cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Biopropal Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN Widowati, Tiwit; Bustanussalam, Bustanussalam; Sukiman, Harmastini; Simanjuntak, Partomuan
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.611 KB)

Abstract

Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. Endophyte fungi can be found in many plants especially herbs such as turmeric (Curcuma longa L). The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from stem of C. longa L. which is potential as an antioxidant producer. The endophyte fungi isolated from turmeric stem were 12 isolates. Antioxidant activity was assayed using 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) showed that isolate K.Cl.Sb.B1 produced the highest inhibition value (78,81%). Based on molecular identification, the isolate K.Cl.Sb.B1 was Colletotrichum sp.Keywords: Curcuma longa L., endophyte fungi, identification antioxidant ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang terdapat di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan tanaman inang. Kapang endofit mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Kapang endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat seperti kunyit (Curcuma longa L). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang endofit dari batang tanaman kunyit yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) menunjukkan bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi tertinggi (78,81%). Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp.Kata kunci: Curcuma longa L., identifikasi antioksidan, kapang endofit
AKTIVITAS PENGHAMBATAN BAKTERI PEMBENTUK HISTAMIN DAN ANTIOKSIDAN KAPANG ENDOFIT KUNYIT YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENGAWET ALAMI Septiana, Eris; Simanjuntak, Partomuan
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.513 KB)

Abstract

Microorganisms activity and oxidation process can contribute to food spoilage occurrence. Natural source that have antimicrobial activity and antioxidant are potential as a natural preservative. The aims of this study are to investigate the endophytic fungi from turmeric plant which have antibacterial toward histamine-producing bacteria and antioxidant activity. Antibacterial activity of histamine-producing bacteria was done by paper disc diffusion, whereas the antioxidant activity was performed by free radical scavenging method. In the paper disc diffusion method were obtained 3 isolates which have the highest diameter of inhibition at concentration of 20.000 ppm: from root (15 mm), flower (14 mm) and  rhizome (13 mm). Also at the antioxidant assay, the lowest IC50 values were isolates from root (39,52 ppm), flower (157,93 ppm) and rhizome (96 ppm). Endophytic fungi from root, flower and rhizome had antimicrobial and antioxidant activity thus they could potentially used as a natural food preservative.Keywords: antibacterial, antioxidant, endophyte, preservative,  turmericABSTRAKAktivitas mikroorganisme dan proses oksidasi dapat menyebabkan kerusakan pangan. Bahan alam yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba dan antioksidan berpotensi sebagai bahan pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapang endofit asal tanaman kunyit yang memiliki aktivitas antibakteri penghasil histamin dan antioksidan. Aktivitas antibakteri penghasil histamin dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram kertas, sedangkan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas. Pada metode difusi cakram kertas didapatkan 3 isolat yang memiliki diameter daya hambat tertinggi sampai konsentrasi 20.000 ppm yaitu berasal dari akar (15 mm), bunga (14 mm) dan rimpang (13 mm). Pada uji antioksidan didapatkan nilai IC50 terendah yaitu isolat yang berasal dari akar (39,52 ppm), bunga (157,93 ppm) dan rimpang (96 ppm). Isolat kapang endofit yang berasal dari akar, bunga dan rimpang memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami.Kata kunci: antibakteri, antioksidan, endofit, kunyit, pengawet
Pengolahan Limbah Perendaman Karet Rakyat dengan Metode Koagulasi dan Flokulasi Menggunakan Aluminium SUlfat, Ferri Klorida, dan Poli Aluminium Klorida (PAC) Suwandi, Riskawanti; Honesty, Loveana Brena; Irawan, Chairul; Rachmadi, Andri Taruna
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.735 KB)

