EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan
Focus and Scope Educhemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) is Periodicals published the results of research related to the development of science and technology in the field of Chemistry and Chemistry education as a form of intellectual property Chemistry: Organic chemistry, Inorganic chemistry, Biochemistry, Physical chemistry, Analytical Chemistry, Environmental Chemistry, Material chemistry, Ethnochemistry. Chemistry education: chemistry learning design and model, chemical education curricula, Technology innovation and media/multimedia in chemistry learning, development of evaluation tools, lesson study and classroom action research
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2019)"
:
12 Documents
clear
Pendekatan Saintifik pada Topik Sel Volta
Yunita Yunita
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (159.874 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.5198
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran sel volta serta menganasis konsepsi mereka pada konsep tersebut dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Dengan menggunakan desain penelitian mixed method, maka jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Kedua data tersebut didapat melalui Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dan tes tertulis bentuk Pilihan Ganda diberikan pada akhir perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing kemampuan mahasiswa pada setiap aspek pendekatan saintifik diketahui bahwa kemampuan mengamati 100 (sangat baik) menanya 65 (baik) mencoba 40 (kurang), mengasosiasi 81 (sangat baik) dan mengkomunikasikan 50 (cukup). Rata-rata konsepsi siswa adalah 70 (baik) dengan rata-rata kemamuan menunjukkan reaksi spontan melalui data potensial elektroda 75, menentukan reaksi yang mempunyai potensial sel 75, menuliskan diagram sel yang tepat melalui gambar sel volta 82, mengurutkan harga potensial reduksi semakin meningkat melalui pernyataan 40,00. menunjukkan jumlah ion yang ditambahkan zat yang sejenis melalui data 78, membandingkan tegangan sel volta melalui data tabel dari tiga sel volta 33, menghitung harga sel volta melalui data potensial reduksi sel 85 menjelaskan cara kerja aki hingga menghasilkan energi listrik 82, menuliskan notasi sel yang dapat berlangsung melalui data persamaan reaksi, dan menghitung E0 pada persamaan reaksi sel volta melalui data potensial reduksi 75.
Optimasi Sintesis Biomaterial Perak-Porfirin dari Kerabang Telur Puyuh
Dewi Kurnianingsih Arum Kusuma Hastuti;
Cucun Alep Riyanto
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (710.257 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.2404
Porfirin merupakan pigmen warna alami khas yang terdapat dalam kulit telur puyuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu dan suhu optimum dalam pembentukan biomaterial. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi adalah metanol:HCl (2:1, v/v) selama 12 jam. Hasil biosintesis yang terbentuk, kemudian dianalisa dengan spektrofotometer UV-VIS. Sebagai hasilnya, kompleksasi optimal antara porfirin dengan ion Ag+ terlihat pada panjang gelombang 845 nm yaitu pada waktu 5,62 jam; rasio 1:2.20, dan suhu sebesar 30°C. Hal tersebut diperoleh berdasarkan persamaan Response Surface Method Y = -17.95+0,63X1+13.26X2+0.88X3-3.7x10-3X2X32-0,46X1X3+0,04X22X3-0,08X12-1,87X22-9,68x10-3X32.
Penerapan Model Pembelajaran POGIL sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Larutan Penyangga
Alana Putri Rahmawati;
Ratna Sari Siti Aisyah;
Isriyanti Affifah
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.778 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.4846
Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep larutan penyangga, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep larutan penyangga dengan menerapkan model pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Serang kelas XI tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pre test post test design. Sampel penelitian ini terdiri dari 59 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu 29 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen tes. Hasil penelitian mengungkapkan pemahaman konsep larutan penyangga yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran POGIL mengalami peningkatan yang signifikan yang ditunjukan dengan nilai rata-rata gain sebesar 0,44 yang berada pada kategori sedang.
Analisis Multipel Representasi Kimia Siswa pada Konsep Laju Reaksi
Nanda Cahaya Safitri;
Euis Nursaadah;
Imas Eva Wijayanti
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.396 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.5023
Pengetahuan tentang teknik pembelajaran yang tepat pada penyampaian konsep kimia tertentu dapat diketahui melalui proses analisis kemampuan multipel representasi kimia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan interkoneksi ketiga level representasi kimia yang dimiliki siswa dalam mendeskripsikan dan menjelaskan konsep laju reaksi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif dengan melibatkan satu kelompok subjek. Instrumen tes terdiri dari 15 soal two tier multiple choice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 21.92% siswa sudah mampu mengkoneksikan ketiga level representasi kimia menunjukkan siswa sudah memiliki pemahaman konsep yang utuh. Sebanyak 25.55% siswa cenderung hanya mampu menginterkoneksikan pada dua level representasi menunjukkan siswa sudah mampu menarik kesimpulan namun kesulitan menemukan alasannya. Sebanyak 14.96% siswa cenderung lebih memahami konsep pada level representasi submikroskopik menunjukkan siswa tidak dapat menarik kesimpulan dari alasan yang diketahui dan sebanyak 37.56% siswa belum memahami maupun mengkoneksikan konsep pada tiga level representasi. Berdasarkan kemampuan interkoneksi ketiga level representasi siswa maka dapat diketahui pola interkoneksi representasi kebanyakan siswa diawali dengan representasi makroskopik lalu representasi simbolik dan terakhir representasi submikroskopik. Disarankan: penyampaian pembelajaran untuk beberapa konsep kimia harus meningkatkan pembahasan pada level representasi submikroskopik tanpa melupakan representasi makroskopik dan simbolik, pembelajaran konsep sebaiknya diawali dengan representasi makroskopik, lalu representasi simbolik dan terakhir representasi submikroskopik.
Analisis Keterampilan Proses Sains Pembelajaran Larutan Penyangga Menggunakan Siklus Belajar Hipotesis Deduktif
Siska Novita Sari;
F.M. Titin Supriyanti;
Gebi Dwiyanti
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.35 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.4055
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pencapaian Keterampilan Proses Sains dalam pembelajaran larutan penyangga dengan siklus belajar hipotesis deduktif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan subyek penelitian sebanyak 40 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung yang dikategorikan ke dalam siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar Kerja Siswa, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, siswa dapat mengembangkan 10 indikator KPS yang meliputi keterampilan mengamati, mengklasifikasikan, merencanakan percobaan, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, menafsirkan pengamatan, menerapkan konsep, berkomunikasi tergolong dalam kategori baik. Berdasarkan KPS setiap kategori kelompok siswa menunjukkan siswa kelompok tinggi dapat mengembangkan 10 indikator KPS dengan pencapaian sangat baik, sedangkan siswa kelompok sedang dan rendah dapat mengembangkan 10 indikator KPS dengan pencapaian baik
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak n-Heksan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhyzus)
Wikan Mahargyani
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.673 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.3958
Telah dilakukan pengujian terhadap penghambatan ekstrak n-heksan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap aktivitas enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak kulit buah merah sebagai inhibitor pada aktivitas enzimatis yang terjadi pada pembentukan glukosa secara in vitro. Langkah yang dilakukan pada penelitian ini meliputi ekstraksi kulit buah naga menggunakan pelarut etanol dan dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksan. Selanjutnya ekstrak n-heksan diuji menggunakan mekanisme penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase. Larutan akarbose digunakan sebagai kontrol positif pada pengujian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga fraksi n-heksan memiliki IC50 sebesar 194,11 ppm, sedangkan akarbose sebesar 5,6 ppm. Semakin kecil nilai IC50 menandakan bahwa daya hambatnya semakin baik.
Pengaruh Pelarut dalam Berbagai pH pada Penentuan Kadar Total Antosianin dari Ubi Jalar Ungu dengan Metode pH Diferensial Spektrofotometri
Sani Widyastuti Pratiwi;
Anggit Ayu Priyani
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.282 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.4080
Ubi jalar ungu berpotensi sebagai antioksidan alami berdasarkan tingginya kadar antosianin yang terkandung didalamnya. Antosianin adalah senyawa polar yang lebih mudah diekstrak dalam suasana asam. Antosianin memiliki manfaat sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas, sehingga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan, kanker, dan penyakit degeneratif dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelarut dan pH yang tepat untuk mengekstrak antosianin ubi jalar ungu dengen metode pH diferensial spektrofotometri. Sampel ditambahkan etanol 96% dan aquades yang telah diasamkan dengan HCl 1% sehingga pH pelarut menjadi 1, 1,5, 2, dan 2,5. Ekstrak yang didapat diencerkan dengan pelarut pH 1 dan pH 4,5 dan kemudian ditentukan kadar antosianinnya berdasarkan metode pH diferensial spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut dan pH berpengaruh terhadap kadar total antosianin. Pelarut etanol dan pH 1,5 memberikan kadar total antosianin dan absorbansi ubi jalar ungu tertinggi yaitu sebesar 5,9558 mg/L.
Penerapan PBL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Konsep Koloid
Handi Herdiawan;
Indah Langitasari;
Solfarina Solfarina
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.78 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.4867
Keterampilan berpikir kreatif siswa sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia, karena beberapa ilmu kimia bersifat kontekstual. Keterampilan berpikir kreatif siswa di indonesia cenderung masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada konsep koloid dengan menerapkan model PBL. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan pretest-posttest one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di salah satu kelas XI IPA yang diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal tes dengan 10 soal essay yang valid dan reliabel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan lembar observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik meliputi n-gain dan one sample t test. Hasil penelitian menunjukan nilai n-gain dengan kategori sedang pada 5 indikator keterampilan berpikir kreatif siswa yaitu, indikator kelancaran (0,45), keluwesan (0,50), keaslian (0,47), penguraian (0,50), perumusan kembali (0,58). Hasil tersebut didukung dengan uji one sample t test diperoleh nilai signifikansi 0,00 < 0,05 yang menunjukkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada konsep koloid. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya suatu modul pembelajaran berbasis PBL yang mampu menstimulus keterampilan berpikir kreatif siswa.
Pengaruh Model Daur Belajar Enam Fase-STAD Terhadap Hasil dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Asam Basa
Anike Sem;
Srini Iskandar;
Sri Rahayu
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.642 KB)
|
DOI: 10.30870/educhemia.v4i1.1846
Model Pembelajaran Learning Cycle menekankan pada masalah rendahnya hasil belajar siswa dan mendorong motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Model pembelajaran Learning Cycle dapat dipadukan dengan model pembelajaran STAD pada fase elaborasi. Perpaduan tersebut bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan motivasi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 6E-STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 6E. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas XI IPA yang dipilih secara random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas tes pilihan ganda materi asam basa dan angket motivasi yang valid dan reliabel. Data hasil belajar dan motivasi siswa dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan menggunakan uji t pada taraf sig. α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran LC 6E-STAD dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran LC 6E pada materi asam basa. Hasil belajar kognitif dan psikomotor siswa kelas LC 6E-STAD lebih baik dari kelas LC 6E. Motivasi belajar siswa pada kelas LC 6E-STAD lebih meningkat dibanding motivasi belajar pada kelas LC 6E.