cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Journal Pendidikan Bahasa Dan Seni FKIP UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 19798296     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Humanika merupakan media elektronik jurnal ilmiah yang dibuat untuk memuat karya ilmiah mahasiwa dan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
KONFLIK TOKOH DALAM NOVEL DREAMED ANGEL (CATATAN KECIL FELISYA) KARYA MUHAMAD ARDIANSHA EL-ZHEMARY A1D112044, DWI INDAH RAMADHANI
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.757 KB)

Abstract

Penelitian ini menelaah konflik tokoh dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary. Hal yang menarik dalam novel ini adalah konflik yang terdiri atas konflik eksternal dan konflik internal. Masalah dalam penelitian ini ialah konflik apa sajakah yang dialami oleh tokoh dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary? Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan konflik tokoh yang ada dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian adalah menambah pengetahuan bagi pengajar dan pembelajar dalam kaitannya dengan pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam mengkaji konflik tokoh dalam novel. Penelitian ini termaksud penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalaah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakaan pendekatan objektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks yang mengandung konflik yang terdapat dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary. Sumber data dalam penelitian ini adalah satuan cerita yang terdapat dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary yang diterbitkan oleh: Safirah, Jakarta 2012, Tebal: 390 halaman. Teknik pengumpulan data yang  digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan objektif yaitu pendekatan yang berdasarkan pada suatu karya sastra secara keseluruhan, yang terdiri atas: identifikasi data, klasifikasi data, deskripsi data, interprestasi data dan analisis data. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary dapat disimpulkan bahwa konflik tokoh yang terjadi dalam novel Dreamed Angel (Catatan Kecil Felisya) Karya Muhamad Ardiansha El-Zhemary terdiri atas konflik antar tokoh yaitu adanya penghinaan, penindasan, dan percekcokan. Sedangkan konflik batin yaitu adanya pertentangan antara dua keinginan,  keyakinan, pilihan yang berbeda, dan harapan. Kata kunci: konflik, tokoh, novel
TIPE-TIPE SEMANTIK ADJEKTIVA BAHASA KEPULAUAN TUKANG BESI DIALEK KALEDUPA Nur, Wa Ode Salmiani
JURNAL HUMANIKA Vol 3, No 15 (2015): JURNAL HUMANIKA DESEMBER 2015
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.227 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di masyarakat dan perlu dibina dan dikembangkan. Selain itu, penelitian ini bertujuan sebagai upaya pendokumentasian dalam upaya pengembangan selanjutnya dan mengetahui lebih jauh tentang adjektiva yang terdapat dalam BKTB dialek Kaledupa di Desa Tampara. Masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimanakah tipe-tipe semantik adjektiva Bahasa Kepulauan Tukang Besi dialek Kaledupa?”. Tujuan penelitian adalah memperoleh deskripsi secara lengkap tentang tipe-tipe semantik adjektiva bahasa Kepulauan Tukang Besi dialek Kaledupa. Selain itu, penelitian ini memiliki manfaat, yakni (a) Sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya khususnya bagi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni untuk mengembangkan BKTB dialek Kaledupa lebih lanjut, (b) Sebagai salah satu sumber informasi tentang tipe-tipe semantik adjektiva bahasa Kepulauan Tukang Besi dialek Kaledupa, dan (c) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah, khususnya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, untuk membina dan mengembangkan bahasa Kepulauan Tukang Besi dialek Kaledupa (BKTB DK) seperti halnya bahasa daerah yang lain di Indonesia. Metode penelitian ini meliputi jenis penelitian lapangan (field research). dengan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data lisan hasil tuturan informan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah cakap dan simak, sementara teknik pengumpulan data elisitasi, rekam, dan catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil tuturan-tuturan penutur asli masyarakat Wakatobi dialek Kaledupa yang bermukim di Desa Tampara, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi sebanyak empat informan, yakni satu orang sebagai informan utama dan tiga orang sebagai informan tambahan serta menggunakan cerita yang telah disuguhkan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa tipe-tipe semantik adjektiva dalam BKTB dialek Kaledupa dapat dikelompokkan menjadi adjektiva makna warna, meha ‘merah’, hute ‘putih’, kuri ‘kuning’, bhiru ‘hitam’, kakanda ‘biru’, ijo ‘hijau’, fungo ‘ungu’, sokolati ‘coklat’, gafu-gafu ‘abu-abu’ dan gadhi ‘orange’. Adjektiva makna bentuk, seperti: Toto ‘lurus’ Pesso ‘bengkok’Rata ‘rata’Buloli ‘bundar’ Kellu ‘lengkung’, bhele ‘miring’, bente ‘bengkak’. Adjektiva makna ukuran seperti: ukuran jarak, ukuran panjang, ukuran tinggi, ukuran luas, ukuran kedalaman, ukuran ketebalan, ukuran isi, ukuran jumlah, ukuran waktu, ukuran berat, ukuran besar, ukuran usia. Adjektiva makna rasa seperti: rasa yang melambangkan apa yang dialami indera, rasa yang melambangkan suasana pikiran, dan rasa yang melambangkan suasana hati.
NILAI-NILAI BUDAYA DALAM TIGA CERITA RAKYAT TOLAKI (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA) A1D112032, ANDI MUSDALIFA
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.526 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penelusuran dan pengkajian sastra daerah untuk terus terpelihara keberadaannya. Hal tersebut mengingat sastra daerah khususnya cerita rakyat banyak mengandung nilai-nilai budaya dan sudah mulai terlupakan oleh masyarakat pendukungnya. Sastra dan tata nilai kehidupan merupakan fenomena yang saling melengkapi sebagai sesuatu yang berharga. Kehadiran nilai bersumber dari kehidupan yang juga memberikan sumbangan bagi sastra. Sementara itu, cerita rakyat banyak mengandung nilai-nilai budaya dan di dalamnya mengandung unsur-unsur didaktis. Ketiga cerita rakyat Tolaki di dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai budaya yang sesuai dengan gambaran nilai kehidupan masyarakat Tolaki. Ketiga cerita rakyat tersebut adalah cerita Randa Wulaa, cerita Haluoleo, dan cerita To Tambarano Wuta. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah nilai-nilai budaya dalam tiga cerita rakyat Tolaki?”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam tiga cerita rakyat Tolaki kajian sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode dekriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga cerita rakyat yang dimuat dalam buku Prosa dalam Sastra Tolaki yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1993. Berdasarkan hasil penelitian, dari empat nilai yang diuraikan aspek nilai budaya yang terdapat dalam tiga cerita rakyat Tolaki adalah nilai-nilai budaya yang ada dalam kehidupan orang Tolaki dan bermanfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai budaya yang terdapat pada tiga cerita rakyat tersebut yaitu, nilai kepercayaan, nilai filosofis, nilai kesabaran, nilai kebersamaan (solidaritas), nilai kemapanan, nilai kerukunan, nilai keberanian, nilai etika dan moral, nilai keteguhan, nilai keselarasan, nilai rendah hati, nilai kesopanan, nilai kasih sayang, dan nilai keindahan. Kata kunci: Nilai Budaya, Cerita Rakyat, Suku Tolaki, dan Sosiologi Sastra
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL TRAGEDI GADIS PARIJS VAN JAVA KARYA GANU VAN DORT A1D112022, DEWI MULIANA
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.863 KB)

Abstract

Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah hadirnya karya sastra khususnya novel yang di dalamnya menceritakan tentang tokoh perempuan. Dalam sebuah novel pengarang mencoba memberikan gambaran atau wujud tokoh perempuan yang berperan di dalamnya. Hal tersebut berkaitan dengan citra perempuan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah citra perempuan dalam novel Tragedi Gadis Parijs van Java karya Ganu van Dort. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan dan menganalisis citra perempuan dalam novel Tragedi Gadis Parijs van Java karya Ganu van Dort. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks cerita yang berhubungan dengan citra perempuan dalam novel Tragedi Gadis Parijs van Java Karya Ganu van Dort. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Novel Tragedi Gadis Parijs Van Java Karya Ganu van Dort yang diterbitkan oleh penerbit Endelweiss, tahun 2012 dengan jumlah Halaman 398. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini teknik baca dan catat. Data dalam penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan feminisme. Berdasarkan penelitian maka disimpulkan bahwa citra perempuan dalam novel Tragedi Gadis Parijs van Java Karya Ganu van Dort digambarkan melalui citra fisik, psikis, dan sosial.  Citra fisik yaitu perempuan cantik. Citra psikis yaitu perempuan yang mengalami beban batin, perempuan tabah, perempuan setia, dan perempuan yang mengalami kekerasan. Citra sosial yaitu perempuan berpendidikan, perempuan pejuang, dan perempuan yang peduli terhadap orang lain. Novel ini dapat dijadikan sebagai media dalam pembelajaran sastra di sekolah untuk mengetahui hal-hal menarik yang dikemukakan dalam novel tersebut.
BENTUK-BENTUK NEGASI BAHASA MUNA A1D312049, FAISAL RASUL
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.453 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk negasi bahasa Muna. Bahasa daerah sangatlah bermanfaat di dalam kehidupan bermasyarakat selain sebagai pelestarian budaya daerah, bahasa daerah juga mendukung pegembangan lingusitik. Data dalam penelitian ini berupa data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data lisan yang berasal dari informan. Teknis analisis yang digunakan dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan pendekatan simantik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk negasi dalam bahasa Indonesia adalah tidak, bukan, belum dan jangan. Bentuk-bentuk negasi dalam bahasa Muna yaitu mina, miinaho, soahino, beane, miinandoha, panaembali, beangko dan paise. Bentuk-bentuk negasi tersebut dapat berupa pernyataan, pertanyaan, maunpun jawaban ingkaran. Bentuk negasi yang berupa pernyataan, yakni miina,miinahi, soahino, koemo,beane, miinandoha dan panaembali semuanya berada di sebelah kiri numeralia, nomina, verba dan adjektiva. Bentuk negasi yang berupa pertanyaan, yakni  miina,miinahi, soahino, koemo,beane, miinandoha dan panaembalisemuanya berada di awal kalimat dan ditandai oleh intonasi akhir. Dan bentuk negasi yang berupa jawaban, yakni miina,miinaho, koemo, soahino, beane, miinandoha, panaembali, paise dan beangko. Semuanya berada di belakang kalimat tanya. Kata kunci: Bentuk negasi dan bahasa Muna.
STRUKTUR KALIMAT BAHASA TOLAKI DIALEK KONAWE A1D312059, UCI YULI MULIANA
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.802 KB)

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh bahasa daerah sangatlah bermanfaat, baik dipandang sebagai pelestarian budaya bangsa maupun sebagai pendukung pengembangan linguistik sehingga peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian untuk memberikan gambaran sejauh mana penggunaan bahasa daerah tolaki dalam lingkungan masyarakat. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur kalimat bahasa Tolaki? Tujuan penelitian ini, yakni untuk mendeskripsikan struktur kalimat bahasa Tolaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian tergolong penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini berupa data lisan yang bersumber dari informan penutur bahasa Tolaki yang berdomisili di Desa Baito Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik rekam dan simak catat. Data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui metode kajian distribusional dengan teknik Pila Unsur Langsung (PUL). Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dan hasil analisis data disimpulkan bahwa dalam bahasa Tolaki terdapan tiga jenis struktur kalimat, yakni kalimat pernyataan memiliki strukrur fungsi sintaksis yakni: (S+P), (Ket+S+P), (S+P+O), (S+P+Ket). Kalimat pertanyaan memiliki struktur fungsi yakni: (S+P+O), (S+P+O+Ket), (Ket+P+O), (Ket+S+P), (Ket+S+O). Kalimat perintah memiliki struktur fungsi yakni: (S+P+O+Ket), (S+P+O), (S+P+O+Pel+Ket). Dari setiap struktur kalimat bahasa Tolaki dibentuk oleh kata/frasa yang berkategori tertentu serta memilki peran/makna yang mengisis tiap-tipa kontituen strukrur fungsi tersebut.
KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI BACAAN SISWA KELAS VII MTS SWASTA LABIBIA A1D312039, NASWIANI SAMNIAH
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.758 KB)

Abstract

Pembelajaran membaca mempunyai peran penting dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Semua pendidik berharap agar para siswa mempunyai kemampuan membaca yang memadai. Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mendapatkan berbagai informasi. Kemampuan membaca harus diimbangi oleh pemahaman terhadap isi bacaan. Pemahaman didefinisikan sebagai proses berpikir dan belajar. Dikatakan demikian karena untuk menuju ke arah pemahaman perlu diikuti dengan belajar dan berpikir. Pemahaman merupakan proses, perbuatan dan cara memahami. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan memahami isi bacaan siswa kelas VI MTS Swasta Labibia? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan mendeskripsikan Kemampuan Memahami Isi Bacaan siswa kelas VII MTS Swasta Labibia. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif kuantitatif . selanjutnya, populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII MTS Swasta Labibia yang terdaftar pada tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 46 orang yang tersebar pada 2 kelas. Penelitiannya merupakan penelitian populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan Memahami Isi Bacaan siswa kelas VII MTS Swasta Labibia tergolong pada kategori mampu secara individu karena terdapat 27 orang siswa atau (58,69) memperoleh skor diatas KKM yaitu 14-20 atau dengan persentase (70%-100%). Dan sebanyak 19 orang siswa atau (41,30%), dengan memperoleh skor 0-13 atau dengan persentase (0%-65%) berada pada kategori tidak mampu.
GAYA BAHASA DALAM NYANYIAN RAKYAT KAU-KAUDARA MASYARAKAT MUNA PBSI, ROSMIATI
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.113 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Dalam Nyanyian RakyatKau-kaudara Masyarakat Muna”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran peneliti mengenai keberadaan nyanyian rakyat kau-kaudara dalam masyarakat Muna yang semakin langka dan kemungkinan akan berujung pada kepunahan. Sementara itu, sebagaimana tradisi masyarakat pada umumnya, banyak hal penting dan bermanfaat yang terkandung di dalam nyanyian rakyat kau-kaudara yang perlu diketahui dan dipahami. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah gaya bahasa dalam nyanyian rakyat kau-kaudara masyarakat Muna? Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam nyanyian rakyat kau-kaudara masyarakat Muna. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan berupa tuturan para informan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik rekam dan simak catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan langkah-langkah, yaitu: transkip rekaman data, penerjemahan data, identifikasi data, klasifikasi data, dan analisis data.Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam nyanyian rakyat kau-kaudara masyarakat Muna meliputi gaya bahasa personifikasi, metafora,metonimia, sinekdok,hiperbola, dan simile. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Kau-kaudara
CAMPUR KODE DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN A1D312020, VERA PRATIWI
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.338 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bentuk campur kode dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis data yang diperoleh terdapat bentuk campur kode dalam bentuk kata, frasa, klausa, kata ulang, baster, interjeksi, dan penyisip dalam kalimat. Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan 27campur kode dalam bentuk kata, 4 bentuk campur kode dalam bentuk frasa, 5 bentuk campur kode dalam bentuk klausa, 2 campur kode dalam bentuk kata ulang, 2 campur kode dalam bentuk baster, 3 campur kode dalam bentuk interjeksi.Kata Kunci : Campur Kode, Novel Ibuk Karya Iwan Setyawan
AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA SUNDA pbsi, Yusuf Munandar
JURNAL HUMANIKA JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.987 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul Afiks Pembentuk Verba Bahasa Sunda. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut (1) afiks apa sajakah yang membentuk verba bahasa Sunda dalam bentuk derivasional, (2) bagaimana kaidah afiks pembentuk verba bahasa Sunda, (3) makna apa saja yang dikandung oleh afiks pembentuk verba bahasa sunda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan afiks yang membentuk verba bahasa Sunda, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kaidah afiks pembentuk verba bahasa Sunda, serta mendeskripsikan makna-makna afiks yang membentuk verba bahasa Sunda. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang bersumber dari informan penutur asli bahasa Sunda. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap simak, dengan teknik rekam, tektik catat. Data yang dikumpul dianalisis dengan metode kajian distribusional atau metode agih, dengan teknik top down. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa verba bahasa Sunda dapat dibentuk melalui proses afiksasi. afiks-afiks tersebut dapat mengimbuhi verba dasar, nomina, numeralia, dan adjektiva. Adapun makna yang dikandung oleh afiks pembentuk verba tersebut adalah   melakukan, makna jamak, makna dikenai suatu tindakan, mengalami suatu peristiwa, sedang melakukan kegiatan, meminta tolong dans sebagainya.