cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal CARE
ISSN : 23552034     EISSN : 25279513     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL CARE is a scientific journal on Early Childhood Education that aims to communicate research results of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of early childhood education covering the fields of basic teaching in preschool, applied science and analytical-critical studies in the field of care-giving, child protection and child nutrition and health.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Penggunaan Model Pembelajaran pada Taman Kanak-Kanak Kota Makassar Syamsuardi Syamsuardi; Hajerah Hajerah
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.363 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan pada lembaga PAUDdi Kota Makassar, mengetahui faktor pendukung dan penghambat pemilihan model pembelajaran danuntuk mengetahui keterkaitan antara penggunaan model pembelajaran dengan tingkat kepercayaanmasyakat. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif, yaitu suatu metode yangmengamati, menganalis dan menggambarkan fenomena yang terjadi yang meliputi: planing, organizing,actuating, controlling dan faktor-faktor yang memiliki kontribusi terhadap penerapan model pembelajaranpada satuan PAUD di Kota Makassar. Jenis dan sumber data menggunakan jenis data kualitatif dengansumber data responden yang dibagi menjadi dua yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Dengandemikian peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data.Informan penelitian adalah kepala sekolah dan guru Taman Kanak-Kanak di Kota Makassar. Pemilihaninforman dilakukan dengan menggunakan tehnik tehnik cluster random sampling dengan teknik analisisdata mengikuti langkah- langkah seperti yang dianjurkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data,display data, dan pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaanmodel pembelajaran di taman kanak-kanak kota makassar pada umumnya digunakanmodel pembelajaransentra, kelompok dan area yang didominasi oleh model pembelajaran sentra. Adapun faktor yangmempengaruhi penerapan model pembelajaran adalah ketersediaan sumber daya manusia dan saranaprasarana lembaga. Sementara keterkaitan tingkat kepercayaan masyarakat dengan penggunaan modelpembelajaran ditemukan bahwa penggunaan model sentra memiliki tingkat kepercayaan masyarakat yanglebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya.
KOLABORASI KONSELOR, GURU, DAN ORANG TUA UNTUK MENGEMBANGKANKOMPETENSI ANAK USIA DIN MELALUI BIMBINGAN KOMPREHENSIF Agus Supriyanto
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.179 KB)

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam pengembangan kompetensi anak usia dini, karena orang tua menjadi pendidik utama dan pertama bagi anak. Berikutnya konselor dan guru merupakan orang tua kedua bagi anak dan sebagai pendidik. Sehingga orangtua, konselor, dan guru memiliki peran yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama dari pengembangan kompetensi anak usia dini melalui pembelajaran di sekolah. Perlu adanya kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua dalam pengembangan kompetensi anak usia dini secara komprehensif melalui layanan konsultasi. Oleh karena itu, konselor perlumemiliki kemampuan menciptakan suasana kolaborasi.
FENOMENA PEMAJANAN LAGU DANGDUT BERLIRIK SERONOK PADA PERKEMBANGAN IMITASI BAHASA ANAK Hermawati Dwi Susari; Hartini Hartini
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.352 KB)

