cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/jrg
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016): November 2016" : 3 Documents clear
Analisis Determinan Kejadian Stunting Anak Balita di Pedesaan Demak Wulandari, Desi; Susiloretni, Kun Aristiati; Supadi, Johaner
Jurnal Riset Gizi Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi balita stunting di Kabupaten Demak 2015 sebesar 29%, angka tersebut melebihi angka Jawa Tengah. Stunting akan menghambat perkembangan kognitif dan motorik pada anak balita dengan dampak negatif dikehidupan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan determinan kejadian stunting anak balita.Metode: Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder yaitu data Pengambilan Data Dasar (PDD)Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif dengan rancangan cross sectional. Sampel 420 balita dipilih berdasarkan simple random sampling. Faktor risiko balita stunting antara lain  faktor gizi, fisiologis, penyakit, pola asuh, perilaku kesehatan dan sosial ekonomi. Variabel asupan energi dan protein diperoleh dengan Food Recall 2 x 24 jam, variabel jenis kelamin, umur ibu, tinggi badan ibu, diare, ISPA, penimbangan balita, pola asuh, sikap, pengetahuan, penggunaan garam beryodium, vitamin A, besar keluarga, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan diperoleh menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Untuk mendapatkan faktor determinan menggunakan analisis regresi logistik.Hasil: Balita stunting sebanyak 33,1%. Dari best model, faktor yang beresiko untuk menjadikan anak stunting yaitu tinggi badan ibu ≤145 cm (OR= 2,5; CI= 1,057-5,022), pengetahuan < 80% (OR=2; CI=1,070-2,776), keluarga yang tidak menggunaan garam beryodium dalam rumah tangga  (OR =8,5 ; CI= 4,979-13,541) dan pendidikan ibu yang tidak sekolah (OR= 3,5; CI= 1,022-11,275).Kesimpulan:Faktor yang beresiko untuk menjadikan anak stunting yaitu tinggi badan ibu, pengetahuan ibu, keluarga yang tidak menggunakan garam beryodium dalam rumah tangga dan ibu yang tidak sekolah. Perlu dilakukan pengukuran TB secara rutin untuk memantau kejadian stunting pada anak balita di posyandu.
Hubungan antara Kebiasaan Olahraga, Obesitas dan Stres Dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja di SMA Negeri 10 Semarang Wijayanti, Arum Tri; Mintarsih, Sri Noor; Jaelani, Mohamad
Jurnal Riset Gizi Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kelainan pada sistem kardiovaskular yang masih menjadi beban kesehatan di masyarakat karena prevalensinya yang tinggi.  Faktor penyebab hipertensi antara lain kurangnya aktivitas fisik, obesitas dan keadaan stres. Prevalensi hipertensi remaja pada kelompok umur 15 – 24 tahun sebanyak 8,7%.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga, obesitas dan stres dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMA Negeri 10 Semarang.Metode Penelitian: Penelitian gizi masyarakat dengan pendekatan case control (matching jenis kelamin) dengan masing-masing sampel kasus dan kontrol 37 siswa. Pengambilan data meliputi pengukuran tekanan darah, kebiasaan olahraga, pengukuran tinggi dan berat badan dan stres. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji Mc Nemar dengan α=95%.Hasil: Rata-rata tekanan darah sistole/diastole pada kelompok hipertensi adalah 131,70/74,61 mmHg dan pada kelompok tidak hipertensi 103,08/59,41 mmHg. 86,5% remaja dengan hipertensi kurang berolahraga, sedangkan remaja tidak hipertensi 83,8% kurang berolahraga. Remaja dengan hipertensi terdapat 62,6% yang obesitas, sedangkan remaja tidak hipertensi hanya 8,1%. Sebagian besar (89,2%) remaja baik pada hipertensi maupun yang tidak hipertensi tidak mengalami stres. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang tidak signifikan antara kebiasaan olahraga dengan hipertensi (p=1,000), ada hubungan antara obesitas dengan hipertensi (p = 0,001, OR=8) dan ada hubungan yang tidak signifikan antara stres dengan hipertensi (p = 1,000).Kesimpulan: Obesitas berhubungan dengan hipertensi. Sedangkan kebiasaan olahraga dan stres tidak berhubungan. Disarankan remaja menjaga berat badan ideal.
Pengaruh Pendampingan MP-ASI Berdasarkan Aspek Pengetahuan Ibu dan Praktik Pemberian MP-ASI Balita Gizi Kurang Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngawen Kabupaten Blora Suparjo, Intan Mulyani; Tursilowati, Susi; Rahayuni, Arintina
Jurnal Riset Gizi Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Gizi kurang merupakan masalah kesehatan yang terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Prevalensi gizi kurang secara nasional sebanyak 19,6%. Prevalensi gizi kurang di Jawa Tengah 18% dan di Puskesmas Ngawen 14,8%.Tujuan penelitian : Menjelaskan pengaruh pendampingan MP-ASI berdasarkan pengetahuan ibu dan praktik pemberian MP-ASI balita gizi kurang usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ngawen.Metode penelitian : Penelitian ini termasuk gizi masyarakat menggunakan rancangan Quasi ekperimentalPre dan Post test Control Group Design dengan 38 sampel. Pendampingan dilakukan selama satu bulan dengan 3 sesi (Sesi Intensif, Penguatan dan Mandiri). Data diolah menggunakan uji statistik Annova Repeated Measure.Hasil : Rata-rata pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan, yaitu 78,0 dan 89,26. Rata- rata praktik pemberian MP-ASI sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan adalah 70,62 dan 85,6.Kesimpulan : erdapat perbedaan skor pengetahuan ibu dan praktik pemberian MP-ASI antara kelompok kontrol dan intervesi setelah diberikan pendampingan (p = 0.094dan 0,073). Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang pengaruh pendampingan MP-ASI terhadap status gizi balita gizi kurang usia 6-24 bulan

Page 1 of 1 | Total Record : 3


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025 Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024 Vol 12, No 2 (2024): November 2024 Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024 Vol 11, No 2 (2023): November (2023) Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023 Vol 10, No 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022) Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022) Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022) Vol. 9 No. 2 (2021): November (2021) Vol 9, No 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021) Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021) Vol 8, No 2 (2020): November (2020) Vol 8, No 1 (2020): Mei (2020) Vol 7, No 2 (2019): November (2019) Vol 7, No 1 (2019): Mei (2019) Vol 6, No 2 (2018): November (2018) Vol 6, No 1 (2018): Mei (2018) Vol 5, No 2 (2017): November (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): Mei (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016) Vol 4, No 1 (2016): Mei (2016) Vol. 3 No. 2 (2015): November(2015) Vol 3, No 2 (2015): November(2015) Vol 3, No 1 (2015): Mei (2015) Vol. 3 No. 1 (2015): Mei (2015) Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Mei 2013 More Issue