cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24078751     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
Analysis of the Relationship Between the Abundance of Marine Debris and the Number of Visitors at Three Tourist Beaches in Malang Regency, East Java Elvara Tantri Ayu Maharani; Dian Aliviyanti; Defri Yona
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.180-196

Abstract

Marine debris refers to items that are no longer in use and are either deliberately or unintentionally left in marine areas by humans. Beaches, which serve as the boundary between land and sea, are areas vulnerable to pollution by marine debris. High visitor activities in beach areas can affect the abundance of marine debris in those areas. This study examined the composition and abundance of marine debris at three tourist beaches in Malang Regency, East Java, and its correlation with visitor numbers. Sampling was divided into two times intervals according to school holidays: high season (June-July) and low season (August). The marine debris collected was macro marine debris, which was collected from quadrat transect measuring 5x5 m, spaced 20 m apart. Number of visitors from each sampling beach were collected from the counter staff at each beach on the day before the marine waste samples were taken. The results of this study showed that plastic waste was the dominant type of marine debris with a value greater than 70%. The average abundance of marine debris on low season was 1.5 ± 0.3 items/m² and during the high season was 2.5 ± 0.2 items/m², while the weight abundance recorded was 2.3 ± 0.5 grams/m² on low season and 5.6 ± 1.8 grams/m² during the high season. There is a strong and positive correlation between marine debris abundance and the number of visitors (R² = 0.901). The results of this study emphasized the importance of waste management, particularly during the high season.
Rapid Flood Mapping in Surabaya and Gresik using SAR and Optical Satellites: Leveraging Google Earth Engine for Timely Disaster Response Zulfikar Adlan Nadzir; Mutia Rahma Apriani; Muhammad Rohmaneo Darminto
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.197-219

Abstract

Flooding in urban and semi-urban areas of Indonesia, particularly in Surabaya and Gresik, has become an ongoing challenge, exacerbated by rapid urbanization and climate change. This study explores the application of Sentinel-1 Dual-Polarization Water Index (SDWI) and Normalized Difference Water Index (NDWI) derived from Sentinel-2 and Landsat 9 imagery to map flood extents during three major flood events in 2022, 2023 and 2024. The analysis is conducted on a cloud-based Google Earth Engine (GEE) platform to enable near real-time flood monitoring with significantly faster processing time. The results indicate that NDWI is useful in detecting large-scale water bodies and coastal flooding, whereas SDWI performs better in urban and vegetated environments, capturing inundation in built-up areas that NDWI may overlook. The comparison of satellite-derived flood maps with ground-truth data from news reports confirms that both indices can provide indicative flood assessments where SDWI performs slightly better than NDWI. However, discrepancies between remote sensing data and ground observations suggest the need for a hybrid approach combining satellite data with ground-based observations to enhance flood mapping accuracy. The integration of these indices on cloud-based platforms like Google Earth Engine (GEE) offers a scalable solution for rapid flood mapping, supporting emergency response and disaster risk reduction efforts in Indonesia, particularly in flood-prone regions.
Pemantauan Perubahan Garis Pantai Terkait Kemunculan Struktur Pagar Laut di Pesisir Utara Tangerang dengan Citra Satelit Multitemporal Roni Sewiko
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.119-137

Abstract

Pesisir utara Kabupaten Tangerang mengalami dinamika garis pantai yang kompleks dan pada periode terkini beririsan secara spasial-temporal dengan kemunculan struktur pagar laut di zona pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai jangka panjang dan jangka pendek serta menilai keterkaitannya dengan perkembangan struktur pagar laut menggunakan citra satelit multitemporal berbasis Google Earth Engine (GEE). Ekstraksi garis pantai dilakukan menggunakan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) dan Canny Edge Detection, sedangkan analisis temporal memanfaatkan citra Sentinel-2 dan Landsat, statistik deskriptif, uji perbedaan, regresi OLS, deteksi anomali, serta model deret waktu ARIMA dan Prophet. Hasil menunjukkan tren abrasi dominan selama 1990–2015 dengan penyusutan eksposur pantai hingga sekitar 86,5% dari kondisi awal, namun sejak 2023 terjadi peningkatan eksposur pantai yang mencapai 95,3% pada 2024. Pada periode yang sama, panjang struktur pagar laut meningkat dari sekitar 7,1 km pada 2023 menjadi 28,1 km pada 2024. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan dalam dinamika garis pantai sebelum dan sesudah Mei 2024 (p < 0,05), yang mengindikasikan pergeseran pola perubahan pesisir setelah kemunculan struktur tersebut. Validasi perubahan tutupan lahan juga memperlihatkan penyusutan kategori badan air dan peningkatan kelas non-perairan pada area yang berdekatan dengan perkembangan pagar laut. Temuan ini menunjukkan keterkaitan spasial-temporal yang bersifat indikatif antara perkembangan struktur pagar laut dan perubahan dinamika pesisir.
Sustainable Urban Mobility in The Largest Metropolitan Cities of Indonesia: Planned or Realised? Nita Aribah Hanif; Muhammad Lukman Hakim
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.220-239

Abstract

This study aims to analyze the optimization of sustainable mobility in several metropolitan cities in Indonesia. The locus of this study, where the comparison objects will be Jakarta and Surabaya City. The research method used was a qualitative case study approach. The data resources of this study are collected by the researcher through documentation techniques. The data analysis of this study is based on interactive models, which consist of data collection, reduction, visualization, and a conclusion to the answer to the research question. The results of this study show that the sustainable mobility concept has been realized by Jakarta’s Government and Surabaya’s Government. In environmental sustainability indicators, Jakarta has made better progress than Surabaya in organizing public transport and switching to EVs to reduce traffic emissions. In economic effectiveness, the Jakarta and Surabaya governments have the same progress through providing incentives to use public transport. In socio-cultural sustainability, Jakarta and Surabaya have the same problems in providing accessible facilities, including for disabled people. The Jakarta and Surabaya government needs to improve their mobility system, especially accessibility infrastructure, so public transport can be reached by all of the community and achieve sustainable mobility concept optimally.  
Pemodelan Spasial Bahaya dan Wilayah Terdampak Tanah Longsor Menggunakan Model LISEM di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimangggung, Kabupaten Sumedang Kemas Abel Ramadhan Putra; Masita Dwi Mandini Manessa; Satria Indratmoko; Supriyanto Suparno; Twin Hosea Widodo Kristyanto; Anisya Feby Efriana; Diko Hary Adhanto
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.138-160

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya tanah longsor. Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan risiko tinggi bencana tanah longsor. Desa Cihanjuang di Kabupaten Sumedang menjadi lokasi penelitian ini setelah terjadi bencana tanah longsor pada 2021 yang menimbulkan banyak korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan peristiwa tanah longsor di Desa Cihanjuang dan menentukan wilayah terdampak longsor dengan mempertimbangkan faktor permukiman. Metode yang digunakan adalah pemodelan Limburg Soil Erosion Model (LISEM) dengan mempertimbangkan parameter curah hujan, lereng, kekasaran permukaan, dan karakteristik tanah. Data sejarah kejadian tanah longsor digunakan untuk validasi hasil pemodelan. Selanjutnya, hasil pemodelan dihubungkan dengan data tutupan lahan permukiman untuk mengidentifikasi wilayah terdampak tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan sebaran aliran air dan padatan akibat tanah longsor serta volume tanah longsor yang diprediksi. Sebagian besar wilayah bahaya longsor berada pada area dengan lereng di atas 15% dengan total volume longsor yang diprediksi mencapai 3.361.527 m³. Wilayah terdampak tanah longsor di Desa Cihanjuang memiliki luas 15,7 Ha dengan jumlah penduduk terdampak sekitar 2.101 jiwa. Penelitian ini memberikan gambaran umum tentang wilayah bahaya longsor di Desa Cihanjuang dan dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan model dengan mempertimbangkan parameter lain yang berpengaruh.
Kontribusi Infrastruktur Terhadap Transformasi Nilai Tanah di Kota Surabaya dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan Njo Anastasia; Kevin Leonardo; Rico Stevanus; Doddy Prayogo
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.240-254

Abstract

Perkembangan pesat infrastruktur di kawasan perkotaan, khususnya kota Surabaya, telah menimbulkan dinamika baru dalam perubahan nilai lahan. Penelitian ini bertujuan menguji sejauh mana keberadaan infrastruktur seperti jalan tol, stasiun kereta, dan saluran udara tegangan tinggi (SUTT/ SUTET) mempengaruhi nilai tanah dalam konteks perencanaan wilayah yang berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode asosiatif untuk mengkaji hubungan antara variable infrastruktur, aspek fisik, lingkungan, serta aspek legal terhadap fluktuasi nilai tanah. Data dikumpulkan melalui sumber sekunder, termasuk sistus properti daring dan data dari broker properti, yang selanjutnya dianalisis menggunakan algoritma Artificial Neural Network (ANN) pada SPSS Modeler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan lahan dengan stasiun kereta dan SUTT/ SUTET cenderung menurunkan nilai tanah akibat persepsi negatif masyarakat terhadap gangguan suara, polusi, serta potensi risiko keselamatan. Sebaliknya, infrastruktur jalan tol berkontribusi pada peningkatan nilai tanah melalui kemudahan akses da konektivitas wilayah. Temuan ini menjadi dasar pentingnya perencanaan infrastruktur yang selektif dan sensitive terhadap konteks local guna mendorong pertumbuhan kota yang infklusif dan berkelanjutan.
Prediction of Built-up Land Changes until 2032 Using the Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) and Logistic Regression Approaches (Case Study: Gerbangkertosusila) Prastika Wulandari; Dwi Wahyuningrum; Danang Budi Susetyo
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.161-179

Abstract

Urban areas are highly vulnerable to land cover changes, particularly the conversion of non-built-up land into built-up areas due to increasing population growth and urban activities. As the second-largest metropolitan agglomeration in Indonesia after Jabodetabek, Gerbangkertosusila has experienced rapid urbanization driven by migration and regional development. Understanding land-cover dynamics in this region is important for supporting sustainable urban planning and future land management. Therefore, this study aims to analyze built-up land expansion in Gerbangkertosusila from 2012 to 2022 and predict future growth in 2027 and 2032 using Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN) and Logistic Regression models. The modeling process incorporated driving factors including proximity to roads, buildings, rivers, and Digital Elevation Model (DEM). The results indicate that built-up land increased from 41,417.50 hectares in 2012 to 63,928.06 hectares in 2022. The ANN model demonstrated higher accuracy (94.01% correctness, kappa 0.64) than Logistic Regression (93.09% correctness, kappa 0.58). Future projections show continued expansion, with the ANN model estimating 64,017.43 hectares in 2027 and 89,237.90 hectares in 2032, while the Logistic Regression model predicts 62,662.39 hectares in 2027 and 84,438.57 hectares in 2032. These findings indicate that Gerbangkertosusila will continue to experience significant urban expansion in the coming years. The projected spatial patterns for 2027 and 2032 can support urban spatial planning, infrastructure development, and strategies to mitigate uncontrolled urban expansion in Gerbangkertosusila.