cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
Inovasi Filantropi Islam dalam Menanggulangi Masyarakat Miskin Terdampak Covid-19: Studi Kasus di Baznas Provinsi Kalimantan Barat Khamim, Khamim; Afad, M.Najmul; Widodo, Agus; Perdhiansyah, Perdhiansyah; Hakim, Muhammad Lutfi
Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v10i3.2435

Abstract

Abstrak: Dunia sekarang lagi dilanda Pandemi Covid-19. Ada 34 provinsi di Indonesia yang tergolong zona merah terdampak Covid-19, termasuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Penyebaran virus ini sangat cepat dan berdampak terhadap berbagai lapisan masyarakat, terutama ekonomi para karyawan dan masyarakat miskin di Provinsi Kalbar. Untuk menanggulangi dampak tersebut, perlu adanya peran dan partisipasi dari suluruh kalangan, termasuk Baznas Provinsi Kalbar sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tulisan ini fokus pada inovasi dalam fundraising filantropi Islam, pemanfaatannya dan kendala-kendala yang dialami Baznas dalam menanggulangi masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan menggunakan jenis penelitian lapangan dan didukung dengan hasil wawancara dan dokumentasi, tulisan ini menemukan dua strategi yang digunakan oleh Baznas Provinsi Kalbar dalam fundraising ZIS yang mengalami kenaikan sebesar 2,92 kali dibandingkan tahun 2019, yaitu sosialisasi Fatwa MUI terkait pemanfaatan ZIS dan optimalisasi peran UPZ. Dalam hal pemanfaatannya pada masa pandemi Covid-19, Baznas Provinsi Kalbar mendistribusikan 91% dana ZIS pada bidang darurat kesehatan berupa program kesehatan dan kuratif, sedangkan sisanya (9%) dimanfaatkan untuk bidang darurat sosial-ekonomi berupa paket logistik keluarga, zakat fitrah dan fidyah, serta BTM. Terbatasnya waktu dan ruang gerak pada masa pandemi merupakan kendala yang dirasakan Baznas Provinsi Kalbar. Kata kunci: Filantropi Islam, Covid-19, Masyarakat Miskin, Baznas Provinsi Kalimantan Barat  
Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Bagi Keluarga Penerima Manfaat Di Kabupaten Gorontalo Utara Irmawan, Irmawan; Nugrahaningsih, Lidia; Hidayatulloh, A. Nururrochman
Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v10i3.2558

Abstract

Abstrak: Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu) adalah proses mengembalikan keberfungsian sosial fakir miskin melalui upaya memperbaiki kondisi rumah yang dilakukan secara gotong royong. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial Rutilahu bagi Keluarga Penerima Manfaat. Jenis penelitian gabungan deskriptif kuantitatif dan kualitatif; Lokasi di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo; Responden dipilih secara purposivesampling, yaitu Keluarga Penerima Manfaat Rutilahu sejumlah 50 responden dan 10 informan untuk stakeholder; Teknik pengumpulan data meliputi: Angket untuk 50 KPM; Wawancara untuk 10 stakeholder; Observasi melihat kondisi rumah; Telaah dokumen. Analisis deskriptif kuantitatif dari aspek fisik bangunan rumah, kesehatan, keamanan dan sosial. Analisis deskriptif kualitatif untuk kesejahteraan KPM. Hasil penelitian: Program RS Rutilahu bagi KPM dapat memperbaiki Rutilahu menjadi rumah yang layak huni sesuai dengan persyaratan keamanan, kesehatan dan sosial, penyaluran bantuan tepat sasaran, dan dapat memberdayakan KPM. Kesimpulan: Rehabilitasi Sosial Rumuh Tidak Layak Huni termasuk efektif dapat memperbaiki rumah menjadi layak huni. Rekomendasi kepada Kementerian Sosial RI cq Dirjen PFM bahwa Program RS Rutilahu termasuk efektif, sehingga program tersebut perlu dilanjutkan dan ditingkatkan, baik secara kuantitatif dengan menambah jumlah KPM maupun secara kualitatif dengan menambah besarnya bantuan dari 15 juta menjadi 25 juta/KPM agar kualitas bagunan rumah semakin baik. Kata kunci: Efektivitas, Rehabilitasi, Rutilahu, Keluarga 
FAKTOR-FAKTOR INDIKATIF TERJADINYA TRAFFICKING ANAK DI DAERAH PENGIRIM. KASUS DI KOTA SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT B Mujiyadi
Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i1.107

