cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
LIDAH DAN HATI (SEBUAH ANALISA DALAM KONTEKS TERMINOLOGI AL-QUR’AN) Umar Latif
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i33.615

Abstract

Many issues related to human structure and anatomy can be found in Al-Quran, and one of them is with regard to sense. Simply, there are some senses discussed in Al-Quran. According to Al-Quran, human sense consists of three parts, those are physical, inner, and heart senses. Even Al-Quran considers that sense should not only have function to absorb information and form knowledge, but also have function to form a conviction in terms of application. Therefore, from the three classification of sense mentioned in Al-Quran, in this context the writer will limit the investigation towards the sense of heart and tongue as part of nobility, which is considered valuable for human compared to other creatures because these senses are two sides of differentiators and links to recognize The Creator.
MUJADALAH MENURUT AL-QUR’AN(Kajian Metodologi Dakwah) Maqfirah Maqfirah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.118

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui etika penerapan mujadalah menurut Al-Qur’an serta efektivitasnya sebagai salah satu metode dakwah. Pembahasan ini menggunakan metode deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan dan menelaah masalah yang ada pada masa sekarang. Dalam pengumpulan data digunakan penelitian library researah, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menelaah sejumlah bahan bacaan untuk dijadikan data penulisan ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa etika bermujadalah tidak hanya dengan sopan dan berkata yang benar, akan tetapi harus memenuhi beberapa prinsip sebagai landasan moral mujadalah, seperti ikhlas karena Allah dan terbebas dari hawa nafsu, meninggalkan fanatisme terhadap individu, mazhab dan golongan, berprasangka baik terhadap orang lain, tidak menyakiti dan mencela pendapat muslim. Mujadalah efektif diterapkan dalam aktivitas dakwah karena mempunyai keunggulan dan kelebihan mendidik berfikir kritis, yang tidak dimiliki metode lainnya. Keberhasilan penerapan mujadalah yang dinilai efektif sebagai metode dakwah, tergantung kepada kemampuan da’I berkomunikasi yang efektif terhadap lawan bicara. Kata Kunci: Mujadalah Menurut Al-Qur’an
EFEKTIVITAS KONSELING ISLAMI MENGGUNAKAN KONSEP ZUHUD AL-GHAZALI MELALUI TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENGURANGI GAYA HIDUP HEDONIS DI SMA SAINS AL-QUR’AN WAHID HASYIM YOGYAKARTA sulistianingsih sulistianingsih
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v26i1.5492

Abstract

Abstrak : Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Gaya hidup hedonis mempunyai pandangan bahwa kenikmatan hanya sebatas pada pemenuhan kenikmatan sensual dan indrawi yang didapatkannya dengan cara instan oleh karena itu gaya hidup hedonis tidak terpisahkan dari sikap konsumeristis. Konsumeritis merupakan sikap hidup yang lebih cenderung untuk menikmati dari pada menahan, mengonsumsi dari pada memproduksi. Jadi kesimpulannya gaya hidup henonis itu selalu mengikuti perkembangan budaya yang ada, dari mulai penampilan sampai aktivitasnya sehingga dampaknya dapat merugikan diri sendiri dan jauh dari urusan akhirat. Jadi kesimpulannya gaya hidup henonis itu selalu mengikuti perkembangan budaya yang ada, dari mulai penampilan sampai aktivitasnya sehingga dampaknya dapat merugikan diri sendiri dan jauh dari urusan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya hidup hedonis siswa SMA Sains Al-Qur’an dan untuk menguji secara empiris efektivitas konseling Islami menggunakan konsep zuhud Al-ghazali untuk mengurangi gaya hidup hedonis siswa SMA Sains Al-Qur’an di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen model one group pretest and posttest yang melibatkan 8siswa  kelas X dan XI di SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim Yogyakarta yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan. Pengukuran dilakukan dengan alat ukur psikologi yaitu skala gaya hidup hedonis. Data yang terkumpul dari analisis menggunakan uji beda Wilcoxon signed rank test diperoleh hasil dengan nilai sig. 0.012< 0,05 dengan Z = -2.524. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gaya hidup hedonis siswa sebelum dan sesudah pemberian konseling, sedangkan hasil mean sebesar 1.6363 menjadi 1.3538, ini juga menunjukkan terdapat selisih skor antara sebelum diberkan treatment dengan sesudah treatment. Melalui hasil tersebut dapat dikatakan bahwa konseling Islami dengan menggunakan konsep zuhud Al-Ghazali dapan menurunkan gaya hidup hedonis siswa.Kata kunci :Konseling Islami, Konsep Zuhud Al-Ghazali, Gaya Hidup Hedonis
PERANAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENGURANGI ANGKA KEKERASAN (Studi Deskriftif Analitis Pada Korban Pornografi dan Narkoba di Banda Aceh) Mahlil Mahlil
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i2.3653

