Articles
350 Documents
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DAN ELEMEN MESIN
Mizwar, Nur M.S.;
Purnawan, Purnawan;
Sasmita, Asep H.
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v3i2.4555
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran gaya dalam mata pelajaran Mekanika Teknik dan Elemen Mesin melalui penggunaan model pembelajaran Problem Posing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran gaya dalam mata pelajaran Mekanika Teknik dan Elemen Mesin. Beberapa informasi yang ditemukan yaitu proses pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran ekspositori, siswa pasif dalam proses pembelajaran, dan siswa tidak termotivasi mencari informasi sendiri (eksplorasi). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari satu pertemuan tatap muka yang dilakukan pada kelas X TM 3 SMK Negeri 2 Bandung sebanyak 32 siswa. Penelitian ini melibatkan dua orang pengamat pelaksanaan pembelajaran. Pada penelitian ini, proses pengumpulan data menggunakan teknik tes (tes bentuk pilihan ganda) dan observasi (observasi pelaksanaan pembelajaran). Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar, rata-rata N-Gain pada siklus I sebesar 0,27 meningkat menjadi 0,35 pada siklus II, dan menjadi 0,45 pada siklus III. Persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus I sebesar 31,3% meningkat menjadi 68,8% pada siklus II, dan menjadi 78,1% pada siklus III. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran gaya dalam mata pelajaran Mekanika Teknik dan Elemen Mesin.
Studi Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif
Kurniawan, Budi;
Wiharna, Ono;
Permana, Tatang
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v4i2.9627
Rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif dilihat dari nilai Ujian Akhir Semester yang rata-rata tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum sebesar 75 pada siswa kelas X TPBO dan X TSM di SMK Negeri 8 Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dan faktor yang dominan yang mempengauhi hasil belajar pada mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian siswa kelas X TPBO dan X TSM di SMKN 8 Bandung yang berjumlah 106 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah angket dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intern berupa minat, motivasi dan perhatian maupun faktor ekstern berupa metode mengajar, media pembelajaran dan lingkungan sosial berpengaruh terhadap hasil belajar. Kesimpulan penelitian bahwa faktor intern dan faktor ekstern berpengaruh terhadap hasil belajar pada mata pelajaran TLDO dengan faktor yang paling dominan adalah motivasi.
ANALISIS WAKTU PEMESINAN PADA UJI KOMPETENSI PRAKTIK KEJURUAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK
Karyadi, Ade;
Wardaya, Wardaya;
Purnawan, Purnawan
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 2 (2014): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v1i2.3794
Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui gambaran waktu pemesinan dan menghasilkan format penilaian indikator waktu yang sesuai pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan di SMK Negeri 6 Bandung tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah metode deskriftif. Data dijaring melalui studi observasi secara langsung pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan teknik pemesinan untuk pekerjaan membubut. Jenis proses terdiri atas: membubut diameter, membubut panjang, mengebor diameter, mengebor kedalaman, membubut alur, membubut ulir dan membubut tirus. Waktu pemesinan diukur mulai dari siswa berdiri di depan mesin sampai benda kerja selesai dan diserahkan kepada assesor. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Rata-rata waktu pemesinan penyelesaian produk dalam proses pembubutan adalah 213 menit. Waktu pemesinan pada pekerjaan membubut dikelompokkan kedalam empat kategori penilaian dengan standar acuan nilai dengan hasil persentase 13%, 27%, 53% dan 7 % masing-masing untuk kategori A, B, C dan E.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK PADA KOMPETENSI DASAR MENGGUNAKAN ALAT UKUR
Lesmana, Galih T.;
Wiharna, Ono;
Sulaeman, Sulaeman
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v3i2.4546
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar siswa setelah menggunakan metode pembelajaran peer teaching dan metode pembelajaran klasikal pada kompetensi dasar menggunakan alat ukur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Lemahsugih teknik kendaraan ringan yang bÂerjumlah 3 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 92 orang. Sampel penelitian diambil dua kelas yaitu kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran peer teaching dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran klasikal. Penarikan sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dimana sampel diambil secara acak tanpa memperhatikan strata di dalam populasi itu. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa soal pre test dan soal pre test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata prestasi belajar siswa pada skor post test setelah menggunakan metode pembelajaran peer teaching sebesar 24,85 dan rata-rata prestasi belajar siswa pada skor post test setelah menggunakan metode pembelajaran klasikal sebesar 21,85. Peningkatan prestasi belajar siswa (N-Gain) kelompok eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran peer teaching sebesar 0,61 yang termasuk pada kategori sedang, sedangkan peningkatan prestasi belajar siswa (N-Gain) kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran klasikal sebesar 0,39 yang termasuk pada kategori sedang.
Penerapan Modul dan Wall Chart untuk Meningkatkan Kompetensi Sistem Kopling
Kamal, Musthafa;
Wiharna, Ono;
Komaro, Mumu
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v4i1.7448
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa serta peningkatan hasil belajarnya, setelah menggunakan bahan ajar modul dan bahan ajar wall chart pada kompetensi sistem kopling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen true experimental design dengan desain pre-test posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri Bantarkalong Tasikmalaya teknik kendaraan ringan yang berjumlah 4 kelas sebanyak 125 orang. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar modul dan kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar wall chart. Instrumen yang digunakan pre test yang dilaksanakan sebelum siswa melaksanakan proses pembelajaran dan post test setelah siswa melaksanakan proses pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada skor post test setelah menggunakan bahan ajar modul sebesar 75,39 dan rata-rata hasil belajar pada skor post testsiswa setelah menggunakan bahan ajar wall charts ebesar 72,14. Peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar modul sebesar 57%Â dan peningkatan hasil belajar menggunakan bahan ajar wall chart sebesar 49%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar modul berada pada kategori sedang dengan peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang juga; (2) Rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar wall chart berada pada kategori rendah, dengan peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang.
Penerapan Model Pembelajaran Levels of Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK
Sulistiawan, Febri;
Sumardi, Kamin;
Berman, Ega T
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v4i1.7439
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa SMK pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor setelah diterapkan model pembelajaran levels of inquiry. Model pembelajaran levels of inquiry 5 tahapan yaitu discovery learning, interactive demonstration, inquiry lessons, inquiry labs, dan hypothectical inquiry. Adanya tahapan tersebut membuat siswa mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dengan cara berfikir kritis analisis-argumentatif, kreatif, dan madiri sehingga siswa diberikan kebebasan dalam menyusun dan merekontruksi sendiri informasi yang telah diperoleh. Penelitian dilakukan pada salah satu SMK Negeri di Kota Cimahi pada kelas XI TPTU B dengan menggunakan metode pre eksperiment jenis one-group pretest-posttest design pada materi menentukan fungsi dan kinerja kompresor tata udara domestik dengan sampel 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dengan gain dinormalisasi sebesar 0.54 dengan kategori sedang. Aspek afektif didapatkan hasil rata-rata IPK 79.14% dengan kategori cukup. Aspek psikomotor didapatkan hasil rata-rata IPK 78.93% dengan kategori cukup terampil. Sehingga setelah diterapkan model pembelajaran levels of inquiry mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Latihan terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif
Zikri, Syirojuddin;
Suherman, Amay;
Permana, Tatang
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v4i2.9641
Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran drill terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian ini digunakan dua kelas perlakuan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran drill, dan kelas kontrol melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Hasil perhitungan data hasil belajar kelas kontrol, diperoleh skor rata-rata data N-Gain siswa sebesar 0.47 dengan kategori sedang. Hasil observasi terhadap aktivitas siswa saat proses pembelajaran berlangsung dalam kelas kontrol, menunjukkan persentase banyak siswa yang bisa melakukan perhitungan dalam belajar momen sesuai opration manual sebesar 38.71 %. Hasil perhitungan data hasil belajar kelas eksperimen, diperoleh skor rata-rata data N-Gain siswa sebesar 0.72 dengan kategori tinggi. Hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada kelas eksperimen, menunjukkan persentase banyak siswa yang bisa melakukan perhitungan dalam belajar momen sesuai opration manual sebesar 84.37 %. Hasil pengujian hipotesis data N-Gain didapat nilai t hitung  = 8.33 t tabel = 1.67. Ho ditolak sehingga mengambil HA, yaitu terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menerapkan metode drill, dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah yang signifikan. Penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dari penerapanan metode pembelajaran drill terhadap hasil belajar pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif.
SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN PRAKTEK SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN DENGAN HASIL BELAJAR
Parid, Hilman;
Kusumah, Inu H.;
Permana, Tatang
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 2 (2014): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v1i2.3815
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa pada pembelajaran praktek dengan hasil belajar siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor pada mata pelajaran sistem bahan bakar bensin di SMK. Penelitian menggunakan metode korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 67 siswa sebanyak 20 siswa memiliki sikap yang tergolong baik, dengan sikap belajar siswa pada pembelajaran praktek termasuk baik dan hasil belajar siswa  yang baik. Korelasi antara sikap siswa pada pembelajaran praktek dengan hasil belajar siswa masing-masing berada pada kategori baik dan berasosiasi signifikan. Nilai koefisien determinasi yaitusebesar 0,127 atau 13%, artinya status sikap siswa pada pembelajaran praktek dengan hasil belajar siswa memiliki pengaruh sebesar 13%, sedangkan sisanya 88% dipengaruhi oleh variabel lain.
OPTIMALISASI FASILITAS ALAT PRAKTIK UNTUK MENCAPAI TUNTUTAN KOMPETENSI SISWA SMK
Tazkia, Siti R.;
Suherman, Amay
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v3i2.4560
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang jumlah dan jenis alat, efisiensi penggunaan masing-masing alat yang selama ini digunakan pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor di kelas XI, upaya yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan fasilitas alat praktik untuk mencapai tuntutan kompetensi pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor di kelas XI. Sehingga nilai efisiensi penggunaannya menjadi lebih efisien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan instrumen wawancara, dokumentasi dan observasi. Temuan penelitian terdapat lima jenis job yang harus diselesaikan siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor kelas XI. Ada 41 jenis alat dengan jumlah bervariasi. Nilai efisiensi penggunaan alat kerja praktik dari 41 jenis alat tersebut yaitu 60%, maka penggunaan alat praktik tidak efisien karena jumlah alat berlebih dalam artian tidak digunakan. Setelah dioptimalkan maka nilai efisiensinya menjadi 87%, maka penggunaan alat praktik menjadi efisien.
Studi Evaluasi tentang Pembelajaran Tune Up Engine pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Zuhri, Muhammad Handika;
Kusumah, Inu H.;
Noor, Ridwan A.M.;
Suhayat, Dede
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v4i2.9632
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar pada kompetensi tune up engine berdasarkan SKKNI. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian evaluasi dengan model evaluasi goal oriented evaluation dengan pendekatan deskriftif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang siswa kelas XI TKR 5 SMK Negeri 6 Bandung, pemilihan sampel pada penelitian ini berdasarkan pertimbangan dari guru mata pelajaran PMKR dan nilai kompetensi siswa. Hasil penelitian ini adalah : rata-rata hasil ketercapaian kerja tune up engine adalah 37,75, dengan persentase ketercapaian hasil kerja tune up engine dengan nilai tertinggi yaitu 73,2% dan 71,4%, sedangkan nilai terendahnya adalah 64,28% dan 62,5%. Perincian ketercapaian tune up engine setiap siswa dengan nilai tertinggi yaitu 40 dan 41, nilai sedang yaitu 38 dan 39, sedangkan untuk nilai terendah yaitu 35. Pencapaian tune up engine berdasarkan SKKNI yaitu 56, dilihat dari data di atas maka hasil belajar siswa pada kompetensi tune up engine berdasarkan SKKNI menunjukkan hasil yang kurang baik.