Abstract

Studi ini bermaksud menelusuri adanya indikasi praktek trafficking anak, sekaligus memahami persepsimasyarakat atau keluarga terhadap anak, sehingga diketahui mengapa praktek trafficking kerap terjadi didaerah pengirim. Lokasi yang menjadi sasaran penelitian yakni di wilayah Kota Singkawang, ProvinsiKalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan FGD pada orang tua atau keluargakorban, anak yang menjadi korban, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat dari instansi terkait,dilengkapi dengan studi kasus untuk lebih mendalami tentang mengapa masyarakat memiliki persepsitertentu serta observasi terhadap lingkungan sekitar. Dari studi ini ditemukan bahwa terdapat tiga kategoripria dari sebuah negara yang menginginkan kawin dengan perempuan asal Singkawang, dan hanya denganberbekal sebuah foto dari pria dimaksud. Ketiga kategori dimaksud adalah pria pensiunan dari tentara,pria usia matang dan pria tertentu yang dibiayai oleh sindikat tertentu. Traficking ini terjadi karena adanyapush factors dan pull factors. Ini semua terjadi karena ketidak tahuan pihak yang terlibat dalam kasustrafficking akan hak anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan demi keuntungan finansialbelaka. Diharapkan hasil studi ini dapat menghasilkan suatu model intervensi untuk mencegah terjadinyapraktek trafficking anak.Kata kunci: trafficking anak, persepsi masyarakat, daerah pengirim.
SISTEM JARINGAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KOTA TERNATE Kissumi Diyanayati
Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i1.110

Abstract

Ternate termasuk daerah rawan bencana gunung berapi, banjir lahar dingin, tsunami, dan gempa bumi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penanggulangan bencana yang ada di Kota Ternate.Sumber data berasal dari aparat instansi terkait yang mempunyai tugas dan fungsi penanggulanganbencana, serta relawan yang sedang bertugas di posko. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi, FGD, dan telaah dokumen. Data yang terkumpul dianalisa secara kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan meskipun telah ada BPBD, mekanisme kerja sistem jaringan penanggulangan bencana masihberpedoman pada Prosedur Tetap (Protap) Satlak PB yang terdiri dari 6 (enam) komponen yakni transportasi,peralatan, logistik dan konsumsi, informasi/ komunikasi dan publikasi, kesehatan, dan keamanan. Denganterbentuknya BPBD, koordinasi penanggulangan bencana dirasa menurun. Hal ini terkait anggapan dariaparat SKPD dan relawan dengan terbentuknya BPBD, tugas dan wewenang penanggulangan bencanamenjadi tanggungjawab BPBD. Oleh karena itu disarankan untuk menyusun protap baru dengan menambahjaringan personil dan dilakukan sosialisasi atas kewenangan BPBD agar penanggulangan bencana termasukpenanganan korban dapat dilakukan lebih optimal.Kata kunci: sistem jaringan–penanggulangan bencana–kota ternate.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENTAWAI MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN LOKAL DI PULAU SIBERUT Erwin Erwin
Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i2.112

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasarkan pada premis bahwa kriteria dan ukuran rumah tangga miskin harus dikembalikankepada masyarakat. Masyarakat memiliki kriteria dan ukuran sendiri, yang dipengaruhi oleh sistemnilai yang berakar pada daya dukung budaya, agama dan lingkungan. Kelembagaan lokal yang dimilikimasyarakat jika diperkuat dan diberdayakan akan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi menurutbudaya masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kriteria dan indikatorrumah tangga miskin dalam pandangan publik. (2) untuk menganalisis strategi rumah tangga miskin untukmemanfaatkan pada sumber daya ekonomi, alokasi tenaga kerja dalam rumah tangga. (3) untuk menganalisisprofil program, pola implementasi yang telah dan sedang dilaksanakan oleh pemerintah dan organisasi nonpemerintah.(4) Menganalisis energi sosial kreatif yang mencakup sistem nilai, norma, dan kepemimpinankelembagaan dan modal sosial dapat digunakan untuk mewujudkan potensi inovatif kesejahteraan umum,baik di tingkat unit kekeluargaan atau unit lokalitas masyarakat terpencil adat. Penelitian ini menggunakanpendekatan Antropologi, metode dan teknik pengumpulan data kualitatif; observasi, wawancara dan FocusGroup Discussion (FGD). Informan terdiri dari: kepala desa atau sekretaris desa, kepala pertemuan desadan kepala desa, sedangkan informan biasa sebanyak 30 kepala keluarga yang termasuk dalam kategoripenilaian masyarakat miskin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (a) Masyarakat Mentawai memilikikriteria dan ukuran sendiri tentang kemiskinan dani rumah tangga miskin. (b) Kelembagaan berbasiskekerabatan (suku) memiliki peran strategis, jika diberdayakan untuk memecahkan masalah kemiskinan.(c) Masyarakat Mentawai memiliki modal/energi sosial sosial untuk mengatasi masalah kemiskinan,yang didasarkan pada (i) Tanah sebagai aset komunal yang belum digunakan dan dikelola untuk usahaproduktif. (ii) Solidaritas sosial yang kuat (saling percaya, tolong menolong dan kerjasama yang salingmenguntungkan) di tingkat keluarga dan masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan perumahan.Model pemberdayaan yang dapat dilakukan, antara lain dengan revitalisasi pertanian lokal (pertanianorganik) kekerabatan kelembagaan berbasis (suku). Pemerintah Daerah diharapkan membangun pasartradisional, lembaga keuangan mikro atau koperasi dan membuka isolasi desa dengan membuka sarana danprasarana jalan yang menghubungkan desa-desa di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai.Kata kunci: kemiskinan, kelembagaan lokal, model pemberdayaan.
EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN PEREMPLIAN : EWALUASI KEBERHASILAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT DALAM PEMBERIDAYAAN EKONOMI KELUARGA DI DESA LOYANG KABUPATEN INDRAMAYU
Sosio Konsepsia Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i1.519

Abstract

This articles discusses the effectivity of women empowerment programme implementation. The discussion is focussed on two aspects: the role of empowering women, and the changing economic condition of those engaged as member of that institution. In the aspect of community organization as a method of social work, there was found positive support of the local community. As the consequently, the social institution had been estabilished. The role of this institution is aplace for empowering the vulnerable women to social economic condition. Three years after that empowerment programme implementation from 35 samples of respondents showed that : 68,57 % of them were able to increase their monthly income, 28,57 % just the same as before, and the contrary only 2,86 % of them decreased.The percentage of that increased ranged betwen 20 % and 150 %, and mean 97,92 %. From teh economic point of view, the non parametic statistic different lest showed that there were a significant increased of their monthly income. Nevertheless, according to the standard of poverty level in that local area, 60% of theme were remained below of that standard.It was concluded that the community organization was effective to increase family income, and women had power to support family economy. However, in order to release them ot of poverty, the programme continuity and coordination among other sectors were neede.
POTRET REMAJA TERLANTAR: STUDI KASUS PADA PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) Nurdin Widodo
Sosio Konsepsia Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i1.526

Abstract

Study of neglected adolescence profile shows the description of related aspects which as main cause of the neglect then served in PSBR. The study was conducted in PSBR that managed by the Ministnj of Social Affairs and Provincial Office. Both of those samples were decided purposively. Based on those criteria, the sample chosen were PSBR in West Sumaiera, Riau, East Java and South Sulawesi. In each province selected 2 PSBR which managed by provincial offices, except Riau that only 1 PSBR that managed by the Ministry of Social Affairs. The study is descriptive-quantitative. The respondent includes ex client, management and staff of PSBR. The research found that the main cause of neglect are: 1) the fragile of harmony in the family, 2) weakness of control and social support, 3) less of knowledge and skill, and 4) impact of poverty.
GAMBARAN KEBAHAGlAAN PADA WARIA Togiaratua Nainggolan
Sosio Konsepsia Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i1.528

Abstract

This study aims to describe the picture of happines on male to female transvestites, therefore conducted the research with a qualitative approach. The research location is place where male to female transvestites are often peddle themselves in intersection road Cileungsi Bogor-West Java. The main informant on weight of each life satisfaction domain in life. Who's affective evaluation occurs when the male to female transvestites make judgements of life satisfaction based on their appreciation of the meaning of life importants to them. In this case emphasizes the subjective evaluation of positive emotions wich the cubject live in the past, present, and the future. The peak of happiness for male to female male to female transvestites research is determined  by purposive sampling (typical) based on the problem and research puprposes. The ensure the credibiliiu of the research, carried out the source and method triangulation in the prosess of data collection. Further desciptive data analysis conducted in accpordance with the objectives of qualitative research. The result, alihoughi the social burden of psychological, male to female transvestites capable of achieving happiness in his own way. The picture of happiness male to female transvestites in each individual (subjec-tive well being), and occurs happens when male to female transvestites make judgements based transvestites to come from the abiliii] to identifij and use the power (strength) owned in the daily lives. In line with the above research findings, researcher recommend (1) considering the various limitations in the process of this study, the researcher expected to involve an informant that further more with more varied characteristics, (2) for the happiness and social welfare male to female transvestites as fellow human beings, to Directorate of Sevices Social and Social Rehabilitation Ministnj Social Affairs, and other relevantr agencies, as toellas praktisioners engaged in the handling of male to female transvestites in the central and local levels so that more intensive provides empotoemenii for male to female transvestites to facilitate the evaluation process og cognitive and affective evaluations in his life.
MODEL PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT (Studi Di Daerah Rawan Longsor Kawasan Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat) Sutaryat Trisnamansyah; Nurjanah Nurjanah
Sosio Konsepsia Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i2.551

Abstract

This research aims to develop a training model of disaster management which is backgrounded by problems of disaster management in Indonesia. The problems are factually still slowgoingly patially an top-downly handed by the government. Recenly, the existing management is still emergency respond oriented and handled by inadequate human resources as well. As a matter of fact, the occurrences of disaster in Indonesia have to be aware of disaster preparedness anytime. Empowering theon; in disaster preparedness,study of adult (andragogy)and a theon; concerning training become the main references of this research. This research is conducted by using R & D method (Research &Development Method). Data collection technique was supported by circumstantial interviews, questioners, observation and documentation. Data analysis technique was applied for the Path Analysis. The research location of critical landslide areas is a long Cadas Pangeran main road, the country side of Ciherang District of South Sumedang as a group experimental and the country side of Cigendel, District of Pamulihan in Kabupaten Sumedmzg as a group control. In conclusion, disaster management training model trhough locality empowennent is factually effective to be implemented to improve society self-reliance in landslide natural disaster management. This models has significantly effected the improvement of knowledge, awareness and attitude of the society living around vulnerable landslide areas in the disaster management at before, at time and after the disaster has occurred. Critical factors wich influence the success of Non Formal Educaion to improve society self-reliance in landslide disaster management are; (1) Society competence in disaster management before disaster occurred pre disaster,(2) Society competence in disaster management at the time disaster occures and (3) Societty competence in disaster management after disaster has occurred. The proposed recommendations are as to the local govenzment and practitioners of disaster management , they are supposed to be able to implement the disaster management training model through locality empowerment by following phases which have been eximained to the people living in the vulnerable landslide areas.
STRATEGI ADAPTASI PETANI MISKIN DALAM PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN DI PEDESAAN SUMATERA BARAT (Studi Kasus Masyarakat Nagari Sungai Tanang) Dr. Erwin, M.Si Dr. Erwin, M.Si
Sosio Konsepsia Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i3.555

Abstract

This articel studies about the change of social economic function and the dynamic of land management in nuclearfamily at rural areas in West Sumatera. In Nagari Sungai Tanang, the increasi of population threats the existence of inherited wealth which caused the change of structure from matrilineal extended family to nuclear family. The research use qualitative approach, data was analysed by emic approach and etics analyse was conducted to formulate the research conclution and hypothesis compilation. The massiveness of land pawning coused by economical factors and land fragmentation caused by demographical pressures. The structure change of land ownership from communal to individual caused the function of social economic of matrilineal extended family, it cause the protection to old people, orphan and widow become less. The strategy of matrilineal nuclear family in fulfilling the life needs as a result from interaction between the rareness of fram land and developing market, which is structure in producting organization in the farm land; the movement from profit sharing system to the rental system; intensification and diservication of farm land use. Tights relation of right and obligation in consanguinity system and reciprocal exchange among individual in society start to become weaker and smaller together. To the group of society, that stage result in the decrease of social security in quantity and quality. The change at the level infra-structure caused the change of family structure and the structure of land ownership, but it doesn't influence to the supra structure level. The ideology of matrilineal system still remain concepted, althought there' the change at the level of infra-structure and structure, the society of Sungai Tanang stay remains to the Islam and custom rules. 

Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue