cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 02 (2016)" : 7 Documents clear
Situs Ngurawan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun (Latar Sejarah Dan Upaya Pelestariannya) Ike Fuadillah; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.719 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tentang upaya pelestarian situs Ngurawan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun serta sebagai media pembelajaran lokal bagi pendidikan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Desa Ngurawan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun terdapat Desa Wurawan yang meupakan sebutan kuno dari sebuah wilayah yang sekarang berada di daerah Madiun selatan, tepatnya sebuah dusun di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, yaitu Dusun Ngrawan. Penduduk Dusun Ngrawan mayoritas mata pencahariaan adalah petani. Selain itu berternak, berkebun dan sebagian membuat batu bata. Dalam aktivitas kesehariannya warga sering menemukan berbagai jenis benda purbakala, bahkan di dusun ini batu kuno berukuran besar terlihat banyak berserakan. Hal ini merupakan bukti bahwa dusun Ngrawan adalah sebuah dusun tua dan pusat peradaban pada masa kerajaan dahulu kala. Dari beberapa peneliti dan berbagai sumber sejarah yang ada menegaskan bahwa dusun Ngrawan adalah pusat kerajaan Glang-Glang i bumi Ngurawan di masa Singhasari dan Kadipaten Gegelang di Masa Kerajaan Majapahit.
Situs Masjid Agung Sewulan (Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah SMP/MTsN) Riska Wayu Ariyani; Khoirul Huda
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.842 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pembelajaran sejarah dalam konteks Situs Masjid Agung Sewulan di Desa Sewulan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Masjid Agung Sewulan Kecamatan Dagangan  Kabupaten Madiun  termasuk dalam  situs sejarah . Situs adalah tinggalan purbakala yang dapat ditemukan pada lokasi tertentu, atau tempat manusia bekerja dan meninggalkan sebagai ungkapan kebudayaan yang berlaku sesuai jamannya. Situs Masjid Agung Sewulan ini merupakan peninggalan yang berasal dari Kyai Ageng Basyariah atau yang dikenal dengan nama Bagus Harun.  Meskipun di sekitar Masjid Sewulan masih banyak Masjid lain yang memiliki keunikan namun keunikan tersebut berbeda dengan Masjid Agung Sewulan, tidak menutup kemungkinan Masjid tersebut dapat digunakan sebagai potensi sumber belajar. Situs Masjid Agung Sewulan ini juga digunakan untuk beberapa kegiatan sosial, pendidikan dan kebudayaan. Masjid Agung Sewulan  ini dapat digunakan sebagai sumber belajar khususnya mata pelajaran IPS, dalam materi peninggalan sejarah bercorak Islam. Masjid Agung Sewulan ini merupakan salah satu peninggalan yang bercorak Islam, sehingga dapat menjadikan siswa lebih memahami pentingnya belajar peninggalan sejarah.
Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat di Jawa 1830-1870 Wafiyatu Maslahah; Arif Wahyu Hidayat
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.793 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1454

Abstract

Kegagalan sistem sewa tanah yang dilakukan pada pemerintahan Inggris, menjadikan pelajaran bagi pemerintah Belanda yang telah kembali menduduki Hindia-Belanda. Situasi keuangan Belanda pada saat itu sangat terpuruk sehingga Johanes van den Bosch sebagai Gubernur Jendral yang baru mendapatkan tugas untuk meningkatkan produk tanaman ekspor, meskipun pada saat pemerintahan Belanda sebelumnya sudah menerapkan hal tersebut. Gagasan pemecahan  untuk mengatasi keterpurukan keuangan yang dicetuskan oleh van den Bosch walaupun sama dengan pemerintahan yang lama tetapi terdapat perbedaan yakni pengenalan sistem tanam paksa, yang kemudian terkenal dengan nama Cultuurstelsel. Aturan mengenai pelaksanaan sistem tanam paksa pada dasarnya masih dapat diterima karena masih berada dalam koridorkoridor kewajaran yang masuk akal. Permasalahannya ialah dalam praktiknya sistem tanam paksa menyimpang dari aturan yang ditetapkan. Hal ini berakibat penderitaan rakyat yang dikarenakan sebagian tanah milik petani harus ditanami tanaman ekspor yang kurun waktunya sama dengan waktu masa tanam padi. Pelaksanaan sistem tanam paksa telah mempengaruhi dua unsur pokok kehidupan agraris pedesaan Jawa, yaitu tanah dan tenaga kerja. Selain itu, tanam paksa juga mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di Jawa 1830-1870.
Kesenian Gembrungan Di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun (Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Pembelajaran Sejarah Lokal) Riza Khoirur Roda`i; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.034 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal apa saja yang terkandung dalam kesenian gembrungan di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun dan potensinya sebagai pembelajaran sejarah lokal. Lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Peneliti menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Adapun untuk jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder, pustaka juga wawancara. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagai berikut, kesenian gembrungan di Desa kaibon ada sekitar tahun 1968. Kesenian ini digunakan untuk memperingati hari-hari besar islam juga acara hajatan warga seperti contohnya, Isra’ Mi’raj, Maulud Nabi Muhammad SAW, Suro, khitanan, tingkeban, 7 bulanan, aqiqah. Kesenian ini memiliki banyak sekali nilai-nilai kearifan lokal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan jika kita mampu memahami dan menerapkannya. Nilai-nilai tersebut dntara lain : nilai pendidikan, nilai etika, nilai religi, nilai spiritual, nilai seni, nilai kekeluargaan, dan nilai budaya. Upaya untuk melestarikan kesenian gembrungan yaitu terdapat sebuah perkumpulan yang dinamakan perkumpulan seniman gembrung Desa Kaibon. Perkumpulan ini bertujuan untuk membahas tentang keberlangsungan kesenian gembrungan. Yang dibahas dalam upaya melestarikannya adalah untuk perawatan alat-alat musiknya, apakah terdapat kerusakan yang perlu diganti atau tidak. Jika terdapat kerusakan yang cukup serius, bersama-sama mencari solusi yang tepat untuk menggantinya. kesenian ini masuk dalam kategori materi ajar yang membahas tentang masa Hindu-Budha dan Islam. Dengan kompetensi dasar (KD) yaitu, mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia serta peninggalan-peninggalannya.
Museum Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) Di Kelurahan Pelem Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi (Latar Belakang Sejarah, Nilai, Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar) Ainur Rosikin; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.584 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) dan nilai-nilai sejarah yang bisa diwariskan kepada masyarakat sebagai sumber belajar sejarah. Lokasi penelitian ini di Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) dan sekitarnya Kelurahan Pelem Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan induktif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis model interaktif miles dan huberman.Hasil penelitian diperoleh yaitu Benteng Van Den Bosch merupakan salah satu jejak peninggalan Kolonialisme Belanda di Kabupaten Ngawi. Benteng Van Den Bosch dibangun pada tahun 1839-1845 dibawah pimpinan Gubernur Jendral Van Den Bosch pada waktu menjajah daerah Ngawi. Benteng Van Den Bosch sering disebut Benteng Pendem. Hal ini dikarenakan bangunan Benteng Van Den Bosch dikelilingi gundukan tanah yang tingginya hampir menutupi bangunan. Benteng Van Den Bosch dibangun dengan tujuan untuk menguasai jalur transportasi air Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, serta untuk menghambat serangan lanjutan dari perang Diponegoro. Setelah Indonesia merdeka Benteng Van Den Bosch ditempati dan dikelola oleh satuan Yon Armed Kostrad 12 Ngawi sampai saat ini. Benteng Van Den Bosch mulai tahun 2011 dijadikan sebagai tempat wisata edukasi di Kabupaten Ngawi.Keberadaan Benteng Van Den Bosch mempunyai nilai-nilai luhur yang harus diwariskan kepada generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Benteng Van Den Bosch seperti nasionalisme, patriotisme, cinta tanah kelahiran, semangat jiwa berjuang, dan pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dapat dijabarkan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), sehingga memiliki potensi menjadi sumber belajar sejarah. Penerapannya dengan mengajak peserta didik berkunjung dan melakukan kegiatan observasi di Benteng Van Den Bosch tentang peninggalan-peninggalan bangsa Belanda di Indonesia.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Pokok Bahasan Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Pada Siswa Kelas IX-G Semester Ganjil SMP Negeri 4 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016 Reny Yuhana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.524 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1455

Abstract

Pembelajaran IPS di SMP Negeri 4 Kota Madiun diharapkan dapat mendorong siswa untuk aktif dan rasa ingin tahu. Dalam pembelajaran aktivitas siswa kurang, guru cenderung monoton, masih menggunakan ceramah sehingga hasil belajar siswa rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model Make a Match dalam pembelajaran IPS kelas IX-G SMP Negeri 4 Kota Madiun? Model Make a Match merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan aktivitas siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS siswa kelas SMP Negeri 4 Kota Madiun melalui penerapan model Make a Match. Model Make a Match dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan aktivitas siswa dengan memanfaatkan kartu soal dan jawaban sebagai media bermain sambil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas kelas IX-G SMP Negeri 4 Kota Madiun. Teknik pegumpulan data menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan I dan II jumlah skor rata-rata aktivitas siswa 15 dan 16,6 termasuk dalam kategori cukup. Pada siklus II pertemuan I dan II jumlah skor rata-rata aktivitas siswa 23,7 dan 27,6 termasuk dalam kategori baik dan sangat baik.  Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan I sebesar 74 menjadi 77,66 siklus I pertemuan II dan Siklus II pertemuan I 83,24 menjadi 85,69 pada siklus II pertemuan II. Pencapaian hasil belajar klasikal pada siklus II pertemuan II sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 89,2% Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Make a Match  dinyatakan berhasil.
Rumah Adat Lakatuil Di Desa Bampalola Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor NTT (Kajian Historis, Nilai Filosofi, Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) Amir Molbang; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.476 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah Rumah Adat Lakatuil, nilaihistori, nilai filosofi, dan potensinya sebagai Sumber belajar sejarah. Lokasi penelitian ini berada di Desa Bampalola, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor NTT. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data skunder. Teknik pengumpul data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model interaktif H.B. Sutopo. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Rumah Adat Lakatuil adalah rumah panggung berdinding bambu diatapi rumput ilalang berbentuk kerucut. Pada bagian puncak berukiran ular naga yang sedang membuka mulut menjurus kearah timur atau terbitnya matahari. Ciri khas yang lain adalah sebuah tangga yang menghubungkan tanah dan rumah panggung juga terdapat naga yang membuka mulut pada bagian kanan sedangkan bagian kiri terdapat sebuah rantai yang berfungsi sebagai pegangan pada tangan kiri. Dalam Rumah adat tersebut juga banyak peninggalan-peninggalan pusaka seperti Moko dan Gong. Bagi masyarakat Bampalola atau pengunjung yang hendak memasuki rumah adat harus menanggal kasut atau alas kaki karena tempat itu suci dan tidak boleh berbicara dengan kata-kata kotor.  Setiap pengunjung yang hendak memasuki rumah adat tersebut harus mengawali langkahnya dengan kaki kanan dan tangan kanan dimasukkan kedalam mulut naga yang sedang terbuka sambil tangan kiri memegang rantai tali untuk berjalan menaiki tangga dan masuk kerumah adat. Keberadaan Rumah Adat Lakatuil mempunyai nilai-nilai histori dan filosofi dimana masyarakat Bampalola masih hidup dengan nilai-nilai adat serta menyatu dengan alam yang harmonis harus selalu diwariskan dan dilestarikan agar generasi yang akan datang tidak melupakan nilai-nilai sejarah yang ada. Nilai-nilai tersebuat dapat pula dijabarkan dalam pembelajaran IPS/Sejarah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7