cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrimetaunmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Agrimeta: Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
ISSN : 20882521     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrimeta merupakan jurnal pertanian yang berbasis keseimbangan ekosistem dengan tagline "Selamatkan Bumi Pertanian Melalui Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan".
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
PENGARUH PEMBERIAN JENIS BIOCAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomeareptans Poir) PADA LAHAN YANG TERCEMAR LIMBAH CAIR DI SUBAK CUCULANDESA KEPAON I Made Murjaya; I Putu Sujana; I Made Suryana
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 15 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Jenis Biochar Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkungdarat(IpomeareptansPoir)PadaLahan yang Tercemar Limbah Cair Di Subak Cuculan Desa Kepaon”. Penelitian lapangan ini dilaksanakan di Subak Cuculan Desa Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan selama kurang lebih 35 hari dari tanggal 26 Desember 2016 sampai 31 Januari 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis biochar yang paling baik digunakan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kangkungdarat yang ditanam pada lahan yang tercemar limbah cair. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 5 perlakuan yaitu dengan menggunakan perlakuan biochar sekam padi (B1), biochar kotoran ayam (B2), biochar batok kelapa (B3), biochar kayu mahoni (B4) dan kontrol (B0). Perlakuan biochar kotoran ayam (B2) menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan kontrol (B0) terhadap semua parameter pengamatan seperti tinggi tanaman maksimum per tanaman, jumlah daun maksimum per tanaman, berat basah total tanaman per tanaman, berat basah akar tanaman per tanaman, berat kering total tanaman per tanaman dan berat kering akar tanaman per tanaman.HasilpenelitianmenunjukkanbahwaPemberian biochar kotoran ayam (B2) dengan dosis 15 ton/ ha dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah total tanaman, berat basah akar tanaman, berat kering total tanaman dan berat kering akar tanaman kangkung darat.
PREFERENSI KONSUMENTERHAAP PENGGUNAAN ATRIBUT PADA PRODUK SAYURAN SEGAR DI PASAR SWALAYAN KOTA DENPASAR Rosalia Firman Dae Azi; Diantariningsih Diantariningsih; Ni Putu Sukanteri
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 15 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan pangan merupakan salah satu komuditas yang paling unggul dalam system agribisnis,bahan pangan tersebut terdiri dari sayur-sayuran,biji-bijian dan umbi-umbian.Sayur mayur merupakan jenis makanan penting bagi manusia untuk menjaga kesehatan. Sayuran hijau seperti daun selada, bayam, buncis, kangkung, daun singkong, daun pepaya, dan yang lainnya ternyata memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.Kandungan zat gizi alami dalam sayuran sangat banyak. Selain kaya dengan vitamin A dan C, sayuran hijau juga mengandung berbagai unsur mineral seperti zat kapur, zat besi, magnesium dan fosfor. Sayuran yang berwarna hijau tua merupakan sumber karotenoid (pigmen dalam tanaman yang terdapat pada tumbuhan) terbaik dan tergolong penting untuk memerangi radikal bebas. Sayur mempunyai berbagai macam manfaat bagi masyarakat, maka banyak tawaran penjualan sayur di berbagai macam pasar. Ada berbagai macam jenis pasar yang berada di Kota Denpasar yang menjual berbagai macam jenis sayuran segar. Salah satu pasar yang menawarkan produk sayur adalah pasar swalayan. Lokasi dalam penelitian ini yaitu di pasar swalayan Kota Denpasar (Ramayana Departemen store, Hardys Denpasar dan Tiara Dewata) meliputi atribut kemasan, harga, kepraktisan, promosi serta berat sayuran segar, dimana dari hasil penelitian kategori preferensi konsumen terhadap atribut – atribut tersebut berada pada kategori sangat suka. Berdasarkan penelitian preferensi konsumen terhadap atribut produk sayuran segar berada pada kategori sangat suka, meskipun demikian konsumen mempunyai bebagai keluhan menyangkut penggunaan berbagai macam atribut pada produk sayuran segar, baik itu dari kemasan, harga, kepraktisan, promosi maupun Berat.
KEUNTUNGAN USAHATANI BAWANG DAUN (LEEK) DI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN: (Studi Kasus di Desa Candi Kuning) Ni Putu Wiwin Derayani; I Ketut Arnawa; Putu Fajar Kartika Lestari
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 15 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang keuntungan usahatani bawang daun (leek), dan pengaruh modal lancer beberapa input terhadap keuntungan usahatani bawang daun (leek) di Desa Candi Kuning ditengarai dapat meningkatkan efisiensi usahatani bawang daun(leek). Oleh karenanya penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) menentukan keuntungan usahatani bawang daun (leek) di Desa Candi Kuning; (2) menganalisis pengaruh modal lancer bibit bawang daun, pupuk, fungisida, dan tenaga kerja terhadap keuntungan usahatani bawang daun(leek). Penelitian ini dilakukan di Desa CandiKuning, KecamatanBaturiti, KabupatenTabanan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Responden diambil secara sensus dari jumlah anggota petani yang aktif sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan usahatani bawang daun (leek) persiklus produksi adalah Rp 1.767.773,8 per 30,43 are. Modal lancer daun bawang (leek), pungisida dan tenagakerja sangat nyata pengaruhnya terhadap keuntungan usahatani bawang daun (leek), sedangkan modal lancer pupuk pengaruhnya cukup nyata Berdasarkan beberapa temuan dalam penelitian ini, maka disaran kan agar alokasi modal lancer tenaga kerja,modal lancar pungisida, modal lancer bibit dan modal lancer pupuk lebih ditingkatkan dari alokasi yang biasa dilakukan. Para petani daun bawang (leek) di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti agar lebih intensip dalam memelihara tanaman daun bawang (leek), sehingga keuntungan usahatani daun bawang (leek) dapat lebih ditingkatkan. Hubungan yang sangat menguntungkan antara petani dan subak perlu ditingkatkan agar terus terjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Sementara itu, terdapat perbedaan pendapatan antara sebelum masuk kesubak dan setelah masuk kesubak. Petani harus meningkatkan jumlah pendapatan dalam subak.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L) DI KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN N M Anugrah Mahima; Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih; Farida Hanum
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study entitled the diversity of insects in cocoa plants (Theobroma cacao L) in Marga District, Tabanan Regency. The implementation began in November 2017. This study aims to determine the types of insects found in cocoa plants. By carrying out observations of land for data collection, starting from taking pictures and counting the number of insects in cocoa plantations. The results show that the one that dominates the type of insect is the small red ant insect Oechophylla smaragdina with 68 tails. Based on the results of the study it can be concluded that the types of insects found in cocoa plantations in the Marga district of Tabanan Regency consist of 8 types of insects namely black ants (Dolichoderus thoracicus smith), large black ants (minimum Monomorium), small red ants (Oechophylla smaragdina), crickets (Gryllidae), Orong-orong (Gryllotalpidae), Beetles (Coleoptera), Spiders (Araneae), Snails (Achatina fulica). It can be suggested that we know the role of each type of insect.
PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI SUBAK SEMBUNG KELURAHAN PEGUYANGAN KECAMATAN DENPASAR UTARA Florianus Galgani; I Ketut Arnawa; I Made Sukerta
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subak Sembung is an area located in the green area of Peguyangan urban village of Denpasar. One of the agricultural sub-sectors is rice crops because rice includes staple food which is very dominant to survive, so that rice farming is still the mainstay of farmers to fulfill their household needs and community needs. The purpose of this research is to know (1) paddy farming income income in Subak Sembung Kelurahan Peguyangan District of North Denpasar (2) level of efficiency value of paddy field farming in Subak Sembung Kelurahan Peguyangan District of North Denpasar. This research was conducted in Peguyangan Village, North Denpasar District of Denpasar Regency with "Purposive Sampling" method. Respondents were taken by simple random sampling of 50 farmers who worked on rice field farming. The results of this study showed that the average income earned by farmers amounted to Rp 21,110,328 and R / C value of 4.59. This means that every single rupiah spent will receive a revenue of Rp 4.59 at the end of production. So it is very important role in the income of farmers Subak Sembung Kelurahan Peguyangan. Based on the results of research in rice farming is expected to continue to be developed so that increased rice efficiency.
EKSPLORASI BAHAN ALAMI SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) SINTETIK Swastike W; Suryanto E; Rusman Rusman; Jamhari Jamhari; Jumeri Jumeri
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore natural ingredients so that they can be used as alternatives to synthetic additives. The ingredients consist of red dragon fruit, red dragon fruit peel, carrots, beet root and purple sweet potatoes. The results showed that the best sources that have the potential as natural BTP (flavonoid content, antioxidant activity, vitamin C, and the natural color) were beet root carrots and purple sweet potatoes.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI CIGELUIS DI SUBAK ANYAR SIDEMBUNUT KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI I Kadek Agus Sukerta; Cening Kardi; Nyoman Yudiarini
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know: (1) the influence of rice seed production factor, phonska fertilizer, organic fertilizer, urea fertilizer, and labor to cigeluis paddy farm production in Subak Anyar Sidembunut Bangli District Bangli, and (2) Efficiency of farm production factor usage Cigeluis rice in Subak Anyar Sidembunut Bangli District of Bangli. This research is a survey research conducted in Subak Anyar Sidembunut Bangli District of Bangli District. This location is found by simple random sampling, while the determination of respondents using census method. The production function of this research is the production function of "Cobb-Douglass". Meanwhile, to know the efficiency of the use of the factors of production is done with the value of production with the price of production factors used. The result of the research showed that: cigeluis rice seed production, phonska fertilizer, organic fertilizer, urea fertilizer and cigeluis rice labor significantly increased the production of cigelis paddy farming in Subak Anyar Sidembunut Bangli Subdistrict of Bangli Regency; (2) the use of production factor (rice seed , Phonska fertilizer, urea fertilizer, and labor in cassava rice iesatani in Subak Anyar Sidembunut Bangli District Bangli District Not yet efficient or still needs to be upgraded from average usage.
PERSEPSI MASYARAKAT TANI PENERAPAN DEWASA AYU DALAM UPAYA MENGHINDARKAN PETANI DARI KERUGIAN AKIBAT HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI PADA PERTANIAN Gusti Ayu Dita Ariningsih; Ni Putu Ayu Agustini Putri; Angela Marici Sri Intan Pare; Luh Putu Kirana Pratiwi
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, sering terlihat bahwa petani padi terkendala saat menjelang musim tanam. Mulai dari adanya kendala pada saat pergantian cuaca yang tidak menentu, hingga yang disebabkan oleh hama dan penyakit pada tanaman padi. Hal-hal inilah yang menyebabkan petani sering sekali mengalami kerugian di musim panen. Untuk menghindari hal tersebut, petani perlu menerapkan sistem penanggalan hari baik atau dewasa ayu sehingga kondisi alam maupun cuaca yang sedang berlangsung dapat diprediksi dengan baik. PKM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam penerapan dewasa ayu dalam memilih waktu tanam yang produktif dalam upaya peningkatan hasil produksi pertanian pada tanaman padi menurut kalender Bali, untuk mengetahui persepsi masyarakat melalui penentuan dewasa ayu dalam melakukan berbagai ritual kegamaan hindu agar dapat menghindarkan petani dari kerugian akibat hama dan penyakit tanaman padi menurut kalender Bali, untuk mengetahui kelayakan penerapan dewasa ayu untuk diterapkan sepanjang masa dalam pertanian di Bali. Metode penelitian menggunakan analisis persepsi masyarakat tani terhadap penerapan dewasa ayu melalui kuesioner dengan ditelusuri dari aspek yakni persepsi aspek pengetahuan, musim tanam, hama penyakit, produkstivitas, dan implementasi dewasa ayu dalam kehidupan melalui ritual upakara hindu di subak. Jawaban dari beberapa responden akan dianalisa dengan teknik scoring menggunakan skala likert pada setiap jawaban dengan sebelumnya ditentukan skor total terendah dan tertinggi. Populasi pada penelitian ini adalah 75 orang petani, sampel yang dipilih berdasarkan cencus sampling adalah semua petani di Subak Umalayu sebesar 75 orang.
ANALISIS PENDAPATAN KOPI KINTAMANI KOPI KINTAMANI Ni Nyoman Nuriasih; Ni Nyoman Utari Viprianti; Dian Tariningsih
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi Indonesia merupakan salah satu komoditas perkebunan yang telah di ekspor ke pasar dunia. 67% produksi kopi yang dihasilkan oleh Indonesia, diekspor sedangkan sisanya 33% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Desa Binyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli memiliki beberapa desa penghasil kopi arabika. Daerah ini merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan usahatani kopi, karena sesuai dengan keadaan iklim dan kondisi tanah dari komoditi tersebut. Beberapa tahun terakhir perkembangan produksi komoditi kopi arabika di Kabupaten Bangli mengalami penurunan. Sehingga penelitian yang dilakukan di Desa Binyan untuk mengetahui pendapatan usahatani tanaman kopi di Desa Binyan, serta mengetahui keunggulan komperatif komoditas kopi arabika kintamani. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Binyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli menunjukkan bahwa: Pendapatan rata-rata yang diperoleh petani kopi Arabika Biji merah sebesar Rp 12.442.214. Sedangkan pendapatan petani dari kopi Arabika biji kering diperoleh sebesar Rp 173.062.727 hal ini disebabkan oleh selisih biaya yang dikeluarkan antar kedua jenis biji kopi tersebut adalah 37%. Akan tetapi ketika petani menjual hasil panen kopinya dalam bentuk olahan biji kering, penerimaan petani lebih besar 89% dan pendapatannya pun lebih tinggi 93% dibandingkan menjual hasil panen langsung berupa biji petik merah. Kopi Arabika di Desa Binyan, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, memiliki keunggulan komparatif ditinjau dari produktivitas lahannya.
ANALISIS VEGETASI POHON DI KAWASAN TAMAN MUMBUL SEBAGAI KAWASAN POTENSI WISATA Komang Dean Ananda; Putu Eka Pasmidi Ariati; Pande Komang Suparyana
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Taman Mumbul merupakan daerah yang memiliki struktur vegetasi yang kerapatannya cukup tinggi, dan memiliki cukup banyak sumber mata-air. Adanya tegakan vegetasi pohon di suatu lahan memberikan peran penting menjaga stabilitas air tanah. Stabilitas air tanah ini akan menjadi sumber mata air yang memiliki banyak manfaat khususnya bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur vegetasi pohon di Kawasan Taman Mumbul dan melihat potensi wisata yang ada untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Penelitian dilakukan di Kawasan Taman Mumbul, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Analisis vegetasi pohon dilakukan dengan Point of Center Quarter Method (PCQM). Dari hasil penelitian, diperoleh jumlah individu spesies terbanyak di area sebelah timur Pura Utama Taman Mumbul yakni Tectona grandis/Jati dan sebelah barat Pura Utama Taman Mumbul yakni, Theobroma cacao/Cokelat. Nilai INP tertinggi dimiliki oleh Tectona grandis/Jati sebesar 370,43% (timur) dan Cocos nucifera/Kelapa sebesar 150,46% (barat). Indeks Keanekaragaman (H’) di kedua area (timur dan barat) tergolong rendah. Indeks Kemerataan (e) di area timur tergolong rendah dan di area sebelah barat tergolong sedang. Keadaan tersebut menggambarkan pentingnya komposisi vegetasi yang baik agar dapat membantu menjaga ketersediaan air di dalam tanah. Keasrian dan stabilitas debit air menjadi potensi utama kawasan ini sebagai kawasan wisata lokal.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 15 No. 1 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 14 No. 2 (2024): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 14 No. 1 (2024): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 13 No. 26 (2023): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 13 No. 25 (2023): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 12 No. 24 (2022): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 12 No. 23 (2022): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 11 No 22 (2021): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 11 No. 22 (2021): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 11 No. 21 (2021): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 11 No 21 (2021): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 10 No. 20 (2020): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 10 No 20 (2020): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 10 No 19 (2020): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 10 No. 19 (2020): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 9 No. 18 (2019): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 9 No 18 (2019): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 9 No 17 (2019): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 9 No. 17 (2019): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 8 No 16 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 8 No. 15 (2018): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol 8 No 15 (2018): Jurnal Agrimeta Vol 7 No 14 (2017): Jurnal Agrimeta Vol. 7 No. 14 (2017): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem More Issue