cover
Contact Name
MAUFUR
Contact Email
maufur_nd@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalempirisma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Empirisma; Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam
ISSN : 18299563     EISSN : 25031694     DOI : -
EMPIRISMA (P-ISSN: 1829-9563, E-ISSN: 2503-1694) is a peer-reviewed journal affiliated with the Department of Religious Studies, Faculty of Ushuluddin and Social Sciences, State College for Islamic Studies (STAIN) Kediri. It mainly focuses on religious studies under three main categories: religion and theology, religion and contemporary issues, and religion and sacred texts. To reach wider audience and readership, articles in this journal are using two main languages: Indonesian and English. All the submitted articles are blindly peer-reviewed and carefully edited according to academic standards. This journal is published biannually in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
EMBODIMENT OF LOCAL WISDOM FOR ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY: PRACTICING ECO-THEOLOGY IN KAMPUNG NAGA Afifuddin, Ridho
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 26, No 2 (2017): Theology : Theory and Practice
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v26i2.687

Abstract

Paper ini mencoba untuk menguraikan praktik masyarakat adat Kampung Naga dalam melestarikan lingkungan yang berlandaskan pada kearifan lokal disertai keyakinan agama yang melekat pada diri mereka. Metode pengambilan data dalam paper ini adalah participant observation dan studi etnografi s secara mendalam. Dengan menggunakan pandangan dunia (world view) sebagai basis dasar cara pandang pengetahuan, penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting. Pertama, bahwa masyarakat adat dengan pengetahuan lokalnya selalu berupaya untuk hidup damai dengan siapapun dan apapun yang ada di lingkungan sekitar mereka. Upaya untuk hidup damai ini bukan sekedar dimaknai sebagai sebuah tugas, namun lebih kepada way of life yang secara fundamental menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Lebih dari itu, kehidupan yang selaras dan damai bersama alam ini, sesungguhnya juga disadari sebagai bentuk pengejawantahan dari nilai-nilai spiritual. Spiritual masyarakat adat Kampung Naga merupakan bentuk kolaborasi cantik antara tuntunan adat dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, ajaran Islam sebagai agama samawi mampu dihadirkan dalam wajah lokal ala Kampung Naga tanpa menghilangkan esensi dari nilai keislaman itu sendiri Kata kunci: Ekoteologi, Masyarakat Lokal, Lingkungan, Kearifan Lokal
THE SPREAD OF ISLAM AND ITS IMPACTS ON THE ARABIC CALLIGRAPHY (KHAṬ) Hasbullah, Abdur Ro’uf
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 29, No 2 (2020): Seni, Agama dan Budaya
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v29i2.2350

Abstract

Bahasa adalah sistem simbol suara acak yang diproduksi oleh alat bicara manusia dan digunakan oleh masyarakat dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan mengidentifikasi berbagai hal. dalam penggunaaanya bahasa lisan merupakan bahasa utama, sedangkan bahasa tulis menempati urutan kedua. Bahasa tulis dalam perkembangannya mengalami perubahan lebih lambat daripada bahasa lisan yang sangat dinamis. Bahasa Arab sendiri termasuk ke dalam kelompok huruf abjad Semitik di mana sebagian besar konsonan tertulis dengan huruf mandiri, sedangkan tanda vokal bersifat opsional. Dengan penyebaran Islam, abjad Arab diadaptasi oleh beberapa negara non-Arab kedalam bahasa mereka sendiri. Abjad yang paling awal diketahui umat manusia adalah tulisan dari Semit Utara, yang berkembang sekitar tahun 1700 SM di Palestina dan Suriah. Abjad Arab, Ibrani, dan Fenisia didasarkan pada model ini. Huruf Arab Utara tersebut yang akhirnyabertahan dalam perkembangan zaman melalui berbagai periode hingga menjadi huruf Arab Al-Quran. Tulisan tersebut berhubungan paling substansial dan langsung dengan tulisan Nabatea, yang berasal dari bahasa Aramaik. Huruf Arab hingga hari ini masih memiliki kemiripan dan persamaan dengan huruf Aramaik karena pada hakikatnya kedua Bahasa ini merupakan Bahasa serumpun. Selanjutnya dengan penyebaran Islam yangmeluas hingga ke Eropa & Asia Timur, Bahasa Arab juga akhirnya tersebar di kawasan tersebut & memberi pengaruh terhadap banyak bahasa lain di seluruh dunia sepanjang sejarah.Kata Kunci: Islam, Bahasa Arab, Khaá¹­
TEORI GENERATIF-TRANSFORMATIF NOAM CHOMSKY DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Permata, Bagus Adrian
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 24, No 2 (2015): Reorientasi Pendidikan Islam di Indonesia
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v24i2.18