Abstract

Rubber is one of important commodities in Central Kalimantan with more than 220.000 tons productions in 2013. However, the rubber immersion wastewater which has been discharged into the water body becomes problem. This research aims to know the effect of Al2(SO4)3, FeCl3 and PAC as coagulant in doses 2 g/L, 4 g/L and 8 g/L to reduce COD, BOD5, TSS, TDS and color concentration of the wastewater. Jar-Test was used with rapid mixing 200 rpm for 3 minute and slow mixing 50 rpm for 10 minute then settlled for 1 hour. The results showed that PAC with the dose of 4 g/L was better in reducing the COD, BOD5 and TSS than FeCl3 and Al2(SO4)3. After coagulation-flocculation, COD, BOD5 and TSS are 37,07 mg/L, 14,29 mg/L and 24,00 mg/L, respectively. On the other hand, TDS and color value showed higher concentration than standard with 514,00 mg/L and 106,00 PtCo, respectively.Keywords: Al2(SO4)3, coagulation-flocculation, FeCl3, PAC, rubber immersion wastewater ABSTRAKKaret merupakan salah satu komoditas penting di Provinsi Kalimantan Tengah dengan total produksi lebih dari 220.000 ton di tahun 2013. Permasalahan dalam produksi karet rakyat adalah limbah cair dari perendaman karet yang biasanya dibuang langsung ke badan air. Salah satu metode pengolahan limbah cair perendaman karet adalah dengan proses koagulasi-flokulasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis koagulan Al2(SO4)3, FeCl3 dan PAC dengan dosis masing-masing sebesar 2 g/L, 4 g/L dan 8 g/L terhadap proses pengolahan limbah perendaman karet dengan metode koagulasi-flokulasi berdasarkan parameter COD, BOD5, TSS, TDS dan warna sebelum dan sesudah pengolahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Jar-Test pada pengadukan cepat 200 rpm selama 3 menit, dilanjutkan pada pengadukan lambat 50 rpm selama 10 menit dan pengendapan selama 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa PAC lebih baik dalam mereduksi konsentrasi COD, BOD5, TSS, TDS dan warna. Dosis yang disarankan berdasarkan penelitian ini sebesar 4 g/L. Konsentrasi COD, BOD5, TSS, TDS dan warna limbah perendaman karet sebelum proses koagulasi dan flokulasi belum memenuhi baku mutu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-51/MENLH/10/1995. Setelah diolah, didapatkan konsentrasi COD, BOD5 dan TSS berturut-turut sebesar 37,07 mg/L, 14,29 mg/L dan 24,00 mg/L yang telah memenuhi standar baku mutu limbah cair karet tetapi pada konsentrasi TDS 514,00 mg/L dan warna 106,00 PtCO masih belum memenuhi standar baku mutu limbah cair karet sehingga perlu pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang.Kata kunci: Al2(SO4)3, FeCl3, koagulasi-flokulasi, limbah perendaman karet, PAC
POTENSI BAKTERI ENDOFITIK DARI TANAMAN KELADI TIKUS SEBAGAI PENGHASIL ZAT ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Sukiman, Harmastini; Nuriyanah, Nuriyanah
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3143.476 KB)

Abstract

Typhonium flagelliforme (Lodd.) known as a medicinal plant to cure generative disease such as cancer. This research is focusing on isolation of endophytes bacteria from Typhonium flagelliforme (Lodd.). Twenty six of endophytes bacteria have been successfully isolated. Results indicated that nine isolates of bacteria could inhibit the growth of Bacillus subtilis and three isolates could inhibit Staphylococus aureus. The strongest secretion showed by KTD4 was 3.029 for Bacillus subtilis and KTBt1 2.042 for Staphylococcus aureus. Antioxidant activity tests of four selected isolates showed that KTBt4 could produce highest inhibition percentage up to 74.68% and IC50 68.103 ppm compared to vitamin C which is just 3.053 ppm.Keywords: antioxidant, endophyte, Typhonium flagelliforme (Lodd.) ABSTRAKKeladi tikus atau Typhonium flagelliforme (Lodd.) dikenal sebagai tanaman obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya kanker. Penelitian ini difokuskan untuk mengisolasi bakteri endofitik tanaman keladi tikus. Sebanyak 26 isolat bakteri berhasil diisolasi. Hasil uji menunjukkan bahwa 9 isolat bakteri dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan 3 isolat terhadap Staphylococcus aures. Kekuatan sekresi tertinggi dihasilkan oleh isolat KTD4 (bagian daun) yang mencapai 3,029 untuk Bacillus subtilis dan KTBt1 (bagian batang) 2,042 untuk Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antioksidan dilakukan terhadap empat isolat terpilih menunjukkan bahwa isolat KTBt4 (bagian batang) memberikan presentasi nilai inhibisi tertinggi yakni 74,68% dan nilai IC50 68,103 bpj dibandingkan dengan vitamin C yang mencapai 3,053 bpj.Kata kunci: antioksidan, endofit, keladi tikus
PENGARUH AKTIVASI FISIKA DAN KIMIA ARANG AKTIF BUAH BINTARO TERHADAP DAYA SERAP LOGAM BERAT KROM Hasan, Rosalina; Tedja, Tun; Riani, Etty; Sugiarti, Sri
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2490.265 KB)

