cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2015)" : 19 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DAN KURKUMINOIDNYA TERHADAP EFEK ANALGETIK PADA MENCIT Arko Jatmiko Wicaksono; Nunung Yuniarti; Suwijiyo Pramono
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.4 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7745

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek analgetik dari minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.), kurkuminoid, dan kombinasi keduanya. Penyarian kurkuminoid dilakukan dengan pelarut etil asetat dan heksan. Minyak atsiri diperoleh dari hasil destilasi air-uap. Uji analgetik dilakukan dengan metode formalin tes (20µL formalin 1%, intraplantar) terhadap mencit jantan galur Swiss (30±5g), umur 2 bulan. Kelompok uji meliputi CMC-Na 0,5 % p.o. (kontrol negatif), indometasin 4 mg/kgBB p.o. dan i.p. (kontrol positif), kurkuminoid 48 mg/kgBB p.o., minyak atsiri 24mg/kgBB p.o, serta kombinasinya p.o. Injeksi formalin dilakukan 1 jam setelah pemejanan sampel. Data licking time diambil pada fase I (menit 0-5) dan fase II (10-30menit) setelah injeksi formalin. Fase I mengindikasikan nyeri yang terjadi pada daerah susunan saraf pusat (SSP) sedangkan fase II pada daerah perifer. Hasil uji terhadap fase I menunjukkan daya analgetik indometasin p.o sebesar (4,96±3,26 %) dan i.p. (4,54±1,65%). Kurkuminoid dan minyak atsiri masing-masing (1,22±0,89%) dan (28,8±8,48%), sedangkan campuran (42,14±5,6%). Kurniawan (2007) melaporkan bahwa besarnya daya analgetik fase I pada morfin 5 mg/kgBB p.o. adalah (69,68±2,17%). Pada fase II minyak atsiri memiliki daya analgetik sebesar (74,63±1,97%), campuran minyak atsiri (24mg/kgBB) dan kurkuminoid (48 mg/kgBB) memiliki daya analgetik sebesar (67,56±0,59%), indometasin i.p. (49,46±1,08%) dan p.o (49,82±0,91%), serta kurkuminoid (44,80±1,46%).
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, Blumeamollis (D.Don)Merr., Siegesbeckia orientalis L., DAN Salvia riparia H.B.K YANG DIKOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE DPPH(2,2-DIFENIL-1-PIKRIL-HIDRAZIL) SERTA PROFIL Djoko Santosa; Perdana Priya Haresmita
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.539 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7746

Abstract

This study was conducted to determine antioxidant activity of methanolic extract and wasbenzen extract of four plants species: Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, Blumea mollis (D.Don) Merr., Siegesbeckia orientalis L. and Salvia riparia H.B.K. These four plants species were collected from TNGM, based on DPPH free radicals capturing and the profile of its thin layer chromatography. Sample was extracted by gradual maceration process with wasbenzen and methanol. Antioxidant activity was analyzed by DPPH and qualitative analysis was done by thin layer chromatography (TLC) to determine the highest antioxidant activity. Antioxidant activity was showed by IC50 values and qualitative analysis of the data is presented in the chromatogram. The results shows that the highest antioxidant activity was the extract of Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz  for both methanol and wasbenzene extract with IC50 value 38.613µg/mL and 139.381µg/mL respectively. Qualitative analysis of methanolic extract of Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz by thin layer chromatography (TLC) showed that the extract contain of phenols and flavonoids.
EFEK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA KULIT MENCIT (Mus musculus Linn.) Fitri Nirwana Hasibuan; E. Yusuf Wachidah Yuniwarti; S. Widodo Agung Suedy
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.408 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7747

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji khasiat daun jambu biji dan daun jambu mete sebagai obat alternatif untuk pengobatan luka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 5 perlakuan dengan 4 ulangan, K0 sebagai kontrol menggunakan B®, K1 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut air, K2 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut alkohol, K3 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut air, K4 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut alkohol. Metode yang digunakan adalah dengan cara menghaluskan masing-masing perlakuan K1, K2, K3 dan K4 sebanyak 100mg/200ml, kemudian diendapkan selama lima hari di dalam lemari es. Pasta obat didapatkan dengan memisahkan antara cairan dan endapan, kemudian pasta obat dapat dioleskan pada mencit yang telah diberi luka sepanjang 2 cm pada bagian punggung setiap pagi dan sore. variabel yang digunakan adalah lama penyembuhan, jumlah leukosit, neutrofil, limfosit dan rasio N/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lama penyembuhan tidak terdapat beda nyata (P<0,05) antara kontrol dengan perlakuan yaitu pada kontrol selama 14,00±1,63 hari, daun jambu biji dengan pelarut air 12,25±4,50 hari, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 10,50±4,35 hari, daun jambu mete dengan pelarut air 12,50±1,00 hari, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 11,00±3,91 hari. Tingkat stres yang dihasilkan juga menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P<0,05) antara perlakuan dan kontrol yaitu pada kontrol N/L sebesar 1,95±0,11, daun jambu biji dengan pelarut air 1,98±0,20, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 2,30±0,09, daun jambu mete dengan pelarut air 1,84±0,30, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 1,95±0,20. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa daun jambu biji dan daun jambu mete baik dengan pelarut air maupun alkohol dapat digunakan sebagai obat penyembuh luka pada kulit.  
FORMULASI TABLET HISAP CAMPURAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan KENCUR (Kaempferia galanga L) MENGGUNAKAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL – MALTODEXTRIN Widodo Ndaru Prasetyo; Mufrod Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.235 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7748

Abstract

Campuran rimpang temulawak dan kencur sering digunakan sebagai penambah nafsu makan.Namun bentuk sediaan yang selama ini digunakan kurang praktis dan tidak stabil dalam penyimpanan. Oleh karena itu perlu dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis dan acceptable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi manitolmaltodextrin terhadap sifat fisik granul, sifat fisik tablet dan rasa tablet.Ekstrak temulawak dan kencur dibuat dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%, kemudian digranul dengan metode granulasi basah, dibuat menjaditiga formuladengan kombinasi bahan pengisi manitol-maltodekstrin (100:0, 85:15, 70:30). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi bahan pengisi manitol-maltodextrin berpengaruh terhadap waktu alir, kompaktibilitas pada sifat fisik granul, dan sifat fisik tablet hisap, kecuali pada uji penampilan. Hasil uji tanggap rasa menunjukkan bahwa responden merasakan formula I asam, sedangkan formula II dan III menunjukkan rasa pahit.
AKTIVITAS MUKOLITIK SIRUP EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) WARNA MERAH MAHKOTA TEGAK SECARA IN VITRO Dinar Hesti Permatasari; Mimiek Murrukmihadi
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.805 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7749

Abstract

Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah telah terbukti dapat menurunkan viskositas mukus secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh varian konsentrasi ekstrak dalam menurunkan viskositas mukus dalam sirup secara in vitro dan untuk mengetahui besarnya konsentrasi ekstrak yang sebanding dengan sirup asetilsistein 2,00%. Ekstrak etanolik diperoleh dengan menggunakan metode maserasi kemudian dibuat dalam sediaan sirup  dengan konsentrasi ekstrak yang bervariasi (1,00; 1,25; 1,50; 1,75 dan 2,00%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup dengan konsentrasi ekstrak 1,00; 1,25; 1,50; 1,75; dan 2,00% tidak  menunjukkan adanya aktivitas mukolitik secara in vitro dengan menurunkan viskositas mukus usus sapi dan tidak ada yang sebanding dengan aktivitas mukolitik asetilsistein 2,00%.
OPTIMASI FORMULA TABLET DISPERSIBLE EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGHANCUR CROSCARMELLOSE SODIUM DAN SODIUM STARCH GLYCOLATE Aditya Novera Rachmawati; Wahyono Wahyono; T. Nanda Saifullah Sulaiman
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.549 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7750

Abstract

The efficacy and safety of guajava leaf (Psidium guajava L.) extract as antidiarrheal has been tested through pra-clinical and clinical studies. Now dosage form of guajava leaves extract as antidiarrheal has limitation for childrens because it is difficult oto be swallowed, it has high disintegration time and unpleasent smell and flavor so it needs an acceptable dosage formulation for childrens. The aim of this research is to optimize formula dispersible tablets with combination disintegrants of croscarmellose sodium (CCS) and sodium starch glycolate (SSG). Dispersible tablets were produced by dry granulation with five formulas, i.e. formula I (100% CCS), II(75%:25%), III(50%:50%), IV (25%:75%) and V (100% SSG). Standarization of the extract used organoleptic parameters, loss on drying value and thin layer chromatography (TLC). The dispersible tablets were tested for weight uniformity, friability, hardness, disintegration time, dispersion time, wetting time and TLC. Data were analyzed using sofware Design Expert® versi 7.1.4.0 to determine the optimum formula. The result showed that the different compositions of CCS-SSG influence the physical charasteristics of dispersible tablets. The higher of SSG content will increase the hardness, the disintegration time, the dispersion time and the wetting time. The optimum formula was the formula with combination of 71% CCS and 29% SSG.
SKRINING IN SILICO SENYAWA AKTIF BENGKOANG (Pachyrrhizus erosus) SEBAGAI ANTITIROSINASE PADA Aspergillus oryzae (STUDI KOMPUTASIONAL DENGAN HOMOLOGY MODELING DAN MOLECULAR DOCKING) Endang Lukitaningsih; Aditya Wisnusaputra; B. S. Ari Sudarmanto
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.937 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7751