Abstract

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh terus meningkat. Tindak kekerasan tersebut termasuk pelecehan seksual yang terjadi pada anak dan perempuan di Aceh. salah satu penyebabnya adalah karena akses konten porno yang begitu mudah dan  penyalahgunaan narkoba yang sangat memprihatinkan. Penelitian ini mengambil lokasi Banda Aceh dan Pidie, dengan judul “PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK PROVINSI ACEH DALAM MENGURANGI KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK AKIBAT FILM PORNO DAN NARKOBA(Studi Pada Kota Banda Aceh dan Kabupaten Pidie)”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran DP3AP2KB mencakup sosialisasi, layanan pengaduan dan penanganan. Pendekatan yang dilakukan dengan persuasif, selain itu juga dilakukan pendekatan religi. Faktor pendukung adalah dukungan mulai dari pihak kepolisian, SKPA, LSM dan unsur pimpinan gampong, sedangkan kendala yang dihadapi adalah disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap undang-undang KDRT dan undang-undang perlindungan anak.
Metode Dakwah dalam Membangun Religiositas Masyarakat Mira Fauziah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i28.108

Abstract

Religiositas berasal dari Bahasa Inggris religion yang berarti agama, kata religious artinya yang berharga dengan agama, beragama, dan beriman. Dilihat dari asal katanya kata religiositas mempunyai padanan kata dari Bahasa Indonesia dengan kata agama dan dari Bahasa Arab dengan kata al-Din. Al-Din (Bahasa Semit) berarti undang-undang atau hukum, dalam Bahasa Arab al-Din berarti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, dan kebiasaan. dapat diambil kesimpulan bahwa agama adalah pengakuan manusia tentang adanya kekuatan gaib yang berada di luar dirinya, manusia mempunyai hubungan dengan kekuatan gaib itu, lalu kekuatan gaib itu menguasai, mempengaruhi perbuatan manusia. Selanjutnya, manusia mengakui dirinya lemah dan takut, dengan demikian ia mengakui adanya kewajiban untuk memujanya. Jika manusia telah dapat mengkondisikan jiwanya seperti tersebut di atas maka dapat dikatakan agama telah masuk ke dalam jiwanya. Dengan demikian manusia tersebut adalah orang beragama. Dengan kata lain orang tersebut telah mencapai tahap religius. Kata kunci: religiusias, masyarakat
ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL-QUR`AN (Studi Pendekatan Tafsir Tematik Terhadap Kata As-Sidqu) Aminullah Amin Muhammad
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i1.5274

