cover
Contact Name
Ghufran Ibnu Yasa
Contact Email
ghufran.yasa@gmail.com
Phone
+6285277813297
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Syeikh Abdur Rauf street, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Indonesia
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Elkawnie
ISSN : 24608912     EISSN : 24608920     DOI : -
Elkawnie is a journal of Integration Science and Technology with Islam. It's covering research and technology in the field of study of Architecture, Biology, Chemistry, Environmental Engineering, ICT, Physical Engineering and other science and technology field. In particular, Elkawnie's journal discusses the development of research and technology in contributing to development as part of Muslim scientists in the academic sphere.
Articles 460 Documents
Identification of The Driving Factors Behind The Transformation of The Landscape in Sabang, Aceh, Indonesia, Based on Local Perception Faisal Azwar; Ashfa Achmad; Mahidin Mahidin; Mirza Irwansyah
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25043

Abstract

Abstract: Information on land use changes and land cover change studies to understand the dynamics of landscape change is very useful for planning sustainable landscape management. Changes to the landscape not only have an impact on people's welfare but also on the way people view and use the landscape. Land-based investments have implications for spatial development and influence landscape dynamics. Cities continue to experience growth, including cities on small islands. The city of Sabang, whose territory is small islands in Aceh Province, Indonesia, is experiencing an increase in local population, immigration, and government policy encouragement to improve the economy. It is worth paying attention to knowing the dynamics of landscape change and the driving factors based on local perceptions.  It is important to understand the patterns of land use and land cover changes from 2013 to 2021, as well as the driving factors based on local community perceptions that may influence future spatial planning and land utilization in Sabang City.  This study uses mixed methods consisting of analysis of land use and land cover change patterns based on remote sensing using ArcGIS and TerrSet software on Spot 6 and Spot 7 image data to provide information on the transition of land cover change. The results of the analysis of changes in land use and land cover from 2013 to 2021 and the driving factors based on local perceptions from elements of Sabang City society were carried out through questionnaires and semi-structured interviews covering 120 households. To assess the drivers of changes in the Land Use and Land Cover (LUCL) of the Sabang City area, which were analyzed using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows. The results of the analysis of changes in land use and land cover show that most of the land in Sabang is still covered by forest land in 2021, namely 50%. 175 ha, or 67%, of the growing built-up area is covered, while the infilling and outlying patterns are 44 ha and 42 ha, respectively. Respondents identified 17 driving factors, namely 10 proximate driving factors and 7 fundamental driving factors, as important drivers that contribute to changes in the landscape of Sabang City. The three closest drivers are Residential Areas, Forest Fires and Infrastructure Development. Meanwhile, land needs, changes in land prices and population growth are the three main drivers of LULC changes in Sabang City. Abstrak: Informasi perubahan penggunaan lahan dan studi perubahan tutupan lahan untuk memahami dinamika perubahan lanskap sangat berguna untuk perencanaan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan. Perubahan pada lanskap tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat namun juga cara masyarakat memandang dan memanfaatkan lanskap. Investasi berbasis lahan berimplikasi pada pembangunan ruang dan mempengaruhi dinamika lanskap. Kota-kota terus mengalami pertumbuhan, termasuk kota di pulau kecil. Kota Sabang yang wilayahnya merupakan pulau-pulau kecil di Provinsi Aceh, Indonesia mengalami peningkatan populasi masyarakat lokal, imigrasi serta dorongan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, patut menjadi perhatian untuk mengetahui dinamika perubahan lanskap serta faktor pendorongnya berdasarkan persepsi lokal. Bagaimana pola penggunaan lahan dan tutupan lahan yang terjadi dalam waktu tahun 2013-2021, dan bagaimana persepsi masyarakat lokal dalam melihat faktor pendorong perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan di Kota Sabang.  Studi ini menggunakan metode campuran yang terdiri dari analisis pola perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan berbasis penginderaan jauh menggunakan software ArcGIS dan TerrSet terhadap data Citra Spot 6 dan Spot 7 yang memberikan informasi transisi perubahan tutupan lahan.  Hasil analisis perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan 2013-2021, kemudian faktor pendorongnya berdasarkan persepsi lokal dari unsur masyarakat Kota Sabang dilakukan melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur yang mencakup 120 rumah tangga. Untuk menilai pendorong perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan wilayah Kota Sabang yang dianalisis menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) untuk Windows. Hasil analisis perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan menunjukkan sebagian besar lahan di Sabang masih ditutupi oleh lahan hutan pada tahun 2021 yaitu sebesar 50%, telah turun luasnya sekitar 7% dibanding tahun 2013. Lahan terbangun di Kota Sabang sebagian besar tumbuh dengan pola perluasan/ekspansi seluas 175 ha atau mencakup 67% dari luas area terbangun yang bertumbuh, sedangkan pola infilling dan outlying masing-masing seluas 44 ha dan 42 ha. Responden mengidentifikasi 17 faktor pendorong, yaitu 10 faktor pendorong terdekat dan 7 faktor pendorong mendasar sebagai pendorong penting yang berkontribusi terhadap perubahan lanskap Kota Sabang. Tiga besar pendorong terdekat adalah kawasan permukiman, kebakaran hutan dan pembangunan infrastruktur. Sedangkan Kebutuhan Lahan, Perubahan harga lahan dan Pertumbuhan penduduk merupakan tiga besar pendorong mendasar perubahan LULC di Kota Sabang
A Comprehensive Analysis of Metabolite Profile and Phytochemical Composition of Ulva lactuca Macroalgae From The Coast of Banda Aceh, Indonesia Said Ali Akbar; Muhammad Hasan; Sari Afriani; Cut Nuzlia; Ilham Zulfahmi
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25403

