cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
KEMANDIRIAN REMAJA PASCA-MENERIMA PELAYANAN DI PUSAT PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA MAKKARESO, MAROS, SULAWESI SELATAN Ruaida Murni
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i2.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian remaja eks-klien Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPPSBR) Makkareso Maros, Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, FGD dan studi dokumentasi terhadap data sekunder yang terkait dengan topik penelitian. Informan terdiri dari eks-klien, orangtua eks-klien, pekerja sosial dan pihak yang terlibat dalam proses pelayanan sosial, rekan kerja atau majikan eks-klien. Penentuan informan dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dengan tujuanpenelitian ini. Informan eks-klien yang dipilih secara purposive dengan ketentuan mereka telah keluar dari PPSBR antara 1 sampai 3 tahun sebanyak 30 orang. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan melakukan kategorisasi ke dalam aspek-aspek penelitian yang telah ditentukan dan dipersentase sehingga diperoleh informasi yang menjelaskan kemandirian eks-klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian eks-klien semakin mandiri baik secara sosial, emosional, intelektual dan ekonomi. Indikasinya terlihat dari sebagian eks-klien mampu melanjutkan sekolahnya dengan biaya sendiri, kemampuan membangun relasi sosial, memperoleh pekerjaan, dan kematangan emosional denganmelibatkan diri dalam pemecahan masalah keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa berkat dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat, pelayanan sosial yang diberikan PPSBR mampu menggali potensi kliennya yang berasal dari remaja putus sekolah menuju kemandirian.Kata kunci: Kemandirian, remaja, penerima pelayanan, Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja.
KONDISI PSIKOSOSIAL ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM PASCA REHABILITASI SOSIAL DI PANTI SOSIAL MARSUDI PUTRA ANTASENA, MAGELANG Husmiati Husmiati
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i2.773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan profil anak yang berkonflik dengan hukum yang menjadi klien di PSMP Antasena, Magelang. Selain itu penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi psikososial anak nakal dan anak yang berkonflik dengan hukum pasca rehabilitasi sosial, Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 10 orang bekas klien dijadikan informan dan diplih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan pada umumnya klien berusia remaja, mengikuti program belajar kerja dan sebagian besar menjalani program rehabilitasi reguler dan mendapatkan bantuan UEP pasca rehabilitasi. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan terjadi perubahan psikososial anak nakal dan anak yang berkonflik dengan hukum mengalami perubahan ke arah positif berbanding dengan kondisi sebelum rehabilitasi. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikanagar rehabilitasi sosial yang dijalankan sama bagi semua klien baik program reguler maupun day care, pembinaan lanjut harus didasarkan pada model yang sistematik dan terukur untuk melihat kemajuan dan perkembangan psikososial eks-klien, serta perlunya dilakukan penelitian lanjutan dengan mengelaborasi variabel-variabel psikososial. Kata kunci: Anak berkonflik dengan hukum, psikososial, rehabilitasi sosial, pembinaan lanjut.
KORELASI PELATIHAN VOKASIONAL DENGAN KOMPETENSI PENYANDANG DISABILITAS ALUMNI BALAI BESAR REHABILITASI VOKASIONAL BINA DAKSA (BBRVBD), CIBINONG Santi Utami Dewi
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i2.774

Abstract

Kompetensi perlu dikuasai oleh penyandang disabilitas agar mereka dapat bekerja dan bersaing dengan yang bukan penyandang disbailitas pada pasar kerja terbuka. Pelatihan vokasional yang diselenggarakan oleh BBRVBD Cibinong merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi penyandang diabilitas dalam mengembangkan kompetensinya. Sebuah sensus telah dilakukan pada bulan Juni-Desember 2012 terhadap 42 lulusan BBRVBD Cibinong jurusan penjahitan tahun 2006-2012 dan hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut: kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan berada dalam kategori tinggi; lama menyandang disabilitas dan pendidikan non formal penyandang disabilitas peserta pelatihan, kemampuan instruktur dalam memotivasi peserta, kurikulum pelatihan, dan kualitas penyelenggara pelatihan. Korelasi Pelatihan Vokasional dengan Kompetensi Penyandang Disabilitas Alumni Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa, Cibinong. Santi Utami Dewi, Siti Amanah, dan Eva Rahmi Kasim mempunyai korelasi signifikan terhadap kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan. Keefektifan pelatihan dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kemampuan instruktur dalam memotivasi peserta, memperkuat kurikulum pelatihan, dan meningkatkan kualitas lembaga penyelenggara pelatihan.Kata kunci: Pelatihan vokasional, rehabilitasi vokasional, penyandang disabilitas, disabilitas, kompetensimenjahit. 
Hal Belakang Volume 18 No 03 September Desember 2013 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i3.779

Abstract

STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI WILAYAH PERBATASAN BERBASIS KELAUTAN DAN PERIKANAN (STUDI KASUS DI NANUSA, NATUNA DAN NUNUKAN) Mira Mira; Akhmad Solihin; Tajerin Tajerin
Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i3.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu, permasalahan dan strategi peningkatan ekonomi wilayah perbatasan berbasis sektor kelautan dan perikanan telah dilakukan di Natuna, Nunukan, dan Nanusa pada tahun 2012. Data yang digunakan dalam penelitian adalah bersifat kualitatif yang dikumpulkan dengan Focus Group Disscussion (FGD). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik LFA (Logical Framework Analisys) untuk memetakan permasalahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, teknik SWOT (Strength-Weakness-Opportunity-Threat) untuk merumuskan strategi peningkatan ekonomi wilayah perbatasan, dan teknik QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan pilihan strategi prioritas. Berdasarkan total nilai dari causatif dan effect dari analisis LFA disimpulkan 7 permasalahan utama dari 19 isu permasalahan dalam peningkatan ekonomi wilayah perbatasan, yaitu: (1) produktivitas perikanan tangkap dan budidaya yang rendah; (2) lemahnya peran kelembagaan ekonomi; (3) pasokan BBM tidak lancar dan mahal harganya; (4) maraknya illegal fishing; (5) ketergantungan perekonomian terhadap negara luar; (6) dukungan penyediaan input produksi berupa benih dan pakan yang kurang dan (7) kurangnya frekuensi angkutan laut. Berdasarkan analisis SWOT dan QSPM, dirumuskan strategi peningkatan ekonomi wilayah perbatasan yaitu, pertama: Untuk mendukung peningkatan produktifitas perikanan tangkap dan budidaya pemerintah setidaknya membangun 1 SPDN dan 1 BBI di masing-masing wilayah tersebut. Kedua: Pemberian bantuan modal untuk peningkatan usaha penangkapan minimal Rp 77 juta sampai dengan Rp 200 juta dan Rp 60 juta untuk usaha budidaya. Ketiga: Pemerintah minimal menyediakan 25 tenaga pendamping untuk mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi dan kualitas nelayan, pembudidaya, dan pengolahan perikanan. Keempat: Pemerintah harus merealisasikan 180 hari pengawasan dimana selama ini jumlah hari pengawas baru terealisasi 100 hari per tahun. Kata kunci: Peningkatan ekonomi, wilayah perbatasan, strategi,nelayan .
IMPLEMENTASI MODEL PEMBERDAYAAN LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK PASCA-KONFLIK SOSIAL DI KOTA AMBON C. Elly Kumari Tjahya Putri; Sri Yuni Murtiwidayanti
Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i3.784