Abstract

Penelitian ini penting untuk memahami tentang etika komunikasi dalam Al-Qur`an, dengan mengunakan pendekatan tafsir tematik terkhusus pada kata ”as-Sidqu”. Pembahasan ini penulis hanya memfokuskan penjelasan etika komunikasi pada surah at-Taubah ayat 119 dan surah az-Zumar ayat 33. Selajutnya penulis mengkaji ayat tersebut dalam kontek etika komunikasi serta asbabun nuzul dan keserasian ayat tersebut. Metode kajian ini penulis menggunakan pendekatan content analisis, pendekatan ini digunakan untuk mengkaji serta menganalisa isi tek yang ada, kemudian dihubungkan dengan metode hermeneotik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa orang yang benar juga merupakan orang yang takwa. Perlu dipahami juga bahwa orang takwa adalah orang yang berada pada fase kematangan sempurna, yang ditemukan dari hasil interaksi antara Islam, iman dan ihsan. Sedangkan hubungan antara takwa dengan etika terletak pada prinsip seseorang yang melakukan sesuatu kondisi kalbu, pikiran dan anggota tubuh selalu berinteraksi secara harmonis yang sesuai dengan Islam, iman dan ihsan. Adapun orang-orang yang menerima kebenaran akan mendapatkan hidup yang bahagia di dunia dan akhirat. Orang yang benar dan orang yang takwa sebagaimana disebutkan dalam surah at-Taubah ayat 119 dan surah az-Zumar ayat 33 adalah orang yang mempunyai etika dalam berkomunikasi.
PENGARUH KOMUNIKASI ISLAM TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA KARYAWAN LPP TVRI STASIUN ACEH Said Sadikin
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i1.2064

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel Komunikasi Islami terhadap Motivasi Kerja karyawan LPP TVRI Stasiun Aceh. Berdasarka hasil analisis diperoleh pengaruh Komunikasi Islami dengan Motivasi kerja yang berarti bahwa, Komunikasi Islami berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Selanjutnya dari hasil analisis juga diperoleh pengaruh Komunikasi Islami dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan, sehingga hipotesis kedua penelitian ini diterima, maka Komunikasi Islami dan motivasi Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan LPP TVRI Stasiun Aceh, baik langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian diharapkan Pimpinan TVRI Stasiun Aceh berperan aktif dalam menerapkan komunikasi Islami sehingga motivasi kerja karyawan meningkat dan tujuan atau out put organisasi/perusahaan dapat tercapai seperti apa yang diharapkan secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Komunikasi, Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACT The purpose of this stady is to findout the impact of islamic communication variable on job motivation of the employee of TVRI Aceh. Base on analysis, there ware positive and significant impact of islamic communication on work motivation. So the hyphotesis was accepted. Forthermore, there ware also impact of islamic communication and work motivation on work performance. Therefore, second hypottesis was also accepted. So there were direct and indirect significant impacts of islamic communication and work motivation on work performance of the employee of TVRI Aceh. Therefore, it is expected that the leader of TVRI Aceh should actively participates to apply islamic comunication in order to enhance employee work motivation and obtain the organization output effectively and efficiently. Keyword : Communication, Work Motivation, Performance.
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM PERIKLANAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Asmaunizar Asmaunizar
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i32.427

Abstract

Women occupy a secondary position appear in television journalism mainly through advertising channels. The number of male employees who manage television much more than female employees. Even if there are no female employees hold on important role that determines the publication or broadcasting policies, presentation of news, features and opinion. In view of the commercial advertisement male hegemony will automatically make women and their sexual attractiveness as an object so that exploitation is difficult to avoid. The deviation of advertising such as showing women in skimpy outfits, it's beyond the basic concept and management of real advertising. It was because of the pursuit of profit alone as a result of competition existing media in improving the economic enterprise. In accordance with its function, the media is able to provide educational, entertaining and affecting people's lives. In accordance with its function, the media is able to provide educational, entertaining and affecting people's lives. Media as a guard or guards truth, television perform its functions to the social control of the errors that occur in the community. Based on the study of Islam that advertising as a means of delivering information can spread the message of the form of propaganda for any positive information. The information such as information on trade, education, health and information broadcasting Islamic religion and so forth. Of the facts shows that the global information flows almost entirely unbalanced , more coming from the western culture to Islamic culture , including in terms of advertising. Keyword: exploitation,Women, advertisement, Islam
PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN QATAR CHARITY DI ACEH INDONESIA (Kajian Terhadap Pengetahuan, Kesadaran dan Penerimaan Masyarakat Aceh) Zaini M. Amin
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i2.3686

