cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN MELALUI SURAT KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN Kajian Kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Muchtar Muchtar
Sosio Konsepsia Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.658

Abstract

Kajian ini bertujuan memahami implementasi Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM) melalui Surat Kuasa Penggunaan Anggaran (SKPA). Jenis kajian deskriptif-kualitatif, dengan teknik pengumpulan data w«wancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan: aparat Pemda setempat "Satuan Kerja/Satker" P2FM kabupaten, Konsultan Pendamping Pusat yang berkedudukan di kabupatenjkota (KPPKK), dan akademisi dari Perguruan Tinggi setempat. Kajian dilakukan di Kabupaten Bengkulu Utara. Pertimbangannya adalah merupakan salah satu daerah pilot project diimplementasikannya P2FM dari 44 kota/kabupaten di Indonesia (2006). Hasil kajian menunjukkan:(a) hingga saat dilakukan kajian (Pekan ke-empat Oktober 2006), kegiatan P2FM (yang dilakukan oleh Satker kabupaten) masih pada tahap persiapan, yakni (baru) penjajagan lokasi dan pemetaan kebutuhan, serta sosialisasi. Yang dikhawatirkan adalah tidak terselesaikannya rangkaian kegiatan secara baik, yang berujung pada pengembalian dana ke kas negara, sementara masyarakat (fakir miskin) sangat memerlukannya, mengingat waktu sudah di penghujung tahun anggaran (Nop 2006); (b) terbatasnya SOM Satker Kabupaten secara kualitas dan kuantitas. Berdasarkan hasil kajian itu, disarankan agar para pelaku P2FM di daerah (dalam kurun waktu yang masih tersisa (Nop & Des 2006): melakukan percepatan kegiatan program; melakukan dan menjaga hubungan harmonis dengan instansi teknis terkait dan instansi sosial provinsi, yang dalam struktur P2FM tidak terlihat secara jelas peran dan fungsinya; mengusulkan biaya operasional daerah melalui APBD untuk keberlangsungan P2FM. Untuk pelaku P2FM di pusat: konsisten pada waktu dan kegiatan program yang telah dirancangnya; melakukan moneva secara profesional, dan tidak sekedar tour ke daerah, serta pentingnya kajian sebelum implementasi program.
IDENTIFIKASI PENGAMEN SEBAGAI UPAYA MENCARI STRATEGIPEMBERDAYAAN Habibullah Habibullah
Sosio Konsepsia Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tipe pengamen di Malioboro Yogyakarta. Dengan adanya kategori ini diharapkan berbagai penanganan pengamen lebih tepat sasaran dan tidak menciptakan ketergantungan pengamen kepada pihak yang melakukan pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan data kualitatif, infonnan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa commonsense masyarakat menyatakan pengamen mernpakan pengganggu ketertiban umum, pencuri dan pencopet akan tetapi hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak selamanya commonsense itu benar khususnya untuk kasus pengamen Malioboro Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah kategorisasi pengamen di Malioboro menjadi, l)Tipe IdealisEkspresionisme, 2)Tipe Profesional (Survival Oriented), 3)Tipe Fatalistik. Pengamen tipe profesional dan Jatalistik cenderung melakukan tindak kriminal dan cenderung masuk kategori PMKS, sedangkan tipe idealis-ekspresionisme memiliki potensi antara lain: memiliki bakat seni, kreativitas, alat musik yang bervariatif, wawasan yang lebih luas dibandingkan dengan kedua tipe lainnya. Penelitian ini merekomendasikan apabila akan melakukan pemberdayaan pengamen maka tiga tipologi pengamen efektif membantu dalam pembuatan kebijakan. Dengan kata lain, kebijakan yang diambil harns disesuaikan denganpermasalahan yang berkembang di kalangan pengamen itu sendiri.
PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK: KAJIAN FAKTOR PENYEBAB DAN ALTERNATIF PENCEGAHANNYA Abu Hanifah
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.693