Abstract

Abstract: Marine macroalgae are known for their rich bioactive compounds, offering various pharmacological benefits. This research was conducted to analyze the phytochemical composition and metabolite profiles of Ulva lactuca, a marine macroalgae, along the coastal region of Banda Aceh, Indonesia. The research methodology encompassed three primary phases: assessment of antioxidant scavenging activity, determination of phytochemical composition, and in vivo metabolite profiling. The extract exhibited notable antioxidant activity, evidenced by its 47.22% inhibition rate. Spectral analysis via FTIR revealed prominent peaks at 1019 cm−1, 1654 cm−1, and 3352 cm−1, indicative of the presence of ethers, carbonyls, and hydroxyl groups, respectively. GC-MS analysis, coupled with a literature review, identified a total of 30 phytochemical compounds within Ulva lactuca, several of which possess significant bioactive properties with potential applications as antibacterial agents in both human and animal contexts. Consequently, Ulva lactuca demonstrates promising prospects as a source of antibacterial agents. The implications of this study suggest that Ulva lactuca could be developed as a natural alternative for antibacterial treatments, potentially reducing dependence on synthetic antibiotics in both healthcare and aquaculture industries. Abstrak: Makroalga dikenal karena kandungan senyawa bioaktifnya yang kaya, yang menawarkan berbagai manfaat farmakologis. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi fitokimia dan profil metabolit dari Ulva lactuca di sepanjang wilayah pesisir Banda Aceh, Indonesia. Metodologi penelitian mencakup tiga fase utama: penilaian aktivitas antioksidan, penentuan komposisi fitokimia, dan profil metabolit in vivo. Ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan, dibuktikan dengan tingkat inhibisi sebesar 47,22%. Analisis spektral menggunakan FTIR mengungkapkan puncak pada 1019 cm−1, 1654 cm−1, dan 3352 cm−1, yang menunjukkan adanya gugus eter, karbonil, dan hidroksi. Analisis GC-MS, yang dipadukan dengan tinjauan literatur, mengidentifikasi total 30 senyawa fitokimia dalam Ulva lactuca, beberapa di antaranya memiliki sifat bioaktif signifikan dengan potensi aplikasi sebagai agen antibakteri dalam konteks manusia dan hewan. Dengan demikian, Ulva lactuca menunjukkan prospek yang menjanjikan sebagai sumber agen antibakteri. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ulva lactuca dapat dikembangkan sebagai alternatif alami untuk pengobatan antibakteri, yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetis dalam industri kesehatan dan akuakultur.  
Computational Study of Classical Fractals and Newton Basins of Attraction in The Complex Plane Siti Sahrani; Salmawaty Salmawaty; Said Munzir; Saiful Amri
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25438

