cover
Contact Name
Paramitha Amelia Kusumawardani
Contact Email
midwiferia@umsida.ac.id
Phone
+6282140617108
Journal Mail Official
midwiferia@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit no 666B, Sidoarjo, Jawa Timur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Midwiferia
ISSN : 25482246     EISSN : 25482246     DOI : https://doi.org/10.21070/mid
Core Subject : Health,
Focus To facilitate scholars researchers and lecturers to publish articles on midwifery Scope Midwiferia publishes research articles in the field of midwifery with the following Midwifery Maternal and child health Infants and toddlers Womens reproductive health
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober" : 9 Documents clear
Factors Affecting the Production of Breast Milk Breastfeeding Mother at Harifa RSB, Kolaka District Southeast Sulawesi Province: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Asi pada Ibu Menyusui di RSB Harifa Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Niar, Andi; Dinengsih, Sri; Siauta, Jenny
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1288

Abstract

Makanan pertama yang alami untuk bayi adalah ASI, ASI mengandung semua nutrisi dan energi yang sangat dibutuhkan oleh bayi pada bulan pertama kehidupan. Pada masa Post Partum masalah yang sering terjadi salah satunya adalah mengeluhkan ASI kurang, sehingga bayi kurang puas pada saat disusui, sehingga bayi menolak menyusu atau sering menangis, gagalnya pemberian ASI pada bayi sering diakibatkan payudara ibu tidak membesar Angka cakupan ASI eksklusif di Provinsi Sulawesi Tenggara baru mencapai 35,01%, dan di wilayah Kabupaten Kolaka baru mencapai 40,1%. Masalah utama pada bayi usia 0-23 bulan belum/tidak pernah disusui adalah karena ASI tidak keluar dan ASI tidak cukup (65,7%). Sekitar 33,3% bayi yang berumur 0-5 bulan telah diberikan susu formula (84,5%). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor – factor yang mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui di RSB Harifa Kabupaten Kolaka. Sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui berjumlah 100 orang. Desain penelitian ini adalah studi analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil penelitian didapatkan, ada hubungan yang signifikan antara pola makan (p value = 0,021), pola istirahat (p value = 0,009), dukungan suami (p value = 0,005), teknik menyusui (p value = 0,021) penggunaan ASI Booster (p value = 0,025) dengan produksi ASI.Keluaran dari penelitian ini diharapkan bidan dapat menggali faktor yang dapat menjadi penyebab terganggunya produksi ASI dan dapat memberikan konseling yang tepat pada ibu dan keluarga.
Gymnastics Puerperal Uterine Involution in the BPS Ririn Dwi SST Jelakombo Jombang: Senam Nifas terhadap Proses Involusi Uteri di BPS Ririn Dwi SST, Jelakombo, Kabupaten Jombang Yuniar Kristianingrum, Dhita
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1321

Abstract

Kesembuhan ketika nifas adalah proses yang sangat penting untuk ibu ketika usai melahirkan, dikarenakan otot dan ligamen - ligamen pada pelvis meregang ketika hamil dan proses persalinan, seusai bersalin sedikit demi sedikit mengalami pemulihan ke bentuk dan ukuran normal. Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap proses involusi uteri di BPM Ririn Dwi SST di Jelakombo, Kabupaten Jombang. Desain penelitian ini adalah analitik dengan metode studi cross-sectional dimana populasinya adalah ibu bersalin sebanyak 30 responden, dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden yang diambil dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel yaitu dengan cara aksidental sampling, penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai dengan 15 Maret 2019 di BPS Ririn Dwi SST. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode pertanyaan tertutup. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 responden yang mengalami involusi uteri baik terdapat 16 responden (66,6%) melakukan senam nifas dan 3 responden (12,5%) tidak melakukan senam nifas. Dari hasil uji chi square didapatkan X2 hitung > X2 tabel, sehingga diperoleh 7,900 > 3,841 artinya H0 di tolak dan H1 diterima artinya ada hubungan senam nifas dengan proses involusi uteri. Hal ini disebabkan karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain usia, paritas, mobilisasi dini, senam nifas. Senam nifas sangat mempengaruhi kecepatan pemulihan pada ibu pasca bersalin. Oleh karena itu perlu meningkatkan pelayanan dalam pemberian penyuluhan dan informasi tentang bagaimana melakukan senam nifas yang benar sehingga tujuan dalam mempercepat involusi uteri tercapai.
The Use of Antiseptic Soap with Vaginal Discharge: Pemakaian Sabun Antiseptik Dengan Kejadian Keputihan Nur Cholifah, Rizki Dwi; Kusumawardhani, Paramitha Amelia; Azizah, Nurul
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1320

Abstract

Leucorrhoea is an unusual discharge other than blood from the vagina, whether it smells or doesn't. One of the factors that influence the incidence of vaginal discharge is the use of antiseptic. Antiseptic soap which is now widely used by teenagers because of their desire to try. Because vaginal discharge sometimes adolescents choose to reduce by using an antiseptic soap. The incidence of vaginal discharge in students of the psychology faculty of the Muhammadiyah University of Sidoarjo is very high, namely 80%. The research objective was to determine the relationship between the use of antiseptic soap and the incidence of vaginal discharge. The research design used a cross sectional data approach and presented in the form of cross tabulations, then the chi square test was performed. Samples were obtained from the entire population of students in semester 2 of the psychology faculty of Muhammadiyah University as many as 30 female students. With the inclusion criteria aged 18-21 years who experienced vaginal discharge and used antiseptic soap. The data used are primary data with a questionnaire presented in the form of a frequency table, cross tabulation is carried out by the chi square test to determine the existence of a relationship. The results showed that half of female students (50.0%) used antiseptic soap well and most (66.7%) experienced physiological vaginal discharge. In conclusion, there is a relationship between the use of anisepticsoap and the incidence of vaginal discharge.
The Practice of Breast Self-Examination (SADARI) in Adolescent Based on Knowledge: Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri Berdasarkan Pengetahuan Dwitania, Erina Febi; Azizah, Nurul; Rosyidah, Rafhani
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1330

Abstract

The highest incidence rate of women is breast cancer which is 42.1 per 100,000 people with an average death of 17 per 100,000 people. the prevalence of tumors/cancer in Indonesia showed an increase from 1.4 per 1000 people in 2013 to 1.79 per 1000 people in 2018. Breast cancer attacks woman over the age of 50,and has now begun attacking women at a younger age. The design of this research is descriptive with the survey method with the Cross Sectional approach. The entire population of this study was sampled as many as 35 students, research subjects with the criteria of teenage girls in the Health Information Program, Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah Sidoarjo University. Data collection using primary data through questionnaires. The questionnaire detailed early detection knowledge of breast cancer and SADARI techniques. Dissemination of questionnaires through google form software and shared online with respondents. From the results of the study, it can be found that out of 35 respondents who practice sadari enough and knowledgeable as many as 14 respondents (73.7%). In this study also the effect of the knowledge that the majority of respondents have is sufficient. Quite a lot of information is also related in doing sadari practice sufficiently. The conclusion of this study is that adolescent knowledge of early detection of breast cancer based on SADARI practices is largely sufficient.
Analysis of Stunting Events in Children at Puskesmas Konda, South Konawe District Southeast Sulawesi Province : Analisis Kejadian Stunting pada Balita Di Puskesmas Konda, Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Fitriana, Estri Seta; Dinengsih, Sri; Siauta, Jenny Anna
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1331

