cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
Historiografi islam kolonial: Politik kerajaan-kerajaan islam dalam majalah Djåwå, 1938-1941 Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v16i1.22966

Abstract

Historiografi memiliki fungsi mengolah sumber sejarah menjadi narasi ilmiah. Pada masa kolonial, historiografi islam Indonesia sering dibentuk melalui perspektif sejarawan barat, sehingga melahirkan bias representasi sejarah politik islam lokal. Masalahnya bagaimana majalah Djåwå (1938-1941), melalui tulisan Lucien Adam, menghadirkan konstruksi historiografi berbeda dari corak historiografi kolonial yang dominan, khususnya menggambarkan dinamika politik kerajaan islam di Madiun. Penelitian bertujuan menganalisis arah, perspektif dan perubahan historiografi islam Indonesia masa kolonial melalui karya Lucien Adam dalam majalah Djåwå. Metode dengan kualitatif melalui studi dokumen dan arsip. Data berupa artikel Lucien Adam dalam majalah Djåwå edisi 1938-1941, didukung catatan pemerintah Hindia Belanda, surat kabar kolonial dan literatur sejarah kontemporer, di analisis interpretatif melalui pendekatan sejarah kebudayaan dan sejarah intelektual. Hasil kajian menunjukkan Lucien Adam menampilkan narasi sejarah politik islam lokal berorientasi pada sumber dan konteks wilayah yang dikaji, antara lain keterlibatan Madiun dalam konflik politik Mataram (pemberontakan trunojoyo, geger pecinan), dinamika jabatan bupati pasca palihan Mataram, serta keberadaan desa perdikan di karesidenan Madiun. Temuan memperlihatkan pergeseran corak historiografi dari colonial gaze menuju narasi yang relatif lebih objektif dan informatif bagi pembaca pribumi.
Narasi wacana multikultural dalam buku teks sejarah kelas XI kurikulum merdeka Gigih Jalu Laksitanto, Valentinus; Pelu, Musa
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v16i1.23373

Abstract

Indonesia memiliki keberagaman budaya, agama dan gender yang kompleks, namun buku teks sejarah kurikulum merdeka ada ketimpangan merepresentasikan dimensi multikultural. Masalah ini penting karena buku teks mendorong pemahaman siswa tentang keberagaman dan identitas nasional. Penelitian untuk menganalisis narasi wacana multikultural dalam buku teks sejarah kelas XI dari tiga penerbit, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Gramedia dan Erlangga. Jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough. Data dipilih purposive berdasarkan kredibilitas penerbit dan penggunaan luas di sekolah. Pengumpulan data melalui studi dokumen dengan mengidentifikasi segmen narasi yang merepresentasikan keberagaman agama, gender dan budaya. Analisis data mengikuti kerangka tiga dimensi CDA Fairclough, yakni analisis tekstual, praktik diskursif dan praktik sosial. Keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan ketimpangan representasi hierarkis seperti dimensi budaya terepresentasi paling komprehensif dan kohesif, dimensi agama terfragmentasi dengan dominasi narasi Islam-Kristen dan absen pada momen proklamasi kemerdekaan, sementara dimensi gender menunjukkan pola tokenistik dengan representasi perempuan yang sporadis dan terbatas pada penggambaran dalam ranah domestik dan simbolik. Temuan mengungkap hegemoni nasionalisme multikulturalisme inklusif terhadap budaya, hegemoni sekularisme yang membatasi narasi keagamaan dan hegemoni patriarki yang meminggirkan perspektif gender.
Dari persoalan lingkungan hingga sanitasi lingkungan: Pemberantasan wabah malaria di pulau Jawa pada masa pendudukan Jepang Nugraha, Iqbal; Putri, Tasya Amanda; Pakpahan, Chelsa Ornela
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v16i1.23546

Abstract

Pulau Jawa secara geografis terdiri dari pantai, rawa-rawa, dataran rendah, pegunungan serta sanitasi lingkungan yang buruk dengan banyaknya empang-empang dan saluran pembuangan yang tidak terawat, sehingga menyebabkan penyebaran penyakit malaria cukup tinggi. masalahnya bagaimana keterkaitan kondisi lingkungan di pulau Jawa masa pendudukan Jepang dengan penyebaran penyakit malaria berdampak terhadap masyarakat, dan peran sanitasi lingkungan sebagai upaya pemberantasan. Kajian ini bertujuan menganalisis sejauh mana pengaruh lingkungan terhadap penyebaran penyakit malaria di pulau Jawa, termasuk dampak masyarakat, serta upaya pemberantasan melalui sanitasi lingkungan. Metode sejarah digunakan dengan heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, dengan sumber primer majalah Djawa Baroe dan surat kabar Asia Raja terbitan 1942-1945. Temuan studi ini bahwa kondisi lingkungan yang buruk mempengaruhi pada penyebaran penyakit malaria di Pulau Jawa, yang menyebabkan gangguan produktivitas masyarakat hingga kematian. Strategi pemberantasan melibatkan sanitasi lingkungan seperti mengadakan pekan pembersihan empang-empang serta penyuluhan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemberian pil kina juga menjadi strategi pengobatan penyakit ini.
A historical study of Mongols: The relevance of genghis khan’s leadership in the modern era Kusumawardhani, Chandra; Simorangkir, Arnold Hiras; Widjayanto, Joni; Sutanto, S; Saputro, Guntur Eko
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v16i1.23890

Abstract

Contemporary leadership is generally based on the context of modern organizations and does not conduct much research on historical leadership models that once shaped large-scale government systems. This study was conducted in an effort to fill this gap by analyzing the leadership of Genghis Khan, which has often been reduced to narratives of conquest and violence, without being analyzed as a structured leadership system. The study aims to analyze the principles of Genghis Khan's leadership and assess its relevance to modern leadership and management paradigms. This study uses a systematic literature review method by synthesizing 22 selected scientific sources consisting of classical historical texts and reputable journal articles with a thematic analysis approach. The results of the study identify five main themes, namely the historical context of Mongolia, leadership theory, meritocracy and organizational justice, servant leadership and social empathy, and value-based leadership. These findings show that Genghis Khan's leadership was a crucial factor in the success of the Mongol Empire, which was characterized by merit-based governance, adaptive organizational structures, strategic intelligence, and moral accountability. These leadership principles remain relevant and applicable in facing the complex and dynamic challenges of contemporary leadership and organizations.