cover
Contact Name
ratri yuli lestari
Contact Email
ratri.y.lestari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jrihh.banjarbaru@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan
ISSN : 20861400     EISSN : 25030779     DOI : -
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan (JRIHH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru. JRIHH terbit 2 (dua) kali setiap tahun pada bulan Juni dan Desember dengan E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400. JRIHH fokus pada isu-isu sektor industri yang berhubungan dengan: 1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Kayu dari Hasil Hutan Alam, Hutan Tanaman Industri, dan Hasil Hutan Perkebunan. 2. Pengembangan Teknologi Pengolahan/ Pemanfaatan Limbah Industri Hasil Hutan Kayu (limbah padat dan cair). 3. Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan lainnya (Rotan, Bambu, dan Hasil Hutan sampingan termasuk pemanfaatan hasil limbahnya).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Review xanthan gum: produksi dari substrat biomassa, variabel efektif, karakteristik dan regulasi serta aplikasi dan potensi pasar Prabawa, I Dewa Gede Putra; Salim, Rais; Khairiah, Nadra; Ihsan, Hamlan; Lestari, Ratri Yuli
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5649

Abstract

Xanthan gum is an extracellular polysaccharide produced by a pure culture of Xanthomonas campestris through the fermentation process of carbohydrate sources in controlled conditions. These conditions must be carefully evaluated to obtain an optimal combination between yield and quality of the gum, and also production costs. The issue of this review is to provide a consolidated source of information on studies about xanthan gum production, alternative carbon sources from biomass substrates, effective variables on optimization production, characteristics, applications, and regulations status of xanthan gum. Lastly, the market potential is also discussed in this review.
Yoghurt susu biji ketapang (Terminalia catappa L) dengan variasi jenis starter dan lama fermentasi Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie; Wulandari, Yustina Wuri; Lestari, Wida Novia
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5575

Abstract

Biji Ketapang mengandung asam lemak tak jenuh dan protein yang tinggi.Biji ketapang berpotensi untuk dikembangkan menjadi yoghurt atau probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dan karakteristik kimia dan mikrobiologi dari penggunaan jenis starter dan lama fermentasi pada yoghurt susu biji ketapang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola 2 faktor. Faktor pertama variasi jenis starter yaitu S. thermophilus (St), L. bulgaricus (Lb) dan S. thermophilus-L.bulgaricus(St-Lb). Faktor kedua lama fermentasi yaitu 4, dan 8 jam. Analisis data menggunakan Duncan Multiple Range Test didapatkan bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap kadar protein, gula, lemak dan total asam namun tidak berpengaruh nyata terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL). Kadar protein tertinggi didapat dari perlakuan Lb dengan lama fermentasi 8 jam yaitu 13,56%, kadar gula total 23,27% pada perlakuan jenis starter St-Lb dengan lama fermentasi 8 jam, total asam 0,59% pada perlakuan St-Lb dengan lama fermentasi 8 jam, kadar lemak paling tinggi didapatkan dari perlakuan jenis starter St dengan lama fermentasi 4 jam yaitu 0,245%. Untuk menghasilkan yoghurt biji ketapang dengan kadar protein yang tinggi, maka susu biji ketapang sebaiknya difermentasi selama 8 jam menggunakan starter Lactobacillus bulgaricus. Adapun rata-rata nilai log dari total bakteri asam laktat cenderung stabil yaitu 7,35 – 7,75 CFU/ml.
Fraksinasi dan karakterisasi asap cair dari kayu ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) sebagai pelarut kitosan Ahmad Budi Junaidi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.4861

Abstract

The purpose of this reseach was to study the solubility of chitosan in liquid smoke as a preliminary study of the application of a combination of liquid chitosan as a bioimmunizer and growth booster in plants.Fractionation and characterization of liquid smoke from ulin wood (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) and its ability test as chitosan solvent have been performed. Fractional distillation done using a set of tools distillation each fraction,fraction 1 (≤100° C), the fraction 2 (101-120° C), and fraction 3 (121-140°C). The resulting liquid smoke was then measured degree of acidity, the total acid analysis, the specific gravity, chitosan solubility test in liquid smoke. The result of the research showed that the liquid smoke recovery value of fractionation distillation of each fraction was 54.91; 29.39; and 8.8 (%). The result of liquid smoke characterization of each fraction obtained pH value fraction 1, fraction 2, and fraction 3 are respectively 2.33; 2.14; and 2.08, the total acid was 2.97; 4.59; and 8.88 (% g/mL), the specific gravity was 1,005; 1,006; and 1.009, and the phenol content was respectively 2.06; 3.67; and 2.30 (g/L). The solubility of chitosan in liquid smoke increasing with the concentration of each liquid smoke fraction and 5% (v/v) of liquid smoke concentration was able to dissolve chitosan more than 50 g/L.
Sintesis dan karakterisasi bioplastik dari pati ubi nagara dengan kaolin sebagai penguat Sunardi Sunardi, Ph.D.; Yulia Susanti; Kamilia Mustikasari
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5084

Abstract

Penelitian tentang sintesis dan karakterisasi bioplastik dari pati ubi Nagara dengan penambahan kaolin telah dilakukan. Sintesis bioplastik dilakukan dengan metode melt intercalation dengan variasi jumlah kaolin 0-30% (b/b). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kaolin terhadap karakteristik bioplastik serta untuk mendapatkan jumlah kaolin optimum dalam pembuatan bioplastik. Bioplastik yang dihasilkan dianalisis kadar air, ketebalan, laju transmisi uap air, ketahanan air, kelarutan, biodegradasi, analisis gugus fungsional menggunakan FTIR, kuat tarik dan elongasinya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penambahan kaolin mempengaruhi semua karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Nilai kuat tarik bioplastik yang dihasilkan meningkat dengan bertambahnya kaolin yang ditambahkan. Konsentrasi kaolin optimum dalam pembuatan bioplastik adalah pada penambahan 30% (b/b) kaolin dengan nilai kuat tarik sebesar 2,194 N/mm2.
Efektivitas ekstrak kayu ulin (Euxideroxylon zwageri) sebagai pengawet alami kayu terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) Desi Mustika Amaliyah, M.T.; Ratri Yuli Lestari; Muhamad Listianto Raharjo; Budi Tri Cahyana; Nurmilatina Nurmilatina
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5652

Abstract

Proses pengawetan kayu, umumnya menggunakan bahan kimia sebagai bahan pengawet. Bahan kimia yang seringkali digunakan sebagai pengawet kayu yaitu insektisida, heptachlor, chlordane dan HCS. Selain itu, pengawetan anti rayap dilakukan menggunakan asam borat, permethrin, kerosene (minyak tanah) imidakloprid. Penggunaan bahan kimia ini cukup berbahaya jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Pada industri pengolahan kayu, khususnya industri kayu ulin/kayu besi (Eusideroxylon zwageri) yang termasuk kelas awet I, menghasilkan limbah berupa serbuk gergaji yang jumlahnya cukup banyak dan belum termanfaatkan secara optimal yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet alami kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya awet kayu kelas awet rendah dengan memanfaatkan ekstrak limbah serbuk gergajian kayu ulin sebagai pengawet alami kayu kelas awet rendah. Tahapan dari penelitian ini adalah melakukan ekstraksi serbuk kayu ulin, pengujian ekstrak ulin menggunakan pelarut air, proses pengawetan kayu sengon dan kayu karet serta pengujian kayu yang telah diawetkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi serbuk ulin dalam pelarut, rendemen ekstrak dan hasil uji fitokimia, nilainya cenderung mengalami penurunan dikarenakan kondisi larutan yang sudah jenuh. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak kayu ulin mengandung senyawa tanin, alkaloid, flavonoid, saponin, dan total fenolik. Pada uji ketahanan terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren), ekstrak kayu ulin mampu menaikkan klasifikasi ketahanan hingga 2 (dua) tingkat, yaitu dari kelas IV menjadi kelas II, meskipun masih ada serangan pada kayu karet dan kayu sengon. Nilai uji mortalitas rayap tanah yang diumpankan ke kayu karet dan kayu sengon adalah sebesar 100% baik konsentrasi 5% hingga 20%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5