cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24078751     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025" : 7 Documents clear
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan pada Danau Perkotaan (Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan) Maresi, Sinta Ramadhania Putri; Soesilo, Tri Edhi Budhi; Meutia, Ami Aminah
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.39-55

Abstract

Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu danau perkotaan (situ) yang wilayahnya diarahkan menjadi wisata alam dan rekreasi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011-2031. Multiguna ekosistem yang ada pada situ ini perlu suatu sistem dalam pengelolaannya, sehingga dapat memenuhi fungsi kelestarian ekosistem, kaidah tata ruang, regulasi dan kelembagaan yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi yang tepat dalam rangka mewujudkan pengelolaan danau perkotaan yang berkelanjutan pada Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan data primer melalui kuesioner. Kuesioner melibatkan pakar ahli atau yang memiliki fokus penelitian terkait situ. Kuesioner digunakan untuk menentukan tingkat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki serta tingkat kepentingannya. Berdasarkan hasil analisis SWOT ditemukan bahwa strategi berada di kuadran I, yaitu strategi kekuatan-peluang atau strengths-opportunities (SO). Strategi SO yang dirumuskan yaitu pemerintah perlu menyinergikan peraturan tentang pengelolaan situ dan sempadan situ agar seluruh pihak berwenang memahami dengan baik tentang pentingnya fungsi situ dan menjaga kebersihannya. Pihak berwenang harus mengutamakan pemulihan kualitas air, sehingga setelah kualitas air situ pulih melalui proses pemurnian diri secara alami, pemerintah daerah dapat memulai proses revitalisasi Situ Gintung sebagai tempat wisata alam dan rekreasi. Revitalisasi tersebut tentunya tidak boleh memperburuk kualitas air Situ Gintung dan ekosistem penunjangnya.
Prosedur dalam Penerapan Tertib Pemeliharaan Tanah dan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Batu Gamping Semen A di Banyumas 'Afuaniyah, Oktafiah; Budiati, Lilin; Hasthi, Saputra
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.56-81

Abstract

Catur tertib pertanahan pada dasarnya dilaksanakan dengan tujuan mengimplementasikan Undang-Undang Pokok Agraria untuk mengembangkan perlindungan hak-hak atas tanah serta penggunaannya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi yang ada di tambang batu gamping Semen A, di mana terdapat lubang galian tambang yang berdampak terhadap lingkungan. Penambangan ini menimbulkan permasalahan lingkungan yang signifikan, seperti debu akibat angin kencang, peningkatan suhu udara, kebisingan dari alat berat, serta kekeringan sumber air sejak adanya tambang. Bertolak dari masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyusun prosedur penerapan catur tertib pertanahan keempat, yaitu tertib pemeliharaan tanah dan lingkungan hidup pada pertambangan batu gamping di Tambang Semen A. Metode pada penelitian ini adalah studi kualitatif menggunakan Soft System Methodology (SSM) dengan alat bantu Analytical Hierarchy Process (AHP). Data yang digunakan meliputi data primer berupa hasil observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, serta data sekunder berupa laporan peneliti terdahulu, studi literatur, dan telaah regulasi. Hasil penelitian ini adalah prosedur dalam penerapan catur tertib pertanahan keempat, yaitu tertib pemeliharaan tanah dan lingkungan hidup pada pertambangan batu gamping di Tambang Semen A.
The Relationship Between Tourism Development with Primary Forest in Indonesia Simatupang, Aldo Gadra Paulus; Soetjipto, Widyono
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.82-98

