cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
PENANGGULANGAN NARKOBA DENGAN DAKWAH Sa'i Sa'i
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i31.146

Abstract

Indonesia is in drug emergency. The number of drug users increases annually. Drug businesses are blooming. Even though life sentences or jail sentences are put in use, these businesses are actively done. The variants of drugs are also developed, such as CC4, cocained biscuits, etc. The use of drugs various methods and techniques, yet the result in considered not maximum. One of the ways is through dakwah. However, the method of curing drug abuses through Dakwah is seen as not systematic and continues yet. Base on this, it seems important to cure abuse through Dakwah. By taking al-Qur’an, al-Hadith, as well as some related sciences, Dakwah can find solution for all problems. Therefore, Dakwah method is in need to be involves actively in Drug Cure Assessment Team. Sekarang Indonesia sudah darurat Narkoba. Jumlah pengguna Narkoba meningkat dari tahun ke tahun. Bisnis Narkoba juga semakin merajalela, sudah divonis hukuman mati dan dikurung dalam penjara pun masih aktif menjalankan bisnis ini. Olahan Narkoba pun semakin berkembang dan muncul jenis-jenis baru seperti CC4, kue ganja, dan lain-lain. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba juga telah dilakukan dengan berbagai cara, namun hasilnya tidak maksimal. Penanggulangan dengan cara Dakwah nampaknya belum dilakukan secara sistematik dan bekelanjutan. Berdasarkan kepada ini, nampaknya perlu dilakukan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dengan Dakwah. Dengan berpedoman kepada al-Qur’an, al-Hadits, dan ilmu-ilmu pendukung lainnya, Dakwah dapat menyelesaikan segala permasalahan. Kiranya tidak salah kalau Juru Dakwah dapat dilibatkan secara aktif dalam Tim Asesmen penanggulangan Narkoba.
Developing Competitiveness and Quality Assurance in Da’wa and Communication Faculty, Islamic State University Ar-Raniry Hendra Syahputra
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i27.99

Abstract

Competitiveness is one of the goal for the success of an organization, including educational institution. The success of a reliable competitiveness is inseparable from the quality of leadership and the leader who is carrying out the organization. In order to realize an exceptional competitiveness, there should be a strong quality assurance at all organization-line. line. The objective of this paper is to analyze the leadership ethic in an educational institution that is trying to upgrade its status as well as try to provide some solutions regarding competitiveness and leadership. The most needed competitiveness in all quality assurance concepts is having a visionary leader since IAIN is trying to be a UIN. The flexibility of the leader success and respons which are vary have to be a consitency of value and basic rules, if the profesional credibility of a leader is still regarded as a significant source of influence. Credibility, in turn, is more than professional consistency dan compentency in the role of a leader. This is because the leader is the number one hope of the leds, therefore the success of a leader as a manager not only assterted by organization but also acknowledged in the heart of the leds. This endorsement is not only about “whether the leader is trusted but also whether the leader is trusted by the leds.”
NIQAB SQUAD JOGJA DAN MUSLIMAH ERA KONTEMPORER Di INDONESIA Fathayatul Husna
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i1.2774

Abstract

Era kontemporer ini wanita bercadar sering dibicarakan di berbagai ruang media dan penyebaran pandangan negatif, terutama sebagian kalangan yang berrasangka negatif terhadap Islam. Akan tetapi sebagian kalangan mendukung setiap gerakan dakwah Islam, salah satunya dengan memberikan dukungan penuh kepada wanita bercadar. Salah satunya adalah komunitas Niqab Squad Jogja (NSJ) merupakan komunitas peduli pada wanita bercadar dan merupakan cabang dari komunitas Niqab Squad Indonesia. Komunitas ini bukan hanya sebagai tempat berkumpul wanita muslim bercadar, akan tetapi sebagai ladang dakwah untuk mensyiarkan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan analisis lapangan melalui tahap wawancara dan melakukan pengamatan. Studi kasus ini bertujuan untuk membuka wawasan baru terkait gerakan wanita bercadar di Indonesia pada masa kontemporer. Kata kunci: Niqab Squad Jogja (NSJ), muslim kontemporer, wanita bercadar, media baru
RESPONS ULAMA DAYAH DARUSSA’ADAH TERHADAP PROBLEMA SOSIAL KEAGAMAAN DI ACEH Juhari Juhari
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i34.877