Abstract

Kemiskinan di Indonesia dari tahun ke tahun menjadi masalah paling besar dan rumit bagi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui program-program terencana dan berkelanjutan. Masyarakat miskin pada umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya pada kegiatan ekonomi. Sehingga sering kali makin tertinggal jauh dari masyarakat lain yang memiliki potensi lebih tinggi adapun permasalahan dalam penelitian ini meliputi landasan hukum oprasional Qatar Charity di Aceh Indionesia, program-program yang dilaksanakan Qatar Charity dalam pemberdayaan masayarakat Aceh, dan bagaimana pengetahuan, penerimaan dan kesadaran masyarakat Aceh terhadap kegiatan oprasional Qatar Charity,dan factor-faktor pendukung dan penghambat oprasional kegiatan yang dijalankan kepada Masyarakat Aceh. Pelaksanaan merupakan suatu aktivitas evaluasi yang saling membutuhkan, Pelaksanaan juga merupakan usaha-usaha yang dijalankan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan untuk melengkapi segala keperluan terhadap saranan yang diperlukan. Dimana letak pelaksanaannya dimulai dan masa berakhir dan bagaimana cara dilaksanakan. Dalam pelaksanaan terdapat beberapa hal yang utama diantaranya Membuat rencana, memberian tugas, Mengawasi pelaksana an dan Membuat SOP (Standard Operating Procedures), Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam proses memperoleh data. Hasil penelitian menunjukan adanya MOU Qatar Charity dengan Pemerintah Indonesia sebagai landasan  hokum yang kuat dalam operasional semua jenis bantuan yang disalurkan kepada masyarakat, dan masyarakat sudah memahami dan menerima program Qatar Charity, Program ini mendapat dukungan dari pemerintahan Indonesia dan jajaranya serta masyarakat, melalui tiori Stekholder dan fardhu Kifayah sebagai acuan yang melandasi Aspek-aspek kegiatanditengah-tengah masyarakat Kata Kunci : Pelaksanaan Qatar Charity,Pengetahuan dan Penerimaan
HIV/AIDS SEBAGAI PROBLEMATIKA DAKWAH Studi Terhadap Implementasi Kebijakan Penanganan Rasyidah Rasyidah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.6677

Abstract

Aceh Utara is a district that provides the most PLWHA data in Aceh. However, with the title "Serambi Mekkah", the handling of PLWHA as a“da’wah bi al hal”, can be difficult. There is a stigma in the community to let PLWHA accept the risk of their actions, so that the da’wah is also considered unnecessary. This study tries to answer the question: what is the policy related to the handling of HIV AIDS, how its implementation, and its effectivness.This qualitative research uses descriptive analysis with data collection techniques: observation, interview and documentation study. The results of the study are: HIV/AIDS policies in North Aceh, merged with national policies on "Prevention of Communicable Diseases". There is no specific policy. It’s to prevent public resistance and causing controversy. There are four strategies in solving HIV/AIDS. First, accurate data collection. Second, through the institution of the AIDS Commission (KPA) which is intense in reaching and assisting PLWHA. Third, improving the quality of life of PLWHA. Fourth, socialization in the community and strengthening the role of assistant through the “Desa Siaga HIV/AIDS”, networking and appreciation for survivors and companions of PLWHA. Although there is a dualism of understanding related to da’wah to PLWHA, but it should be, for the da’wah of community development, PLWHA are mad'u who must be helped to strengthen Islam in their lives. Keywords: HIV, AIDS, PLWHA, Policy

Page 4 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue