cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 4 Documents clear
Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terstruktur Dan Tidak Terstruktur Terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Muli, La; Kodirun, Kodirun; Ruslan, Ruslan
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.409 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8143

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan model pembelajaran berbasis  masalah terstruktur dan tidak terstruktur terhadap kemampuan penalaran matematika siswa SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kendari. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random class. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan penalaran matematik siswa berbentuk tes uraian dan lembar observasi. Data dianalisis  dengan menggunakan  statistik deskriptif  dan statistik inferensial  dengan uji hipotesis  menggunakan Uji F (One  Way  Anova)  dari  data  kemampuan penalaran matematik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan penalaran matematik siswa yang diajar dengan model PBM terstruktur sebesar 71,05, siswa yang diajar dengan model PBM tidak terstruktur sebesar 58,08, dan siswa yang diajar dengan kombinasi  model PBM terstruktur dan PBM tidak terstruktur sebesar 60,16; (2) Ada perbedaan   kemampuan penalaran matematik antara siswa yang diajar dengan menggunakan model PBM terstruktur, PBM tidak terstruktur, dan kombinasi PBM terstruktur dan PBM tidak terstruktur; (3) Kemampuan penalaran matematik siswa yang diajar dengan  menggunakan  model  PBM terstruktur  lebih baik dari siswa  yang yang diajar dengan menggunakan  model PBM tidak terstruktur;  (4) Kemampuan  penalaran matematik  siswa yang diajar dengan menggunakan  model PBM terstruktur  lebih baik dari siswa  yang yang diajar dengan  menggunakan  kombinasi  model PBM terstruktur dan  PBM  tidak  terstruktur;  dan (5) Tidak  terdapat  perbedaan  kemampuan  penalaran matematik antara siswa yang diajar dengan menggunakan model PBM tidak terstruktur dan  siswa  yang  diajar  dengan  menggunakan  kombinasi  model  PBM  terstruktur  dan PBM tidak terstrukturKata kunci: penalaran matematik, pembelajaran terstruktur dan pembelajaran terstruktur tidak terstruktur.    Abstract: This study aims to examine the effectiveness of structured and unstructured problem-based learning models on mathematical reasoning abilities of junior high school students. The population in this study were all IX grade students of SMP Negeri 5 Kendari. Sampling in this study uses a random class technique. Data collection techniques were carried out by giving the students a mathematical reasoning ability test in the form of a description test and observation sheet. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics by testing hypotheses using the F (One Way Anova) test from the data of students' mathematical reasoning abilities. The results showed that: (1) mathematical reasoning abilities of students taught with a structured PBM model amounted to 71.05, students taught with an unstructured PBM model amounted to 58.08, and students taught with a combination of structured PBM models and PBMs were not structured as large as 60,16; (2) There are differences in mathematical reasoning abilities between students taught using a structured PBM model, unstructured PBM, and a combination of structured PBM and unstructured PBM; (3) Mathematical reasoning abilities of students taught using a structured PBM model are better than students who are taught using an unstructured PBM model; (4) Mathematical reasoning abilities of students taught using structured PBM models are better than students who are taught using a combination of structured PBM models and unstructured PBMs; and (5) There is no difference in mathematical reasoning abilities between students taught using unstructured PBM models and students taught using a combination of structured PBM models and unstructured PBM Keywords: mathematical reasoning, structured learning and structured structured learning.
Analisis Kemampuan Pembuktian Matematis Siswa SMA Terhadap Matriks Ditinjau Dari Pengetahuuan Awal Matematika Hermanto, Hermanto; Kodirun, Kodirun; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.714 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8144

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga siswa SMA Negeri 6 Kendari yang terdiri dari satu siswa dengan pengetahuan awal tinggi, satu siswa dengan pengetahuan awal sedang, dan satu siswa dengan pengetahuan awal rendah. Instrumen dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu instrumen utama yang adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data yang dilakukaan dengan pemberian tes pembuktian matematis dan wawancara. Kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian terhadap materi matriks diidentifikasi melalui kemampuan siswa dalam beragumentasi secara logis dan menggunakan simbol yang benar atau berdasarkan logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi, sedang dan rendah kurang mampu dalam melakukan pembuktian matematis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi lebih memiliki kemampuan pembuktian matematis dibandingkan dengan siswa yang memiliki pengetahuan awal sedang dan rendah.Kata Kunci: Kemampuan Pembuktian Matematis, Pengetahuan Awal Matematika.Abstract: This research is an explorative research with qualitative approach. The subjects of this research were three students of SMA Negeri 6 Kendari consisting of one student with high prior knowledge, one student with moderate prior knowledge, and one student with low prior knowledge. There are two kinds of Instruments in this research, the main instrument that is the researcher himself and the auxiliary instrument as a supporter. Data collection techniques conducted with mathematical proving tests and interviews. he students 'ability to prove the matrix subject is identified through the students' ability to logically argue and use the correct or logical symbols. The results showed that students with high, moderate and low prior mathematical knowledge were less able to perform mathematical prove. In addition, the results showed that students with a high prior mathematical knowledge had more mathematical proving capability than students with moderate and low prior knowledge. Key words: Mathematical proving Ability, Prior Knowledge of Mathematics
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Intelektual Dan Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Madrasah Aliyah Imron, Muhammad; Busnawir, Busnawir; Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.64 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8145

Abstract

Abstrak: Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) ternyata tidak cukup untuk menerangkan kesuksesan seseorang dalam belajar. Dibutuhkan lagi faktor lainnya yang diduga dapat mempengaruhi peningkatan prestasi belajar matematika yakni kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan perilaku belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh EQ, SQ, IQ dan perilaku belajar terhadap prestasi belajar matematika baik pengaruh langsung maupun pengaruh tak langsung melalui perilaku belajar. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanasi (explanatory survey) yang berfungsi untuk menguji hubungan dan pengaruh  antar variabel yang dihipotesiskan dengan pendekatan desain analisis jalur (Path Analysis). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA Annur Azzubaidi, dengan sampel sebanyak 60 siswa dengan cara pengambilan sampel acak menggunakan tehnik Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa tes kecerdasan intelektual, angket skala likert kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar. Sedangkan prestasi belajar diperoleh dari data nilai raport mata pelajaran matematika semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif tiap aspek kecerdasan dan anlisis secara inferensial berupa analisis korelasi dan regresi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan intelektual (IQ) dan perilaku belajar berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan intelektual (IQ) berpengaruh tak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui perilaku belajar. Sedangkan kecerdasan spiritual (SQ) tidak mempunyai pengaruh secara signifikan baik terhadap perilaku belajar maupun terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Intelektual, Perilaku   Belajar dan Prestasi Belajar Matematika.Abstract: Some studies reported that intelligence quotient (IQ) is not the only factor that determine one’s success in learning. Other factors are necessary to increase learning achievement in mathematics, including emotional quotient (EQ), spiritual quotient (SQ), and learning behaviors. This study aimed to find out the effect of EQ, SQ, IQ, and learning behaviors on students’ achievement in mathematics, either directly or indirectly via learning behaviors. The study used an explanatory survey method which aims to examine the relationship between hypothesized variables by employing a path analysis approach. Population of the study was 60 students at MA Annur Azzubaidi. Samples were drawn using a stratified random sampling technique. Instruments of the study were a test designed to measure intelligence quotient, and a questionnaire using a Likert-scale to gauge emotional quotient, spiritual quotient, and learning behavior. Data about students’ learning achievement were obtained from the students’ scores of Mathematics subject in the even semester of 2014/2015 as stated in their result report. The data were then analyzed descriptively and analyzed qualitatively in terms of the different aspects of intelligence. In addition, inferential analysis, i.e. correlation and regression, was conducted. Result of data analysis showed thatemotional quotient (EQ), intelligence quotient (IQ), and learning behaviors had a direct effect on students’ achievement in learning mathematics. Via learning behavior, emotional quotient (EQ) and intelligence quotient (IQ) had no direct effect on students’ achievement in learning mathematics, whereas spiritual quotient had no significant effect on both learning behavior and learning achievement. Keywords: Emotional quotient, spiritual quotient, intelligence quotient, learning behavior,learning achievement in mathematics.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Dan Self Concept Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa SMA Sadikin, Sadikin; Fahinu, Fahinu; Ruslan, Ruslan
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.027 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8146

Abstract

Abstrak: Penerapan pembelajaran di sekolah belum mampu memaksimalkan kemampuan berpikir kritis matematik siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh penerapan model pembelajaran group investigation terhadap kemampuan berpikir kritis matematik baik ditinjau dari seluruh siswa, maupun pada setiap kategori self concept.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Kendari.Data dianalisis dengan menggunakan Uji-F (Two-Way ANOVA) dan Uji-t(twoindependent sample t-test) dari data N-Gain kemampuan berpikir kritis matematik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang diajar dengan model pembelajaran group investigation lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional; (2) Pengaruh model pembelajaran group investigation lebih dominan dari pengaruh self concept terhadap kemampuan berpikir kritis matematik siswa (3) Kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang diajar dengan model pembelajaran group investigation lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensionalbaik ditinjau dari seluruh siswa, maupun pada setiap kategori self concept.Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis matematik, self concept, pembelajaran group investigation. Abstract: Learning practice in school has not been able to maximize students’ critical thinking ability in mathematics. This study aims to comprehend the effect of applying learning model of group investigation towards critical thinking ability of mathematics both in terms of all students, as well as in each their self-concept category. The population in this study were all high school students in the year 10 of SMA Negeri 3 Kendari. Data were analyzed using F-Test (Two-Way ANOVA) and t-Test (two independent sample t-test) from the N-Gain data of students’ critical thinking ability in mathematics. The results showed that: (1) The average N-Gain of students’ critical thinking ability in mathematics who were taught with group investigation learning model was higher than students who were taught with conventional learning model; (2) The effect of group investigation learning model is more dominant than the effect of self-concept towards students' critical thinking ability in mathematics.; (3) Critical thinking abilities of students in mathematics who were taught using group investigation learning model were higher compared to the conventional learning model not only in terms of all students, but also in each self-concept category. Keywords: critical thinking abilities in mathematics, self-concept, group investigation learning

Page 1 of 1 | Total Record : 4