Abstract

Abstrak: Problema sosial keagamaan dapat muncul dalam masyarakat manapun tanpa mempertimbangkan ruang dan waktu. Aliran sesat yang berkembang di Aceh merupakan bagian dari problematika itu, karena telah mengusik keharmonisan sosial masyarakanya. Dalam situasi seperti ini, ulama – khususnya yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam Darussa’adah – dituntut mampu merespons berbagai persoalan yang dihadapi umat secara arif. Namun secara realitas mereka belum mampu memberikan respons solutif terhadap persoalan keummatan semisal aliran sesat sehingga ketenangan masyarakat semakin terganggu. Karena itu penelitian ini dilakukan untuk menemukan bentuk respons ulama Dayah Darussa’adah dalam menyikapi aliran sesat dan benih-benih perpecahan dalam masyarakat Aceh. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa Respon yang diberikan ulama Dayah Darussa’adah baru berbentuk lisaniyah, yaitu berupa penyampaian informasi secara oral melalui pengajian dan ceramah agama. Respons berbentuk lisaniyah ini dipandang kurang efektif sehingga pengarunya sangat kecil dalam upaya menjawab berbagai problema sosial keagamaan dalam masyarakat. Kata Kunci : Respons Ulama; problema sosial keagamaan Abstract: Social religious problems can appear in any society with no condition of place and time. One of the problems is pervert sect of religion and this condition has disturbing social harmony. In this situation, Ulamas especially who associated under Darussa’adah Islamic Education Foundation is requiring to respond to the various and complicated problems face by the community wisely. However, realistically they are still unable to provide a comprehensive solution to such this problem so that the social harmony is alarming. This study is aiming to figure out the appropriate respond of Ulama Dayah Darussa’adah in dealing with pervert sect and frictions seeds in Acehnese people. The result of the research found that the responds of the Ulama Darussa’adah is still in verbal way. They are informing the community verbally through worship and preaching. This kind of respond is considering less effective because not answering various social religious problem in community adequately. Key Words : The Respons of Ulama; Religious Sosial Problems.
POTENSI KONFLIK DAN MASA DEPAN ISLAM DI INDONESIA; (Kajian Terhadap Tantangan Dakwah) Rasyidah Rasyidah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i30.123

Abstract

Tulisan ini berangkat dari pengkajian tentang potensi konflik pada realitas keberagamaan Islam dewasa ini, untuk tujuan memprediksikan masa depan Islam di Indonesia. Ada tiga point yang diketengahkan dalam tulisan ini yaitu gerakan radikalisme, pluralitas dan formalisasi syariat Islam. Dengan menggunakan teori konflik Dahrendorf tentang sebab, intensitas dan dampak konflik serta teori analisis konflik Randall, dapat dicermati bahwa radikalisme, pluralitas dan formalisasi syariat Islam di Indonesia, pada realitasnya jelas mengandung potensi konflik. Disebut potensi konflik karena ketiganya sedang mengarahkan gerak relasi keberagamaan Islam menuju konflik yang lebih besar. Hal ini tampak dari menguatnya kelompok kelompok penentang mainstream keberagamaan, menentang sikap represif keberagamaan oleh penguasa dan kelompok yang memilih kekerasan sebagai penyelesian. Kondisi ini menjadi anomali yang akan bergulir menciptakan konflik. Konflik ini akan meningkat intensitasnya dan membesar hingga berhasil mewujudkan perubahan perubahan pada sistem dan tatanan masyarakat Islam. Keywords : Tantangan dakwah, Potensi konflik, Islam, Radikalisme, Pluralitas, Formalisasi Syariat Islam
DAKWAH SUFISTIK HAMZAH FANSURI (TELAAH SUBSTANSI SYAIR PERAHU) Zakaria Zakaria
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i33.648