Abstract

Language, as a tool of communication, attracted serious attention from linguists who formulate theories of language. Noam Chomskys’s generative transformative theory, among others, is believed to have put impacts on the development of linguistics. The theory suggested that language skills are a congenital human potential (innate) rather than a nature product. This article examines the relevance of generative transformative theory with Arabic learning as a foreigh language. It argued that the theory is reasonably though not fully relevant inthis context. The reason is that Arabic contains universal characteristics as any other languages in the world.Keywords: Teori Bahasa, Generatif-Transformatif, Bahasa Arab sebagai Bahasa Asing
LINKING SACRED PLACEWITH NATURE: RELIGIOUS ARCHITECTURE OF TADAO ANDO AND RIDWANKAMIL Siddiq, Akhmad
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 27, No 2 (2018): Kearifan Lokal, Kerukunan, dan Kebebasan Beragama
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v27i2.1446

Abstract

Contrary to common perspective of sacred place, which usually excludes nature and environment from its discourse, this paper attempts to link nature with sacred place. This paper asserts that human perspective of God does not essentially exclude human’s linkage with environment. Nature is manifestation of God, and human—as part of it—can expressthe manifestation into practical chains of religious worship and rituals. Addressing religious art of TadaoAndo with his Church of Water and RidwanKamilwith his Al-Irsyad Mosque, this paper aims to describe how ecology deals with religious architecture and how ecological standpoint fits toreligious rituals. This paper will also refer to the concept of deep ecology that traces connection to the wholeness, intuition, and affective perception of the sacredness and interconnection of all life. Simply, deep ecology tries to “resacralize” human perceptions of natural world.Keywords: Religious Architecture, Church, Mosque, Ecology, Nature.
Landasan Kaidah Ushul Fikih Jaringan Islam Liberal (JIL): Dari Literal ke Substansial Bahri, Syaiful
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 25, No 2 (2016): Hukum Islam dan Praktik
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v25i2.302

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan landasan dan prinsip-prinsip perumusan kaidah Ushul Fikih alternatif yang digagas oleh Jaringan Islam Liberal (JIL), sekaligus melihat kritik mereka terhadap kaidah Ushul Fikih lama yang sudah dianggap mapan. Untuk mengurai masalah ini, penulis melakukan studi kepustakaan dengan mengkaji tulisan salah satu aktivis JIL, Moqsith Ghazali, yang berjudul “Merancang (Kaidah) Ushul Fikih Alternatif”. Studi ini menghasilkan kesimpulan bahwa kaidah Ushul Fikih alternatif yang digagas JIL bertujuan untuk membebaskan ahli hukum (baca: mujtahid) dari ketergantungan terhadap teks, merubah kebiasaan lama dari literal ke substansial, dari tekstual ke kontekstual. Sedangkan yang menjadi landasan dalam perumusan kaidah alternatif tersebut adalah maslahah dan maqa>syid al-Syari’ah yang secara mendasar terdapat dalam delapan prinsip yang mereka yakini. Delapan prinsip tersebut adalah: keadilan (al-‘Adalah), kemaslahatan (al-Maslahah), kesetaraan (al-Musawah), hikmah-kebijaksanaan (al-Hikmah), cinta kasih (al-Rah}mah), pluralisme (al-Ta’addudiyah), hak asasi manusia (huquq al-Insan), dan kesetaraan jender (al-Musawah al-Jinsiyah).Kata kunci: Jaringan Islam Liberal (JIL), kaidah Ushul Fikih alternatif, maqasyid al-Syari’ah, maslahah. 
RITUAL PETIK LAUT DAN KERAGAMAN (KERAGAMAN DAN KOMUNIKASI RITUAL DI KALANGAN NELAYAN MULTIETNIS DI KEDUNGREJO MUNCAR BANYUWANGI) Ainiyah, Nur
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 26, No 1 (2017): Pluralisme, Radikalisme dan Teologi
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v26i1.682

Abstract

This research purpose to show how ritual communication in cultural social diversity of fi sherman community of Kedungrejo Muncar Banyuwangi going in harmony. As a result, collective ritual of Petik Laut become a media of communication and integration within variety of fi sherman community. The focuses of research are: 1. How reality of ritual of Kedungrejo fi sherman community?, 2. How cultural social diversity in the community be build?, 3. How ritual communication become a media of integration within this multi ethnic cultural community?. This research describes that the ideology is a signifi cant problem for coastal society caused of their character. Coastal communitues, generally known for being violent and open to religious and ideological diversity. Ritual communication as an integration media for cultural social community can be seen in implementation of Petik Laut collective ritual. It shows the coastal Islamic cosmology that communication on ritual erase social cultural border in their community. Keywords: Ritual, Plurality, Communication and Cosmology
TEOLOGI SOSIAL MUSLIM TIONGHOA: KEIMANAN, IDENTITAS KULTURAL DAN PROBLEM EKSISTENSIAL Zuhri, Achmad Muhibin; Wahyudi, Winarto Eka
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 29, No 2 (2020): Seni, Agama dan Budaya
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v29i2.2345

Abstract

Chinese Muslims have a cultural identity as a double minority. In Islam, they are a minority within their ethnic religion and remain a minority among other ethnic groups in Indonesia. This ethnic group embraces Islam mostly because of religious conversion. The aspect of religious conversion makes ethnic Chinese come to Islam. This study aims to find the expression of Muslim in Surabaya, who are using social action tools asa manifestation of their faith to gain trust from the mainstream while maintaining their cultural identity as Chinese so as not to experience alienation in their communities. This study found that Chinese Muslim’s social theology in Surabaya serves as an articulation of cosmopolitan Islam that is successfully integrated into an inclusive Chinese identity. This also confirms that being a good Muslim is not in a binary position with being a pure Chinese. Besides, the theological vision of Chinese Muslims is expressed not only by maintaining its cultural background, but also through social movements that are inspired and based on Islamic dogmatic teachings that emphasize human values.Keywords: Social Theology, Chinese Muslims, Existential Problems
PENAFSIRAN AL-QUR’AN DENGAN FILSAFAT: TELAAH KITAB MAFĀTĪḤ AL-GHAYB FAKHRUDDĪN AL-RĀZĪ Zunairoh, Yuyun
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 24, No 1 (2015): Al-Qur'an dan Paradigma Tafsir
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v24i1.13

Abstract

Qur’anic exegesis has existed since the life of the Prophet Muhammad. It is divided into two forms, i.e. bi alma’thūr and bi al-ra’y. Tafsir Falsafi is part of tafsir bil ra’y, which is built upon reasoning when interpreting the Qur’an. Some scholars reject this interpretation, but some accept it. Tafsir Falsafi is to interpret the Qur’anby using philosophical approaches. Among the scholars are al-Farābī, Ibn Sīnā, Ikhwān al-Ṣafā, and Fakhruddīn al-Rāzī. This paper will study Fakhruddīn al-Rāzī, one of the most leading scholars in the subject, by focusing on his great work the Mafātīḥ al-Ghayb. This paper will examine a method of interpretation of al-Rāzī, which is taḥlīlī.Keywords: Tafsir Falsafi, Mafātīḥ al-Ghayb, Fakhruddīn al-Rāzī
MENCARI HAKIKAT TUHAN (Menggali Makna Makrifat Al-Ghazali) mutrofin, mutrofin
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 27, No 1 (2018): Teologi Kontekstual dan Isu-Isu Global
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v27i1.742

Abstract

This article discusses the concept of makrifat Imam Ghazali. In this concept will be explained how a true servant is able to know the nature of God as a whole. Using multiple maqamat in attaining the level of gnosis. As according to Ghazali, that the highest levels of Sufism is makrifat. One of the tools to determine the nature of God by using qalb. Therefore, man should seek knowledge to know God. As Allah says in Hadith Qudsi "I like a hidden treasure. I want to be recognized, therefore I created beings”. The creature in question in the hadith is human. Humans who will obey commands and obeys the ban on him. Keyword: Human Being, God, Ma’rifah and Sufism
TEKNIK ARGUMENTASI HUSEIN JA’fAR AL-HADAR DALAM DISKUSI KETAATAN PADA ORANG TUA BERSAMA TRETAN MUSLIM Mawehda, Soufi Wiranti
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 30, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v30i2.3466

Abstract

Argumentasi merupakan salah satu teknik yang terbaik dalam menyampaikan pesan dakwah, para nabi bahkan Allah SWT dalam menyampaikan Firnan-Nya banyak menggunakan teknik argumentasi baik melalui perbandingan, pertentangan, persamaan, sebab dan akibat, genus dan definisi, keadaan atau sirkumstansi dan kesaksian atau autoritas. Keunggulan teknik argumentasi digunakan sebagai cara penyampaian pesan dakwah dapat memengaruhi kepercayaan mad’u agar sepakat, meyakini, dan mau mengikuti kehendak da’i. Selain itu, melalui argumentasi kebenaran Islam lebih dapat dipertanggungjawabkan dan menunjukkan da’i memiliki keluasan ilmu Islam. Tujuan tulisan ini ingin mengetahui elemen, teknik dan pola argumentasi Husein Ja’farAl-Hadar dalam diskusi Ketaatan pada Orang Tua bersama Tretan Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan teori argumentasi. Hasil kajian tulisan ini menunjukkan elemen, teknik dan pola menurut Gorys Keraf dan Toulmin adalah: a) Elemen argumentasi yang digunakan oleh Habib Ja’far terdiri dari claim, datum, dan warrant, sedangkan elemen backing, modal qualifier, dan rebuttal tidak banyak dipergunakan. b) Teknik argumentasi yang digunakan oleh Habib Ja’far meliputi teknik genus dan definisi, teknik perbandingan, teknik persamaan, teknik sebab akibat, dan teknik kesaksian dan autoritas. c) Pola argumentasi yang digunakan oleh Habib Ja’far dominan menggunakan model ke-3 yang memiliki struktur elemen dari claim, datum, dan warrant.Kata kunci: Teknik argumentasi, Habib Ja’far dan Tretan Muslim, Ketaatan pada Orang tua