Abstract

Penelitian berikut ini berangkat dari pengamatan terhadap fenomena yang terjadi pada perkembangan musik dewasa ini, yang seringkali ditayangkan maupun diperdengarkan melalui media elektronik; televisi dan radio. Acara-acara televisi yang ditayangkan pada saat-saat prime time atau waktu keluarga banyak mempertontonkan sajian musik dengan aliran dangdut koplo yang memiliki lirik berkonotasi seronok. Fenomena ini tentu bertentangan dengan semangat pendidikan karakter yang sedang kita kembangkan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih bermartabat. Musik dapat memengaruhi psikologi manusia terutama pada anak-anak. Musik juga dapat memengaruhi kecerdasan dan tumbuh kembang anak dalam kaitannya dengan kemampuan sosial dan komunikasi hingga emosi, oleh karena itu secara tidak langsung musik akan memiliki pengaruh besar pada kehidupan anak-anak. Lantas, bagaimana dengan musik berlirik seronok? Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena pemajanan lagu dangdut berlirik seronok pada perkembangan imitasi bahasa anak.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara kemudian disusun ke dalam bentuk catatan lapangan serta anekdotal. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui 3 alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan/verifikasi.Hasil yang dicapai menggambarkan situasi dan kondisi lingkungan sosial anak yang banyak terpapar hiburan berupa lagu yang liriknya tidak sesuai dengan usia anak. Berdasarkan penelitian juga terungkap bahwa anak mudah menghapalkan lirik lagu dangdut karena iramanya enak didengar serta sering didengar anak di lingkungan sosialnya. Sayangnya, kebanyakan lirik lagu dangdut tersebut berkonotasi seronok. Sebaliknya, anak justru tidak mengenal lagu-lagu anak-anak. Hasil ketiga menunjukkan perkembangan bahasa anak yang telah terpengaruh kosakata berkonotasi negatif dan tidak sepantasnya diucapkan oleh anak-anak usia sekolah dasar.Hasil luaran penelitian adalah publikasi ilmiah pada jurnal lokal yang memiliki ISSN serta pengayaan bahan ajar pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik serta mata kuliah Pembelajaran Seni Musik di SD. Hasil penelitian berikut juga dimaksudkan sebagai pilot project acuan pengembangan seni musik yang efektif untuk meningkatkan kesantunan bahasa anak.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE HYPNOTEACHING TERHADAP EMOTIONAL INTELLEGENCE ANAK USIA 3 – 4 TAHUN DI KELOMPOK BERMAIN TUNAS HARAPAN TULUNGAGUNG Prima Suci Rohmadheny
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was motivated by emotional problems that happened in Playgroup Tunas Harapan Tulungagung. Emotional problems at an early childhood like in there, it would lead to further emotional problems at adults such as suicide. This is a reflection of the low emotional intelligence condition. Objectives to be achieved in this study was to determine whether there is an effect of applying hypnoteaching method on emotional intelligence of children aged 3-4 years in Tunas Harapan Playgroup Tulungagung. This method involves working with the subconscious mind, giving positive suggestions about emotion to the children when they are in a state of relaxation and focus and make learning fun for children. This study uses a type of quantitative approach with pre-experimental research The One-Group Pretest-posttest design. Data collection methods used were observation to determine changes in the emotional intelligence of children. The subjects of this study were four teen students from Tunas Harapan Playgroup as a whole Tulungagung. Techniques of data analys is techniques used are non-parametric statistical analysis using Wilcoxon test marked level. From the calculation results obtained Thitung<Ttabel. This is means that the hypothesis of the study, which reads "hypnoteaching method has a significant effect on the emotional intelligence of children aged 3 – 4 years in Tunas Harapan Play Group Tulungagung " is acceptable.
BUDAYA MEMBACA (SATU BULAN SATU BUKU): MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SEBAGAI PENDIDIK Widhiya Ariyanti; Nurul Hidayah
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.886 KB)

Abstract

Profesionalisme guru dapat berpengaruh pada tinggi rendahnya  kualitas pendidikan di suatu bangsa. Pendidikan di Indonesia saat ini masih termasuk dalam kualitas yang rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah kurangnya profesionalisme guru sebagai pendidik, dimana hal tersebut terjadi karena minimnya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh guru. seharusnya seorang guru harus mampu untuk mengembangkan diri dalam menambah ilmu pengetahuannya secara mandiri. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan guru adalah melalui membaca. Oleh karena itu, budaya membaca perlu dibangun bagi seluruh guru sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan guru sebagai pendidik, sehingga diharapkan profesionalisme dapat ditingkatkan. Suatu upaya untuk membangun budaya baca adalah dengan menerapkan satu bulan satu buku.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PAPAN FLANEL PADA ANAK KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN Turina Dyah Puspitorini
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.654 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaanmelalui penggunaan media papan flanel pada anak kelompok B di TK Negeri PembinaKecamatan Taman Kota Madiun. Kemampuan membaca permulaan yang diteliti yaitumengenalkan simbol-simbol huruf, membaca kata yang memiliki huruf awal yang sama,menghubungkan gambar dengan kata, dan membaca gambar yang memiliki kalimatsederhana.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan olehKemmis dan Mc. Taggart dilakukan secara kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah 19anak kelompok B di TK Negeri Pembina Kecamatan Taman Kota Madiun. Metodepengumpulan data melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisisdata yang dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila kemampuan membaca permulaan anak dengan kategori baiksudah mencapai persentase minimal sebesar 75%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan dapatditingkatkan dengan menggunakan media papan flanel. Keberhasilan tersebut dilakukandengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru mempersiapkan media papan flanelbeserta item-itemnya, (2) guru memberi contoh cara mengenali huruf dan membaca kata,(3) guru memberi contoh membaca gambar bertuliskan kalimat sederhana, (4) anak diberikesempatan untuk melihat, dan menempel ataupun melepas item-itemnya, (5) gurumemberi kesempatan lebih besar pada anak yang peningkatan kemampuan membacapermulaannya masih sulit, (6) guru mendampingi dan memotivasi anak. Hasil observasidapat dilihat dari meningkatnya kemampuan membaca permulaan untuk kriteria baik padasetiap siklusnya, pada saat pra tindakan menunjukan hasil 26,32%, kemudian mulaimeningkat pada siklus I yaitu 52,63% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi84,21%.
GURU HUMANIS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Alisa Alfina
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.671 KB)

Abstract

Makalah ini adalah menulis tentang sebuah gagasan mengenai guru humanis bagi anak usia dini. Ada dua jenis guru, yaitu guru humanis dan guru kurikulum. Kedua jenis guru tersebut samasama profesional. Namun hasil dari kedua jenis guru tersebut akan menghasilkan pendidikan yang berbeda. Dalam dunia pendidikan memerlukan kedua jenis guru tersebut,namun saat ini guru humanis masih sedikit sekali ditemui. Sementara label guru profesional yang terkait dengan dengan manajemen kerja guru semakin banyak ditemui. Namun, apakah guru yang sudah profesional secara kinerja sudah menjadi guru humanis ?  Tidak ada guru yang tidak bisa mengajar, hal ini sama dengan anggapan bahwa tidak ada siswa yang bodoh, semua yang berpfofesi sebagai guru pasti bisa mengajar. Guru humanis PAUD, adalah guru profesional yang melakukan kewajiban kinerjanya, namun memiliki filosofi guru, yaitu makna menjadi guru yang sudah tertanam hatinya. Guru humanis PAUD yang profesional adalah guru yang inspiratif dan memilki kemampuan mengelola manajemen kerja guru, yaitu mampu membuat perencanaan mengajar, kemudian mengaplikasikannya dengan mengajar di kelas, kemudian harus ada evaluasi tentang kualitas pembelajaran.
PERAN PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT MADANI Rosyida Nurul Anwar; Yana Dwi Christanti
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.781 KB)

Abstract

Konsep Islam tentang pendidikan anak bersifat sistematik, yaitu konsep yang mengandung beberapa komponen pendidikan yang saling terhubung. Tujuan daripada pendidikan anak perempuan adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman kepada pihak yang terlibat dalam mendidik dan mengembangkan anak seperti orangtua dan guru. Dalam mengembangkan potensi anak sejak lahir, pembentukan yang berkualitas dimulai dengan kesiapan optimal diberbagai bidang. Anak perempuan dididik agar meletakkan nilai-nilai dasar manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang khas, unik, memiliki potensi, kepribadian serta minat bakat sehingga masyarakat yang berperadaban tinggi dapat terwujud secara optimal. Proses pengembangan ilmu dan keterampilan oleh anak perempuan dengan cara penanaman nilai-nilai demokrasi, akhlak, keimanan, keadilan, kelembutan, toleransi, egalitarian, menegakkan hak dan kewajiban perempuan dalam masyarakat untuk membangun dan memberdayakan manusia serta masyarakat yang berkualitas yang memiliki kemampuan kompetitif, kreatif, inovatif dan menerima perubahan sehingga pendidikan tersebut dapat mendatangkan kemashlatan dalam kehidupan manusi sehingga pendidikan yang diterima oleh anak perempuan akan memperoleh manfaat besar berupa pengetahuan, kekuatan, harga diri juga persatuan.
PLAY THERAPY BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PELUANG IMPLEMENTASI TEKNIK KONSELING DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Santi Widiasari; Indah Susiati; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.876 KB)

Abstract

Anak usia dini adalah individu yang berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek. Pada tahap ini, anak usia dini berpotensi mengalami masalah yang menghambat perkembangannya dan perlu dientaskan. Salah satu teknik yang bisa dilaksanakan adalah dengan menerapkan play therapy. Usaha tersebut dapat dilaksanakan dengan mengusung kearifan lokal Indonesia. Kearifan lokal yang bisa digunakan adalah berbagai macam permainan tradisional, seperti engklek, gobak sodor, dan dakon.
MENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DENGAN BERBAGAI MEDIA PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA TAWANGREJO Hari Murtining
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.713 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menggunting dengan berbagai media pada anak usia dini di kelompok B TK Dharma Wanita Tawangrejo Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B di TK Dharma Wanita Tawangrejo Kota Madiun yang berjumlah 19 anak. Hasil penelitian keterampilan motorik halus saat Pra Tindakan kriteria kurang baik dengan nilai rata-rata keterampilan motorik halus sebesar 47.3%. Hasil penelitian Siklus I kriteria cukup dengan nilai rata-rata keterampilan motorik halus sebesar 62.2%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I telah berhasil meningkatkan keterampilan motorik halus tetapi belum mencapai indicator keberhasilan sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Hasil Siklus II pencapaian kriteria baik dengan nilai rata-rata keterampilan motorik halus sebesar 84.1%. Peningkatan ini diperoleh melalui kegiatan menggunting dengan berbagai media dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu: (1) menyiapkan media dan alat yang digunakan di kegiatan menggunting, (2) memberikan contoh cara menggunting sesuai pola gambar, (3) membagikan media dan alat yang digunakan dalam kegiatan menggunting secara proporsional untuk setiap kelompok, (4) anak diperkenankan melakukan kegiatan menggunting dengan berbagai media sesuai dengan contoh yang diberikan oleh guru. 

Page 10 of 23 | Total Record : 230