cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KULI PANGGUL PEREMPUAN DESA SELOTINATAH KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN Hartono, Yudi
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil akan kuli panggul perempuan, terkait dengan kesejarahan kuli panggul, faktor-faktor yang mendasari bekerja sebagai kuli panggul serta interaksi kuli panggul baik dengan keluaraga, masyarakat serta antar kelompok kuli panggul di pasar sayur kota Magetan. Lokasi penelitian di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Sumber data berupa Informan, Arsip dan Dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah perangkat desa Selotinatah, Ketua SPSI Cabang pasar sayur magetan dan Kuli panggul perempuan dari Desa Selotinatah. Sedangkan Arsip maupun dokumen yang digunakan meliputi bahan pustaka, data dari SPSI Cabang Pasar Sayur Magetan, profil desa Selotinatah serta Data dari BPS. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara (Interview), Observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran data dengan menggunakan triangulasi sumber penelitian. Sedangkan analisis data menggunakan tiga teknik yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuli panggul perempuan di Desa Selotinatah bisa dikatakan telah membudaya, padahal untuk sekarang bagi perempuan menjadi TKW menjadi primadona dalam bekerja. Meskipun begitu, pemilihan pekerjaan ini tidak lain bagi perempuan, tetap ingin menjalankan perannya sebagi ibu rumah tangga. Pekerjaan sebagai kuli dijalani oleh perempuan desa Selotinatah sejak tahun 1970-an. Faktor yang mendasari mereka memilih bekerja sebagai kuli selain ketersediaan pekerjaan di desa juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan serta topografi desa Selotinatah. Terkait dengan interaksi baik dengan keluarga, masyarakat dan antar sesama kuli panggul tetap dapat terjalin dengan berbagai kegiatan khusus perempuan “ibu-ibu” baik di desa maupun di pasar sendiri. Kata Kunci: Kuli, Perempuan
METODE ILMIAH DALAM ILMU-ILMU SOSIAL Sabari, John
Jurnal Agasthia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam dan komprehensif tentang metode ilmiah dalam studi ilmu-ilmu sosial. Dari telaah kritis yang dilakukan terhadap hubungan obyek-metode diperoleh gambaran, bahwa prosedur kinerjanya ilmiah ilmu-ilmu sosial menggunakan metode linier (persepsi, konsepsi, dan prediksi) dan untuk mengungkap kebenarannya menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif dan metode kualitatif dalam studi ilmu-ilmu sosial tidak perlu dipertentangkan secara radikal, namun perlu pemanduan agar hasil yang diharapkan lebih optimal. Dengan kuantitatif, masalah obyektivitas lebih mudah terjaga dan dengan kualitatif, realitas ganda dapat diungkap, lebih sensitif dan adaptif terhadap pola-pola nilai yang diteliti.Kata kunci: Metode Ilmiah, Ilmu-ilmu Sosial
Analisis Muatan Kurikulum Pendidikan Karakter dalam KTSP Ditinjau dari Pembangunan Karakter Bangsa Hartono, Yudi
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada berbagai tantangan yang cukup berat. Salah satunya adalah persoalan karakter bangsa. Pendidikan yang berorientasi pada pembangunan karakter bangsa merupakan salah satu upaya strategis di tengah krisis identitas dan peradaban bangsa. Penelitian ini mengkaji muatan pendidikan karakter dalam KTSP dan relevansinya dengan upaya pembangunan karakter bangsa.Penelitian dilakukan dengan studi pustaka. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder, yaitu dokumen KTSP dan bahan-bahan pustaka berkualifikasi tinggi terkait dengan kurikulum, pendidikan karakter, dan pembangunan bangsa serta bahan-bahan pustaka yang memberikan tambahan penjelasan atas sumber primer. Bahan-bahan yang terkumpul diolah, diidentifikasi, diklasifikasi, dianalisis, dan dideskripsikan berdasarkan rumusan masalah yang pada akhirnya dijadikan bahan pengambilan kesimpulan dan saran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTSP 2006 mengandung 95 nilai karakter. Nilai-nilai tersebut telah mencakup tiga ranah (kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang cukup seimbang sehingga tinggal bagaimana implementasi kurikulum tersebut di lapangan agar dapat mendukung pembangunan karakter bangsa yang diharapkan.Kata Kunci: KTSP, Pendidikan Karakter, Pembangunan Karakter Bangsa.
Perkembangan Surat Kabar Lokal di Madiun Tahun 1999-2011 Hanafi, Aditya Nur
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis pendekatannya adalah pendekatan studi kasus. Penelitian studi kasus ini dapat membantu peneliti dalam mengungkap masalah yang terjadi dalam perkembangan surat kabar lokal yang ada di Madiun pada tahun 1999-2011. Sumber Data yang digunakan sumber data primer dan sekunder. Data Primer, dimana penelitian ini memperoleh informasi dari pimpinan redaksi, sekretaris dan koordinator lapangan dari masing-masing perusahaan surat kabar lokal yang ada di Madiun. Sedangkan data sekunder, dimana data ini digunakan untuk menguatkan teori yang digunakan dalam landasan peneliti dalam melakukan penelitian yang diperoleh dari referensi kepustakaan yang berfungsi menguatkan data yang diperoleh dari lapangan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara (interview), dokumentasi dan observasi lapangan. Dalam menganalisis data menggunakan metode wawancara (interview) dan penelitian lapangan (research). Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat 3 tahapan yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa perkembangan surat kabar lokal di Madiun dari tahun 1999-2011 mengalami perkembangan. Indikasi mengalami perkembangan adalah sudah tersebarnya surat kabar di wilayah Madiun secara merata, yang dulu hanya tersebar diwilayah kota saja. Informasi dari segala bidang (pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik dan kewirausahaan) dapat diperoleh oleh masyarakat dari berbagai golongan. Berkembang dan bertahanya surat kabar lokal di era modern ini juga merupakan bukti bahwa masyarakat juga masih percaya dengan surat kabar. Hasil penelitian yang lain menyebutkan bahwa surat kabar lokal memberikan pengaruh terhadap perkembangan Kota Madiun baik di bidang pendidikan, kewirausahaan, pemerintahan dan politik. Kata kunci : Pekembangan, Surat Kabar, Lokal
TINJAUAN TEORI REKRUTMEN PIMPINAN DAERAH DALAM DIMENSI HISTORIS Setiawati, Debi
Jurnal Agasthia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan Kepala Daerah dipandang sebagai suatu posisi yang strategis dalam keberhasilan pembangunan nasional. Hal tersebut dipengaruhi oleh karena pemerintahan daerah memiliki peran sebagai motor penggerak, kreator, inovator pemikiran dan perencanaan dalam pencapaian tujuan nasional yang merupakan subsistem dari pemerintah pusat. Oleh karena itu dalam perekrutannya perlu diterapkan adanya sistem demokrasi yang dapat memberikan peluang rotasi pejabat politik secara teratur dan damai. Di samping itu dengan melihat gambaran masyarakat Indonesia yang bersifat Plural dan Heterogen, maka dalam pelaksanaan PILKADA diserahkan secara otonom penuh daerah. Hal itu disebabkan karena yang mengetahui kebutuhan dan karakter pemimpin yang diinginkan masyarakat daerah itu sendiri.Kata Kunci: Pimpinan Daerah, Demokratis, Pluralitas dan Heterogenitas
Konsep Nasionalisme Soekarno Dalam PNI 1927-1930 Wibowo, Guntur Arie
Jurnal Agasthia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran Soekarno dipengaruhi oleh potensi intelektual, kemampuan berpikir bebas, pengaruh latar belakang sosial budaya, serta perkenalkannya dengan dunia luar atau pemikiran orang lain yang digunakan sebagai pembanding. Soekarno juga melakukan pengamatan yang cermat terhadap masyarakat sebelum melahirkan masyarakatnya. Faktor-faktor yang mewarnai pemikiran politik Soekarno adalah Nasionalisme, Tradisionalisme Jawa, Sosialis-Demokratis, Islam, dan Komunisme. Soekarno berhasil merangkai nilai-nilai dasar yang terkandung di berbagai aliran pemikiran yang hidup dan tumbuh di dalam masyarakatnya, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, kemudian dirangkum dalam suatu pemikiran yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya. Dalam prakteknya, secara tidak langsung Soekarno mengatakan bahwa Nasionalisme lebih diutamakan daripada Islam dan Marxisme. Hal ini terbukti dengan didirikannya PNI pada tahun 1927 yang berideologikan nasionalisme sekuler. Kata kunci: nasionalisme, Soekarno, PNI
PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) Hanif, Muhammad
Jurnal Agasthia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang peranan wanitia desa Soco Bendo Magetan dalam mengatasi dampak psikologi sosial pasca Madiun Affair 1948. Penelitian dilakukan selama delapan bulan. Data diperoleh dari sumber materiil berupa sumber lisan/kesaksian  laporan tertulis, dan dokumen, serta dari sumber non materiil berupa lembaga sosial, etik, dan tradisi. Penentuan responden dilakukan secara snowball. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madiun Affait 1948 memodifikasi dan mendistorsi interaksi sosial masyarakat Soco yang hidup rukun dan saling menghargai berubah menjadi interaksi sosial yang penuh prasangka sosial dan sterotip. Dalam situasi seperti itu, kaum wanita mempunyai kemampuan mengontrol nilai-nilai dan mengkomunikasikan secara verbal maupun non verbal. Meski tidak banyak kaum wanita yang dapat mengakses simbol-simbol nilai secara komprehensif, namun simbol-simbol dan nilai-nilai hidup yang adiluhung dapat dienkulturasikan dan disosialisasikan kepada anggota keluarga, terutama anak-anak dan tetangga melalui petuah pendidikan keluarga. Kontak yang semakin intensif dalam memenuhi kebutuhan hidup dan juga perkembangan politik nasional memberi andil dalam mengeliminasi prasangka sosial dan sterotip di Soco Bendo Magetan.Kata kunci: Wanita, Psikologi Sosial, Madiun Affair 1948
Ritual Larung Sesaji Telaga Ngebel Ponorogo (Studi Historis dan Budaya) Nurcahyo, Abraham; Mitanto, Maulana
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual larung sesaji merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya bangsa. Larungan sesaji adalah sebuah tindakan religi dengan paham animisme dan dinamisme dimana mitos dan magi tetap lekat dalam pribadi Jawa di Desa Ngebel. Tradisi Larung sesaji di Telaga Ngebel selalu digelar rutin setiap malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa dan tradisi tersebut masih eksis hingga saat ini. Di dalam kegiatan ritual terdiri dari beberapa rangkaian acara yang setiap tindakan memiliki makna simbolik. Tindakan-tindakan simbolis dalam setiap prosesi memiliki arti atau tujuan walaupun dengan berbagai macam cara yang berbeda, namun pada akhirnya tetap bermuara pada permohonan kepada Sang Pencipta. Sejarah larung sesaji berpangkal dari mitos sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Jawa yang masih sulit dipisahkan dalam pola pemikiran hingga saat ini. Eksistensi ritual larung sesaji dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu: aspek pendidikan, aspek religi, aspek mata pencaharian, aspek budaya, serta aspek ekonomi.Kata Kunci: Ritual Larung Sesaji, Telaga Ngebel
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DESA PURWODADI KECAMATAN BARAT KABUPATEN MAGETAN TAHUN 1990-2010 Setiawati, Debi; Sanjoyo, Warih Yudo
Jurnal Agasthia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perkembangan sosial budaya Desa Purwodadi Kecamatan Barat Kabupaten Magetan tahun 1990-2010. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, mencatat dokumen dan arsip. Validitas data diperoleh melaui trianggulasi sumber, dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1990-an hampir seluruh masyarakat Desa Purwodadi menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Perubahan sosial diawali dengan semakin menyempitnya lahan pertanian serta sektor pertanian tidak lagi menjanjikan kemapanan status sosial. Yang dilakukan masyarakat Purwodadi adalah menyewakan lahan kepada penyewa perorangan maupun PG Purwodadie. Struktur sosial perlahan mulai berubah. Nilai-nilai sosial gotong royong mulai luntur. Satu-satunya yang masih tersisa adalah tradisi Bersih Desa. Desa Purwodadi sebagai bekas pusat Pemerintahan Kadipaten Purwodadi yang berlatar belakang agama Islam membawa dampak pada tumbuh dan berkembangnya kesenian-kesenian yang bernafaskan Islam, antara lain terbang, gembrung, dan jedor. Kesenian-kesenian tersebut pernah ada di Desa Purwodadi sebelum tahun 1990-an, saat ini mulai tergeser oleh bentuk-bentuk kesenian modern yang lebih mementingkan aspek hiburan.Kata Kunci: Desa, Sosial Budaya
Sejarah dan Perkembangan Kampung Pecinan di Kota Madiun Masa Orde Lama Hingga Reformasi (Studi Sosial-Ekonomi) Putro, Rizki Aryono; Hadiwasito, Hartono
Jurnal Agasthia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan kampung Pecinan di Kota Madiun dari masa Orde Lama sampai masa Reformasi. Lokasi penelitian di Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun. Dengan memfokuskan pada masyarakat sekitar kampung Pecinan, kondisi kehidupan sosialnya dengan masyarakat Madiun, tradisi-tradisi yang berkembang sampai sekarang ini yang masih dapat dijumpai oleh masyarakat Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Orde Lama sistem perekonomian di Indonesia menggunakan sistem perekonomian tertutup, termasuk di Madiun. Pergantian Orde Lama bersamaan yang mengalami perubahan menjadi ekonomi terbuka yang berorentasi kapitalis pada pemerintahan Soeharto. Pemerintah memperkenalkan kebijakan asimilasi yang ditunjukkan pada etnis Cina di Madiun. Pada era Reformasi merupakan masa dimana seluruh rakyat dan khususnya orang-orang Cina sebagai warga Indonesia, bebas dan bertanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi demi terciptanya kehidupan bangsa yang maju, damai, sejahtera. Kata Kunci: Kampung Pecinan, Orde Lama, Reformas

Page 5 of 30 | Total Record : 298