Abstract

Tasawuf berkembang pesat di Aceh mulai abad XVI. Perkembangan tersebut terlihat dari munculnya ulama sufi terkemuka di Aceh dan dikenal dalam peradaban tasawuf Nusantaran, Melayu bahkan Asia Tenggara. Hamzah Fansuri adalah salah seorang tokoh tasawuf di Nusantara yang memiliki banyak karya sufisme. Karya Hamzah Fansuri menyiratkan keagungan pikiran serta kedalaman ilmunya dalam bidang tasawuf. Kedalaman sastra dan intuisi jiwa sufinya tertuang dalam gubahan syair-syair memikat. Salah satu karya brilian Hamzah Fansuri adalah Syair Perahu. Syair Perahu terkenal dengan nuansa tasawuf falsafi dengan perlambangan yang mengelaborasi tubuh jiwa sebagai sebuah perahu Meskipun Syair Perahu tersebut telah menjadi ikon bagi Hamzah Fansuri, secara substansial syair tersebut tidak dikenal oleh masyarakat. Syair Perahu memiliki dimensi-dimensi dakwah sufistik yang merupakan fikiran spesifik Hamzah Fansuri dalam bidang dakwah. Oleh karena itu Penulis berusaha menginterpretasi substansi serta kandungan materi dakwah yang terdapat di dalam Syair Perahu, juga menjelaskan perlambangan dan simbol serta menjelaskan orientasi dakwah yang terdapat di dalam syair tersebut. Hasil penelitian yang Penulis dapatkan bahwa konsep tasawuf yang terdapat dalam Syair Perahu adalah Konsep Tasawuf Wujudiyah dalam menjelaskan musyahadah dengan Allah dengan benar. Juga konsep bagaimana menuntut ilmu serta beramal saleh, kehidupan alam kubur serta pemaknaan kalimat tauhid dengan sesungguhnya. Orientasi dakwah Hamzah Fansuri adalah pembentuk Insan Kamil yang selamat di dunia dan di akhirat dengan menjalankan syariat dengan benar, persiapan diri menghadapi alam kubur dan pegangan yang kokoh tauhid (Laa Ilaaha Illa Allah).
ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN PEKERJAAN SOSIAL Nurul Husna
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.114

Abstract

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 menyebutkan, kesejahteraan sosial adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial baik material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, ketentraman lahir dan batin yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk mengadakan pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga, serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak dan kewajiban asasi manusia sesuai dengan pancasila. Kesejahteraan social bisa diartikan sebagai sebuah ilmu karena dalam kajiannya mencakup konsepkonsep, teori, metode, dan paradigma. Pekerjaan sosial adalah suatu aktivitas professional yang didasari oleh body of knowledge (kerangka pengetahuan), body of skills (kerangka keahlian), dan body of values (kerangka nilai). Pekerjaan Sosial merupakan salah satu disiplin yang berperan dalam pembentukan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Sehingga keduanya saling berhubungan erat dan mempunyai keterkaitan satu sama lain. Kata Kunci: Kesejahteraan Sosial, Pekerjaan Sosial
ANALISIS FOTO JURNALISTIK PADA KANTOR BERITA AGENCE FRANCE PRESSE (AFP) TENTANG PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI ACEH TAHUN 2017 Fakhri Fakhri; Heri Juanda
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v26i1.7857

Abstract

The public spotlight through mass media coverage of Islamic law is still happening. Agency France Presse (AFP) is one of the global news agencies whose role is to supply photos to various media around the world, including photos about the implementation of Islamic law in Aceh. In its reporting, AFP tends to perceive the application of Islamic Sharia in Aceh as violating human rights and intolerance of other religions. This research aims to find out how the AFP news agency reports about the implementation of Islamic law in Aceh through the photos they broadcast. This study used a qualitative descriptive method using the Robert N Entman framing analysis theory. The results showed that the content of the photo broadcast by AFP on Islamic law in Aceh defines the problem of caning as one of the implementation of Islamic law as a form of violence that is contrary to the ideology of the international community so that its reporting tends to cause controversy. Likewise in writing its photo captions, AFP emphasizes certain issues by providing repetitions of a problem so that photos related to the application of Islamic law become high news value and are able to attract subscribed overseas media. AFP tends to describe violence and things that give the impression that the application of Islamic law in Aceh violates human rights (HAM).Keywords: Photo Journalism, Islamic Sharia, Mass Media
LARANGAN ISIS DI INDONESIA DALAM PEMBINGKAIAN KORAN REPUBLIKA EDISI AGUSTUS 2014 Muhammad Bagus Nursetio
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2494