Abstract

The incidence of stunting, known as stunting, is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. In 2017 22.2% or around 150.8 million children under five in the world were stunted. Konawe Selatan District, the average stunting rate per August 2020 is 18 percent and there are 5% (125) of the total 2,550 children with disabilities at the Konda Health Center experiencing stunting. To determine the analysis of the incidence of stunting in children under five and to determine the relationship between knowledge, family income, diet, exclusive breastfeeding and low birth weight on the incidence of stunting. This study is a case control study. The sample is 116 mothers who have children aged 2-5 years with purpose sampling. The instruments used were height gauges, MCH books and questionnaire sheets. The validity test adopted Prakhasita's (2018) research questionnaire. Data were analyzed using the Chi Square test. Mothers who have toddlers who have good knowledge 43 (37.1%) mothers who have toddlers, family income is according to 50 (43.1%) mothers who have toddlers, proper dietary patterns 36 (31%) mothers who have toddlers , Exclusive breastfeeding 45 (38.8%) mothers who have toddlers, LBW 30 (25.9%) mothers who have toddlers. There is a relationship between knowledge, family income, diet, exclusive breastfeeding and low birth weight to the incidence of stunting in the Konda District Health Center. South Konawe 2020. There is a significant relationship between knowledge of the incidence of stunting and the OR = 67.529. Puskesmas are expected to
The Effectiveness Of Massage and Baby SPA (Swim) on the Suitability of the Development of Infants Aged 3-9 Months in Midwife Private Practice Zaenab in Sembung Hamlet, Tungklur Village, Badas District, Kediri Regency: Efektifitas Massage dan Baby SPA (Swim) terhadap Kesesuaian Perkembangan Bayi Usia 3-9 Bulan di Bidan Praktik Mandiri Zaenab di Dusun Sembung, Desa Tungklur, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri Ertiana, Dwi; Miftakhul, Elga Yuspita
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1630

Abstract

The period of infant growth and development is a golden period as well as a critical period of development at the age of 0-12 months. It is said to be a critical period because babies are very sensitive to the environment, need nutritional intake, good stimulation for growth and development. This study aims to determine the effectiveness of massage and Baby Solus Per Aqua (swim) on the suitability of the development of infants aged 3-9 months. Observational analytic research design, cross sectional approach. The population is all babies who make visits. The sampling technique used was purposive sampling, a sample of 22 respondents. The study was conducted on August 2–12, 2020 in Sembung Hamlet, Tungklur Village, Badas District, Kediri Regency. The instrument uses KPSP data collection with clinical observation, data analysis using the Mann Witney U test. The results of the study 11 respondents did treatment, the development was appropriate: 7 babies 67%. 11 respondents who did not receive treatment experienced developmental deviations: 6 infants 54%. Statistical tests showed that there was an effect of massage treatment and Baby SPA (swim) on infant development with a p value of 0.019 0.05. Development is influenced by several supporting factors, in infants who do treatment as much as 6 times the development is appropriate. Babies who do not do treatment experience developmental deviations because in addition to stimulation, parenting, mother's knowledge affects the development of babies, the more often babies get stimulation, the more appropriate the baby's developmental achievement will be.
The Analysis of Efforts to Prevent Anemia in Pregnant Women during the Covid 19 Pandemic: Analisis Upaya Pencegahan Anemia Ibu Hamil pada Masa Pandemi Covid 19 Sumailan, Gita Patria; Dinengsih, Sri; Siauta, Jenny
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1631

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah global yang menimbulkan dampak bagi ibu dan janin. Anemia pada masa kehamilan dikaitkan dengan angka kesakitan ibu dan penyebab tidak langsung kematian ibu di seluruh populasi ibu hamil. Pada Tahun 2019 di Puskesmas Iwoimendaa Kabupaten Kolaka sebanyak 51,63% ibu hamil mengalami anemia, dan pada tahun 2020 sampai dengan bulan Oktober angka anemia mengalami peningkatan menjadi 62,98%. Semua layanan masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19 ini banyak mengalami pembatasan ke termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal sehingga resiko meningkatnya angka kejadian anemia pada ibu hamil pada saat pandemic ini. Untuk mengetahui upaya pencegahan anemia ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Iwoimendaa Kabupaten Kolaka. penelitian ini adalah studi analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Iwoimendaa yang berjumlah 100 orang. Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara upaya pencegahan anemia dengan gizi (p value = 0,035), pola makan (p value = 0,001), dukungan keluarga (p value = 0,001), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p value = 0,029). Variable dominan dengan upaya pencegahan anemia pada masa pandemi covid-19 adalah pengetahuan tentang gizi, pola makan, dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Sebaiknya petugas Kesehatan dalam masa pandemi covid-19 ini dapat menyusun strategi yang tepat agar ibu hamil dapat mengakses pelayanan antenatal, informasi tentang kesehatan ibu hamil dan pemberian tablet fe.
Factors Associated with ANC Regularity: Faktor - faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan ANC Humairoh, Monique Nada; Amelia Kusumawardani, Paramitha; Rosyidah, Rafhani
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1632

Abstract

Antenatal Care (ANC) menjadi komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk memantau kemajuan kehamilan. Studi pendahuluan di Puskesmas Krian bulan November 2019 sebanyak 6 ibu hamil, didapatkan 4 ibu hamil yang tidak pernah melakukan ANC (66%) dan 2 ibu hamil yang sudah melakukan ANC (34 %). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keteraturan ANC. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di Klinik Satria Namira Husada 49 sejak bulan Oktober 2019 - Oktober 2020 sebanyak 113 dengan kriteria Ibu hamil dengan usia kehamilan 37 - 40 minggu sehingga didapatkan 65 sampel. Sampel yang di gunakan nonprobablity sampling, teknik sampel purposive sampling. Penelitian menggunakan data sekunder dari PWS-KIA. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil yang tidak teratur ANC hampir seluruhnya (88%) usia 20-35 tahun, hampir seluruhnya (89%) ibu hamil tidak bekerja, hampir seluruhnya (88%) ibu hamil yang tidak teratur ANC yaitu pendidikan menengah dan tinggi, hampir seluruhnya (83%) ibu hamil multigravida, sebagian besar (57%) ibu hamil yang tidak teratur ANC yaitu dengan jarak kehamilan >2 tahun. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, dan jarak kehamilan dengan keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil di Klinik Satria Namira Husada 49 Buduran Sidoarjo. Diharapakan penelitian bisa memberi pengetahuan kepada ibu hamil tentang keteraturan kunjungan ANC yang dilakukan minimal 4 (empat) kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pemeriksaan pada trimester pertama, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga.
Relationship between Maternal Anemia and the Incidence of Anemia in Infants Aged 6-36 Months: Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Anemia Bayi Usia 6-36 Bulan Risca Fauzia , Faurina; Wahyuntari, Evi; Wahtini, Sri
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v7i2.1633

Abstract

Prevalensi anemia pada bayi dinegara berkembang yaitu 44-66%. Salah satu penyebab anemia pada bayi yaitu terjadi anemia pada ibu saat kehamilan. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan anemia ibu dengan kejadian anemia pada bayi usia 6-36 bulan. Penelitian kuantatif dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 245 bayi Sampel yang digunakan bayi usia 6-36 bulan yang berkunjung di Wilayah kerja Puskesmas Kalasan. Penelitian dilakukan bulan Februari - Oktober 2020. Kriteria inklusi: bayi umur 6-36 bulan, tidak memiliki riwayat penyakit infeksi,dan mempunyai buku KIA. Kriteria eksklusi: bayi yang sedang sakit saat kunjungan imunisasi. Pengumpulan data menggunakan Kueisoner data dasar a) data sosio demografi (pekerjaan, umur, status pernikahan, dan pendidikan). Responden yang sesuai kriteria, kemudian diberi informed consent. Responden yang bersedia menjadi resposnden diminta mengisi lembar kuesioner data dasar yang telah dikembangkan oleh peneliti. Kemudian diperiksa kadar hemoglobin pada bayi dengan mengambil darah perifer. Analisa data menggunakan chi square. Variabel umur, pendidikan, pekerjaan tidak ada hubungan dengan anemia terlihat dengan nilai p > 0.05. Sedangkan variabel anemia ibu berhubungan dengan anemia pada bayi dengan nilai p < 0.05dengan OR 13.7 dengan IK 95% 5,3-35,2 yang artinya ibu hamil dengan anemia mempunyai kemungkinan 13,7 kali mengalami anemia pada bayi umur 6-36 bulan. Anemia ibu berhubungan dengan anemia pada bayi dengan OR 13.7 dengan yang artinya ibu hamil dengan anemia mempunyai kemungkinan 13,7 kali mengalami anemia pada bayi umur 6-36 bulan. Pemeriksaan Hb di anjurkan untuk semua bayi setelah usia 6 bulan untuk deteksi dini dan pengobatan anemia terutama pada bayi dengan riwayat anemia pada ibu.

Page 1 of 1 | Total Record : 9