Abstract

Anak merupakan harapan atau dambaan bagi setiap orang dalam keluarga, namun dalam kenyataanya, keberadaan anak di lokasi daerah konflik sosial hak- hak anak banyak yang terabaikan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian mengenai Implementasi Model Pemberdayaan Lembaga Perlindungan Anak Pasca-Konflik Sosial di Kota Ambon melalui pembentukan atau pemanfaatan forum perlindungan anak “Lawamena Kota Ambon” sebagai wadah jejaring kerjasama dalam pelayanan kesejahteraan anak. Hasil penelitian disimpulkan bahwa model pemberdayaan Lembaga Perlindungan Anak di Kota Ambon cukup aplikabel meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat serta berbagai instansi yang kompeten dalam menegakkan hak-hak anak. Meskipun demikian, karena secara kelembagaan Forum Lawamena ini belum didukung oleh peraturan daerah yang dapat memberikan legalitas keberadaannya, membuat kegiatannya kurang berjalan lancar. Direkomendasikan perlu meningkatkan kerjasama antara Forum LPA (Lembaga Perlindungan Anak) ‘Lawamena’ sebagai lembaga yang memiliki visi dan misi memberikan perlindungan dengan Pemerintah Daerah setempat serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak sehingga diharapkan LPA memiliki keberdayaan dalam memberikan perlindungan terhadap anak di Kota Ambon. Kata kunci: Model pemberdayaan kelembagaan perlindungan anak, anak pasca-konflik, lembaga perlindungan anak.
ANALISIS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL BERBASIS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI DI YOGYAKARTA Wasisto Raharjo Jati
Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i3.785

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi implementasi pemberdayaan masyarakat berbasis progam PNPM Mandiri di Desa Kadisoka, Kabupaten Sleman. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis permasalahan yang terjadi dalam progam pemberdayaan masyarakat dengan mendayagunakan lingkungan sekitarnya sebagai penggerak ekonomi lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode ini dipilih untuk melihat secara langsung baik secara interaktif maupun partisipatoris di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberdayaan masyarakat berbasis PNPM sudah membantudalam manajemen ekonomi masyarakat lokal agar lebih terstruktur sehingga dapat memacu pendapatan masyarakat. Namun demikian, permasalahan infrastruktur sendiri masih menjadi hambatan dalam progam pemberdayaan masyarakat baik dari modal maupun infrastruktur.Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, PNPM Mandiri, minapolitan, desa Kadisoka.
KONSTRUKSI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KEMISKINAN Anwar Sitepu
Sosio Konsepsia Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v16i1.789

Abstract

Konstruksi lembaga kesejahteran sosial (LKS) yang dipandang mampu menopangkeberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan adalah dalam bentuk perkumpulansosial formal, nonprofit, dengan sistem keanggotaan perorangan, terbuka bagi semua lapisan,dikelola sesuai azas-azas organisasi modern. Perkumpulan tersebut menyelenggarakan duakegiatan pokok yang saling menunjang, yaitu: (a) kegiatan pelayanan ekonomi dan (b)kegiatan pelayanan sosial. Kegiatan ekonomi dimaksud adalah usaha simpan dan pinjam.Kegiatan ini bersifat kunci, wajib dilakukan, merupakan alat untuk mencapai tujuan. Fungsinyabukan sekedar penggalian potensi menjadi sumber tetapi mengandung unsur edukasi danperubahan perilaku. Kegiatan sosial dimaksud meliputi bidang luas sesuai kesepakatan, antaralain: (a) menyelenggarakan pendidikan anggota. (b) menyelenggarakan bantuan sosial, (c)menyelenggarakan rujukan dan mengkaitkan orang dengan sumber - sumber daya.Kata - Kata-kata kunci: pemberdayaan, lembaga kesejahteraan sosial, kemiskinan
MASYARAKAT DESA TERTINGGAL: Kebutuhan, Permasalahan, Aset, dan Konsep Model Pemberdayaannya (Studi di Desa Jambu, Engkangin, Sendangmulyo & Mlatirejo Muhtar Muhtar dkk
Sosio Konsepsia Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v16i1.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, sumberdaya, permasalahan, dan program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah. Jenis dan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif. Lokasi penelitian Ds. Jambu & Ds. Engkangin-Kalbar serta Desa Sendangmulyo & Ds. Mlatirejo- Jateng. Informan ditentukan secara purposive: perwakilan masyarakat, pemuka masyarakat (formal, informal), dan aparat instansi sosial kabupaten dan provinsi. Teknik pengumpulan data: panduan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok. Data lapangan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian di Ds. Jambu dan Ds. Engkangin, dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok dapat dikatakan terbatas karena terbatasnya asset. Sementara di Ds. Sendangmulyo dan Mlatirejo, kebutuhan pokok relatif terpenuhi karena tersedianya asset. Dari pemanfaatan sumberdaya (alam) di Ds. Jambu & Ds. Engkangin masih merupakan potensi. Dari sisi program pemberdayaan, di Ds. Jambu & Ds. Engkangin, belum dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut masih bersifat charitatif. Atas realitas itu disarankan: Kementerian Sosial dapat melakukan program pemberdayaan sekurangnya: Pemberdayaan Fakir Miskin dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, disertai pendampingan dan pengendalian yang proporsional; Instansi terkait, dimungkinkan melakukan: Penyediaan air bersih, prasarana kesehatan, pendidikan, prasarana jalan, budidaya karet dan ikan air tawar (Ds. Jambu & Ds. Engkangin) serta penyuluhan prilaku sehat; Bantuan stimulan ternak (sapi) dan pemanfaatan kotorannya sebagi kompos melalui teknologi tepat guna serta pengelolaan buah pisang (Ds. Sendangmulyo & Mlatirejo). Sementara itu, model pemberdayaan perlu dilakukan secara partisipatif, melalui: asesmen, perencanaan program, formulasi rencana aksi, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi. Kata-kata kunci: Pemberdayaan sosial, identifikasi kebutuhan, permasalahan dan sumber daya.
KONTRIBUSI ORGANISASI SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (STUDI KASUS ORGANISASI SOSIAL DI KOTA PALEMBANG-SUMATERA SELATAN) Abu Hanifah; Nunung Unayah
Sosio Konsepsia Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v16i1.796

Abstract

Penelitian mengenai Kontribusi Organisasi Sosial dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial ini bersifat studi kasus yang dilaksanakan di kota Palembang dengan mengambil 30 Orsos sebagai sasaran penelitian. Orsos di kota Palembang pada umumnya masih dalam kategori tumbuh dan berkembang dan semuanya sudah berbadan hukum. Semua Orsos memiliki struktur organisasi dan uraian tugas dari masing-masing pengelola Orsos. SDM pengelola Orsos pada umumnya berpendidikan Sekolah Menengah Atas dan telah mengikuti pelatihan manajemen Orsos.Sarana dan prasarana Orsos dinilai cukup baik berkat adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Berkat adanya bantuan dari pemerintah, dunia usaha, dan donator dari masyarakat, Orsos dapat memberikan pelayanan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ada dilingkungannya. Kontribusi Orsos dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah dan menanggulangi meningkatnya jumlah PMKS. Komitmen pemerintah terhadap program akselerasi kontribusi Orsos masih perlu ditingkatkan, hal mana pemerintah daerah memberi bantuan dana untuk Orsos melalui dana dekonsentrasi dan APBD dinilai masih sangat minim.Fasilitas yang diberikan pemerintah belum terskema, dalam arti pemerintah baru memberi bantuan, tapi belum sampai bagaimana memasarkan hasil/produk dari penerima pelayanan.Disamping itu pendampingan, monitoring, evaluasi, dan koordinasi dengan instansi terkait dipandang masih kurang. Agar kinerja Orsos dalam pembangunan kesejahteraan sosial semakin meningkat, maka disarankan halhal sebagai berikut: (1) perlu ditingkatkan koordinasi antar instansi terkait; (2) perlu adanya pendampingan, monitoring, dan evaluasi dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan dari aparat pemerintah; (3) program poemberdayaan harus didasarkan atas kebutuhan penerima pelayanan, dalam arti bersifat “buttom-up” dan bukan “top-down”; dan (4) pemberdayaan Orsos menyangkut kapasitas dan kompetensi sebagai mitra kerja pemerintah perlu dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Kata-kata kunci: Kontribusi, Organisasi Sosial, dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial.

Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue