cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
KAIN RAJUT KAPAS DENGAN SISIPAN BENANG KARBON UNTUK KEPERLUAN TEKSTIL TEKNIK TAHAN API Siregar, Yusniar; Eriningsih, Rifaida
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.101 KB)

Abstract

Serat karbon pada umumnya banyak digunakan untuk keperluan tekstil teknik dibandingkan untuk bahansandang. Dalam penelitian ini, pemanfaatan serat karbon untuk tekstil proteksi tahan api dilakukan melalui prosesperajutan dengan anyaman rib dengan metoda baru yaitu metode sisipan yang menggunakan bahan dasar benangkapas dan benang karbon sebagai sisipannya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat bahan pelindungtahan api menggunakan serat alami dan serat karbon untuk menghasilkan kain yang memiliki sifat tahan api dannyaman digunakan. Proses perajutan dilakukan dengan variasi skala stitch cam yaitu skala 15, 16, dan 17, agarmendapatkan konstruksi kain yang optimal.Hasil uji tahan api kain rajut khusus pada bagian serat kapas yang telah diproses tahan api menggunakan400 g/l senyawa organoposfat, menunjukkan sifat tidak terbakar dan permanen yang dibuktikan dari prosespencucian berulang sampai 15 kali pencucian rumah tangga, serta memenuhi persyaratan CFR Part 1610, Standardfor The Flammability of Clothing and Industrial Protection Textiles. Hasil uji perubahan warna kain rajut padakomposisi serat kapas yang dicelup dengan zat warna reaktif, menunjukkan hasil yang baik (nilai 4 dan 3-4 sesuaiskala perubahan warna). Kondisi optimum untuk tekstil proteksi tahan api dari hasil percobaan adalah kain rajut ribdengan skala stitch cam 17 yang memiliki komposisi serat kapas paling besar (41,64%) dibandingkan dengan hasilkain rajut skala 15 atau 16, serta tinggi jeratan tertinggi 10,77 mm menghasilkan penampakan kain dengan sifatpermukaan lebih lembut, nyaman dipakai, fleksibel (tidak kaku) serta menunjukkan ketahanan jebol yang masihmemenuhi syarat sesuai SNI 2367:2008 dan bersifat tahan api.
PEMBUATAN KARBOKSIMETIL SELULOSA DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK PENGENTAL PADA PROSES PENCAPAN TEKSTIL Eriningsih, Rifaida; Yulina, Rizka; Mutia, Theresia
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.18 KB)

Abstract

Limbah pertanian, antara lain tongkol jagung sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Untukitu dilakukan penelitian dengan tujuan menaikkan nilai tambah limbah tersebut melalui proses karboksimetilasi,sehingga dihasilkan produk, yaitu karboksimetil selulosa (CMC) yang dapat digunakan sebagai pengental padaproses pencapan tekstil. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan proses, meliputi pemurnian awal,delignifikasi, alkalisasi, karboksimetilasi, pemurnian CMC, penetralan dan pengeringan. Reaksi karboksimetilasiyang terjadi dapat diketahui melalui analisa dengan spektra FTIR yang menunjukkan adanya gugus fungsi C=O.Percobaan dilakukan dengan 4 (empat) variasi proses, dan kondisi optimal dicapai pada Variasi Proses IV,yaitu proses tanpa pemurnian awal dan delignifikasi yang menghasilkan derajat substitusi (DS) 0,55. Pada prosespencapan kain kapas dengan zat warna reaktif menggunakan kasa datar, digunakan CMC tongkol jagung tersebutdengan viskositas 1750 cps. Untuk mencapai viskositas tersebut diperlukan CMC 16,5%, sedangkanpembandingnya (CMC komersil) hanya 2,1%. Namun demikian memberikan kualitas pencapan yang cukup baik,yaitu tidak memberikan efek migrasi dan ketuaan warnanya terhadap CMC komersil relatif sama (rata - rata Δ E <1). Selain itu tahan luntur warnanya terhadap pencucian, gosokan, keringat dan sinar menunjukkan nilai baik dankekakuan kainnya relatif sama dengan kain tanpa cap. Dengan demikian CMC hasil penelitian ini memenuhipersyaratan sebagai pengental untuk proses pencapan tersebut, karena tidak menodai kain putih, tidak berpengaruhterhadap warna dari zat warna yang digunakan dan mudah dihilangan pada proses pencucian.
DIVERSIFIKASI NOMOR BENANG PAKAN DAN TETAL PAKAN UNTUK ATM SHUTTLE SAKAMOTO Islam, Saeful; Pebrianto, Ari; Mahsani, Ikbal
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3050.324 KB)

Abstract

Telah dilakukan diversifikasi produk disain struktur pada ATM shuttle Sakamoto untuk mendapatkan model hubungan antara rasio roda gigi pick dengan tetal pakan yang dihasilkan. Diversifikasi dilakukan dengan mengkombinasikan 4 jenis nomor benang pakan dengan 4 variasi rasio roda gigi pick. Benang pakan yang digunakan adalah Ne1 8, Ne1 10, Ne1 12, dan Ne1 16, sedangkan rasio roda gigi pick yang digunakan adalah  35/48 (0,73), 37/48 (0,77), 39/48 (0,81), dan 41/48 (0,85). Perubahan roda gigi pick akan menyebabkan berubahnya kecepatan penggulungan kain. Karena kecepatan pengetekan tetap, maka perubahan kecepatan penggulungan akan menyebabkan perubahan tetal pakan. Model hubungan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah T=98,4 R - 10,65.
PENGGUNAAN TiO2 PARTIKEL NANO HASIL SINTESIS BERBASIS AIR MENGGUNAKAN METODA SOL-GEL PADA BAHAN KAPAS SEBAGAI APLIKASI UNTUK TEKSTIL ANTI UV Komalasari, Maya; Sunendar, Bambang
Arena Tekstil Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2135.385 KB)

Abstract

Partikel nano TiO2 berbasis air dengan pH basa telah berhasil disintesis dengan menggunakan metode sol-gel dan diimobilisasi pada kain kapas dengan menggunakan kitosan sebagai zat pengikat silang. Sintesis dilakukan  dengan prekursor TiCl4 pada konsentrasi 0,3 M, 0,5 M dan 1 M, dan menggunakan templat kanji dengan proses kalsinasi pada suhu 500˚C selama 2 jam. Partikel nano TiO2 diaplikasikan ke kain kapas dengan metoda pad-dry-cure dan menggunakan kitosan sebagai crosslinking agent. Berdasarkan hasil Scanning Electron Microscope (SEM),diketahui bahwa morfologi partikel TiO2 berbentuk spherical dengan ukuran nano (kurang dari 100 nm). Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan adanya tiga tipe struktur kristal utama, yaitu (100), (101) dan (102) dengan fasa kristal yang terbentuk adalah anatase dan rutile. Pada karakterisasi menggunakan SEM terhadap serbuk dari TiO2 yang telah diaplikasikan ke permukaan kain kapas, terlihat adanya imobilisasi partikel nano TiO2 melalui ikatan hidrogen silang dengan kitosan pada kain kapas. Hasil analisa tersebut kemudian dikonfirmasi dengan FTIR (Fourier Transform Infra Red) yang hasilnya memperlihatkan puncak serapan pada bilangan gelombang 3495 cm-1, 2546 cm-1, dan 511 cm-1,  yang masing-masing diasumsikan sebagai adanya vibrasi gugus fungsi O-H, N-H dan Ti-O-Ti. Hasil SEM menunjukkan pula bahwa kristal nano yang terbentuk diantaranya adalah fasa rutile , yang berdasarkan literatur terbukti dapatberfungsi sebagai anti UV.
EKSPLORASI KANDUNGAN PIGMEN DAN ALGINAT DARI RUMPUT LAUT COKLAT UNTUK PROSES PEWARNAAN KAIN SUTERA Eriningsih, Rifaida; Marlina, Rini; Mutia, Theresia; Sana, Arif Wibi; Titis, Ana
Arena Tekstil Vol 29, No 2 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.053 KB)

Abstract

Eksplorasi pigmen dan alginat dari rumput laut coklat dimaksudkan untuk mengekstraksi pigmen dari rumput laut coklat dan residunya diekstraksi kandungan alginatnya untuk proses pewarnaan pada kain sutera. Hasil ekstraksi pigmen rumput laut coklat teridentifikasi sebagai zat warna mordan asam yang memberikan warna alami yang dapat menghasilkan celupan pada kain sutera dengan ketahanan luntur warna terhadap pencucian, gosokan, keringat dan sinar dengan nilai  baik. Berdasarkan analisis gugus fungsi dari rumput laut yang telah diekstraksi pigmennya menunjukkan bahwa kandungan alginatnya tidak ikut terekstraksi dan dapat diekstraksi lanjut. Alginat yang dihasilkan memberikan viskositas lebih tinggi dari Manutex F (Alginat impor) dan memenuhi kriteria untuk proses pencapan yang dibuktikan dari hasil uji beda warna, whiteness index pada pencapan tanpa zat warna  dan motif pencapan yang tajam (tidak migrasi). Alginat dari rumput laut coklat Garut, Serang dan Madura masing-masing memberikan viskositas 10.900 cps, 13.060 cps dan 9.780 cps, sedangkan Manutex F  8.000 cps. Rendemen yang dihasilnya masing-masing 30,1%, 28,4% dan 24,2%. Hasil uji hidrolisis parsial alginat menunjukkan bahwa blok guluronat (GG) dalam polimer alginat Garut, Madura dan Serang masing-masing 60,662%, 50,274%, dan 67,906%. Hal ini berkaitan dengan sifat gel yang dibentuk. Alginat Serang cenderung lebih kaku dan kurang fleksibel dibandingkan dengan alginat Garut dan Madura.
PEMANFAATAN DAUN JATI MUDA UNTUK PEWARNAAN KAIN KAPAS PADA SUHU KAMAR Rosyida, Ainur; Achadi W, Didik
Arena Tekstil Vol 29, No 2 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.581 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daun jati muda sebagai  zat pewarna pada kain kapas dengan metode suhu kamar, sehingga mengurangi energi panas, namun menghasilkan  celupan optimum.  Proses pencelupan dilakukan dengan variasi pH dan zat fiksator tawas  dan ferro sulfat.  Dari  hasil penelitian diketahui bahwa daun jati muda dapat digunakan untuk mewarnai kain kapas dengan arah  warna bervariasi yaitu ungu, ungu kemerahan dan abu-abu. Warna yang dihasilkan tergantung dari jenis fiksator yang digunakan sedangkan ketuaan dan arah warna ditentukan oleh pH larutan yang digunakan dalam pencelupan. Metode pewarnaan terbukti dapat diperoleh hasil yang baik, karena diperoleh warna yang  merata dan permanen. Hasil uji ketuaan warna menunjukkan bahwa pada pencelupan dengan fiksator tawas diperoleh warna ungu dengan nilai ketuaan warna yang paling tinggi pada pH 10, sedangkan pada pencelupan dengan ferro sulfat diperoleh warna abu-abu dengan nilai ketuaan warna  paling tinggi pada pH  5. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian diperoleh nilai perubahan warna yang cukup baik dengan nilai   3-4 sesuai standar Grey Scale dan untuk penodaan warna diperoleh nilai 4 sesuai standar Staining Scale. Uji ketahanan gosokan kering  diperoleh nilai perubahan warna  yang baik yaitu 4-5 dan pada gosokan basah dengan nilai  4  masing-masing terhadap standar Grey Scale. Hasil analisis gugus fungsi molekul zat warna daun jati muda dengan  kurva  FTIR  (Fourier Transform Infra Red)  terdapat  gugus  hidroksil   (-OH),  gugus karbonil (C = O) dan gugus metil (-CH3) yang menunjukkan adanya gugus auksokrom dan kromofor.
PENCEMARAN EMISI BOILER MENGGUNAKAN BATUBARA PADA INDUSTRI TEKSTIL SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP GAS RUMAH KACA (GRK) Setiawan, Yusup; Surahman, Aep; Kailani, Zubaidi
Arena Tekstil Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.021 KB)

Abstract

Penelitian tingkat pencemaran emisi boiler berbahan bakar batubara telah dilakukan pada industri tekstil dikabupaten Bandung sebanyak 14 industri dan di wilayah Cimahi sebanyak 10 industri. Parameter yang diujimeliputi partikulat, SO2, NOx, opasitas, dan CO2. Parameter partikulat diukur menggunakan metoda gravimetri,parameter NOx diukur menggunakan metoda chemiluminescence, dan parameter SO2 diukur menggunakan metodanon-dispersive infra red (NDIR). Hasil menunjukkan di wilayah Kabupaten Bandung masih terdapat 4 perusahaantidak memenuhi persyaratan kadar partikulatnya, tetapi nilai rata-ratanya sudah memenuhi persyaratan yaitu sebesar148 mg/m3. Di wilayah Cimahi masih terdapat 3 perusahaan tidak memenuhi persyaratan kadar partikulatnya, dannilai rata-ratanya sebesar 311 mg/m3 masih diatas persyaratan. Wilayah Kabupaten Bandung ada 5 perusahaan yangemisi sulfur dioksida masih tinggi, dengan rata-rata emisi sulfur dioksida sebesar 763 mg/m3 yang berarti belummemenuhi persyaratan. Wilayah Cimahi ada 4 perusahaan yang kadar sulfur dioksida masih tinggi, tetapiperhitungan rata-rata sebesar 602 mg/m3 sudah memenuhi persyaratan. Kualitas emisi udara dengan parameterNO2 dan opasitasnya pada wilayah Kabupaten Bandung dan wilayah Cimahi sudah baik. Emisi gas CO2 yangdikeluarkan oleh industri tekstil di wilayah Kabupaten Bandung adalah 0,05 – 0,22 kg/m3 , dan di wilayah Cimahiadalah 0,07 – 0,31 kg/m3. Wilayah Kabupaten Bandung dan wilayah Cimahi mengkontribusi emisi gas rumah kaca(GRK) masing-masing sebesar 3,5 juta ton CO2-eq./tahun dan 1,3 juta ton CO2-eq./tahun.
POLYBLEND DARI POLISAKARIDA DAN POLIVINIL ALKOHOL UNTUK KANJI PADA INDUSTRI TEKSTIL Safrihatini, Wulan; Zubaidi, Zubaidi
Arena Tekstil Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.464 KB)

Abstract

Polyblend dari polisakarida dan polivinil alkohol telah diteliti untuk kanji benang lusi pada proses tekstilpertenunan. Polyblend dibuat dengan cara pencampuran dalam bentuk gel dari polisakarida dan polivinil alkohol denganperbandingan 9:1. Beberapa polisakarida tumbuh-tumbuhan ditentukan titik gel dan viskositas untuk memilihkompatibilitasnya dengan polivinil alkohol. Penganjian dilakukan pada tiga macam benang lusi yaitu benang kapas 100%,benang poliester-kapas 65/35%, dan benang filamen poliester 100%. Terhadap hasil penganjian dilakukan pengujian sifatelektrostatik menggunakan rotary electrostatic meter, kekuatan tarik dan mulur menggunakan tensile tester, daya tahangesekan, dan uji penghilangan kanji (desizing). Sebagai pembanding digunakan kanji sintetik dari jenis akrilik. Hasilpengujian menunjukkan bahwa polyblend dari polisakarida jagung dan polivinil alkohol dapat menurunkan sifatelektrostatik secara signifikan terutama pada benang filamen poliester yaitu dari 1000 volt menjadi 8 volt. Polyblenddapat meningkatkan kekuatannya pada benang staple kapas sebesar 64,286%, dan pada benang staple poliester-kapassebesar 26,07%, sedangkan pada benang filamen poliester naik 2,14%. Polyblend dapat mempertahankan kekuatannyagesekan benang kapas sampai 3000 kali yang berarti menyamai ketahanan gesekan kanji akrilik. Hasil uji penghilangankanji menunjukkan bahwa kanji polyblend dapat dihilangkan secara sempurna.
PENELITIAN KAIN SARING INDUSTRI MINYAK KELAPA Moeliono, Moekarto; Santoso, Santoso
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.801 KB)

Abstract

Penelitian kain saring dilakukan di 2 (dua) pabrik minyak kelapa. Mesin tenun yang digunakan, adalahjenis teropong (shuttle) buatan Jepang dengan ganti bak 1 x 4, lebar sisir (reed) 56 inci, nomor sisir 60, pembukaanmulut lusi sistem dobby, dan rpm mesin 160. Benang lusi yang digunakan baik bahan poliester maupun poliesterkapas, yaitu nomor Ne1 20/5 ; dan untuk benang pakannya digunakan nomor Ne1 20/10. Proses pertenunannyadilakukan dengan 5 (lima) variasi tetal pakan (pick), yaitu 18, 20, 22, 24 dan 26 dengan jenis anyaman 2/2-3, lebarkain jadi 52 inci dan jumlah lusi 3.072 helaiTujuan penelitian, adalah untuk mengetahui spesifikasi, desain, mutu, jenis kain saring yang digunakanindustri minyak kelapa dan membuat kain saring untuk industri minyak kelapa yang relatif murah harganya denganmutu yang cukup baik.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kain saring percobaan poliester dan kain saring poliester-kapas yangdibuat dengan variasi pick 24 ditinjau dari kekuatan tarik, kekuatan sobek, water permeability dan perubahanukuran setelah pencucian menghasilkan data yang terbaik bila dibandingkan dengan contoh kain saring yang ada dipasaran. Selain itu kain saring poliester pada variasi pick 24 tersebut ditinjau dari aspek teknis maupun aspekekonomis menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding dengan kain saring percobaan poliester-kapas denganvariasi pick yang sama.
PEMBUATAN MEMBRAN BIOSELULOSA UNTUK BAHAN TEKSTIL TEKNIK DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEMBRAN AKUSTIK Zubaidi, Zubaidi; Kasipah, Cica
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.998 KB)

Abstract

Pembuatan membran bioselulosa telah dilakukan dengan variasi konsentrasi bakteri Acetobacter xylinum,glukosa, dan pH. Propagasi pembentukan bioselulosa diamati setiap hari selama 14 hari. Terminasi dilakukanmenggunakan dua cara yaitu penetralan cepat dengan alkali lemah (natrium karbonat) dan penetralan lambatmenggunakan sirkulasi air selama 2 hari. Pembuatan tekstil teknik dalam bentuk non-woven berupa membrandilakukan dengan cara pengepresan panas pada tekanan 3000 psi. Pengujian yang dilakukan meliputi kekuatantarik, ketebalan membran dan kecepatan suara, dan sebagai pembanding digunakan membran selulosa komersial.Dari hasil uji diketahui bahwa membran bioselulosa dapat digunakan tekstil teknik berupa produk non-wovendengan sifat yang bervariatif (elastis, larut dan tidak larut). Sifat fisik terbaik adalah bioselulosa larut dengankekuatan 41,45 N, mulur 16,51%, dan tenacity 414,51 cN.Tex. Terminasi perlahan-lahan dengan perendaman dapatmeningkatkan sifat fisik lebih baik dibanding penetralan cepat menggunakan natrium karbonat. Pemanfaatanmembran bioselulosa larut sebagai membran akustik mempunyai kestabilan yang paling baik dengan nilai modulusYoung sekitar 24,98 N/mm2 dan kecepatan suara 4532 m/detik.

Page 4 of 26 | Total Record : 254