cover
Contact Name
Anggriana Irwan
Contact Email
anggrianairwan8@gmail.com
Phone
+6285231750836
Journal Mail Official
lkim-pena@unismuh.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran
ISSN : 23553766     EISSN : 27227685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 12 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BIOLOGI KONSEP BIODIVERSITAS PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 14 PANGKEP Mursalim, Hardianti
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuntasan belanjar materi biodiversitas di SMA Negeri 3 Pangkep masih perlu ditingkatkan. Hal ini diidentifikasi dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah pada materi biodiversitas siswa kelas X pada materi biodiversitas di SMA Negeri 3 Pangkep. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan tehnik tes berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan non tes berupa dokumentasi. Instumen penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah berupa tes esai berbasis konteks wacana. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling, yaitu kelas X sebagai kelas obsevasi dengan proporsi siswa kelas X MIPA tiap rombongan belajar.Hasil penelitian membuktikan bahwa mengidentifikasi masalah sebesar 76,0%, merumuskan masalah 52,0%, menemukan altenatif solusi 78,0%, memilih alternatif solusi 70,0%, kelancaran memecahkan masalah 89,0% dan kaulitas hasil pemecahan masalah 85,0%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan presentase hasil tes kemampuan memecahan masalah yang berada pada rentang 61-80% dengan kriteria baik. Sedangkan untuk kategori sangat baik terdapat 11 siswa dengan presentase 47,8%, kategori baik terdapat 8 siswa dengan presentase 34,7%, kategori cukup baik 2 siswa dengan presentase 8,7% begitupun dengan kategori kurang baik 2 siswa dengan presentase 8,7% dan 0% untuk kategori sangat kurang baik yaitu 0 siswa.
PERANCANGAN SISTEM E-NOSE PENDETEKSI KEMATANGAN TANDA BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT Azza Azzahra Ronald; Muhammad Feri Desfri; Ihsan Okta Harmailil
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau adalah salah satu kontributor utama nilai ekspor komoditas Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit. Kualitas CPO ini salah satunya ditentukan oleh tingkat kematangan tandan buah segar (TBS)  sebelum  dipanen  dan  ketika  memasuki  proses  pengilangan  di  Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Penentuan kematangan TBS kelapa sawit sebelum panen atau sebelum memasuki proses selanjutnya di  PKS pada umumnya dilakukan secara tradisional oleh pemanen atau mandor yang berpengalaman. Metode secara elektronik dan otomatis dibutuhkan untuk standarisasi sehingga semua pihak mempunyai persepsi yang sama terhadap tingkat kematangan TBS. Sistem e-nose adalah sistem yang mengidentifikasi suatu bahan berdasarkan respon aroma yang diterima. Sistem kerja pada e-nose menggunakan prinsip penciuman pada hewan dan manusia. Sensor gas pada system e-nose berfungsi sebagai sel reseptor pada manusia dan hewan dengan prinsip bahwa perubahan komposisi gas yang ada di sekitar sensor akan ditangkap dan dengan transduser akan diubah menjadi sinyal listrik. Dalam pembuatan rancang bangun system e-nose sawit dibutuhkan merancang perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam perangkat keras, terdapat ruang pendeteksi gas untuk mendeteksi sampel yang telah dilengkapi blower dan sensor gas. Sedangkan untuk perangkat lunak dibuat berupa program antar muka mikrokontroler yang akan mngontrol jalannya system dan program fata logger untuk  menampilkan  data  pengukuran.   Setelah  melalui  proses,  akuisi  data dilakukan untuk mendapatkan nilai tegangan terhadap waktu setiap sensor pada setiap  tingkat  kematangan  TBS  kelapa  sawit.  Setelah  itu  pengukuran  kadar minyak segera dilakukan. Data yang didapatkan dari hasil pengukuran kemudian diolah dan dianalisis menggunakan analisa komponen utama PCA. Analisaa PCA kemudian digunakan untuk mengklasifikasi kematangan TBS kelapa sawit.
WATEWOR.COM : WANKID TEMPE WORLDWIDE (MONITORING KETERSEDIAAN FAKTOR PRODUKSI TEMPE WANASABA KIDUL BERBASIS APLIKASI GUNA MENUJU PEREKONOMIAN YANG PRODUKTIF, KOMPETITIF DAN INKLUSIF) Badilah Bin Rawin; Mudrikah Mudrikah; Siti Julaeha
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka konsumsi tempe rata rata masyarakat indonesia perminggu sebesar 0,146 kg. Sementara jumlah para pengerajin tempe di Indonesia terdapat sekitar 81 ribu usaha pembuat tempe yang memproduksi 2,4 juta ton tempe pertahun. Industri tempe ini mampu memberikan nilai positif bagi perekonomian rakyat. Namun, akhir- akhir ini, para pengerajin tempe di Desa Wanasaba Kidul mengalami penurunan jumlah produksi dan juga banyak yang berhenti berproduksi. Banyaknya jumlah produksi tempe wanasaba kidul berdasarkan penelitian internal UKM Penalaran dan keilmuan dipengaruhi oleh faktor industri baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan solusi atas permasalahan factor-factor yang mempengaruhi produksi tempe  di desa wanasaba kidul. 2) Untuk mengetahui Apakah watewor.com dapat membantu memonitoring ketersediaan factor produksi tempe di desa wanasaba kidul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengikuti prosedur yang dikemukakan Roiser dan Molenda (Tegeh dan Kirna : 2013) yaitu model ADDIE yang terdiri atas lima langkah, diantaranya: (1) analisis (analyze), (2) perancangan (design), Pengembangan (Develop). Implementasi (Implement) dan evaluasi (evaluate). Tetapi pada penelitian ini, peneliti baru melaksanakan tiga tahap yaitu ADD : Analyze, design dan develop. Hasil yang diperoleh dari rancangan penelitian ini adalah Aplikasi watewor.com dapat menjadi inovasi untuk Pengontrolan dan pengelolaan factor produksi bagi pengerajin tempe, agar tidak terjadi kelangkaan factor produksi yang dapat menghambat produksi.
KANI (KAHOOT TANI) : MEDIA PEMBELAJAAN SUMBER DAYA GENETIK LOKAL YOYAKARTA BERBASIS DESAIN PERMAINAN KAHOOT UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DIERA REVOLUSI 4.0 Muhammad Syamsuddin; Ahsanul Amal Almoravids; Kurnia Nur Lailah
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi potensi sumber daya genetik lokal yang sangat beragam. Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal tanaman memiliki  arti  yang  sangat  penting  dalam  mendukung  pemenuhan  kebutuhan pangan   baik   secara   langsung   maupun   tidak   langsung.    Sejumlah   varietas komoditas tanaman telah dimanfaatkan secara intensif sebagai pangan, sejumlah species tanaman lainnya yang belum dimanfaatkan diketahui memiliki potensi dalam  mendukung  ekonomi.  Salah  satu  daerah  yang  memiliki  sumber  daya genetik lokal beragam adalah Yogyakarta. Miniminya pengetahuan masyarakat terkait  sumber daya  genetik  lokal  setiap  daerahnya  membuat  pemanfaat  pada sumber pertanian kurang efektif. Salah satu cara yang dapat diterapkan dalam mengenalkan Sumber Daya Genetik (SDG) sejak dini   melalui pendidikan khususnya bagi anak sekolah Dasar. Sehingga dibutuhkan media aplikatif yang mampu mengajak dan mengenalkan Sumber Daya Genetik (SDG) kepada anak-anak yaitu dengan Permainan Kahoot Tani (KANI) . Metode yang digunakan untuk membangun aplikasi  Kahoot  Tani  adalah  ADDIE.  Tahapan  pertama  dilakukan  analisis mengenai kebutuhan dan studi literatur. Tahapan kedua dilakukan dengan desain aplikasi dengan menggunakan usecase. Tahapan ketiga yaitu implementasi pembangunan aplikasi berbasis androis. Sistem kerja dari ini adalah seperti permainan    di  smartphone,  yang menjelaskan  terkait  jenis  dari  Sumber Daya Genetik (SDG). Media ini sangat interaktif karena untuk anak-anak sekolah dasar karena gambar bergerak  akan  ditampilkan  secara Audio Visual. Teknologi Audio visual diharapkan menjadi media yang sangat interaktif untuk meningkatkan minat anak- anak untuk mempelajari Sumber Daya Genetik khsusnya daerah Yogyakarta.
KONTRIBUSI DAN EKSISTENSI PEMUDA MILENIAL DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN INDONESIA MELALUI EKONOMI DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.O Zulfa Amani; Marwah Dwi Cahyani; Suci Indah Sari
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi digital memicu pada perekonomian yang didasarkan pada perubahan tekhnologi yang memicu revolusi industry, ekonomi digital ini dimaksudkan agar dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia global. Ekonomi digital memungkin revolusi industry akan mendorong Negara Indonesia untuk terus berinovasi dalam kegiatan perekonomian digital. Ekonomi digital didasari oleh bebrapa karakteristik yakni menjadi serba virtual (virtualization), internet nertworking (integration), serta sebagai penyatu (convergence). Indonesia sebagai Negara berkembang merupakan Negara yang melakukan transaksi secara online yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Semakin banyak masyarakat yang melakukan usahanya dengan ekonomi digital maka akan mengakibatkan pertumbuhan bagi ekonomi nasional.
MWF (MUSA SP. WASTE FIBERS) DAN GOLD NANOPARTICLE : INOVASI DIAGNOSIS ACINETOBACTER BAUMANNII PEMICU NOSOKOMIAL TERINTEGRASI M'HEALTH UNTUK MENGOPTIMALKAN POTENSI LOKAL DI JAWA TIMUR Salsabila Farah Rafidah; Ardelia Bertha Prastika; M. Haqqi An Nazili
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acinetobacter baumannii adalah jenis bakteri penyebab infeksi paru yang berbahaya. Bakteri ini mampu berkembang dalam resistensi terhadap antibiotik terutama saat perawatan jangka Panjang di rumah sakit. Kertas bertindak sebagai media, dilapisi nanopartikel emas yang diadopsi oligonukleotida DNA untai tunggal yang akan berpasangan dengan DNA dan sekuens resistensi Nosokomial (A. Baumannii) yang terurai dan akan dilanjutkan  dengan  ikatan  dengan  darah  uji  yang  akan  memicu  terjadinya Dynamic Light Scattering (DLS). Untuk itu inovasi menggunakan kertas saring OFP-GEL-TA yang memanfaatkan jaringan polimer asam tanat (TA) dan cross- linked  gelatin  (GEL)  dengan  kertas  saring  selulosa teroksidasi  (OFP)  melalui ikatan  basa  Schiff.  Kertas   saring   OFP-GEL-TA   yang dihasilkan menunjukkan peningkatan kekuatan regangan pada kondisi basah sebesar 7,3 kali lipat, kekuatan tarik tinggi setelah direndam dalam air 36 jam, agen   antibakteri   yang   biokompatibel.   Hal ini berkolerasi dengan kandungan selulosa dan tanin di dalam batang pisang (Musa sp.) yang kurang dimanfaatkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan metode content analysis yaitu dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Didapati hasil bahwa diagnostic berbasis nanopartikel emas (Au) memiliki akurasi 2 kali lipat lebih tinggi daripada metode konvensional sehingga memiliki tingkat akurasi lebih baik. Selain itu, indeks tarik kertas pisang 18,97 Nm/g lebih baik dari kertas biasa, serta memiliki ketahanan terhadap viskositas darah. Kandungan selulosa batang pisang mencapai 40-65%. Dalam hal ini peningkatan validitas dengan aplikasi digital M’Health mempermudah pendataan, akurasi objektif serta implementasi Society 5.0 sebagai pengembangan programpeningkatan derajat kesehatan terintegrasi, sesuai denganSustainable Development  Goals  (SDGs).
PENCARI SUAKA KOTA MAKASSAR: RESILIENSI DI TENGAH KRISIS DANA BANTUAN Nisbayanti Nisbayanti; Siti Mutiara safitri Asnur
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kemiskinan di Sulsel terus meningkat. Masyarakat miskin kabupaten  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi pencari suaka kota Makassar di tengah krisis dana bantuan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa alasan para pencari suaka melakukan imigrasi ke negara lain selain dari faktor keamanan negara juga karena adanya faktor masalah pribadi yang dialami oleh seorang individu sehingga memutuskan untuk meninggalkan negaranya. Hasil penelitian juga menunjukkan kemampuan resiliensi pencari suaka kota Makassar masih kurang dilihat dari aspek-aspek pengaturan emosi, pengendalian dorongan, optimis, analisis penyebab dan akibat, empati, serta efikasi diri yang rendah. Selain itu juga ditemukan aspek resiliensi lain yakni aspek fleksibel. Sedangkan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pencari suka kota Makassar cukup baik dilihat dari dukungan eksternal, dukungan internal, serta kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh saran khususnya bagi pemerintah, untuk mempercepat proses penanganan permasalahan para pencari suaka kota Makassar terkait pemberangkatan ke negara lain.
TRADISI MAPPATABE DALAM MASYARAKAT BUGIS DI KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS (ANALISIS IMPLEMENTASINILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENGAMALAN SILA KEDUA PANCASILA) Hasmawati hasmawati; Isna Jumardi; Abul Mawahib R
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros terhadap tradisi mappatabe terhadap pengamalan sila kedua pancasila untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros tidak mengimplementasikan tradisi mappatabe. Jenis Penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Mayarakat yang ada dikecamatan tanralili, guru sekolah, tokoh masyarakat dan tokoh agam a yang berjumlah 34 Informan, yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria tertentu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian kesadaran masyarakat dalam mengimplementasikan tradisi mappatabe di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros perlahan-lahan mulai hilang di kalangan masyarakat. Hal ini terbukti dari tingkah laku dan sopan santun seorang saat berinteraksi dengan kedua orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya, dapat dilihat lebih banyak anak usia dini yang tidak mengimplementasikan tradisi mappatabe ketimbang orang tua saat ini yang sudah menjadi tradisi sejak dulu. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros meninggalkan tradisi mappatabe karena kurangnya didikan dari orang tua, akibat pergaulan, dan lebih banyak anak-anak sekarang ini yang lebih sering meggunakan sapaan gaul.
DETEKSI SARS-COV-2 DENGAN METODE RT-LAMP BERBASIS IOT UNTUK PEMETAAN PASIEN COVID-19 Annisa Intan Kholifatullah; Fahmi Ikhasul Amaluddin; Silfi Arum Maretna
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang nyata, baik di sektor kesehatan maupun di sektor lainnya. Hal ini menyebabkan adanya kelumpuhan ekonomi, susahnya pendidikan berjalan, pariwisata ditutup, dan sebab-sebab lainnya. Pemerintah mulai memberlakukan protokol kesehatan, dan membuat aturan yang berkenaan dengan tes COVID-19. Dalam masyarakat, dikenal dua metode tes yaitu rapid tes dan swab tes. Masing-masing memiliki kelemahannya, baik dari segi harga, durasi keluarnya hasil, dan lainnya. Padahal pemeriksaan ini merupakan hal yang penting karena selain untuk mengetahui hasil pemeriksaan secara individu, juga mempengaruhi interaksi dalam masyarakat. Oleh karena itu, diusulkan sebuah alat pemeriksaan COVID-19 yang terjangkau secara harga, durasi keluarnya hasil relatif cepat, dan dapat membantu pemeriksaan secara massal. Karya ini bertujuan untuk membahas bagaimana penerapan metode RT-LAMP dalam komponen yang mudah dicari di pasaran, dan bagaimana desain alatnya. Alat ini menerapkan metode RT-LAMP dan menggunakan mikrokontroller yang ada di pasaran, sehingga lebih mudah dibuat dan digunakan. Alat akan menggunakan modul gps dan akses internet untuk membantu pemetaan setelah dilakukan pemeriksaan door to door. Desain alat akan terdiri dari mikrokontroller, shield gps, modul gps, modul wifi (jika  ada), dan sd card, serta wadah pemanasan.
MODAL SOSIAL MASYARAKAT TURATEA (STUDI KASUS PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PABIRINGA KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO) Rezky Juniarsih Nur
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kemiskinan di Sulsel terus meningkat. Masyarakat miskin kabupaten Jeneponto didominan oleh para petani, salah satunya petani rumput laut. Ketidakmampuan melepaskan diri dari kemiskinan menyebabkan sebagian besar masyarakat Jeneponto memilih untuk menjadi petani rumput laut. Budidaya rumput laut dalam perkembangannya menjadi bagian mata pencaharian utama oleh masyarakat pesisir Kelurahan Pabiringa. Sistem budidaya yang tidak terlalu membutuhkan keterampilan tinggi, dengan cepat dapat diadopsi. Oleh karena itu, karakteristik dari sistem budidaya rumput laut ini dapat pula melibatkan seluruh anggota keluarga baik laki-laki maupun perempuan dan anak-anak. Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi di kabupaten Jeneponto khususnya pada msayarakat petani rumput laut di kelurahan pabiringa maka diperlukan modal sosial. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode pedekatan studi kasus. Dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitan adalah masyarakat petani rumput laut dengan jumlah informan sebanyak enam orang. Fokus penelitian dilakukan dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan rumusan masalah. Peneliti melakukan pendalaman terhadap topik terlebih dahuluh dan melengkapi informasi terkait yang akan diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan oleh peneliti adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengkategorikan data-data yang telah diperoleh dilapangan sehingga dapat diperoleh hasil temuan baru berdasarkan fokus dan permasalahan yang ingin dijawab. Berdasarkan hasil pengatamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya modal sosial yang dimiliki dan dikelola dengan baik dan merepakan dalam pekerjaan maka dapat membantu petani rumput laut untuk keluar dari garis kemiskinan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12