Abstract

To further develop Indonesian tourism, the Indonesian government designed a program to develop 10 new Indonesian "Bali" destinations.  The majority of these new 'Bali' destinations are located outside Java Island that contain primary forests with high endemic species. Since 2004, Indonesia’s government have released several policies to further develop tourism destination outside of Bali such as Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) dan Destination Management Organization (DMO). The relationship between tourism development and forest cover is a subject of active discussion, and there is little empirical research on the topic. This study aims to examine the correlation of tourism development (hotel beds) with primary forest cover. The data used in the study are Global Forest Watch’s forest cover image data, Global Administration Data System’s land cover data, and Indonesia Central Agency of Statistics socio-economic publication data from 32 Indonesian provinces in 2011-2016. Through the use of a clustered fixed effects regression model, this study found that tourism has no significant relationship with primary forest area in Indonesia.
Identification of Land Use Changes Due to Changes in Coastlines in the Amurang Coastal Area, South Minahasa Regency Simatupang, David; Rondonuwu, Dwight Mooddy; Warouw, Fela
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.20-38

Abstract

Indonesia's coastal areas are dynamic and vulnerable to physical, economic, and socio-cultural changes. This study aims to analyze land use change due to shoreline change in the coastal area of Amurang, South Minahasa Regency, 2005-2022. The main data used included Landsat 7 ETM+, Landsat 8 OLI/TIRS, and Landsat 9 OLI-2/TIRS-2 images, which were processed using GIS-based spatial analysis methods. Shoreline analysis was conducted using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) technique to measure changes in accretion and abrasion.  The results showed significant changes in land use. In Kawangkoan Bawah Village, the water body turned into 9.23 hectares of green open space and 11.32 hectares of built-up area, in line with shoreline accretion with an average transect value of 68.11 meters. In contrast, in Lopana Village, green open space turned into 12.24 hectares of water body, corresponding to a dominant abrasion of -126.99 meters. An anomaly occurred in Kawangkoan Bawah Village, where built-up land turned into a water body of 2.36 hectares even though the shoreline in the area tends to experience accretion, which is due to the location of the land change not being directly in the area of shoreline change. This research confirms the importance of utilizing spatial analysis to understand the dynamics of coastal areas and the importance of adaptive spatial planning to manage the impacts of shoreline change.
Skenario Mitigasi Gas Rumah Kaca: Studi Kasus Pengurangan Emisi Kota Probolinggo Pamungkas, Adjie; Mahardhika, Gita Rama; Puspita, Anggi Dela Ayu; Kurniawan, Meirli; Merdekawati, Ihsani; Nurkholishari, Aricandra; Jamalurrusid, Achsan
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.1-19

Abstract

Perubahan iklim berdampak luas terhadap sektor lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta berpotensi mengganggu stabilitas pembangunan jangka panjang. Mitigasi perubahan iklim memerlukan strategi yang terintegrasi, termasuk pada tingkat lokal melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK). Kota Probolinggo telah menyusun RAD-GRK periode 2013–2020 dan kini membutuhkan pembaruan data dan strategi untuk periode selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan memproyeksikan emisi GRK Kota Probolinggo hingga tahun 2030, serta menyusun skenario mitigasi berbasis data. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui inventarisasi berbasis aktivitas dan proyeksi ekonomi, menggunakan kalkulator emisi ICLEI dengan tahun dasar 2019. Hasil menunjukkan proyeksi emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 1.300.964 ton CO₂e, dengan kapasitas serapan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 811.879 ton CO₂e. Dari total emisi tersebut, disusun empat skenario mitigasi, dengan skenario keempat atau skenario progresif dengan penurunan emisi tertinggi sebesar 15,19% yang disepakati oleh Pemerintah Kota Probolinggo menjadi target penurunan emisinya pada 2030. Target penurunan emisi tersebut ditranslasikan melalui strategi mitigasi mencakup efisiensi energi, pemanfaatan CH₄, pengurangan pupuk nitrogen, pengurangan limbah, dan peningkatan RTH.
Kontaminasi Arsen dan Tembaga Pada Air Tanah di Wilayah Penambangan Rakyat Kalurahan Kalirejo, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Putra, Doni Prakasa Eka; Listiyastuti, Riana; Warmada, I Wayan; Simamora, Lestari Sutra; Ilham, Muhamad
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.99-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara aktivitas pertambangan dengan kandungan logam berat pada air tanah dengan studi kasus di kawasan pertambangan rakyat Kalurahan Kalirejo, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa logam berat yang umum berasosiasi dengan wilayah pertambangan dengan tipe alterasi hidrotermal adalah arsen (As) dan tembaga (Cu). Kalurahan Kalirejo memiliki kondisi geologi yang ditandai oleh kehadiran batuan intrusi, disertai mineralisasi serta alterasi hidrotermal yang cukup intensif. Selain itu, praktik pertambangan tradisional yang relatif masif di kawasan ini semakin meningkatkan potensi kontaminasi air tanah. Mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sumber air tanah, penting dilakukan kajian mengenai kandungan Cu dan As serta keterkaitannya dengan kondisi geologi setempat. Penelitian dilakukan melalui analisis kandungan Cu dan As pada sampel air tanah, batuan, dan urat kuarsa. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi Cu pada air tanah masih tergolong aman (<2 mg/L) sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023, dengan rentang 0,0027–0,94 mg/L. Sebaliknya, konsentrasi As telah melampaui ambang batas aman (>0,01 mg/L), yaitu 0,0623–0,1287 mg/L. Kondisi pH netral pada air tanah Kalirejo diduga menjadi faktor pengontrol utama kelarutan logam, sehingga As (V) cenderung lebih mudah larut dibandingkan Cu. Konsentrasi As yang lebih tinggi juga ditemukan pada area dengan alterasi argilik dan pelapukan batuan intensif. Oleh karena itu, tindakan remediasi air tanah direkomendasikan, terutama pada wilayah permukiman dengan kadar As tinggi.
Analisis Hubungan Sebaran Ruang Terbuka Hijau dan Kepadatan Bangunan Terhadap Intensitas Suhu Permukaan Tanah di Jakarta Timur Tahun 2022 Hasanudin, Hasanudin; Sari, Dayu Ariesta Kirana; Setyaningrum, Nugraheni; Cahya, Darmawan Listya; Aryaguna, Prama Ardha
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.117-134

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan padatnya bangunan di perkotaan, disertai dengan kurangnya RTH menyebabkan kenaikan suhu permukaan di perkotaan. Jakarta Timur merupakan Kota Jakarta Timur, salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk di tertinggi dalam satu dekade terakhir, sehingga mengalami perubahan penggunaan lahan dengan meningkatnya kepadatan bangunan dan berkurangnya RTH di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis bagaimana persebaran RTH dan kondisi kepadatan bangunan serta hubungannya dengan intensitas suhu permukaan tanah di Jakarta Timur. Data yang digunakan diperoleh dari pengolahan citra Landsat 8 dengan algoritma NDBI (Normalized Difference Built-up Index), NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), dan LST (Land Surface Temperature). Analisis korelasi dan regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara NDBI, NDVI dan LST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta Timur mencakup 58% vegetasi rendah, 22% vegetasi sedang, dan 19% vegetasi tinggi, dengan sebaran RTH yang lebih signifikan di daerah peri-urban. Sedangkan untuk kepadatan bangunan menunjukkan  kepadatan rendah 8%, kepadatan sedang 51% dan kepadatan tinggi 16%. Ditinjau dari penggunaan lahannya didominasi sebagai hunian, dengan rata – rata kepadatan bangunan dalam klasifikasi sedang. Suhu permukaan tanah rata-rata di tiap kecamatan di Jakarta Timur sebesar 26,02°C. Berdasarkan hasil analisis diketahui kenaikan LST dipengaruhi oleh nilai NDBI dan nilai NDVI dengan nilai korelasi 0,7454 serta koefisien determinasi (R2) sebesar 0,556. Untuk persamaan regresi yang dihasilkan yaitu Y=26,73-2,558X1+4,795X2+0,02.

Page 1 of 1 | Total Record : 7