cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Musik Pengamen Jalanan (Studi Tentang Fungsi Musik Jalanan Sebagai Media Pendidikan Moral dan Kritik Sosial) Trilaksana, Agus
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam kehidupan sosial masyarakat, musik dan pemusik jalanan adalah dua hal yang sangat menarik. Musik dapat membuat orang untuk merasa senang dan bahagia, tetapi orang juga bisa menjadi pemusik atau penyayi. Realitasnya di lapangan ternyata ada interaksi antara pemusik dan lagu-lagu yang dinyanyikan. Pada pengamen jalanan, musik dinyanyikan sekaligus mempunyai dua fungsi, yang pertama sebagai media hiburan untuk menghibur para pendengar dan yang kedua adalah sebagai sarana untuk melakukan seruan moral dan kritik sosial. Hal lainnya dalam konteks ekonomi para pemusik jalanan itu juga memperoleh uang sebagai penopang ekonominya. Jadi sekaligus sebagai strategi ekonomi untuk memperoleh pendapatan. Kata Kunci: Musik Jalanan, Pendidikan Moral, dan Kritik Sosial.
PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN TAYUB DI DESA PESU KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN Hanafi, Aditya Nur; Kuswara, Lia Dwi; Hanif, Muhammad; Wedhasmara, Yoga
Jurnal Agasthia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam pelestarian kesenian Tayub di Desa Pesu Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan.Metode penelitian yang digunakan yakni Metode Hermenutika-Mendalam Thomson. Sumber data berasal dari sumber lisan, tertulis, dokumen, lembaga sosial dan tradisi. Informan ditentukan dengan snowball sampling dan pengambilan datanya dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Sedangkan analisis datanya dengan analisis kualitatif model interaktif.Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh gambaran bahwa perempuan memiliki peran sangat besar dalam melestarikan kesenian Tayub di Pesu. Hal tersebut tercermin dalam perannya sebagai penari (teledek atau sinden) yang terus-menerus mengembangkan kreativitasnya dalam menari, menyanyi, ngadi salira dan ngadi busana, dan sekaligus melaksanakan kaderisasi serta membina apresiasi masyarakat, terutama mencari solusi alternatif untuk mengeliminir citra negatif. Selain itu, tidak sedikit para perempuan di luar komunitas Tayub yang gemar dan nanggap Tayub. Ibu-ibu pejabat juga ikut serta melaksanakan pembinaan-pembinaan sehingga Tayub menjadi lebih menarik dan tetap diminati sampai sekarang.Kata Kunci: Perempuan, Pelestarian Tayub
PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BANJARSARI KECAMATAN/KABUPATEN MADIUN Hanif, Muhammad
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peran serta perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa  Banjarsari Kecamatan/ Kabupaten Madiun.Penelitian dilakukan selama enam bulan di Desa Banjarsari Kecamatan/ Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Sumber datanya berupa primer dan skunder. Penentuan informannya dengan purposive sampling dan pengambilan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis kualititatif model interaktif.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh gambaran, bahwa pemerintahan desa Banjarsari memberi peluang bagi perempuan untuk dapat terlibat secara langsung namun belum banyak dimanfaatkan. Hanya 84 orang yang berperan secara aktif dalam lembaga pemerintahan desa dan 10 orang yang menjadi pengurus partai politik dari jumlah perempuan 1.538 orang. Hal tersebut dikarenakan belum adanya kesadaran kritis atas hak-haknya untuk mengaktualisasikan dirinya. Selain itu masih banyak perempuan yang beranggapan, bahwa urusan perempuan adalah soal rumah-tangga dan hanya peran skunder. Politik adalah urusan laki-laki, politik itu kotor, politik itu keras sehingga perempuan tidak perlu ambil bagian. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor budaya patriarkhi, beban kerja yang lebih besar dibandingkan dengan laki-laki, dan tingkat ekonominya. Walaupun sebagian kecil kaum perempuan yang berada dalam lembaga pemerintahan desa namun mereka dapat memainkan peran yang tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan kaum laki-laki. Kata Kunci : Perempuan, Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
PEMUPUKAN SEMANGAT INTEGRASI NASIONAL MELALUI PENDIDIKAN SEJARAH DI SEKOLAH Sulistiyono, Singgih Tri
Jurnal Agasthia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini lembaga sekolah sedang mengalami krisis civic education. Dalam hal ini, pendidikan sejarah merupakan salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan. Perspektif yang perlu dikembangkan adalah cross-cultural communication dan cultural reelativism. Disamping menekankan pandangan bahwa proses terbentuknya bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan historis hubungan lintas budaya antar kelompok etnis dan budaya yang ada di Nusantara, juga penggambaran sejarah hendaknya menghindarkan diri sejauh mungkin prasangka-prasangka kultural dan etnisitas. Pendidikan sejarah yang tepat akan memiliki nilai integratif bagi nasion Indonesia jika para guru sejarah memiliki kemampuan untuk mengajar dengan penekanan pada cross-cultural communication dan dengan menggunakan perspektif relativisme kultural.Kata kunci: Pendidikan Sejarah, Integrasi Nasional
KEMEJA (Kemah Kerja Sejarah) Sebagai Modal Pembelajaran Sejarah yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan Hanif, Muhammad
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah masih dilingkupi oleh berbagai stereotip negatif seperti membosankan, bertele-tele, dan tidak relevan dengan konteks sosial peserta didik. Relevansi penyajian materi sejarah dengan situasi sosial peserta didik sering dipertanyakan. Kondisi itu mengisyaratkan semakin pentingnya pembelajaran sejarah yang kontekstual sehingga terbangun suasana pembelajaran sejarah yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemah kerja sejarah sebagai model pembelajaran sejarah yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI MADIUN. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa keterangan atau fakta dari informan, dan peristiwa atau aktivitas serta dokumen dan arsip tentang yang relevan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi langsung. Sampel informan dipilih secara selektif dan mengalir. Validasi data melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dengan analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan model Kemeja terdiri dari empat komponen kegiatan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, refleksi, dan pelaporan. Tahap persiapan meliputi persiapan di kampus dan di lapangan, baik teknis maupun non teknis. Tahap pelaksanaan terdiri dari tiga kegiatan, yaitu klarifikasi dan eksplorasi objek, social mapping, debat mahasiswa, dan pertunjukkan seni. Model Kemeja potensial untuk menjadi alternatif pembelajaran sejarah yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.Kata Kunci: kemah kerja, model pembelajaran sejarah
Sejarah Tari Keling Dan Upaya Pelestariannya (Studi Historis Sosiologis di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Tahun 1942-2012) Prasetiyo, Yudi; HW, Hartono
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kesenian Tari Keling di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui bagaimana pelestarian kesenian Tari Keling tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu antara bulan Februari sampai Juni berlokasi di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Bentuk dari penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang datanya tidak berbentuk angka dan biasanya menekankan untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data menggunakan trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kesenian Tari Keling Di Dusun Mojo pada awalnya dirintis oleh Khasan Ngali dan beberapa masyarakat Dusun Mojo lainnya. Tarian tersebut pada awalnya diciptakan untuk menghibur masyarakat yang pada saat hari raya Idul Fitri tidak mempunyai cukup biaya untuk mengadakan pesta hiburan dikarenakan gagal panen atau paceklik. Pada masa kini Tari Keling dipentaskan setiap Hari Raya Idul Fitri, Satu Syuro dan acara-acara lainnya. Bentuk pelestarian yang dilakukan masyarakat adalah dengan berdirinya suatu paguyuban Tari Keling yang diberi nama Guno Joyo dan juga pementasan rutin yang diadakan setiap Idul Fitri, Satu Suro dan acara Agustusan. Selain itu juga diadakan regenerasi dengan diikutsertakanya para generasi muda untuk ikut ambil bagian pada saat pementasan Tari Keling, pembuatan rekaman CD dan juga kaos yang bergambarkan ciri khas Tari Keling. Kata Kunci : Sejarah, Kesenian Tari Keling, Pelestarian
MODEL PENDEKATAN PEMBELAJARAN SEJARAH DARI ISU-ISU KONTROVERSIAL, SEJARAH KOMPARATIF KE ANALISIS TEKSTUAL Sjamsudin, Helius
Jurnal Agasthia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran sejarah umumnya masih dalam hafalan faktual saja. Menurut jenjang usia, para siswa juga diperkenankan secara sederhana cara kerja (metode) sejarawan mengumpulkan materi sejarah sampai pada penulisannya (historiografi). Munculnya isu-isu kontroversial ada hubungannya dengan masalah obyektivitas dan/subyektivitas sejarah. Sejarawan yang baik sepakat menulis karya sejarah yang tidak memihak dan tidak bersifat pribadi. Pada kenyataannya setiap mata pelajaran (subject matter) atau disiplin memiliki masalah kontroversial tidak berarti sekolah atau guru secara individual netral. Para guru telah menggunakan pendekatan tertentu dalam mengajarkan isu-isu kontroversial.Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran, Isu-isu Kontroversial, Sejarah Komparatif
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Sejarah Madiun Berbasis Kemandirian Belajar Mahasiswa Hartono, Yudi; Puspitasari, Esthi
Jurnal Agasthia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Mata Kuliah Sejarah Madiun. Bahan ajar selama ini masih berupa diktat dan sumber-sumber lain yang bukan diarahkan untuk tujuan pembelajaran. Diktat Mata Kuliah Sejarah Madiun perlu dikembangkan menjadi buku ajar sehingga mendukung kemandirian belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian dan pengembangan atau sering disebut dengan research and development (R & D). Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model prosedural. Prosedur atau langkah-langkah penelitian dan pengembangan merujuk pada siklus R & D dari Borg dan Gall. Indikator capaian dari penelitian ini adalah dihasilkannya naskah buku ajar Sejarah Madiun yang siap terbit. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi pada perkembangan historiografi Madiun dan pembelajarannya terutama di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI MADIUN. Berdasarkan pengumpulan informasi dan identifikasi masalah terkait dengan bahan ajar Mata Kuliah Sejarah Madiun di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI MADIUN. Data dikumpulkan dari dosen pengampu mata kuliah Sejarah Madiun. Beberapa masalah yang teridentifikasi adalah minimnya sumber, masalah pembabakan yang kurang komperehensif, dan kurangnya data kekinian. Masalah-masalah tersebut selanjutnya menjadi acuan untuk mengembangkan bahan ajar Mata Kuliah Sejarah Madiun. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka dibuat draf awal bahan ajar Mata Kuliah Sejarah Madiun yang disusun berdasarkan temuan masalah-masalah di lapangan. Setelah melalui uji ahli, uji skala kecil dan skala besar, maka dihasilkan produk akhir bahan ajar Mata Kuliah Sejarah Madiun yang siap dipublikasikan dan diimplementasikan dalam pembelajaran. Kata kunci: Bahan ajar, Sejarah Madiun
LINTASAN SEJARAH FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME DAN AKTUALISASINYA Pelu, Musa
Jurnal Agasthia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antara filsafat dan pendidikan terdapat kaitan yang erat. Filsafat memiliki aspek-aspek utama yang dapat dijadikan landasan bagi pendidikan. Aspek-aspek yang dimaksud adalah aspek-aspek metafisis, epistemologis, dan aksiologis. Aspek metafisis antara lain berkaitan dengan persoalan realitas yang tercermin pada bahan ajar, pengalaman pengetahuan dan kebenaran, termasuk di dalamnya sumber belajar dan metode pembelajaran. Aspek aksiologis berkaitan dengan nilai kebaikan dan keindahan yang akan ditanamkan kepada peserta didik. Perenialisme sebagai aliran dalam filsafat juga memiliki ketiga aspek tersebut yang dapat dijadikan landasan bagi pendidikan yang mendasarkan pada filsafat ini.Kata Kunci: Filsafat Perenialisme, Pendidikan
INTERAKSI SOSIAL SUKU SAMIN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR (STUDI DI DUSUN JEPANG DESA MARGOMULYO KECAMATAN MARGOMULYO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 1990-2012) Wibowo, Anjar Mukti; Huda, Khoirul
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial Suku Samin dengan Masyarakat Sekitar di Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatam Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Tahun 1990-2012. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang datanya menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna peristiwa hubungan interaksi pola tingkah laku, dan tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Pengambilan data melalui sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen Desa Margomulyo, dokumen sejarah Samin dan bahan kepustakaan maupun jurnal ilmiah. Validasi yang digunakan yaitu validasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keberadaan masyarakat Samin telah mengalami transisi dari tradisional menuju masyarakat modern, dan terwujud dalam bentuk interaksi asosiatif dan disosiatif. Bentuk asosiatif berupa kerjasama seperti gotong royong, musyawarah, dan membantu ketika ada yang memerlukan. Bentuk disosiatif yakni konflik seperti terjadi kesalahpahaman misalnya ada kecemburuan sosial ketika adanya bantuan dari pemerintah pusat yang terkadang membuat kedua belah pihak ada rasa iri. Selain itu pengaruh yang terjadi bersifat positif maupun negatif, bagi Samin perubahan positif seperti gaya hidupnya dan pola/cara berpikir yang modern, sedangkan pengaruh negatif yaitu tradisi dan budaya Samin mulai sedikit terkikis dan ditinggalkan. Bagi masyarakat akan mengetahui karakter orang Samin dan dalam berkomunikasi terkadang mereka berhati-hati, sebab orang Samin mudah tersinggung serta nilai Saminisme yaitu kejujuran juga sedikit terbawa dalam kehidupan masyarakat saat ini.Kata Kunci : Interaksi Sosial, Suku Samin, Masyarakat

Page 3 of 30 | Total Record : 298