstract

ABSTRAK: Penyebutan pada kata mati dan hidup berdasarkan konsep Islam adalah sebuah rantai kehidupan yang saling menghubungkan. Artinya, bahwa kematian adalah satu dimensi kehidupan berikutnya dan akan berlangsung setelah proses kehidupan yang pertama. Peristiwa kematian dan kehidupan, oleh al-Qur’an dinilai sebagai bentuk penciptaan yang patut diperhatikan secara seksama; dan bahkan perhatian kepada kedua kata ini (mati dan hidup) memerlukan analisis secara aktual, dengan mengacu kepada sifat Tuhan melalui representasi asma’ al-husna, bahwa tingkat kebaikan Tuhan memang tak terbatas. Dengan kata lain, kematian dan kehidupan adalah suatu penciptaan Tuhan yang patut disyukuri dan diterima seikhlas mungkin sebagai landasan ketaqwaan seorang hamba dalam konteks keimanan. Kata Kunci: Mati, Hidup dan Konsep Eskatologis ABSTRACT: The mention of the word death and life based on the concept of Islam is a living chain interconnect. It means that death is the next dimension of life and will take place after process of first life. The event of death and life, the Qur'an is considered as a kind of creation that should be considered carefully; and even attention to these two words (dead and alive) requires actually analysis, with reference to the nature of God through the representation of asthma 'al-Husna, that the level of God's goodness is infinite. In other words, death and life is a creation of God to be grateful and accepted as the foundation of faith of a servant within the context of faith. Kayword : Dead, Life and eschatological concept

Page 11 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue