cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2015)" : 18 Documents clear
TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH SADAP KARET PTPN VIII WANGUNREJA DI KECAMATAN DAWUAN KABUPATEN SUBANG Kanah, Kanah
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buruh sadap karet di Kecamatan Dawuan yang bekerja di perkebunan PTPN VIII Wangunreja mendapatkan upah yang di bawah UMR Kabupaten Subang. Upah yang diperoleh tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan buruh sadap karet berdasarkan indikator BPS tahun 2005. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat buruh sadap karet PTPN VIII Wangunreja Kecamatan Dawuan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari 3 wara yakni wara 1 sebanyak 24 orang, wara 2 sebanyak 6 orang dan wara 3 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yang meliputi pendapatan, pengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan menyekolahkan anak dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, dan variabel terikatnya yaitu tingkat kesejahteraan. Analisis data penelitian ini menggunakan persentase dan skoring. Hasil penelitian menunjukan bahwa buruh sadap karet memiliki pendapatan yang rendah sedangkan pengeluarannya tinggi, buruh sadap karet sebagian besar tinggal di rumah yang permanen dengan fasilitas yang kurang lengkap, tingkat kesehatan buruh sadap karet termasuk kategori baik karena mereka mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, buruh sadap karet cukup mudah dalam menyekolahkan anak dan kesulitan dalam mendapatkan fasilitas transportasi. Berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS tahun 2005 sebagian besar buruh sadap karet di Kecamatan Dawuan termasuk ke dalam tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 78,3% dan sebagian lagi termasuk ke dalam tingkat kesejahteraan rendah sebanyak 15% serta tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 6,7%. Kata kunci : perkebunan , kesejahteraan, buruh sadap karet.
KETERBACAAN PETA ANDA DI SINI (ADS) KAMPUS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) BANDUNG Nurfauziah, Sih Aulia
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta Anda di Sini (ADS) merupakan sarana informasi yang menggambarkan struktur ruang suatu tempat dan telah banyak digunakan karena informasinya yang spesifik mengenai lokasi tertentu. Umumnya di dalam peta terdapat tanda khusus mengenai lokasi peta (sekaligus lokasi pembaca) misalnya berupa tanda panah dengan tulisan ‘Anda di Sini’ atau menggunakan warna yang mencolok. Semua peta, termasuk peta ADS memuat informasi kunci berupa arah, oleh karena itu idealnya diposisikan sesuai dengan prinsip cermin terhadap pembaca sehingga arah peta berhimpit dengan orientasi pembaca.  Hal ini akan mengurangi hambatan atau gangguan pada sistem navigasi kognitif pembaca. Misalnya peta ADS yang menggunakan prinsip Orientasi Arah Utara (OUA) sebaiknya diletakkan menghadap arah selatan. Pada tahun 2014, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memasang dua peta ADS yang masing-masing diletakkan di seberang Gedung Museum Pendidikan dan di depan Gedung Geugeut-Winda. Akan tetapi penempatan kedua peta ADS yang tidak sesuai dengan orientasi pembaca tersebut mengakibatkan rotasi mental peta ADS UPI ≠ 0 sehingga menyulitkan pembaca menginterpretasi informasi yang ada di dalam peta.  Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan peta ADS kampus UPI dalam sudut pandang teori-teori yang berkaitan dengan aktivitas membaca peta. Kata kunci: Peta ADS, arah, orientasi, rotasi mental
MODEL PROLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Lestari, Tuti Rina
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan dilatarbelakangi pentingnya kemampuan memecahkan masalah agar peserta didik membangun pemikiran konstruktif, sistematis, fokus dalam menganalisis masalah melalui model problem based leraning (PBL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah. Metode yang digunakan ekperimen dengan post-test only, non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMA IT As-Syifa Boarding School Subang. Sampel penelitan ini, kelas eksperimen XI IIS 1 jumlah 24 dan kelas kontrol XI IIS 2 jumlah  25. Teknik pengumpulan data dengan tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homgenitas dan uji-t. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan kemampuan mendefinisikan masalah antara kelas eksperimen dengan kontrol; 2) terdapat perbedaan kemampuan mengidentifikasi masalah antara kelas eksperimen dengan kontrol; 3) terdapat perbedaan kemampuan merumuskan alternatif solusi masalah antara kelas eksperimen dengan kontrol; 4) tidak terdapat perbedaan kemampuan menentukan solusi terbaik antara kelas eksperimen dengan kontrol; dan 5) terdapat perbedaan kemampuan memecahkanan masalah antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis, PBL berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah di SMA IT As-Syifa Boarding School Subang. Kemampuan memecahkan masalah melalui model PBL memerlukan sarana informasi yang bervariasi. Perlu adanya studi lanjutan  pada kemampuan mendefinisikan masalah  dan menentukan solusi terbaik dalam memecahkan masalah.Kata kunci: kemampuan memecahkan masalah, model pembelajaran problem based learning (PBL)
PENINGKATAN SPATIAL LITERACY SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMANFAATAN MEDIA PETA Maharani, Winda
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya pemanfaatan media dalam melakukan pembelajaran yang berhubungan dengan ruang, membuat spatial literacy siswa kurang tergali. Selain itu, siswa cenderung lebih pasif dan cepat merasa bosan pada saat  guru  dalam menyampaikan pembelajaran hanya bersumber dari buku teks siswa. Rendahnya spatial literacy siswa tersebut, pada akhirnya menyebabkan siswa menjadi kurang cermat dalam hal mengambil keputusan dan juga memecahkan masalah keruangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan berkaitan dengan pemanfaatan media peta dalam pembelajaran IPS di SD Laboratorium Percontohan UPI khususnya pada siswa kelas IV. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan spatial literacy siswa khususnya dalam materi yang berkaitan dengan ruang pada mata pelajaran IPS. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen kuasi dengan menggunakan desain nonequivalent groups pre test - post test dari Fraenkel and Wallen. Desain nonequivalent groups pre test - post test ini diawali dengan menetapkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian dilakukan pre test, dilanjutkan dengan pemberian perlakuan kepada kedua kelas dan diakhiri dengan melakukan post test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Laboratorium Percontohan UPI. Teknik pengumpulan data berupa tes dan juga angket respon siswa. Instrumen penelitiannya berupa lembar tes spatial literacy dan lembar angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan spatial literacy siswa kelas IV SD Laboratorium Percontohan UPI. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah benar pada setiap indikator spatial literacy yang diberikan. Indikator tersebut adalah menentukan lokasi, mengidentifikasi orientasi keruangan, menentukan jarak terdekat serta mengidentifikasi objek melalui simbol-simbol pada peta. Hasil penelitian ini dapat menjadi saran bagi guru dan pihak sekolah untuk terus memfasilitasi pembelajaran IPS dengan media yang sesuai terutama media peta untuk materi yang terkait dengan ruang, sehingga dapat meningkatkan spatial literacy siswa.Kata kunci: media peta, spatial literacy. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGEMBANGKAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Oktavian, Catur Nurrochman
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was prompted by students’ lack of environmental awareness. Cultivating concern and responsibility for environmental awareness can be carried out through social studies teaching and learning. The use of a learning model highly determines the success of teaching and learning, including in developing attitude and behaviors towards the environment. In general, the research aimed to see differences in the effectiveness of project-based learning model in social studies teaching and learning in the experimental class and the use of problem-based learning model in the control class to develop students’ environmental awareness. It employed quantitative approach with quasi-experimental method. The design used was Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this research included all seventh graders of SMP Negeri (State Junior Secondary School) 1 Kemang, Bogor Regency. Sample was taken for two classes, namely class VII-9 as the experimental class, and class VII-5 as the control class. Data were collected through attitude-scale questionnaires, observation, and interview. The test of the research hypothesis reveals the following: (1) There was a significant difference in environmental awareness between pre-test and post-test after teaching and learning in the experimental class; (2) There was a significant difference in environmental awareness between pre-test and post-test after teaching and learning in the control class; (3) There was no difference in environmental awareness between students of the experimental and control classes. Students’ environmental awareness appeared to improve after teaching and learning, as can be observed from their discipline in putting trash to its place, communal work to clean up scribbles on the desk and classroom walls, and active participation in keeping the classroom clean. The research results also show positive responses from students because project-based learning gives project assignments that provided them with opportunities to develop their confidence and hone their creativity. Students’ activity in teaching and learning increased, as observed from their active involvement and independence in completing the projects during the teaching and learning process. Teachers responded positively and viewed that social studies teaching and learning process implementing project-based model had more advantages, namely: It could improve teachers’ knowledge and understanding of the syntax of innovative learning models and improve their abilities and skills in managing, organizing, and conducting instruction in the classroom. The obstacles encountered in the implementation of this project-based learning model were time allocation and the long preparation for teachers in order for the model to work well. In addition, teachers’ view and skills of innovative learning models are highly needed for effective model implementation.Keywords: Project-Based Learning Model, Environmental Awareness, Social Studies Teaching and Learning
KAJIAN RUANG DAN RESPON MASYARAKAT TERHADAP AKTIFITAS PENERBANGAN DI KAWASAN SEKITAR LANDASAN PACU BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA Jati, J.A.R
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Bandung, permintaan penggunaan lahan untuk pemukiman terus tumbuh, termasuk di Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan (KKBK) Bandara Husein Sastranegara. Di sisi lain pertumbuhan aktifitas penerbangan yang ada dari tahun ke tahun dapat dikatakan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Melakukan evaluasi kesesuaian penggunaan lahan dengan Rencana Detail Tata Ruang, (2) Menganalisis respon masyarakat terhadap aktifitas penerbangan. Metode yang digunakan adalah survey deskriftif. Teknik analisis yang dilakukan untuk mengolah data penggunaan lahan adalah teknik skoring, sedangkan respon masyarakat dianalisis dengan skala Linkert. Hasil penelitiaan menunjukan: (1) Seluruh kelurahan dalam wilayah penelitiaan ada pada kategori kelas kesesuaian tinggi, namun perlu penegakan peraturan yang lebih ketat karena ditemukannya Koefisien Dasar Bangunan yang tidak sesuai dengan rencana. (2) Sebagian besar masyarakat yang ada di wilayah penelitian memiliki respon positif terhadap aktifitas penerbangan. Untuk mendukung kegiatan penerbangan yang terus tumbuh dan tetap meredam dampak negatif yang mungkin dirasakan masyarakat, pengelola bandara dapat melakukan pembatasan aktifitas penerbangan pada jam tertentu.Kata kunci: Pertumbuhan pemukiman, Pertumbuhan Aktifitas Penerbangan, Kesesuaian Penggunaan Lahan, Respon Masyarakat. 
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA KURIKULUM 2013 Yani, Ahmad
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek kajian geografi sejatinya ada yang berbentuk konkrit dan sebagian ada yang terkategori “abstrak”. Seseorang baru dapat mengetahui adanya persebaran suatu objek, interaksi antar ruang, interelasi, interdependensi, dan adanya proses yang bekerja dalam ruang jika telah divisualisasikan dalam peta, tabel, grafik, gambar, angka statistik, dan atau visual animasi. Sifat kajian geografi tersebut tentu saja memiliki implikasi terhadap pembelajaran geografi di sekolah apalagi ada kewajiban untuk disampaikan melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Implementasi pendekatan saintifik pada mata pelajaran geografi akan mudah jika tersedia data sekunder yang berasal dari berbagai instansi yang berwenang dan jika lokasi observasi lapangan relatif dekat dengan lokasi sekolah. Oleh karena itu, pengelolaan waktu pertemuan di kelas, sebaiknya berorientasi pada efektivitas pembelajaran dan bukan semata-mata memenuhi lima langkah saintifik pada setiap pertemuan.Kata kunci: standar proses, geografi, Kurikulum 2013, saintifik.
PERANAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA DIDIK SMA TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DAN LONGSOR DI KOTA PADANG Novarita, Amalia
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Padang merupakan zona sub-duksi lempeng Hindia-Australia dan Eurasia, 200 Km dari tepi pantai barat Kota Padang, gempa di Kota Padang berkaitan dengan gempa tektonik, vulkanik dan bencana lainnya. Pendidikan geografi berperan di ranah afektif (sikap) dan tindakan peserta didik lebih diutamakan dalam mengupayakan kebencanaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap peserta didik dalam memahami mitigasi bencana gempa bumi dan longsor di Kota Padang. Serta peranan pembelajaran geografi pada mitigasi bencana gempa bumi dan longsor di Kota Padang. Menggunakan penelitian survei di SMA Negeri atau Swasta di Kota Padang. Sampel Penelitian dilakukan di 11 sekolah SMA Negeri dan Swasta di Kota Padang, dengan teknik random sampling. Pengolahannya dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa peranan pembelajaran geografi dalam pembentukan sikap peserta didik terhadap mitigasi bencana tidak terlalu berpengaruh. artinya jika peserta didik benar-benar mengetahui dan memahami pembelajaran yang diberikan guru maka akan membentuk sikap peserta didik. Dari angket yang disebarkan ternyata peserta didik cenderung masih dalam kategori ragu pada pembelajaran mitigasi bencana. Kesimpulannya Peranan pembelajaran geografi pada mitigasi bencana masih cenderung kategori ragu dalam pembentukan sikap peserta didik dalam meminimalisir bencana, dan melatih sikap dan tindakan peserta didik ketika sebelum dan setelah terjadinya bencana gempa bumi dan longsor. Kata kunci: pembelajaran geografi, mitigasi bencana, sikap.
TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SUKABUMI Ruhimat, Mamat
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan penduduk merupakan kekuatan yang mendorong penduduk, khususnya penduduk petani untuk memperluas lahan garapannya atau keluar dari lapangan kerja petanian. Fnomena ini terjadi karena pertumbuhan dan jumlah penduduk terus meningkat secara superekponensial, sementara di lain pihak luas lahan garapan dan kualitas lahan tidak mengalami peningkatan. Indeks tekanan penduduk (ITP) ditentukan oleh proporsi pendapatan petani yang bersumber dari aktifitas non pertanian, luas lahan rata-rata yang diperoleh oleh setiap penduduk petani untuk dapat hidup layak, proporsi penduduk yang menjadi petani, luas lahan total pertanian, dan tingkat pertumbuhan penduduk per tahun. Sumber data yang digunakan diambil dari data skunder. Hasil perhitungan berdasarkan data skunder menunjukkan bahwa indeks tekanan penduduk (ITP) untuk Kecukaraja Kabupaten Sukabumi adalah sebesar 13.34. Hal tersebut berarti bahwa dilihat dari tekanan penduduknya, Kecamatan Sukaraja sudah dikategorikan sebagai wilayah yang sudah tidak dapat lagi menampung penduduk baru. Kata kunci : tekanan penduduk terhadap lahan.
PEMANFAATAN FENOMENA PERUBAHAN RUANG SIMPANG AMD BATOH DALAM PROSES PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Adista, Deki; Rohmat, Dede; Darsiharjo, Darsiharjo
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v15i1.4186

Abstract

Pendidik geografi Kota Banda Aceh beranggapan bahwa media pembelajaran selalu berkaitan dengan peralatan elektronik, sebagai pendidik terhadap media dan sumber belajar dilingkungan sekitar untuk mendukung proses pembelajaran geografi seperti fenomena-fenomena yang bersifat kontekstual pada daerah lokal untuk pemahaman konsep peserta didik terkait perubahan ruang Simpang AMD Batoh. Tujuan penelitian menganalisis pemahaman konsep perubahan ruang peserta didik sebelum dan sesudah serta keunggulan dan kelemahan pembelajaran metode insiden dengan media gambar/ foto dan ilustrasi dalam proses pembelajaran geografi. Metode penelitian Quasi Eksperiment. Populasi seluruh peserta didik kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh sebanyak 98 peserta didik, sampel sebanyak 49 peserta didik. Teknik pengumpulan data soal test prestasi, lembar kerja siswa dan lembar observasi dan angket. Teknik analisis data statistik korelasi dan rumus N-Gain. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pemahaman konsep perubahan ruang serta antara kelas metode insiden dan kelas media gambar/ foto dan ilustrasi dalam proses pembelajaran geografi. Kedua sampel homogen pada taraf kesalahan α = 0,05, populasi berdistribusi normal pada taraf kesalahan α = 0,05, pengujian hipotesis diterima pada taraf kesalahan α = 0,05. Rekomendasi penelitian diharapkan kepada guru mata pelajaran geografi agar lebih mengedepankan fenomena-fenomena bersifat konten lokal untuk pemahaman konsep perubahan ruang peserta didik dalam proses pembelajaran geografi.

Page 1 of 2 | Total Record : 18