Abstract

Abstract: Fractal sets such as the Sierpinski Gasket, the Julia set, the Mandelbrot, and the Newton basin attraction provide rich examples of self-similar structures arising from simple iterative rules. In this work, we present a computational study of these fractals with emphasis on parameter sensitivity and basin dynamics. Using C++, we generated classical fractals (Sierpinski, Julia, and Mandelbrot) and verified their self-similar properties through coordinate transformations. For the Newton basin attraction of the polynomial, implemented in MATLAB, we analyzed the effect of the exponent, complex constant, and iteration depth on convergence regions. The results show that the number of basin attractions corresponds to the polynomial degree, with clear rotational symmetries, while the parameter controls the orientation and distribution of convergence regions. Furthermore, the boundary of the Newton basin attraction was observed to align with Julia sets, highlighting the intrinsic connection between these two fractal structures. This study demonstrates how computational visualization provides analytical insight into the structure and parameter dependence of fractal systems, establishing a systematic framework for parameter-based fractal analysis that bridges classical visualization with numerical dynamics. Abstrak: Himpunan fraktal seperti segitiga Sierpinski, Julia, Mandelbrot, dan Newton basin atraksi merupakan representasi khas dari struktur self-similarity yang terbentuk melalui aturan iteratif sederhana. Penelitian ini menyajikan kajian komputasional terhadap fraktal-fraktal tersebut dengan fokus pada sensitivitas parameter serta dinamika basin atraksi. Algoritma fraktal klasik diimplementasikan menggunakan C++ untuk menghasilkan pola Sierpinski, Julia, dan Mandelbrot sekaligus memverifikasi sifat swasimilaritasnya melalui transformasi koordinat. Sementara itu, Newton basin atraksi dari polinomial dianalisis menggunakan MATLAB untuk mengkaji pengaruh eksponen, konstanta kompleks, dan kedalaman iterasi terhadap daerah konvergensi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jumlah basin atraksi sebanding dengan derajat polinomial dan menampilkan simetri rotasional yang khas, sedangkan parameter mempengaruhi orientasi serta distribusi wilayah konvergensi. Selain itu, batas Newton basin atraksi ditemukan berimpit dengan himpunan Julia, menegaskan keterkaitan mendasar antara kedua struktur fraktal tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa visualisasi komputasional mampu memberikan pemahaman analitis terhadap struktur dan pengaruh parameter pada sistem fraktal. Selain itu, penelitian ini juga membangun kerangka kerja sistematis untuk analisis fraktal berbasis parameter, yang menghubungkan visualisasi klasik dengan dinamika numerik.
Synthesis and Anti-Bacterial Activity Test of Chalcone Analogue Compounds From 1-Acetylnaphthalene With Furfural Desti Ayu Maryanti; Dori Fitria; Riski Dwimalida Putri
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25536

Abstract

Abstract: The development of antibacterials has become crucial due to the emergence of antibiotic-resistant bacteria. One such antibacterial is a chalcone analogue compound, known to possess various biological activities useful in medicine. This study aims to synthesize a compound of chalcone analogues and test for anti-bacterial activity. Chalcone analogue compounds from 1-acetylnaphthalene with furfural in this study have been successfully synthesized using a cross aldol condensation reaction with the stirrer method. The structure obtained is a chalcone analogue compound with a synthesis yield of 97%, and the target structure was confirmed by FTIR and NMR instruments. In this study, chalcone analogue compounds have anti-bacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria with the agar diffusion testing method. Results of the antibacterial test in this study showed a moderate analogue category for S. aureus bacteria and weak for E. coli bacteria. This is evidenced by the concentration of 40 mg/mL having an inhibition zone for S. aureus bacteria of 9.5 mm and E. coli bacteria of 0.5 mm. Chalcone compounds can be intermediate compounds that can be resynthesized with other compounds and have various biological activities. So, this study can be used as a reference for literacy to develop the theory of synthesis of chalcone analogue compounds as new drug candidates. Abstrak: Pengembangan antibakteri menjadi penting seiring dengan adanya bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Salah satu antibakteri tersebut adalah senyawa analog kalkon yang dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis yang berguna dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa analog kalkon dan menguji aktivitas antibakterinya. Senyawa analog kalkon dari 1-asetilnaftalena dengan furfural dalam penelitian ini telah berhasil disintesis menggunakan reaksi kondensasi aldol silang dengan metode pengadukan. Struktur yang diperoleh adalah senyawa analog kalkon dengan rendemen sebesar 97% dan struktur target dikonfirmasi oleh instrumen FTIR dan NMR. Dalam penelitian ini, senyawa analog kalkon memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus dengan metode pengujian difusi agar. Hasil uji antibakteri dalam penelitian ini menunjukkan kategori sedang untuk bakteri S. aureus dan lemah untuk bakteri E. coli. Hal ini dibuktikan dengan konsentrasi 40 mg/mL yang memiliki zona inhibisi untuk bakteri S. aureus sebesar 9,5 mm dan bakteri E. coli sebesar 0,5 mm. Senyawa kalkon dapat menjadi senyawa perantara yang dapat disintesis ulang dengan senyawa lain dan memiliki berbagai aktivitas biologis. Oleh karena itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan teori sintesis senyawa analog kalkon sebagai kandidat obat baru.
Chars From Hydrothermal and Hydrothermal Tandem Pyrolysis Carbonizations of Polyvinyl Chloride: Dechlorination Ability and Its Surface Characterization Muslem Muslem; Hayatun Nufus; Muammar Yulian
Elkawnie Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v10i2.25852

Abstract

Abstract: The hydrothermal carbonization method has been applied in polyvinyl chloride (PVC) conversion. The polymer was transformed to char safely without the formation of harmful emissions. PVC's chlorine content was removed through a nucleophilic reaction by reactive subcritical water and captured by alkali ions as stable salt. The PVC bulk was dechlorinated and carbonized by subcritical water inside the hydrothermal reactor at 200 °C for 120 minutes. The solid chars obtained then were characterized by Fourier Transform Infra-Red, Scanning Electron Microscope, Energy Dispersive X-ray, and Transmission Electron Microscope. As a comparison, the chars were also pyrolyzed further to obtain the thermal char characteristics. The char products obtained by hydrothermal (hydrochar) and hydrothermal-pyrolysis (hydro-pyrochar) yielded 94.96% and 48.08%, respectively. The infrared spectra showed that both hydrochar and hydro-pyrochar consist of aliphatic carbon and hydrophilic functional groups of C=O and OH. The morphological images observed by Scanning Electron Microscope on the magnification of 3000x showed the smooth granular particle for hydrochar and the irregular rough particle for hydro-pyrochar. The chlorine contents from surface analysis by energy dispersive X-ray in hydrochar were decreased down to 23.24 mass percentage from 56.80 mass percentage in PVC, while in hydro-pyrochar, there is no chlorine content observed in the particle surfaces. The particle images investigated by Transmission Electron Microscope revealed that the particle shape of hydrochar was granular while the hydro-pyrochar was cylindrical. The particle sizes of hydrochar and hydro-pyrochar were calculated in the range of 36-180 nm and 8-40 nm, respectively.Abstrak: Metode karbonisasi hidrotermal telah berhasil diaplikasikan dalam konversi polivinil klorida (PVC). Polimer diubah menjadi arang dengan cara yang aman tanpa menghasilkan emisi berbahaya. Klorin dalam PVC dikeluarkan melalui reaksi nukleofilik oleh air subkritis yang reaktif dan ditangkap oleh ion alkali menjadi garam yang stabil. Serbuk PVC dideklorinasi dan dikarbonisasi oleh air subkritis didalam reaktor hidrotermal pada 200 °C selama 120 menit. Arang padat yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red, Scanning Electron Microscope, Energy Dispersive X-Ray dan Transmission Electron Microscope. Sebagian arang selanjutnya juga dipirolisis untuk mendapatkan arang dengan karakteristik arang pemanasan kering sebagai pembanding. Rendemen arang yang diperloleh secara hidrotermal (hidrochar) sebesar 94,96% dan secara hidrotermal-pirolisis (hydro-pyrochar) sebesar 48,08%. Spektra infra merah menunjukan bahwa kedua jenis arang tersebut mengandung karbon alifatik dan gugus fungsi hidrofilik C=O dan OH. Morfologi permukaan yang teramati dengan Scanning Electron Microscope pada pembesaran 3000x menunjukkan bahwa hidrochar merupakan partikel bulat yang lembut dan hidro-pirochar merupakan partikel kasar tidak beraturan. Analisis dispersi energi X-Ray menunjukkan bahwa persentase klorin pada hidrochar turun menjadi 23,24% (b/b) dari persentase awal klorin pada PVC sebesar 56,80% (b/b), sedangkan pada hidro-pirochar, tidak ada klorin yang terdeteksi pada permukaan partikel. Analisis Transmission Electron Microscope menunjukkan bahwa partikel hidrochar berbentuk bulat, sedangkan partikel hidro-pirochar berbentuk silinder. Ukuran partikel hidrochar berada pada rentang 36-180 nm sedangkan ukuran partikel hidro-pirochar berada pada rentang 8-40 nm.
Phytochemical Analysis, Antioxidant and Antibacterial Activity of Robusta Coffee (Coffea canephora) Extract From West Lampung Iffa Afiqa Khairani; Hida Arliani Nur Anisa; Jeane Siswitasari Mulyana; Elisa Nurma Riana; Wahyuni Dian Lestari
Elkawnie Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i1.26200

Abstract

Abstract: Robusta coffee (Coffea canephora) is one of Indonesia's export commodities, which is widely grown in Lampung Province. West Lampung Regency is the main producer of robusta coffee in Lampung Province. Robusta coffee contains various metabolites with potential as an antioxidant and antibacterial properties. This study aims to analyze the metabolite content (phytochemical compounds) of robusta coffee ethanol extract qualitatively and quantitatively, followed by determining antioxidant activity (DPPH method) and antibacterial activity (MIC and MBC method) against tested bacteria including Bacillus subtilis ATCC 6633, Eschericia coli ATCC 8739, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, and Staphylococcus aureus ATCC 25923. Robusta coffee extract from West Lampung showed positive results for phytochemical compounds such as phenolic compounds, flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, alkaloids, and negative for steroids. The quantification results of total phenolic content (TPC) were 62.88 mgGAE/g extract, total flavonoids content (TFC) were 23.90 mgQE/g extract, total tannins content (TTC) were 176.73 mgTAE/g extract, and total saponins content (TSC) were 10.37%. This extract classified as a very strong antioxidant with an IC50 value of 35.02 ppm, and moderate antibacterial activity at a concentration of MIC/MBC 125/125 ppm against all bacterial tested. Therefore, robusta coffee extract was a natural ingredient with potential antioxidant and antibacterial properties. Abstrak: Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang banyak ditanam di Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Barat merupakan penghasil utama kopi robusta di Provinsi Lampung. Kopi robusta mengandung berbagai metabolit yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit (senyawa fitokimia) dari ekstrak etanol kopi robusta secara kualitatif dan kuantitatif, dilanjutkan dengan pengukuran aktivitas antioksidan (metode DPPH) dan aktivitas antibakteri (metode MIC dan MBC) terhadap bakteri uji yang meliputi Bacillus subtilis ATCC 6633, Eschericia coli ATCC 8739, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstrak kopi robusta dari Lampung Barat positif mengandung senyawa fitokimia seperti senyawa fenolik, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, alkaloid, dan negatif steroid. Hasil kuantifikasi kandungan fenolik total (TPC) sebesar 62,88 mgGAE/g ekstrak, kandungan flavonoid total (TFC) sebesar 23,90 mgQE/g ekstrak, kandungan tanin total (TTC) sebesar 176,73 mgTAE/g ekstrak, dan kandungan saponin total (TSC) sebesar 10,37%. Ekstrak ini tergolong antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 35,02 ppm, dan aktivitas antibakteri sedang pada konsentrasi MIC/MBC 125/125 ppm terhadap seluruh bakteri uji. Dengan demikian, ekstrak kopi robusta merupakan bahan alami yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan antibakteri.  
Utilization of Piji Palm [Pinanga coronata (Blume) Blume] by People Around Baturraden Botanical Garden, Banyumas Regency, Central Jawa Saniyatun Mar'atus Solihah; Mega Atria; Joko Ridho Witono
Elkawnie Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i1.26301

Abstract

Abstract: Baturraden Botanical Garden is an ex-situ plant conservation area at the foot of Mount Slamet, Central Java. People around this botanical garden continue to live traditional lives, utilizing plants in their daily lives, including the Piji palm (P. coronata). However, knowledge regarding the use of the P. coronata palm in Indonesia has never been reported; therefore, it needs to be explored to increase ethnobotanical information. This study aimed to obtain utilization information from P. coronata in daily life. The study was conducted in April 2024 in the area around Baturraden Botanical Garden, Baturraden District, Banyumas Regency, Central Java. Information was collected using an interview method using a snowball sampling technique with 37 respondents who were deemed to have broad and specific knowledge of the use of P. coronata. The data obtained was analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that people around the Baturraden Botanical Garden utilize P. coronata from nature (growing wild) to support daily life, which is divided into 8 (eight) aspects, including traditional medicine (fruit and shoot parts), ornamental/decorative plants (whole plants and leaves), environmental role (whole plants, stems, and leaves), building materials (stems and leaves), animal feed (leaves and fruit), food ingredients (stem shoots), ritual/culture (leaves and fruit), and handicrafts/tools/toys (stems, leaves, and fruit). The three parts of P. coronata that have high potential and economic value in the industry include the whole plant (ornamental/decorative plants), leaves (crafts), and stem shoots (traditional medicine and food). Abstrak: Kebun Raya Baturraden merupakan kawasan konservasi tumbuhan ex situ yang berada di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Kehidupan masyarakat di sekitar kebun raya ini masih tradisional, sehingga pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari masih dilakukan seperti pemanfaatan palem Piji (P. coronata). Namun demikian, pengetahuan terkait pemanfaatan palem P. coronata di Indonesia belum pernah dilaporkan, maka dari itu perlu digali untuk menambah informasi etnobotaninya. Studi ini bertujuan untuk mendapat informasi pemanfaatan P. coronata oleh masyarakat di sekitar Kebun Raya Baturraden dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan pada bulan April 2024 di daerah sekitar Kebun Raya Baturraden, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan informasi dilakukan dengan metode wawancara dengan teknik snowball sampling terhadap 37 orang responden yang dianggap memiliki pengetahuan yang luas dan spesifik dari pemanfaatan palem P. coronata. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Kebun Raya Baturraden memanfaatkan P. coronata dari alam (tumbuh liar) untuk mendukung kehidupan sehari-hari yang terbagi dalam 8 (delapan) aspek, antara lain: pengobatan tradisional (bagian buah dan umbut), tanaman hias/dekorasi (tumbuhan utuh dan daun), peran lingkungan (tumbuhan utuh, batang, dan daun), bahan bangunan (batang dan daun), pakan ternak (daun dan buah), bahan pangan (umbut), ritual/budaya (daun dan buah), dan kerajinan tangan/alat/mainan (batang, daun, dan buah). Tiga bagian P. coronata yang memiliki potensi dan nilai ekonomi yang tinggi dalam industri antara lain: tumbuhan utuh (tanaman hias/dekoratif), daun (kerajinan), dan umbutnya (obat tradisional dan makanan).
Identifying It Governance and Management Objectives (GMO) With COBIT 2019: Case Study Islamic State University Ar-Raniry Venita Ananda; Ghufran Ibnu Yasa; Ima Dwitawati
Elkawnie Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i1.26329

Abstract

Abstract: The alignment of IT governance with institutional strategies plays a vital role in improving educational services, innovation, professionalism, collaboration, and communication. This study examines IT governance at UIN Ar-Raniry using the COBIT 2019 framework, with a qualitative approach analyzing documents outlining the institution's vision, mission, goals, and strategies. The analysis identifies client service/stability as the priority design factor, focusing on fostering a customer-oriented service culture while addressing critical risks in data and information management. Key challenges include duplication of initiatives, insufficient IT resources, inadequate staff skills, staff dissatisfaction, outdated systems hindering new initiatives, and poor data quality and integration. To address these challenges, 14 prioritized Governance and Management Objectives (GMOs) were identified from COBIT 2019's 40 sub-domains, including EDM02 (Ensure Benefits Delivery), EDM04 (Ensure Resource Optimization), APO02 (Manage Strategy), APO05 (Manage Portfolio), BAI01 (Manage Programs and Projects), and DSS01 (Manage Operations). These GMOs aim to guide IT governance efforts, optimize resources, address organizational inefficiencies, and improve overall performance. This framework is anticipated to enable UIN Ar-Raniry to effectively create value through IT implementation, ensuring alignment with its strategic goals and addressing its most pressing governance issues. Abstrak: Tata elola teknologi informasi (TI) yang selaras dengan strategi institusi memainkan peran penting dalam meningkatkan layanan pendidikan, inovasi, profesionalisme, kolaborasi, dan komunikasi. Penelitian ini menganalisis tata kelola TI di UIN Ar-Raniry menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan pendekatan kualitatif yang menganalisis dokumen visi, misi, tujuan, dan strategi institusi. Hasil analisis mengidentifikasi client service/stability sebagai prioritas dari desain faktor strategi, dengan tingkat kepentingan tujuan yaitu pada pengembangan budaya layanan yang berorientasi pada pelanggan, serta mengatasi risiko utama dalam pengelolaan data dan informasi. Beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi duplikasi inisiatif, keterbatasan sumber daya TI, kurangnya keterampilan staf, ketidakpuasan staf, sistem yang sudah usang sehingga menghambat inisiatif baru, serta kualitas dan integrasi data yang buruk. Untuk menangani tantangan tersebut, diperoleh 14 Governance and Management Objectives (GMO) yang diprioritaskan diidentifikasi dari 40 sub-domain COBIT 2019, termasuk EDM02 (Ensure Benefits Delivery), EDM04 (Ensure Resource Optimization), APO02 (Manage Strategy), APO05 (Manage Portfolio), BAI01 (Manage Programs and Projects), dan DS501 (Manage Operations). Keempat belas GMO ini dirancang untuk memandu upaya tata kelola TI, mengoptimalkan sumber daya, mengatasi ketidakefisienan organisasi, dan meningkatkan kinerja institusi secara keseluruhan. Kerangka kerja ini diharapkan mampu mendukung UIN Ar-Raniry menciptakan nilai melalui penerapan TI yang efektif serta memastikan keselarasan dengan tujuan strategis dan pengelolaan isu tata kelola yang paling mendesak.
Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) and Senggani (Melastoma malabathricum L.) Leaves as Natural Antioxidant Food Additive Nunung Kurniasih; Yusuf Rohmatulloh; Citra Dewi Pratiwi; Putri Imarotul Muttaqi; Mohamad Nurul Azmi B Mohamad Taib
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.26503

Abstract

Abstract: Food additives are components that affect the nature and/or shape of food. One of them is antioxidants added to food products that contain oil to prevent oxidation that causes damage to food ingredients characterized by a rancid aroma. Suruhan (Peperomia pellucida (L. Kunth)) and Senggani (Melastoma malabathricum L.) leaves are used as natural antioxidants to prevent such damage. This study aims to determine the class of compounds in both plant extracts, their antioxidant activity, and the effect of adding these extracts to bulk cooking oil. The extraction of Suruhan and Senggani leaves is carried out using maceration with ethanol. In phytochemical tests, both Senggani and Suruhan leaf extracts showed positive results in containing flavonoids, tannins, phenolics, and saponins. An antioxidant activity test using the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) measured absorption at a maximum wavelength of 518 nm and compared it with antioxidant synthesis TBHQ (tert-butyl hydroquinone). The results showed that Suruhan and Senggani leaves had moderate antioxidant activity with IC50 values of 131.5575 and 119.0362 ppm, respectively. The two extracts with the highest inhibitory value of 38.3657% were then applied to bulk cooking oil, which was heated at 60°C and 180°C and compared to the addition of TBHQ to bulk cooking oil. The results showed that the natural antioxidants of Suruhan and Senggani leaf extracts could inhibit damage to bulk cooking oil during the heating process by reducing the peroxide number and free fatty acid levels in bulk cooking oil. Abstrak: Bahan tambahan pangan merupakan komponen yang ditambahkan untuk mempengaruhi sifat dan atau bentuk suatu bahan pangan. Salah satunya adalah antioksidan yang ditambahkan pada produk pangan yang mengandung minyak dengan tujuan mencegah oksidasi penyebab rusaknya bahan pangan yang ditandai dengan aroma tengik. Daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dan senggani (Melastoma malabathricum L.) digunakan sebagai antioksidan alami dalam mencegah kerusakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam kedua ekstrak tanaman, aktivitas antioksidan, dan pengaruh penambahan ekstrak tersebut pada minyak goreng curah. Ekstraksi daun suruhan dan senggani dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol. Pada uji fitokimia, baik ekstrak daun senggani maupun suruhan menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid, tanin, fenolik, dan saponin. Dan hanya daun suruhan yang mengandung steroid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) diukur serapan pada panjang gelombang maksimum 518 nm dan dibandingkan dengan antioksidan sintesis TBHQ (tert-butyl hydroquinon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun suruhan dan senggani memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 131,5575 dan 119,0362 ppm. Kedua ekstrak dengan nilai inhibisi tertinggi yaitu 38,3657% selanjutnya diaplikasikan pada minyak goreng curah yang dilakukan pemanasan pada suhu 60°C dan 180°C serta dibandingkan dengan adanya penambahan TBHQ pada minyak goreng curah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan alami ekstrak daun suruhan dan senggani dapat menghambat kerusakan pada minyak goreng curah selama proses pemanasan berlangsung dengan menurunkan bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah.
Effect of Acetobacter aceti Concentration and Fermentation Time on Acetic Acid Content Produced From Seaweed Gracilaria sp. Muhammad Ridwan Harahap; Reni Silvia Nasution; Husniah Nadhifa; Ana Khairani
Elkawnie Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v9i1.26631

Abstract

Abstract: This study evaluates the conversion of Gracilaria sp. seaweed into acetic acid using the bacterium Acetobacter aceti. Acid hydrolysis breaks down the carbohydrates in Gracilaria sp. into glucose, which is then fermented by Acetobacter aceti to produce acetic acid. Assessed the impact of varying concentrations of Acetobacter aceti and different fermentation durations on acetic acid yield. Results indicated that Gracilaria sp. produced bioethanol at approximately 7.108% using bread yeast and 1.572% with tapai yeast. The bioethanol from bread yeast was used for fermentation. FTIR analysis revealed specific absorption peaks for hydroxyl (OH) at 3248 cm⁻¹, carbonyl (C=O) at 1635.64 cm⁻¹, and carbon-oxygen (C-O) at 1249 cm⁻¹. Acetic acid concentrations were influenced by the concentration of Acetobacter aceti (5%, 10%, 15%) and fermentation time (7, 10, 13 days), with the highest concentration of 0.380% achieved after 10 days at 10% Acetobacter aceti.Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi perubahan rumput laut Gracilaria sp. menjadi asam asetat menggunakan bakteri Acetobacter aceti. Hidrolisis asam memecah karbohidrat dalam Gracilaria sp. menjadi glukosa, yang kemudian difermentasi menggunakan Acetobacter aceti untuk menghasilkan asam asetat. Pengaruh dari berbagai konsentrasi Acetobacter aceti dan durasi fermentasi yang berbeda pada hasil asam asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioetanol Gracilaria sp. diproduksi sekitar 7,108% menggunakan ragi roti dan 1,572% dengan ragi tapai. Bioetanol dari ragi roti digunakan untuk fermentasi. Analisis FTIR mengungkapkan puncak serapan spesifik untuk hidroksil (OH) pada 3248 cm⁻¹, karbonil (C=O) pada 1635,64 cm⁻¹, dan karbon-oksigen (C-O) pada 1249 cm⁻¹. Konsentrasi asam asetat dipengaruhi oleh konsentrasi Acetobacter aceti (5%, 10%, 15%) dan lama fermentasi (7, 10, 13 hari), dengan konsentrasi tertinggi sebesar 0,380% dicapai setelah 10 hari pada 10% Acetobacter aceti.