cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2024): April 2024" : 10 Documents clear
Tindak Tutur Komisif dalam Novel Sudagar Batik karya Ahmad Bakri Ahadiah, Isma
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.74018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur kalimat, jenis kalimat dan makna pragmatis dari kalimat-kalimat yang mengandung tindak tutur komisif dalam novel Sudagar Batik karya Ahmad Bakri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi pustaka. Data yang diteliti berupa kalimat-kalimat yang mengandung tindak tutur komisif, sedangkan sumber data yang digunakan yaitu novel Sudagar Batik. Instrumen yang digunakan adalah kartu data digital, data yang ditemukan akan diolah menggunakan teknik analisis unsur secara langsung. Hasilnya, terdapat 74 kalimat yang mengandung tindak tutur komisif dalam novel Sudagar Batik karya Ahmad Bakri. Berdasarkan jenis kalimatnya terbagi menjadi empat, yaitu tindak tutur komisif langsung literal (50 kalimat), tindak tutur komisif tidak langsung literal (20 kalimat), tindak tutur komisif langsung non-literal (2 kalimat), dan tindak tutur komisif tidak langsung non-literal (2 kalimat). Berdasarkan fungsi pragmatisnya terbagi menjadi enam, yaitu makna memerintah (23 kalimat), membiarkan (22 kalimat), melarang (11 kalimat), meminta (8 kalimat), mengumumkan (7 kalimat), dan mengajak (3 kalimat). Berdasarkan struktur kalimatnya terbagi menjadi dua, yaitu struktur topik-komen (27 kalimat) dan fokus-latar (26 kalimat).
Prinsip Kerja Sama dalam Kumpulan Cerita Pendek Teu Tulus Paéh Nundutan Karya Ki Umbara Juliwandina, Innasa
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.72101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan percakapan yang termasuk ke dalam prinsip kerja sama (kooperatif), maksim-maksim percakapan, dan tingkat kesesuaian maksim kerjasama yang ada  dalam kumpulan cerpen Teu Tulus Paeh Nundutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik menggumpulkan data dilakukan melalui studi pustaka dengan instrumen kartu data digital. Sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan-percakapan yang ada dalam kumpulan cerpen tersebut. Hasilnya: (1) ada 429 data percakapan yang termasuk ke dalam prinsip kerja sama (kooperatif); (2) maksim percakapan kerjasama didominasi oleh maksim kesesuaian atau relevansi; dan (3) data percakapan kebanyakan mematuhi prinsip kerjasama, karena percakapan atau informasi yang disampaikan oleh pembicara patuh terhadap salah satu maksim percakapan kerjasama, serta sesuai dengan permasalahan yang sedang diceritakan.
Tradisi Ngagedog di Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi: Sebuah Kajian Semiotik Laras, Rika Latina
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.74172

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kegiatan menjaga kandungan yang masih dipertahankan oleh masyarakat serta dilaksanakeun secara turun-temurun dari generasi ke genarasi melalui tradisi. Selain itu, dalam kegiatan ini terdapat proses untuk membenarkan dan menetapkan posisi janin bayi ketika memasuki usia kandungan tujuh bulan, agar kelak bayi yang akan lahir tidak dalam keadaan posisi sungsang. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan 1) rangkaian kegiatan Tradisi Ngagedog, 2) properti dan bahan yang digunakan dalam Tradisi Ngagedog, 3) peran dan fungsi indung beurang dalam Tradisi Ngagedog, 4) unsur semiotik yang terdapat pada Tradisi Ngagedog. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu seluruh kegiatan Tradisi Ngagedog beserta para pelakunya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Ngagedog merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk membenarkan dan menetapkan posisi janin bayi pada usia kandungan tujuh bulan. Tradisi ini hanya bisa dilaksanakan pada tanggal 7, 17, atau 27. Rangkaian kegiatan pada Tradisi Ngagedog disusun oleh pra kegiatan (membuat olahan rujak kanitren, menyiapkan properti kegiatan), inti kegiatan (doa hadiah, memijat, ngagedog, mandi ghoib, memecahkan telur, nyiraman, sawer, memecahkan kelapa, menutupi badan menggunakan sinjang,) dan pasca kegiatan(membagikan rujak kanitren dan membagikan benang beserta jarum). Properti yang digunakan dalam kegiatan ini sebanyak 26 properti di antaranya pisau, gangsoran, halu, lulumpang, sinjang tujuh lembar, dan sebagainya. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini sebanyak 30 bahan di antaranya, delima, bengkuang, honje, gula pasir, dan sebagainya. Peran indung beurang dalam Tradisi Ngagedog sebagai orang yang memimpin berlangsungya kegiatan Tradisi Ngagedog, sedangkan fungsi indung beurang dalam Tradisi Ngagedog sebagai orang yang membenarkan dan menetapkan posisi janin bayi dalam kandungan. Unsur semiotik yang terdapat pada Tradisi Ngagedog yaitu ikon yang berjumlah 3, indeks yang berjumlah 8, dan simbol yang berjumlah 11.
Pengaruh Media Pembelajaran Aplikasi Canva terhadap Kemampuan Menulis Aksara Sunda Rahmawati, Ira; Ropiah, Opah
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.69107

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran aplikasi Canva terhadap kemampuan menulis aksara Sunda pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Ciawigebang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan single-group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Ciawigebang dengan menggunakan sampel kelas X-i. Instrumen dalam penelitian ini yaitu soal-soal objektif tertulis dalam bentuk dua soal esai. Hasilnya adalah: 1) Hasil belajar siswa berupa kemampuan menulis aksara Sunda sebelum menggunakan media pembelajaran aplikasi Canva masih jauh dari nilai KKM; 2) Hasil belajar siswa pada kemampuan menulis aksara Sunda setelah menggunakan aplikasi Canva meningkat dari nilai rata-rata 58,47 menjadi 81,25; 3) Berdasarkan uji hipotesis, Sig. (2-tailed) 0,000 ; 0,05. Oleh karena itu Ha diterima dan H0 ditolak. Pengaruh media pembelajaran aplikasi Canva terhadap kemampuan menulis aksara Sunda terdapat perbedaan yang signifikan, antara hasil belajar menulis aksara Sunda siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran tersebut. 
Aspek Sosial dalam Kumpulan Cerita Pendek Halis Pasir Karya Us Tiarsa Purnamasari, Indah
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.74279

Abstract

Sebagian besar cerita yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Halis Pasir mengisahkan kehidupan sosial yang biasa terjadi di masyarakat. Kehidupan sosial cenderung erat kaitannya dengan nilai-nilai sosial. Oleh karena itu, kumpulan cerita pendek ini perlu dikaji agar nilai-nilai sosial yang terdapat di dalamnya dapat terungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek sosial yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Halis Pasir karya Us Tiarsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan langkah-langkah dimulai dari menentukan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data serta mendeskripsikan data. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan cerita pendek Halis Pasir karya Us Tiarsa. Data yang diperoleh berupa catatan hasil telaah studi pustaka. Hasilnya, dalam setiap cerita terdapat aspek sosial yang berbeda. Aspek sosial yang dianalisis dalam kumpulan cerita pendek ini dikelompokkan menjadi lima yaitu aspek sosial agama, aspek sosial pendidikan, aspek sosial ekonomi, aspek sosial politik, dan aspek sosial moral.
Penggunaan Metode Drill untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Bali Modern dengan Teknik Akrostik Siswa Kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja Rai Wibawa, Gede Putu
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.73748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) tata cara menggunakan metode drill dan teknik akrostik dalam pembelajaran menulis puisi Bali modern siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja, 2) mengetahui kemampuan menulis puisi Bali modern dengan menggunakan metode drill dan teknik akrostik siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja, dan 3) pendapat siswa tentang penggunaan metode drill dan teknik akrostik siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja. Hal ini berdasarkan pada kemampuan siswa yang belum memahami tata cara menulis puisi Bali modern. Penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja dan objek penelitiannya adalah pembelajaran dengan menggunakan metode drill serta teknik akrostik dalam menulis puisi Bali modern. Metode pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan kuisioner. Penelitian ini menghasilkan, (1) tata cara menggunakan metode drill dan teknik akrostik dalam pembelajaran menulis puisi Bali modern sudah sesuai dengan perencanaan pembelajaran, (2) metode drill dan teknik akrostik dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi Bali modern, terdapat peningkatan skor rata-rata siswa pada siklus I 71,73 dan siklus II 78,92, dan (3) siswa berpendapat tentang metode drill dan teknik akrostik pada siklus I skor pendapat siswa 20,65 yang berkategori baik, pada siklus II skor pendapat siswa 22,92 pada kategori sangat baik. Penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran interaktif, kreatif, dan konstruktif. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan, penggunaan metode drill dan teknik akrostik dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi Bali modern siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja telah berhasil.
Tahap Kesopanan dalam Kumpulan Cerita Pendek Nu Harayang Dihargaan karya Darpan Mulyani, Tintin
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.74089

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa dalam karya sastra seperti kumpulan cerpen Nu Harayang Dihargaan karya Darpan mengandung tahapan kesantunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tahapan kesantunan, maksim prinsip kesopanan, serta tuturan yang mematuhi dan melanggar maksim prinsip kesopanan dalam kumpulan cerita pendek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan cerpen Nu Harayang Dihargaan karya Darpan. Instrumen yang digunakan adalah kartu data digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis unsur langsung. Hasil penelitian menemukan adanya tahapan kesantunan dalam tuturan pada kumpulan cerpen tersebut. Selain itu, tuturan tersebut mengandung maksim prinsip kesopanan, baik yang mematuhi maupun yang melanggar prinsip kesopanan. Tahap kesantunan yang paling banyak digunakan adalah tahap bahasa loma (237 tuturan). Maksim prinsip kesopanan yang umumnya ditemui adalah maksim kedermawanan (149 tuturan) Tuturan yang mematuhi prinsip kesopanan ditemukan lebih banyak daripada tuturan yang melanggar prinsip kesopanan (244 tuturan).
Gotong Batak-Simalungun: Sebuah Kajian Semiotika Sosial Fahmi, Lisan Shidqi Zul; Saragih, Cristien Oktaviani; Sinulingga, Jekmen
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.69621

Abstract

Masyarakat Batak-Simalungun memiliki paheian (pakaian adat) yang berbeda dengan puak (sub-etnis) Batak lainnya. Salah satunya ialah gotong, yaitu penutup kepala pelengkap paheian bagi kaum pria. Gotong inilah yang menjadi objek penelitian dengan fokus kajian  pada bentuk, fungsi, makna, serta aturan penggunaannya. Penelitian ini bersifat kualitatif, yang hasilnya diuraikan secara deskriptif melalui perspektif semiotika Charles Sanders Pierce, yang membagi tiga unsur sistem tanda: tanda/representasi (sign), objek/referensi (object), dan makna/pemaknaan (interpretant). Teknik penelitian dilakukan melalui observasi serta studi dokumentasi, dengan data pendukung berupa hasil wawancara dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa gotong secara egaliter berbentuk tikkal, yaitu kerucut yang runcing di bagian depan, sebagai simbol kepemimpinan, kedewasaan, dan ketuhanan. Aksesoris pada gotong meliputi: (1) doramani yang memiliki variasi jumlah ganjil, dari tujuh, lima, tiga, hingga satu; (2) rantei gotong (sambolah pagar); (3) heper-heper; dan (4) rudang hapias. Masing-masing aksesoris merepresentasikan kedudukan, yang dapat dikenakan oleh keturunan harajaon (kerajaan), pejabat pemerintahan dan lembaga/organisasi, serta masyarakat di wilayah adat Batak-Simalungun pada acara-acara tertentu.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Permainan Ngarot Setia Dewi, Luh Putu Juni Ari; Rai, Ida Bagus; Paramarta, I Ketut
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.73883

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk menjelaskan serta menunjukkan temuan nilai pendidikan karakter yang ada pada permainan tradisional yakni permainan Ngarot. Permainan ngarot merupakan permainan tradisional garapan baru asal Buleleng, Bali. Dalam bahasa daerah khususnya daerah Buleleng Timur, ngarot memiliki artian jaring. Permainan Ngarot tersebut terinspirasi dari kisah keseharian para nelayan di Buleleng dalam mencari ikan menggunakan jaring. Permainan Ngarot ini menjadi garapan permainan tradisional (dolanan) duta Kabupaten Buleleng, yang dipentaskan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2023. Penelitian ini juga ingin membuktikan bahwa pengajaran tentang pembentukan karakter anak tidak hanya bisa didapat dari pembelajaran formal saja, namun dapat diperoleh juga dari permainan tradisional. Pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah permainan Ngarot. Objek pada penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam permainan Ngarot. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini, dikumpulkan dengan metode dokumentasi serta wawancara. Instrumen yang digunakan untuk dapat mengumpulkan data penelitian ada dua. Instrumen yang pertama berupa kartu data untuk menunjang proses reduksi data dokumentasi dan instrumen yang kedua yakni draft lembar pertanyaan untuk menunjang pelaksanaan metode wawancara. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, dimulai dari (1) reduksi data, (2) klasifikasi data dan (3) deskripsi data. Ditemukan 9 nilai pendidikan karakter yang ada dalam permainan Ngarot. Kesembilan nilai pendidikan karakter dalam permainan Ngarot tersebut diantaranya, nilai kejujuran, nilai demokrasi, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai persahabatan, nilai cinta damai, nilai kepedulian sosial, dan nilai tanggung jawab. Kesembilan nilai pendidikan karakter yang ditemukan tersebut, memberikan pengajaran serta memupu moral dan Susila dalam diri anak ketika bersikap di masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan karakter sangat amat berdampak bagi generasi muda untuk mendidik mereka menjadi generasi yang bermoral ketika bertingkah laku di masyarakat.
Nilai Estetika dalam Lagu Sotya Karya Dru Wendra Wedhatama A. Huda, M. Farich Farich; Setiawan, Bagus Wahyu
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.65573

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkap nilai dan unsur estetika dalam lagu Sotya karya Dru Wendra Wedhatama, kemudian pengaruh budaya Jawa terhadap keindahan dan nilai estetikanya serta tanggapan dan perspektif pendengar terhadap lagu tersebut. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari hasil observasi dan simak catat dari lagu Sotya serta literatur, artikel, berita dan beberapa tulisan yang berkaitan dengan subjek penelitian. Pengumpulan data tersebut didasarkan pada teori estetika yang dirumuskan oleh Sumarsan (2004) mengenai nilai estetika dalam lagu daerah. Kemudian didapatkanlah hasil bahwa dalam lagu Sotya karya Dru Wendra Wedhatama memuat banyak unsur estetika, seperti bahasa yang dipilih kaya akan penggunaan majas metafora yang ditujukkan untuk memperkuat emosi dan perasaan seperti pada lirik “Eseme kang manis madu” yang memiliki arti “Senyumnya semanis madu”, yang menambah kesan kuat pada pujian yang diberikan, serta berbagai unsur estetika lainnya seperti bait yang rapi, pemilihan bahasa dan tutur yang halus serta nada lembut yang sangat sesuai dengan tema asmara yang dibawakan pada lagu ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 10