cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2013)" : 14 Documents clear
APLIKASI GAME SIMULATION UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI UN KELAS IX SMP NEGERI I DAGANGAN Hagus Muryanto; Asroful Kadafi; Rischa Pramudia Trisnani; Vivi Yuniar Fitriani
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.111 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.249

Abstract

Keberhasilan Ujian Nasional salah satunya ditentukan oleh kondisi psikispara siswa. Perasaan takut gagal dapat menjadi beban yang menyebabkan parasiswa memiliki kecemasan dalam menghadapi ujian nasional. Kecemasan inidapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka yang akan mengganggu aktivitasmereka sebagai reaksi terhadap adanya sesuatu yang bersifat mengancam.Ketenangan dalam menghadapi ujian nasional mutlak diperlukan bagi pesertaujian nasional. Diharapkan dalam menghadapi ujian nasional siswa dalam kondisitenangBerdasar observasi yang dilakukan oleh peneliti, dari Jumlah total Kelas IXSMP Negeri 1 Dagangan ada 245 siswa dan hanya 25% yang tidak mengalamikecemasan menghadapi UN. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti danprosedur yang ditempuh, penelitian ini menggunakan desain True-Experimental.Sampel penelitian ditetapkan secara acak yang keseluruhannya berjumlah 40siswa SMP Negeri I Dagangan Madiun dengan perincian 20 siswa untukkelompok yang diberi perlakuan game simulation untuk mereduksi kecemasandalam mengahadapi UN dan 20 siswa untuk kelompok yang tidak diberiperlakuan game simulation untuk mereduksi kecemasan dalam mengahadapi UN.Pelaksanaan eksperimental berlangsung selama 10 kali 45 menit di lapangan.Data yang berhasil dikumpulkan melalui test, dianalisis dengan t-test. Hasilanalisis data menunjukkan bahwa penelitian mengenai perbedaan kecemasansiswa dalam menghadapi UN antara yang diberi perlakuan dengan gamesimulation dan yang tidak diberi perlakuan game simualtion dalam tarafkepercayaan 95 % terbukti secara signifikan. Begitu pula pada taraf kepercayaan99 % terbukti ada perbedaan yang signifikan.Berdasar perhitungan t-score diketahui ada perbedaan sebesar rata-rata 6,44antara kedua kelompok tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa game simulationberpengaruh positif dalam mereduksi kecemasan siswa dalam menghadapi UN,baik dalam taraf 95% maupun 99%.
PERILAKU DAN INTERAKSI SOSIAL WARGA KAMPUNG IDIOT DESA SIDOHARJO DAN DESA KREBET KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO (STUDI FENOMENOLOGI MASYARAKAT RETARDASI MENTAL) Muhammad Hanif; Dahlia Novarianing Asri
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.578 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan perilaku sosial warganormal, warga retardasi mental, dan warga normal terhadap warga retardasimental, 2)untuk mendeskripsikan interaksi sosial diantara warga normal danwarga normal dengan warga retardasi mental di kampung idiot Desa Sidoharjodan Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten PonorogoPenelitian ini dilaksanakan di Desa Sidoharjo dan Krebet KecamatanJambon Kabupaten Ponorogo selama dua belas bulan. Jenis penelitiannyakualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini yaituwarga masyarakat, baik warga normal maupun warga retardasi mental. Sumberdatanya yang digunakan adalah sumber primer dan skunder. Teknik pengambilandatanya dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperolehdianalisis dengan analisis kualitatif model interaktif.Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh gambaran, bahwa pada Tahun1970-an sampai dengan tahun 1990-an,warga masyarakat menunjukkan perilakupenolakan terhadap warga retardasi mental di kampung idiot Desa Sidoharjo danKrebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Berbeda dengan sekarang,warga masyarakat berperilaku menerima warga retardasi mental, dengan bentukperilaku yaitu tidak menyembunyikan, tidak membedakan dengan orang normal,mengembangkan kemandirian dalam taraf sederhana, dan menciptakankesempatan untuk bersosialisasi. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perilakusosial tersebut yaitu persepsi yang positif terhadap warga retardasi mental, adanyainformasi/penyuluhan, pengetahuan dan pemahaman tentang retardasi mental,kondisi ekonomi yang meningkat, perilaku tokoh-tokoh panutan yang bertindakpeduli, kesadaran hidup bersosial. Warga retardasi mental yang mendapatperlakuan penerimaan dapat menjalankan aktivitas tingkah laku, keluarga, dansosial walaupun dalam taraf yang sederhana. Interaksi sosial diantara wargamasyarakat normal dan warga masyarakat normal dengan warga retardasi mentalmencerminkan interaksi sosial asosiatif. Interaksi tersebut dilatarbelakangi olehhubungan diantara warga masyarakat normal dan dengan warga retardasi mentalyang komunikatif. Interaksi sosial ini menghasilkan nilai-nilai sosial, moral,norma dan lembaga sosial, sehingga keberadaan warga retardasi mental menjadisesuatu wajar atau biasa di masyarakat desa tersebut.
PENERAPAN TEKNIK TOKEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK TK KARTIKA IV-21 MADIUN Muh. Chotim; Noviyanti Kartika Dewi; Silvia Yula Wardani; Ratih Christiana
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.861 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.250

Abstract

Anak usia TK adalah anak yang sedang berada pada rentang usia 4-6 tahun,yang merupakan sosok individu yang sedang dalam proses perkembangan. Anakusia TK ini memiliki karakteristik dan kepribadian masing-masing serta yanglebih unik adalah anak memiliki dunianya sendiri. Adapun karakteristik anak usiaTK adalah kurang mandiri, pemalu, pendiam, penakut, bergantung pada orang tuadan guru, takut untuk salah. Penerapan token economy dirasa mampu dalammeningkatkan kemandirian siswa TK Kartika IV-21 Kota Madiun.Terkait dengan perilaku mandiri dapat dikatakan sebagai kemampuan untukmengendalikan dan mengatur pikiran, perasaan dan tindakan sendiri secara bebasserta berusaha sendiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keraguraguan.Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasibsendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampumenahan diri, membuat keputusan sendiri, serta mampu mengatasi masalah tanpaada pengaruh dari orang lain. Hal inilah yang dapat digunakan menjadi alternatifyang relevan untuk menangani anak yang berperilaku kurang mandiri diantaranyadigunakan teknik token economy.Token economy dapat digunakan sebagai penguat yang dapat bertahan lama,ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari token economies yaitu, Pertama,mereka dapat diberikan segera sesudah suatu perilaku yang diinginkan terjadi dandipertukarkan diwaktu mendatang dengan backup reinforcers.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksperimen. Berdasarkanpenelitian yang dilakukan di TK Kartika IV-21Kota Madiun diperoleh gambaranbahwa anak usia TK di TK Kartika IV-21Kota Madiun tersebut cenderungmenunjukkan perilaku kurang mandiri. Hal ini terlihat dari lembar observasikemandirian yang dilakukan oleh peneliti dan juga berdasarkan wawancara yangdilakukan terhadap orang tua dan guru siswa.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebanyak 3 kali yaitu mulaiBerdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkatkemandirian anak TK Kartika IV-21 Kota Madiun masih rendah. Berangkat daridata tersebut peneliti melakukan perlakuan dengan menerapkan teknik tokeneconomy. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti seteah perlakuandiketahui bahwa kemandirian anak menjadi 41, 35% dan diketegorikan cukupmandiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik token economy dapatmeningkatkan kemandirian anak TK kartika IV-21 Kota Madiun.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI TERAPI BERMAIN Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.12 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.253

Abstract

Usia prasekolah anak diharapkan menguasai belajar menulis, bahasa,matematika dan ilmu pengetahuan lain. Pengetahuan akan konsep ini jauh lebihmudah diperoleh melalui kegiatan bermain. Anak usia prasekolah mempunyairentang perhatian yang terbatas dan masih sulit diatur, apalagi belajar dengan“serius”. Tetapi bila pengalaman konsep tersebut dilakukan sambil bermain,membuat anak senang, tanpa disadari ternyata ia sudah banyak belajar. Aspekperkembangan anak dapat ditumbuhkan secara optimal dan maksimal melaluikegiatan bermain. Saat bermain, anak-anak mempelajari banyak hal penting.Adapun jumlah anak yang diteliti adalah 23 anak. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri anak melalui terapi bermain.Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian menggunakan metodeobservasi, wawancara, dan analisis data.Dinyatakan meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikatoryang dimiliki lebih atau sama dengan 75%. Sebaliknya percaya diri anakdinyatakan belum meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikatorkurang dari 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan yangbaik dari Siklus I dan Siklus II mencapai 80%. Hal ini menunjukkan bahwa terapibermain tepat untuk diterapkan pada anak karena mudah dipahami dan disukaianak.

Page 2 of 2 | Total Record : 14