Abstract

Larangan gerakan ISIS di Indonesia merupakan tindakan awal yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi aksi teror dan pengekrutkan masyarakat Indonesia untuk “berjihad” atau “berperang”di Irak dan Suriah. Larangan terhadap gerakan ISIS di Indonesia ini, memuncul beragam reaksi di tengah-tengah masyarakat baik yang pro maupun kontra. surat kabar harian Republika merupakan surat kabar yang berskala nasional, bernafaskan Islam dan mempunyai kebijakan tersendiri dalam mempublikasikan berita-beritanya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan pengetahuan seputar bingkai media dalam hal ini bingkai media koran Republika terhadap berita larangan ISIS di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah analisis isi kritis dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi. Pasca dilakukan analisis dengan menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerland Kosciki, maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa bingkai media koran Republika terhadap berita larangan ISIS di Indonesia lebih menonjolkan kepada gerakan ISIS sebagai gerakan yang memunculkan cara pandang sepihak terhadap Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan dan aksi teror bagi umat Islam di seluruh dunia pada umumnya dan khususnya negara Indonesia serta tidak sesuai dengan asas Pancasila sehingga sangatlah tepat untuk dilarang berkembang biak di Indonesia. Kata Kunci : Bingkai Media, larangan ISIS, Koran Republika
Terapi Religius sebagai Strategi Peningkatan Motivasi Hidup Usia Lanjut Juli Andriyani
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i28.104

Abstract

Usia lanjut biasanya cenderung lebih mendekatkan diri pada agama dan hal-hal yang berguna diakhir kehidupannya dikarenakan untuk mencari kedamaian jiwa dan memohon ampun atas dosa-dosa yang lalu. Kecemasan yang timbul terhadap peristiwa kematian menyebabkan manusia membutuhkan agama untuk solusi hidupnya. Terapi religious merupakan terapi keagamaan, yaitu terapi yang dilakukan dengan pendekatan keagamaan, terapi jenis ini diterapkan dengan menggunakan pendekatan ayat-ayat suci al-quran , hadis Nabi, dan pemi kiran-pemikiran keislaman yang secara implisit mengandung terapi, terapi ini biasanya dimaksudkan agar seseorang bebas dari kesepian, kemiskinan, rasa cemas, tegang dan depresi yang terjadi pada usia lanjut. Banyak orang yang menggunakan terapi jenis ini melalui doa-doa dan zikir-zikir yang memohon pada Allah agar diberi ketenangan hati. Motivasi tidak terlepas dari tahapan kehidupan manusia. Secara garis besar kehidupan manusia terbagi atas tiga tahap yaitu tahapan pra kehidupan, tahapan kehidupan dunia, dan tahapan alam pasca kehidupan dunia. Sangat banyak terapi religius yang sangat membantu untuk menyucikan jiwa manusia, di antara terapi yang sangat sering dipakai adalah membaca Al-Qur’an, berzikir kepada Allah, shalat dan do’a. Dalam pandangan Al Qur’an kesadaran spiritualitas terhimpit sangat erat dengan kesadaran manusia. Mikrajnya seorang mukmin bukanlah sebuah upaya pendakian spiritual untuk berpaling dari tanggung jawab kemanusiaan, melainkan justru agar bisa terjalin kontak antara kehendak suci dilangit dan orientasi manusia di bumi. Terapi berguna untuk membantu penderita dalam memahami diri sendiri, mengetahui sumber patologi dan kesulitannya, serta memberikan perspektif masa depannya, membantu penderita dalam menentukan bentuk – bentuk patologinya dan membantu penderita dalam menentukan langkah – langkah dan pelaksanaannya dalam meningkatkan motivasi hidup. Kata kunci : terapi religious, motivasi hidup, usia lanjut

Page 5 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue