Articles
350 Documents
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS BERWIRAUSAHA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PERBENGKELAN OTOMOTIF SISWA SMK
Sugiarto, Maun;
Kusumah, Inu H;
Permana, Tatang
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1483
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan antara kreativitas berwirausaha dengan minat berwirausaha perbengkelan otomotif pada mahasiswa paket keahlian otomotif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat kreativitas berwirausaha dikalangan mahasiswa paket keahlian otomotif tergolong pada kategori sedang, sedangkan minat berwirausaha mahasiswa paket keahlian otomotif berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara kreativitas berwirausaha dan minat berwirausaha sebesar 0,335. Angka tersebut menunjukkan bahwa besarnya hubungan antara kreativitas berwirausaha dengan minat berwirausaha perbengkelan otomotif pada mahasiswa paket keahlian otomotif berada pada kategori rendah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK
Amrullah, Afif M;
Yayat, Yayat;
Kuntadi, Iwa
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1497
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran inkuiri pada KD memelihara roda dan ban. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan beberapa tahapan, yaitu; perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas XI TKR 6 SMK Negeri 6 Bandung pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi keaktifan belajar siswa, dan lembar tes berupa pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkanadanya peningkatan keaktifan belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi, khususnya pada aspek; keinginan siswa menciptakan suasana belajar yang kondusif, keterlibatan siswa mencari dan memanfaatkan sumber belajar, serta keterlibatan siswa melakukan prakarsa dan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada kategori sedang.
KETERCAPAIAN KOMPETENSI LAS TIG LEVEL 1G PADA PERKULIAHAN TEKNIK PENGELASAN
Wijaya, Reza Chandra;
Yayat, Yayat;
Sasmita, Asep H
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1488
Tujuan penelitian ini untuk melihat tingkat ketercapaian kompetensi yang berupa hasil belajar aspek keterampilan oleh mahasiswa pada proses pengelasan Las TIG level 1G. Kompetensi tersebut yaitu: kemampuan dalam membuat rigi las tanpa bahan tambah, kemampuan dalam membuat rigi las dengan bahan tambah, kemampuan dalam membuat sambungan I dengan bahan tambah, dan kemampuan dalam membuat sambungan sudut luar dengan bahan tambah pada pelat baja lunak. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa proses pembelajaran pada mata kuliah tersebut belum optimal akibat terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki, sehingga mahasiswa harus menunggu giliran untuk melakukan latihan. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa yang mengontrak mata kuliah Teknik Pengelasan Tahun ajaran 2014-2015 di DPTM FPTK UPI. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat ketercapaian kompetensi yang berupa hasil belajar aspek keterampilan pada las TIG level 1G tegolong sedang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY 6 LANGKAH (MODEL TF-6M) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA DI SMK
Amar, Akhmad F;
Hidayat, Dadang;
Suherman, Amay
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1479
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan motivasi berprestasi siswa dan untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan motivasi berprestasi siswa setelah mendapatkan pembelajaran Teaching Factory 6 Langkah (Model TF-6M). Objek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI B SMK Negeri 1 Majalengka Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor yang berjumlah 34 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa angket. Motivasi berprestasi siswa mengalami peningkatan setelah mendapatkan pembelajaran Model TF-6M. Peningkatan ketercapaian skor dan n-gain masing-masing sebesar 59,91% dan 0,07.
PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA STANDAR KOMPETENSI MERAWAT BATERAI
Wahyudin, Trio;
Supriawan, Dedi;
Komaro, Mumu
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1493
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran multimedia lebih baik dari pada penggunaan media pembelajaran klasikal pada standar kompetensi Memelihara Baterai di SMK Negri 6 Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKR SMK Negri 6 Bandung. Sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya dua kelas yaitu kelas X TKR 2 sejumlah 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKR 4 sejumlah 33 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil analisis data mendapatkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran multimedia lebih baik dari pada media klasikal, Hal ini bisa dilihat dari nilai rata-rata hasil akhir (Posttest). Nilai rata-rata pada kelas yang menggunakan multimedia (kelas eksperimen) sebesar 82,42 sedangkan kelas yang menggunakan pembelajaran klasikal (kelas kontrol) sebesar 74,91 dengan skala penilaian 0-100.
HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMKN
Aziz, Muhamad Abdul;
Tarmedi, Ewo;
Untung, Sunarto H
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1484
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum kelompok teman sebaya sebagai kelompok belajar di kelas XI TKR, mengetahui gambaran umum prestasi belajar siswa di kelas XI TKR dan mengetahui sejauh mana hubungan antara kelompok teman sebaya sebagai kelompok belajar dengan prestasi belajar siswa di kelas XI TKR. Prestasi belajar pada penelitian ini dilihat dari nilai UAS mata pelajaran produktif di semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Metode penelitian menggunakan metode asosiatif (hubungan) dengan teknik statistik analisis korelasi pearson product moment. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa angket. Berdasarkan hasil pengolahan data pada perhitungan uji kecenderungan menunjukkan bahwa kelompok teman sebaya dan prestasi belajar siswa di kelas XI TKR, masing-masing masuk ke dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis korelasi pearson product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy) yaitu sebesar 0,271, artinya hubungan antara kelompok teman sebaya dengan prestasi belajar siswa masuk ke dalam kategori rendah.
KONTRIBUSI KOMPETENSI MEMBACA GAMBAR TEKNIK TERHADAP KOMPETENSI TEKNIK PEMESINAN BUBUT SISWA SMK
Fahrudin, Ahmad M;
Haryadi, Haryadi;
Sabri, Sabri
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1498
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penguasaan peserta didik terhadap kompetensi membaca gambar teknik dan kompetensi teknik pemesinan bubut juga untuk memperoleh data tentang kontribusi kompetensi membaca gambar teknik terhadap kompetensi teknik pemesinan bubut pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode deskriftif korasional ini dengan variabel bebas Kompetensi Membaca Gambar Teknik dan variabel terikat Kompetensi Teknik Pemesinan Bubut. Perolehan data dilakukan dengan mengadakan tes dan dokumentasi pada peserta didik kelas XI TPM SMK Negeri 6 Bandung Tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah populasi 138 orang dari 4 kelas. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Issac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik dengan jumlah 91 orang. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 79 peserta didik memiliki penguasaan membaca gambar teknik yang masuk kedalam kategori sudah memenuhi standar kkm. (2) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 81 peserta didik memiliki penguasaan kompetensi dalam kerja bubut sederhana yang termasuk kedalam kategori sudah memenuhi standar kkm. (3) Kompetensi Membaca Gambar Teknik berkontribusi sedang terhadap Kompetensi Teknik Pemesinan Bubut.
STUDI KETERLAKSANAAN PRAKERIN TERHADAP KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SISWA SMK
Firmansyah, Rian O;
Kusumah, Inu H;
Sumarna, Nana
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1489
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keterlaksanaan kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) pada pelaksanaan Prakerin yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 8 Bandung. Kompetensi TKR dibagi menjadi lima kelompok kompetensi yaitu; (1) kompetensi general, (2) kompetensi engine, (3) kompetensi power train, (4) kompetensi chassis dan (5) kompetensi electrical. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan di kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 8 Bandung pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) pada Prakerin. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan; (1) kompetensi general tergolong tinggi, (2) kompetensi engine tergolong tinggi, (3) kompetensi power train tergolong tinggi, (4) kompetensi chassis tergolong sangat tinggi dan (5) kompetensi electrical tergolong sedang dalam pelaksanaannya. Hasil rata-rata keseluruhan pelaksanaan Prakerin yang dilaksanakan tergolong tinggi.
KETERLAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI SISWA SMK UNTUK MENJADI PEKERJA TEKNISI OTOMOTIF BERDASARKAN TUNTUTAN SKKNI
Purnama, Fatra J;
Kusumah, Inu H;
Komaro, Mumu
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1480
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan paraktik kerja Industri untuk menjadi seorang pekerja teknisi otomotif berdasarkan tuntutan SKKNI pada siswa kelas XII TSM SMK Negeri 8 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan observasi. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa keterlaksanaan praktik kerja industri sesuai dengan tuntutan SKKNI sudah berjalan dengan baik. Kriteria teknisi terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkat III atau Junior, tingkat II dan Tingkat I atau senior/master. Untuk kriteria teknisi otomotif berdasarkan keterlaksanaan praktik kerja industri sesuai tuntutan SKKNI hanya berlaku kepada teknisi tingkat III atau teknisi junior. Kriteria ini bisa tercapai karena standar kompetensi tingkat III atau junior ini sudah didapatkan siswa selama pembelajaran d kelas dan juga selama praktek kerja industri. Sedangkan untuk kriteria teknisi tingkat II dan tingkat I atau senior/master, standar kompetensinya hanya akan didapatka apabila siswa sudah bekerja sebagai teknisi dengan pengalaman dan training yang didapatkan di industri.
KONTRIBUSI HASIL UJIAN TEORI TERHADAP HASIL UJIAN PRAKTIK PADA UJI KOMPETENSI KEAHLIAN SISWA SMK
Setiana, Yadi H;
Siregar, Syafarudin;
Haryadi, Haryadi
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1494
Tujuan daripada dilakukannya penelitian ini, adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi hasil uji kompetensi teori kejuruan terhadap hasil uji kompetensi praktik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian 124 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kontribusi antara hasil ujian teori terhadap hasil ujian praktik pada uji kompetensi keahlian (UKK). Selain itu, diperoleh hasil analisis relevansi materi ujian teori kejuruan terhadap hasil ujian praktik kejuruan sebesar 25% dalam ketegori kurang relevan.