Abstract

Cerbera odollam Gaertn. activated carbon was derived from mangrove plant which is poisonous and planted as shade tree. The morphology of Cerbera odollam Gaertn. fruit is similar with coconut shell and the contains of lignin and cellulose is higher than coconut. Cerbera odollam Gaertn. fruit was dried, cut and carbonized at 300 oC, 400 oC and 500oC. Then Cerbera odollam Gaertn. carbon was activated by physical steam activation and chemical activation, using H3PO4 (5% & 10%) and KOH (5% & 10%), at activation temperature 650oC and activation time 60 and 90 minutes. Proksimat analysis of Cerbera odollam Gaertn. carbon was carried out to determine moisture, volatile content, fly ash, fix carbon, ash content and iod adsorption, total chromium by using AAS. The result showed that activated carbon derived from Cerbera odollam Gaertn. fruit which was activated by KOH 5% at 60 minutes improved the chromium adsorption for about 99.474%.Keywords:             activated carbon, adsorption, Cerbera odollam Gaertn., chromium, physical and chemical activation ABSTRAKArang aktif buah bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) berasal dari tumbuhan mangrove bintaro yang beracun dan banyak ditanam sebagai pohon peneduh kota. Bentuk buah bintaro menyerupai serabut kelapa dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang melebihi tanaman kelapa. Buah bintaro dikeringkan, dipotong dan dikarbonisasi pada temperatur 300 oC, 400oC  dan 500oC serta diaktivasi secara fisika menggunakan uap air dan secara kimia mengunakan H3PO4 (5% & 10%) dan KOH (5% & 10%) pada temperatur 650oC dengan waktu aktivasi 60 dan 90 menit.  Analisis proksimat yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan daya serap iod serta uji kadar krom total dengan menggunakan AAS. Adsorpsi krom dilakukan dengan penambahan asam sulfat 4 N hingga pH 4 sebelum diolah dengan arang aktif buah bintaro. Hasil penelitian menunjukkan arang yang diaktivasi dengan KOH 5%  dan waktu 60 menit mampu menghilangkan kadar kromium sebesar 99,474%.Kata kunci: adsorpsi, aktivasi fisika dan kimia, arang aktif, buah bintaro, krom
PENGARUH AKTIVASI FISIKA DAN KIMIA ARANG AKTIF BUAH BINTARO TERHADAP DAYA SERAP LOGAM BERAT KROM Rosalina Hasan; Tun Tedja; Etty Riani; Sri Sugiarti
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2490.265 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v7i1.689

Abstract

Cerbera odollam Gaertn. activated carbon was derived from mangrove plant which is poisonous and planted as shade tree. The morphology of Cerbera odollam Gaertn. fruit is similar with coconut shell and the contains of lignin and cellulose is higher than coconut. Cerbera odollam Gaertn. fruit was dried, cut and carbonized at 300 oC, 400 oC and 500oC. Then Cerbera odollam Gaertn. carbon was activated by physical steam activation and chemical activation, using H3PO4 (5% & 10%) and KOH (5% & 10%), at activation temperature 650oC and activation time 60 and 90 minutes. Proksimat analysis of Cerbera odollam Gaertn. carbon was carried out to determine moisture, volatile content, fly ash, fix carbon, ash content and iod adsorption, total chromium by using AAS. The result showed that activated carbon derived from Cerbera odollam Gaertn. fruit which was activated by KOH 5% at 60 minutes improved the chromium adsorption for about 99.474%.Keywords:             activated carbon, adsorption, Cerbera odollam Gaertn., chromium, physical and chemical activation ABSTRAKArang aktif buah bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) berasal dari tumbuhan mangrove bintaro yang beracun dan banyak ditanam sebagai pohon peneduh kota. Bentuk buah bintaro menyerupai serabut kelapa dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang melebihi tanaman kelapa. Buah bintaro dikeringkan, dipotong dan dikarbonisasi pada temperatur 300 oC, 400oC  dan 500oC serta diaktivasi secara fisika menggunakan uap air dan secara kimia mengunakan H3PO4 (5% & 10%) dan KOH (5% & 10%) pada temperatur 650oC dengan waktu aktivasi 60 dan 90 menit.  Analisis proksimat yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan daya serap iod serta uji kadar krom total dengan menggunakan AAS. Adsorpsi krom dilakukan dengan penambahan asam sulfat 4 N hingga pH 4 sebelum diolah dengan arang aktif buah bintaro. Hasil penelitian menunjukkan arang yang diaktivasi dengan KOH 5%  dan waktu 60 menit mampu menghilangkan kadar kromium sebesar 99,474%.Kata kunci: adsorpsi, aktivasi fisika dan kimia, arang aktif, buah bintaro, krom
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN Tiwit Widowati; Bustanussalam Bustanussalam; Harmastini Sukiman; Partomuan Simanjuntak
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.611 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v7i1.686

Abstract

Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. Endophyte fungi can be found in many plants especially herbs such as turmeric (Curcuma longa L). The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from stem of C. longa L. which is potential as an antioxidant producer. The endophyte fungi isolated from turmeric stem were 12 isolates. Antioxidant activity was assayed using 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) showed that isolate K.Cl.Sb.B1 produced the highest inhibition value (78,81%). Based on molecular identification, the isolate K.Cl.Sb.B1 was Colletotrichum sp.Keywords: Curcuma longa L., endophyte fungi, identification antioxidant ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang terdapat di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan tanaman inang. Kapang endofit mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Kapang endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat seperti kunyit (Curcuma longa L). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang endofit dari batang tanaman kunyit yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) menunjukkan bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi tertinggi (78,81%). Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp.Kata kunci: Curcuma longa L., identifikasi antioksidan, kapang endofit
AKTIVITAS PENGHAMBATAN BAKTERI PEMBENTUK HISTAMIN DAN ANTIOKSIDAN KAPANG ENDOFIT KUNYIT YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENGAWET ALAMI Eris Septiana; Partomuan Simanjuntak
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.513 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v7i1.700

Abstract

Microorganisms activity and oxidation process can contribute to food spoilage occurrence. Natural source that have antimicrobial activity and antioxidant are potential as a natural preservative. The aims of this study are to investigate the endophytic fungi from turmeric plant which have antibacterial toward histamine-producing bacteria and antioxidant activity. Antibacterial activity of histamine-producing bacteria was done by paper disc diffusion, whereas the antioxidant activity was performed by free radical scavenging method. In the paper disc diffusion method were obtained 3 isolates which have the highest diameter of inhibition at concentration of 20.000 ppm: from root (15 mm), flower (14 mm) and  rhizome (13 mm). Also at the antioxidant assay, the lowest IC50 values were isolates from root (39,52 ppm), flower (157,93 ppm) and rhizome (96 ppm). Endophytic fungi from root, flower and rhizome had antimicrobial and antioxidant activity thus they could potentially used as a natural food preservative.Keywords: antibacterial, antioxidant, endophyte, preservative,  turmericABSTRAKAktivitas mikroorganisme dan proses oksidasi dapat menyebabkan kerusakan pangan. Bahan alam yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba dan antioksidan berpotensi sebagai bahan pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapang endofit asal tanaman kunyit yang memiliki aktivitas antibakteri penghasil histamin dan antioksidan. Aktivitas antibakteri penghasil histamin dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram kertas, sedangkan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas. Pada metode difusi cakram kertas didapatkan 3 isolat yang memiliki diameter daya hambat tertinggi sampai konsentrasi 20.000 ppm yaitu berasal dari akar (15 mm), bunga (14 mm) dan rimpang (13 mm). Pada uji antioksidan didapatkan nilai IC50 terendah yaitu isolat yang berasal dari akar (39,52 ppm), bunga (157,93 ppm) dan rimpang (96 ppm). Isolat kapang endofit yang berasal dari akar, bunga dan rimpang memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami.Kata kunci: antibakteri, antioksidan, endofit, kunyit, pengawet
Pengolahan Limbah Perendaman Karet Rakyat dengan Metode Koagulasi dan Flokulasi Menggunakan Aluminium SUlfat, Ferri Klorida, dan Poli Aluminium Klorida (PAC) Riskawanti Suwandi; Chairul Irawan; Andri Taruna Rachmadi
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.735 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v7i1.687

Abstract

Rubber is one of important commodities in Central Kalimantan with more than 220.000 tons productions in 2013. However, the rubber immersion wastewater which has been discharged into the water body becomes problem. This research aims to know the effect of Al2(SO4)3, FeCl3 and PAC as coagulant in doses 2 g/L, 4 g/L and 8 g/L to reduce COD, BOD5, TSS, TDS and color concentration of the wastewater. Jar-Test was used with rapid mixing 200 rpm for 3 minute and slow mixing 50 rpm for 10 minute then settlled for 1 hour. The results showed that PAC with the dose of 4 g/L was better in reducing the COD, BOD5 and TSS than FeCl3 and Al2(SO4)3. After coagulation-flocculation, COD, BOD5 and TSS are 37,07 mg/L, 14,29 mg/L and 24,00 mg/L, respectively. On the other hand, TDS and color value showed higher concentration than standard with 514,00 mg/L and 106,00 PtCo, respectively.Keywords: Al2(SO4)3, coagulation-flocculation, FeCl3, PAC, rubber immersion wastewater ABSTRAKKaret merupakan salah satu komoditas penting di Provinsi Kalimantan Tengah dengan total produksi lebih dari 220.000 ton di tahun 2013. Permasalahan dalam produksi karet rakyat adalah limbah cair dari perendaman karet yang biasanya dibuang langsung ke badan air. Salah satu metode pengolahan limbah cair perendaman karet adalah dengan proses koagulasi-flokulasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis koagulan Al2(SO4)3, FeCl3 dan PAC dengan dosis masing-masing sebesar 2 g/L, 4 g/L dan 8 g/L terhadap proses pengolahan limbah perendaman karet dengan metode koagulasi-flokulasi berdasarkan parameter COD, BOD5, TSS, TDS dan warna sebelum dan sesudah pengolahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Jar-Test pada pengadukan cepat 200 rpm selama 3 menit, dilanjutkan pada pengadukan lambat 50 rpm selama 10 menit dan pengendapan selama 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa PAC lebih baik dalam mereduksi konsentrasi COD, BOD5, TSS, TDS dan warna. Dosis yang disarankan berdasarkan penelitian ini sebesar 4 g/L. Konsentrasi COD, BOD5, TSS, TDS dan warna limbah perendaman karet sebelum proses koagulasi dan flokulasi belum memenuhi baku mutu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-51/MENLH/10/1995. Setelah diolah, didapatkan konsentrasi COD, BOD5 dan TSS berturut-turut sebesar 37,07 mg/L, 14,29 mg/L dan 24,00 mg/L yang telah memenuhi standar baku mutu limbah cair karet tetapi pada konsentrasi TDS 514,00 mg/L dan warna 106,00 PtCO masih belum memenuhi standar baku mutu limbah cair karet sehingga perlu pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang.Kata kunci: Al2(SO4)3, FeCl3, koagulasi-flokulasi, limbah perendaman karet, PAC
POTENSI BAKTERI ENDOFITIK DARI TANAMAN KELADI TIKUS SEBAGAI PENGHASIL ZAT ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Harmastini Sukiman; Nuriyanah Nuriyanah
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3143.476 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v7i1.833

Abstract

Typhonium flagelliforme (Lodd.) known as a medicinal plant to cure generative disease such as cancer. This research is focusing on isolation of endophytes bacteria from Typhonium flagelliforme (Lodd.). Twenty six of endophytes bacteria have been successfully isolated. Results indicated that nine isolates of bacteria could inhibit the growth of Bacillus subtilis and three isolates could inhibit Staphylococus aureus. The strongest secretion showed by KTD4 was 3.029 for Bacillus subtilis and KTBt1 2.042 for Staphylococcus aureus. Antioxidant activity tests of four selected isolates showed that KTBt4 could produce highest inhibition percentage up to 74.68% and IC50 68.103 ppm compared to vitamin C which is just 3.053 ppm.Keywords: antioxidant, endophyte, Typhonium flagelliforme (Lodd.) ABSTRAKKeladi tikus atau Typhonium flagelliforme (Lodd.) dikenal sebagai tanaman obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya kanker. Penelitian ini difokuskan untuk mengisolasi bakteri endofitik tanaman keladi tikus. Sebanyak 26 isolat bakteri berhasil diisolasi. Hasil uji menunjukkan bahwa 9 isolat bakteri dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan 3 isolat terhadap Staphylococcus aures. Kekuatan sekresi tertinggi dihasilkan oleh isolat KTD4 (bagian daun) yang mencapai 3,029 untuk Bacillus subtilis dan KTBt1 (bagian batang) 2,042 untuk Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antioksidan dilakukan terhadap empat isolat terpilih menunjukkan bahwa isolat KTBt4 (bagian batang) memberikan presentasi nilai inhibisi tertinggi yakni 74,68% dan nilai IC50 68,103 bpj dibandingkan dengan vitamin C yang mencapai 3,053 bpj.Kata kunci: antioksidan, endofit, keladi tikus

Page 1 of 1 | Total Record : 10