Jurnal Counsellia
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling.
Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free.
Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2016)"
:
7 Documents
clear
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS BUDAYA JAWA UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMK PGRI WONOASRI
Rischa Pramudia Trisnani;
Silvia Yula Wardani;
Ferisia Hana Puspita
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.257 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.458
Berkomunikasi dengan orang lain dapat dilakukan individu di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Komunikasi antara dua orang atau lebih secara tatap muka disebut komunikasi interpersonal.Siswa SMK umumnya berkisar (16-19 th) dimana usia berada pada tahap usia remaja, yang mana salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai adalah mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal.Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK SMK PGRI Wonoasri menunjukkan bahwa: (1) masih ada beberapa siswa yang berkomunikasi interpersonal kurang baik, (2) terjadi perselisihan antar siswa karena kesalahpahaman yang disebabkan komunikasi interpersonal yang kurang baik. Untuk meningkatkan komunikasi salah satu caranya adalah dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok berbasis budaya jawa, sehingga siswa mampu berkomunikasi dengan baik dan sopan sesuai ajaran budaya jawa yang terkenal halus dan sopan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengerahui efektifitas bimbingan kelompok berbasis budaya jawa dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMK PGRI Wonoasri.Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI Wonoasri dengan desain penelitian pre-experimental design. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis yaitu skala komunkasi interpersonal. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test.Hasil penelitian menunjukkan bimbingan kelompok berbasis budaya jawa efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMK terbukti setelah uji hipotetik dengan teknik analisis Wilcoxon Signed Rank Test nilai AsympSig (2-tailed) / asympiotic significance0.012, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok berbasis budaya jawa efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMK di Kabupaten Madiun. Disarankan untuk meningkatkan pelayanan bimbingan dan konseling perlu pengembangkan layanan bimbingan dan konseling salah satunya adalah bimbingan kelompok. Kata kunci : Bimbingan Kelompok , budaya Jawa, Komunikasi Interpersonal
KONSELING TEMAN SEBAYA (PEER COUNSELING) UNTUK MEREDUKSI KECANDUAN GAME ONLINE
Hardi Prasetiawan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.35 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.453
Salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya adalah untuk memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga, melalui konseling teman sebaya (peer counseling) para remaja dapat saling menerima masukan/umpan balik dari setiap teman-temannya tentang kemampuannya dalam menilai apa saja yang dilakukannya dengan apa yang remaja lain kerjakan. Melalui konseling teman sebaya capaiannya adalah para remaja yang kecandan game online dapat mengurangi waktu bermainnya yang berlebihan atau bahkan tidak memiliki batasan waktunya. Kata kunci : Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling), Remaja, Kecanduan Game Online.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANAK USIA SD TAAT PADA PERATURAN SEKOLAH
Siti Muhayati;
Melik Budiarti
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.296 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.460
Teori awal yang dijadikan landasan penelitian ini adalah: Pola asuh orang tua, Iman pada kitab Allah, Taat.Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan sampel secara snowball sampling dari populasi 150. Teknik pengumpulan data dengan triangulasi. Analisa datanya model SpradleyHasil penelitian: 1. Faktor eksternalnya : a. Pola asuh dialogis b. Teman sebaya c. Lingkungan sekolah kondusif.. 2. Faktor internalnya:a. Iman pada kitabulloh, b.Baca Al Qur’an, c. Melaksanakan peraturan Al Qur’an dan Al Hadits. Kata kunci: Faktor, Anak Usia Sekolah Dasar, Taat, Peraturan Sekolah
MODEL PENDEKATAN KONSELING CLIENT CENTERED DAN PENERAPANNYA DALAM PRAKTIK
Ulfa Danni Rosada
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.274 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.454
Client Centered Theory sering pula dikenal sebagai teori non-direktif atau berpusat pada pribadi. Pendekatan konseling client centered menekankan pada kecakapan klien untuk menentukan isu yang penting bagi dirinya dan pemecahan masalah dirinya. Konsep pokok yang mendasari adalah hal yang menyangkut konsep-konsep mengenai diri (self), aktualisasi diri, teori kepribadian,dan hakekat kecemasan. Peran konselor dalam model pendekatan konseling client centered adalah : (1) Konselor tidak memimpin, mengatur atau menentukan proses perkembangan konseling, tetapi hal tersebut dilakukan oleh klien itu sendiri. (2) Konselor merefleksikan perasaan-perasaan klien, sedangkan arah pembicaraan ditentukan oleh klien. (3) Konselor menerima klien dengan sepenuhnya dalam keadaan seperti apapun. (4) Konselor memberi kebebasan pada klien untuk mengeksperisikan perasaan-perasaan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Kata Kunci: Model Pendekatan Konseling, Client Centered, Penerapannya dalam praktik
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP PERENCANAAN KARIR MAHASISWA PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING IKIP PGRI MADIUN
Tyas Martika Anggriana;
Asroful Kadafi;
Rischa Pramudia Trisnani
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.198 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.463
Perancanaan karier adalah kecakapan atau kesanggupan siswa dalam menentukan langkah yang akan dilakukan dalam karier untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kemampuan dan persyaratan yang meliputi pengetahuan dan pemahaman akan diri sendiri, pengetahuan dan pemahaman akan pekerjaan, serta penggunaan penalaran yang benar antara diri sendiri dan dunia kerja. Perencanaan karir individu dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah efikasi diri dan internal locus of control internal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara efikasi diri dan internal locus of control terhadap perencanan karir mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun.Penelitian ini menggunakan metode expost-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun sebanyak 459 mahasiswa. Dari jumlah populasi sebanyak 459 mahasiswa diambil sampel sebanyak 210 mahasiswa. Sampel penelitian diambil 210 mahasiswa diambil secara acak. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala psikologi, sedangkan analisis data menggunakan teknik regresi ganda.Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh hasil 1) tidak ada pengaruh signifikan efikasi diri terhadap perencanaan karier mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun, 2) ada pengaruh signifikan internal locus of control terhadap perencanaan karier mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun, 3) ada pengaruh simultan efikasi diri dan internal locus of control terhadap perencanaan karier mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun. Kata Kunci: Efikasi Diri, Internal Locus of Control, Perencanaan karir
PENGARUH RELIGIUSITAS DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 WONOASRI KABUPATEN MADIUN
Wayan Yudhi Anggara;
Ibnu Mahmudi;
Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.405 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.455
Adanya pelajaran tentang agama, rutinitas dalam beribadah dan memberikan pemahaman tentang interaksi sosial yang positif bagi peserta didik akan bisa memberikan antisipasi terhadap perilaku-perilaku menyimpang khususnya seks bebas pada kalangan remaja siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya 1) Pengaruh Religiusitas terhadap Perilaku Seks Bebas 2) Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Perilaku Seks Bebas 3) Pengaruh Religiusitas dan Interaksi Sosial terhadap Perilaku Seks Bebas Siswa Kelas XI SMKN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post-facto. Populasi penelitian yaitu kelas XI SMKN 1 Wonoasri dengan jumlah 360 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sebanyak 55 siswa atau 21% dari jumlah populasi 360 siswa. Hasil Penelitian dianalisis menggunakan rumus bangun korelasi Product Moment dan analisis regresi dua prediktor, dan untuk menguji koefisien regresi secara keseluruhan menggunakan uji F dengan taraf signifikan 5%Dari hasil data mengenai Religiusitas dan interaksi sosial terhadap perilaku seks diperoleh Freg sebesar 123,92 dan dikonsultasikan dengan Ftabel untuk 55 adalah 3.17 , sehingga Freg >Ftabel (123,92 > 3.17). Sehingga hipotesis diterima, artinya ada pengaruh Religiusitas dan interaksi sosial terhadap perilaku seks bebas. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) ada pengaruh religiusitas terhadap perilaku seks bebas siswa kelas XI SMKN 1Wonoasri Kabupaten Madiun; (2) ada pengaruh interaksi sosial terhadap perilaku seks bebas siswa kelas XI SMKN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun; (3) ada pengaruh religiusitas dan interaksi sosial terhadap perilaku seks bebas siswa kelas XI SMKN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun. Kata Kunci : Religius, Interaksi Sosial, Perilaku Seks Bebas
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL MELALUI TEKNIK SHAPING UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BARAT KABUPATEN MAGETAN
Elly Ernawati;
Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.593 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.456
Prokrastinasi akademik adalah suatu kecenderungan penundaan tugas yang dilakukan secara terus-menerus oleh seseorang dan lebih memilih melakukan aktivitas lain yang kurang bermanfaat bagi dirinya. Perilaku siswa tersebut pada hakikatnya dapat berdampak pada aspek sosial, psikologis, maupun akademik, yang berujung pada terhambatnya perkembangan maupun pencapaian tujuan pendidikan. Ditinjau dari aspek sosial sangat mungkin siswa tidak memperoleh simpati dari teman-teman atau dijauhkan dari interaksi pergaulan. Ditinjau dari aspek psikologis perilaku prokastinasi bisa mengganggu aktivitas belajar dan kinerja yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Secara akademik perilaku prokastinasi dapat menghambat bidang akademik, khususnya dalam mewujudkan prestasi-prestasi belajar di sekolah. Bertolak dari uraian di atas maka perlu segera dicarikan solusinya agar tidak menghambat perkembangan dan pencapaian prestasi belajar siswa di sekolah. Salah satu solusi terhadap masalah di atas adalah dengan memberikan layanan konseling kelompok berbantuan dengan pendekatan behavioral melalui teknik shaping. Hakikat layanan konseling kelompok adalah layanan konseling yang memungkinkan konseli (siswa) memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan masalah yang dihadapinya melalui dinamika kelompok. Inti pokok pendekatan behavioral adalah penggunaan metode ilmiah dalam bidang psikoterapi, dengan memodifikasi perilaku melalui rekayasa lingkungan sehingga terjadi proses belajar untuk perubahan tingkah laku. Teknik shaping merupakan prosedur yang digunakan untuk membentuk perilaku individu (siswa) yang diinginkan dengan memberikan reinforcement pada setiap tingkah laku yang ditampilkan. Melalui terapi layanan konsdeling kelompok dengan pendekatan behavioral melalui teknik shaping hakikatnya adalah bahwa bantuan pemecahan masalah yang dilakukan secara kelompok dari seorang konselor yang ditujukan kepada individu (siswa) dengan harapan akan terjadi perubahan tingkah laku. Selanjutnya siswa yang telah berubah perilakunya setelah diberi terapi kemudian diberi reinforcement. Perilaku yang diupayakan dan diharapkan mengalami perubahan adalah berkurangnya kecenderungan menunda tugas yang dibebankan kepada konseli (siswa), yang dilakukan secara terus-menerus. Kata Kunci: Konseling kelompok dengan pendekatan behavioral melalui teknik shaping dan Prokrastinasi akademik