Abstract

Bengkoang telah banyak digunakan dalam industri kosmetika sebagai whitening agent. Berdasarkan penelitian Lukitaningsih (2009), bengkoang mengandung 6 senyawa aktif yang mampu berperan sebagai whitening agent dengan menghambat aktivitas enzim tirosinase dari jamur Aspergillus oryzae (TyrAo). Namun interaksi senyawa aktif bengkoang dalam menghambat enzim tirosinase belum dapat diketahui. Interaksi senyawa-senyawa aktif bengkoang dengan enzim TyrAo dapat diketahui dengan studi komputasional (in silico). Pemodelan interaksi senyawa aktif bengkoang dengan enzim TyrAo dilakukan dengan metode homology modeling dan molecular docking. Homology modeling dilakukan untuk memodelkan struktur tiga dimensi (3D) enzim tirosinase Aspergillus oryzae (TyrAo) melalui template berupa protein homolog yang sudah diketahui struktur 3D-nya yaitu enzim TyrAb (PDBID: 2Y9X). Model TyrAo digunakan sebagai target makromolekul dalam metode molecular docking. Metode molecular docking merupakan metode untuk menggambarkan posisi ligan (senyawa-senyawa aktif bengkoang) pada sisi aktif reseptor (model TyrAo). Berdasarkan docking yang dilakukan diketahui bahwa residu-residu yang banyak berpengaruh pada interaksi ligan pada sisi aktif adalah residu Thr275 yang berinteraksi secara ikatan hidrogen dengan ligan dan residu His294 yang berinteraksi secara hidrofobik pada cincin aromatik ligan. Penelitian in silico dan in vitro yang telah dilakukan memiliki korelasi (R2) sebesar -0,8366. Korelasi ini menandakan bahwa aktivitas senyawa-senyawa aktif pada bengkoang dalam menghambat enzim TyrAo memiliki hasil yang serupa pada penelitian yang  dilakukan secara in silico dan in vitro.
EFEK EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) TERHADAP AKTIVITAS SGOT-SGPT PADA TIKUS Puteriragil Atma Pertiwi; Wahyu Widyaningsih
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.013 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7752

Abstract

Damage of liver can be demonstrated by increased cellular enzyme activities. Aspartat aminotransaminase (AST) and Alanin aminotransferase (ALT) are two kinds of enzymes are the most commonly associated with liver damage. One cause of  liver damage is free radicals like carbon tetrachloride. Green algae (Ulva lactuca L.) contains melatonin that is able to scavenging free radical. This study aims to determine the ability of ethanolic extract of green algae (Ulva lactuca L.) as a hepatoprotective to reduce levels of AST and ALT due to free radical compounds CCl4. This research uses 35 male rats Wistar were divided into 5 groups. Group I as normal controls only given food and drink , Group II is a solvent control each test animals were given an aqueous suspension of 1% CMC-Na, group III were each given ethanol extract of green algae (Ulva lactuca L.) at a dose of 100mg/kgBB orally, group III were each given ethanol extract of green algae (Ulva lactuca L.) at a dose of 200mg/kgBB, and group IV as comparison control were each given tablet Curcuma at a dose of 200mg/kgBB. All groups were treated for 21 days orally. On day 22 were given injections of CCl4 1.0mL/ kg intraperitoneally except Group I.  The rats blood was taken and analyzed through eye orbitalis sinus AST and ALT activities. The results were statistically analyzed using One Way ANOVA test followed by LSD test with level of 95%.From the study it can be concluded that ethanolic extract of green algae (Ulva lactuca L.) has hepatoprotective effect of being able to reduce activities of SGOT and SGPT in CCl4-induced white male rats.
PENGARUH MEDIA PADA PERTUMBUHAN FUNGI ENDOFIT IP-2 DAN PRODUKSI METABOLIT AKTIF INHIBITOR POLIMERISASI HEM Indah Purwantini; Wahyono Wahyono; Mustofa Mustofa; Ratna Asmah Susidarti
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.469 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7753

Abstract

Fungi endofit IP-2 adalah fungi endofit yang diisolasi dari tanaman Artemisia annua L. Fungi ini diketahui mempunyai aktivitas sebagai inhibitor polimerisasi hem. Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai media yang sesuai untuk pertumbuhan maupun pembentukan metabolit aktifnya serta menentukan waktu yang sesuai untuk pemanenan metabolit aktifnya. Fungi endofit difermentasi dalam 4 jenis media selama 14 hari. Setiap hari dilakukan pengambilan sampel yang akan digunakan untuk mengetahui bobot sel keringnya yang selanjutnya digunakan untuk analisis pertumbuhannya serta digunakan untuk uji aktivitas inhibitor polimerisasi. Uji dilakukan dengan menggunakan metoda yang dikembangkan oleh Bassilico dkk (1998). Data bobot sel kering dan prosentase penghambatan inbihitor polimerisasi dianalisis sehingga diperoleh kurva pertumbuhan dan kurva produksi metabolitnya yang  akan digunakan untuk menentukan  waktu yang tepat untuk memanen metabolit aktifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam media PDB fungi endofit IP-2 menunjukkan pertumbuhan yang paling baik dan mampu menghasilkan metabolit aktif paling tinggi dibandingkan 3 media lainnya. Dalam media PDB, pada hari ke-7 terlihat jumlah metabolit aktif yang dihasilkan paling banyak sehingga waktu panen metabolit yang tepat adalah pada hari ke-7.

Page 2 of 2 | Total Record : 19