Abstract

Pengkajian ini bertujuan mengetahui : (1) faktor penyebab meningkatnya kasus perdagangan perempuan dan anak di Indonesia; (2) Peran Pemerintah dan LSM dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana perdagangan perempuan dan anak. Cara mencapai tujuan dilakukan studi dokunzentasi. Data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dikategorisasi, dianalisis, dan diinterpretasi secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab meningkatnya kasus perdagangan perempuan dan anak yaitu: kemiskinan, pendidikan rendah, kawin usia dini, ketidaktaatan terhadap ajaran agama, dan sebagian besar orangtua terlibat dalam praktik perdagangan perempuan dan anak. Peran pemerintah dalam pencegalum dan penanggulangan perdagangan perempuan dan anak, baru terbatas pada tingkat sosialisasi dan penyusunan infrastniktur kelembagaan yang terkait dengan trafficking, namun beberapa LSM telah merespons persoalan trafficking dengan berbagai aksi, baik da/am bentuk penanganan kasus maupun pencegalzan terjadinya trafficking. Solusi yang diajukan dalam pengkajian ini, adalah pencegahan perdagangan perempuan dan anak melalui pemberdayaan sosial keluarga, dimana keluarga yang ketahanan sosialnya lemah ditingkatkan agar dapat melaksanakan peran dan fungsi sebagaimana mestinya. Upaya peningkatan peran dan fungsi keluarga, dilakukan dengan intervensi pekerjaan sosial. Pekerja sosial sebagai pelaku perubahan diharapkan dapat nzemperbaiki kondisi keluarga, nzenyangkut beberapa aspek, yaitu : (a) pelaksanaan peran sesuai dengan kedudukan; (b) pemenuhan kebutuhan dasar; (c) terjalinnya hub1mgan akrab antara keluarga dengan lingkzmgannya; dan (d) tewujudnya keluarga yang harmonis.
TEKNIK PENJANGKAUAN DAN PENDAMPINGAN PEKERJA SOSIAL TERHADAP MANTAN ANDIK LAPAS MELALUI PEER EDUCATOR (PE) Studi Kasus di Rumah Pusat Pelibatan Masyarakat Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.696

Abstract

Peer Educator adalah anak mantan Andik (anak didik) yang mempunyai pengaruh terhadap teman-temannya dan telah dilatih untuk melakukan pendampingan terhadap sesama mantan andik bersama pekerja sosial. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan sesama mereka. PE dipilih dari mereka yang mempunyai pengaruh terliadap teman lainnya, bertujuan untuk menghindari kecurigaan anak, menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya.PE dipilih berdasarkan atas pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. Setelah mereka dilatih, secara reguler masing-masing PE melakukan pertemuan / local meeting dengan temannya bersama dengan pekerja sosial di wilayah dampingannya. Dalam pertemuan itu membahas permasalahan-permasalahan, issue-issue terbaru maupun harapan anak dampingan. Selain itu, sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin secara reguler untuk sharing pengalaman di wilayah dampingan masing-masing.
Halaman Depan Vol 13 No 3 Sep Des 2008 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.698

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETAHANAN SOSIAL PADA KOMUNITAS MULTIKULTUR Studi di Kelurahan Perkamil Kecamatan Tikala Kota Manado Mochamad Syawie
Sosio Konsepsia Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.701

Abstract

Kesadaran multikultur sebenarnya sudah muncul sejak negara Republik Indonesia terbentuk. Munculnya wacana multikulturalisme merupakan reaksi terhadap adanya pluralitas yang begitu kompleks di dalam masyarakat, yang di dalamnya tidak hanya pengakuan yang dibutuhkan tetapi juga kesadaran budaya yang inklusif. Bagaimana terjadi komunikasi dan pertukaran budaya yang saling berdialektis antar ragam komunitas atau kelompok-kelompok masyarakat tanpa harus menyertai semangat atau ideologi untuk saling menunjukkan dan menganggap kebudayaan kelompoknya paling superior. Permasalahan pokok kaijian ini adalah Jaktor-Jaktor apa yang menyebabkan adanya kemampuan komunitas dengan beberapajberagam budaya dapat memiliki ketahanan sosial. Tujuan kajian ini adalahmengetahui gambaran komunitas yang memiliki beragam budaya namun kondisi ketahanan sosialnya relatif baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Hasil analisis kajian mengungkapkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan yang menonjol di kalangan komunitas lokal untuk pemahaman tentang multikultur. Multikultural tidak terlepas dari faktor budaya masing-masing komunitas, toleransi antar umat, faktor kekeluargaanjkekerabatan dan faktor kesadaran untuk saling memahami. Faktor pendidikan dan ekonomi merupakan pendukung yang cukup signifikan terhadap daya tahan komunitas. Berfungsinya lembaga komunitas (forum antara umat beragama) cukup besar perannya sebagai peredam konflik.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN ANAK YANG DIPERDAGANGKAN Studi Kasus di Rumah Perlindungan Sementara Anak (RPSA) Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.705

Abstract

Perdagangan anak merupakan permasalahan serius yang perlu diperhatikan baik pemerintah maupun masyarakat. Anak-anak diperdagangkan dengan berbagai tujuan, banyak dari mereka yang berada pada kondisi yang mirip dengan perbudakan dimana mereka tidak ada pilihan sama sekali dalam kehidupan atau nasib mereka. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan anak merupakan variasi yang luas, seperti kemiskinan, ketiadaan akte kelahiran, mudahnya pembuatan KTP palsu untuk mengirim ke luar negeri secara ilegal, untuk dipekerjakan sebagai pelacur, kekerasan dalam rumalz tangga, konflik sosial dan peperangan, bencana alam dan kurangnya informasi. Indonesia telalz mengadopsi protokolkonvensi hak anak mengenai perdagangan anak dalam bentuk undang-undang anti traficking. Kebijakan tersebut harus diimplebentasikan dalam bentuk kegiatan atau program. Berikut akan mengupas implementasi kebijakan mengenai penanganan anak yang di perdagangkan yang mengambil studi kasus di Rumah Perlindungan Sementara Anak (RPSA).
ANAK YANG DILACURKAN; LATAR BELAKANG DAN PERMASAHANNYA Studi Kasus di Kota Surabaya Yanuar Farida Wismayanti
Sosio Konsepsia Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.710

Abstract

Exploitation sexual for children is the big issues about child protection. This paper described, the background this condition are poverty, less of education, deception, lifestyles, patriarchi culture and frustration. Exploitation sexual for children has many problems. Trafficking brings the bad effects for women and children, many things that bring them to the worst and unbeneficial condition, whether in social, psychological, or the children growth and their social interaction process. They are sensitive with victime from their pimp, customer, or their boyfriend. The other problem, they are very sensitive infected sexual infection, including HIV/AIDS. To protect the children, some institute care of children, maked the programsprevention, like supporting group, theater, media campaign (poster, stickers, leaf leat), and awareness about the risk from their sexual activiti;.
PERKAWINAN WANITA USIA DINI PADA KELUARGA MISKIN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Evy Ratna Kartika Waty; Vegitya Ramadhani Putri
Sosio Konsepsia Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.711

Abstract

Child marriage mostly happens in rural societies with many circumstances. Education's less-access, poverty, isolated-area, jobless are many factors that influencing child-marriages. From socio-economic aspect, these kinds of marriages causing school-drop-out, less life-skill, less knowledge, less self-confidence, and less job participation. That problem is most consequential to women that involve on child-marriages. Those condition impact to family's poverty and economic-dependency. Women with child-marriage also have suffered with negative on their reproduction health. Most of child-marriage happens btj manipulation of ages and time of their birth, which is as important condition to be a legal marriage. This research found that this child-marriage is psychological and physical violence. Women as teenagers whom in child-marriages are forced to involve in adult life in most of them had emotional depression and faced many socialeconomy difficulties.
PENGEMBANGAN PROGRAM KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR PESANTREN Pudji Muljono; Dian Noor Tamzis Hanafi
Sosio Konsepsia Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.716

Abstract

The Improvement of Life Skills Program for Community Empowerment of Surrounding Islamic Boarding School. As the effect of economic crisis in 1998 and facing global economic crisis situation since 2008, Indonesia has to overcome various social problems such as unemployment, the increasing number of drop-out students, and the increasing rate of the poverty. This phenomenon drives the Department of National Education (DNE) to establish the Life Skills Program involving the society. But, there are different concepts and implementation about this program between World Health Organization (WHO) and DNE. The government policy give opportunity for the society to actively engage in education sector is responded by the community of Village of Sukosono, District of Kedung, Regency of Jepara by establishing Community Learning Center (CLC) "Al-Wathoniyah". This establishment is driven by the relatively low level of welfare and education in Sukosono community. CLC carries out the extramural education including Life Skills Program and cooperates with Islamic Boarding School "Mambaul Qur'an". The implementation of this program needs to be evaluated and given feedback through research and action program, by means of observation, interview, documentation study, and Focus Group Discussion (FGD) in order for the program to be implemented better in the future.

Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue