cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2023)" : 10 Documents clear
TUJUH STRATEGI PENGEMBANGAN KABUPATEN SIDRAP SEBAGAI KSN (KAWASAN STRATEGIS NASIONAL) DARI SUDUT KEPENTINGAN PERTUMBUHAN EKONOMI K, Risnawati
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42490

Abstract

Kawasan Strategis Nasional (KSN) merupakan salah satu amanat dari Undang-undang No. 26 Tahun 2007 yang didefinisikan sebagai kawasan di mana di dalamnya berlangsung kegiatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain, dan atau kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kabupaten Sidrap adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang ditetapkan sebagai KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Strategi Pengembangan Kabupaten Sidrap sebagai KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi, dengan melihat Kebijakan spasial dan perkembangan Kabupaten Sidrap, sumber data dari penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini, ada 7 strategi pengembangan kabupaten sidrap sebagai KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi yaitu : 1. Peningkatan kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi, 2. Pengembangan potensi ekonomi cepat tumbuh di Kabupaten Sidrap, 3. Pengembangan sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi, 4. Peningkatan potensi ekspor di Kabupaten Sidrap, 5. Penyediaan dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi di Kabupaten Sidrap, 6. Peningkatan kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi dan 7. Peningkatan fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan; Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Pertumbuhan Ekonomi
PENATAAN JALUR HIJAU JALAN BERBASIS MITIGASI BENCANA POHON TUMBANG DI JALAN PENGHUBUNG KOTA MAKASSAR DAN KABUPATEN GOWA Awaluddin, Iyan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42492

Abstract

Selama tahun 2017-2022, kejadian pohon tumbang yang terjadi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah mengakibatkan kerugian materil bahkan korban jiwa, kejadian ini sangat rutin terjadi setiap tahun ketika puncak musim penghujan. Selain kerugian materil dan korban jiwa, juga berdampak pada gangguan arus lalu lintas. Penelitian ini diarahkan pada lokasi dengan intensitas kejadian pohon tumbang yang sering terjadi setiap tahunnya yaitu di Ruas Jalan HM. Yasin Limpo - Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa dan Jalan Letjen. Hertasning - Jalan Aorepala di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar tingkat kerawanan bencana pohon tumbang di lokasi penelitian serta merumuskan arahan strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya meminimalkan dampak (mitigasi) terhadap bencana tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan data lapangan serta data citra satelit yang diolah untuk menghasilkan tujuan penelitian dalam bentuk spasial dan kontekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bencana pohon tumbang yang terjadi beberapa tahun terakhir di lokasi penelitian ternyata berbanding lurus dengan tingkat kerawanan bencana pohon tumbang yang menunjukkan bahwa loasi penelitian sebagian besar memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi atau berpotensi sangat tinggi, sehingga arahan penanganan dan penataan yang perlu dilakukan mencakup arahan penataan pada aspek penataan, aspek manajemen/pemeliharaan dan aspek pelibatan masyarakat. Kata Kunci : Mitigasi bencana, pohon tumbang, jalur hijau, penataan kawasan.
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAERAH RAWAN BENCANA KOTA BAUBAU Yaumul Asifah; Andi Sugiawarti Putri; Nurul Istiqamah Ulil Albab; Aulia Apriliyanti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42493

Abstract

Baubau merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dan termasuk daerah rawan bencana kategori kelas risiko tinggi berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2022 untuk indeks ancaman multi bencana dan berada pada peringkat 18 (delapan belas) dalam indeks risiko bencana multi ancaman Kabupaten Kota se-Indonesia dengan total skor 194,80 kelas risiko tinggi. Sedangkan pada skala Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota ini menduduki urutan teratas pada indeks risiko bencana per Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi mengenai tingkatan kerawanan bencana tsunami di Kota Baubau serta memberikan strategi dan rencana pengembangan infrastruktur pada daerah rawan bencana di kawasan pesisir Kota Baubau khusunya pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Batupoaro, dan Kecamatan Betoambari. Metode analisis yang digunakan adalah Teknik weighted overlay pada peta jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian dan kemiringan lereng menggunakan software GIS. Hasil penelitian ini mengelompokkan kerentanan tsunami di Kota Baubau yaitu kerentanan tinggi 0,58 km2, kerentanan sedang 1,49 km2 dan kerentanan rendah 3,91 km2. Kemudian di kelompokkan lagi kedalam tiga kategori Kawasan I (kerusakan tinggi), Kawasan II (kerusakan sedang) dan Kawasan III (kerusakan rendah) untuk menentukan strategi pengembangan infrastruktur yang akan dilakukan. Kata-kunci : Infrastruktur, Mitigasi, Tsunami, Weighted Overlay
IDENTIFIKASI KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK PADA TAMAN FAISAL KEL. BANTA-BANTENG KEC. RAPPOCINI DI KOTA MAKASSAR Adithya Yudistira; Gusti Hardyanti Musda; Andi Muhammad Ikhsan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42494

Abstract

Ruang publik merupakan wadah bagi masyarakat perkotaan untuk saling berinteraksi, berolahraga, dan kegiatan rekreasi lainnya. Usia anak-anak, dewasa, dan lansia semuanya melebur dalam satu ruang bersama dengan aktifitasnya masing-masing. Taman Faisal merupakan sebuah Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yang terletak dalam lingkungan permukiman di Kel. Banta-bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik masyarakat pengguna RTHP, 2) mengidentifikasi kualitas prasarana fisik (Hardscape) dan vegetasi (Softscape) Taman Faisal, 3) memberikan arahan desain Taman Faisal berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat pengguna. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan wawancara. Pengguna Taman Faisal didominasi oleh masyarakat yang berkunjung ke salah satu bangunan baik itu rumah sakit, kantor, atau bangunan fungsi perdagangan lainnya disekitar taman, kemudian singgah untuk sekedar duduk berbincang atau menunggu teman / jemputan. Kondisi prasarana atau fasilitas fisik (hardscape) dan vegetasi (softscape) dapat disimpulkan dalam kondisi kurang terawat. Batas areal taman dan badan jalan yang tidak jelas karena tanggul taman yang rusak atau tidak ada menyebabkan beberapa bagian areal taman yang beralih fungsi menjadi tempat parkir mobil dan bangunan pos jaga yang bukan untuk manfaat taman begitu juga vegetasi yang kelihatan kering dengan pola tanam yang tidak teratur atau tidak memiliki konsep yang jelas. Perlu dilakukan penataan ulang desain taman agar layak dan bisa digunakan dengan aman dan nyaman, Menambahkan dukungan fasilitas untuk aktifitas baru agar masyarakat perumahan/permukiman dapat lebih tergerak untuk berkunjung. Keywords: Ruang publik, ruan terbuka hijau, kualitas-taman
PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN LONGSOR DI KORIDOR JALAN POROS ENREKANG -MAKALE (STUDI KASUS DESA MENDAATE KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG) Syafri, Syafri; K, Risnawati; Wahidan, Nur
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42495

Abstract

Desa Mendatte yang karakteristik fisik alamnya berupa perbukitan dengan topografi yang curam juga didukung oleh kondisi atau kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan kawasan perbukitan sebagai tempat bermukim. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian pemanfaatan lahan sebagai antisipasi adanya pembangunan di daerah yang rentan terhadap longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerawanan longsor di Desa Mendatte, untuk mengetahui faktor penyebab daerah tersebut dijadikan sebagai daerah terbangun serta untuk mengetahui arahan pengendalian pemanfaatan lahan di darah rawan longsor. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan analisis Superimpose (overlay Peta ) dan analisis statistik dengan uji Crosstab atau tabulasi silang. Berdasarkan Hasil Analisis overlay peta dengan menggunakan ArcGis didapatkan 3 kelas tingkat kerawanan longsor di Desa Mendatte. Wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi mempunyai luasan 326, 56 Ha dengan presentase 62,69 % dari luas wilayah Desa Mendatte, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan sedang memiliki luasan 190,69 dengan presentase 36,61% Paling Rendah yaitu memiliki luasan 3,63 dengan presentase 0,70 %. Dari hasil analisis secara kuantitatif dengan uji statistik diketahui bahwasanya lama bermukim responden berhubungan atau menjadi salah satu faktor penyebab daerah tersebut dijadikan sebagai daerah terbangun sehingga menyebabkan tetap bermukimnya responden di Desa Mendatte. Upaya pengendalian pemanfaatan lahan berdasarkan zona dan kerentanan gerakan tanah dilokasi penelitian berupa rekomendasi terhadap peraturan penggunaan lahan, serta mitigasinya secara umum sesuai dengan karakteristik daerah rawan longsor. Kata Kunci : Kerawanan Bencana, Faktor Bermukim, Pengendalian Lahan.
IDENTIFIKASI TIPE PERKEMBANGAN KOTA TANGERANG SELATAN MENGGUNAKAN LANDSCAPE EXPANSION INDEX BERDASARKAN CITRA LANDSAT MULTITEMPORAL Diki Wahyudi; Lili Somantri; Nandi Nandi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42496

Abstract

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota penunjang DKI Jakarta yang mengalami perkembangan cukup pesat. Hal itu, terus mendorong kebutuhan akan lahan tempat tinggal sehingga berpotensi mengkonversi lahan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe perkembangan wilayah Tangerang Selatan tahun 1995 – 2009 dan 2009 - 2023. Identifikasi lahan terbangun pada penelitian ini menggunakan Index-based Built-up Index (IBI) yang diperoleh dari ekstraksi nilai indeks lahan terbangun, indeks vegetasi, dan indeks air. Lahan terbangun hasil ekstrasi IBI, lalu dilakukan analisis tipe perkembangan menggunakan Landscape Expansion Index. Hasil penelitian ini menunjukkan wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 1995 – 2009 mengalami peningkatan area lahan terbangun seluas 2501,5 ha dengan dominasi tipe perkembangan edge expansion (71,4%), infiling (24,4%), dan outlying (3,8%). Sementara itu, tahun 2009 – 2023 perkembangan area lahan terbangun mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, yaitu seluas 1753,56 ha dengan dominasi tipe perkembangan infiling (59,6%), edge expansion (38%), dan outlying (2,2%). Pola perkembangannya cenderung menyebar merata ke seluruh wilayah kota. Kata Kunci : Perkembangan kota, Kota Tangerang Selatan, Landscape expansion index.
ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA PUSAT PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PPLH) PUNTONDO DI KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Amalia Rahmadhani Rahman; Nurfatimah Nurfatimah; Henny Haerany
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42498

Abstract

Kabupaten Takalar khususnya di Kecamatan Mangarabombang memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan. Seperti pada wisata Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo dimana wisata ini mengedepankan aspek pendidikan dan lingkungan hidup atau yang biasa disebut (eco-tourism). PPLH Puntondo mempunyai banyak lokasi wisata yang potensial untuk dikembangkan namun sampai saat ini belum dikelola dengan baik. Hal ini ditandai dengan masih adanya beberapa permasalahan pada wisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dan arah pengembangan wisata PPLH Puntondo di Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis spasial dan non spasial yang terbagi dalam 3 tahap analisis. Analisis spasial meliputi analisis daya tarik wisata untuk mendapatkan kelas potensi wisata, dan analisis SWOT untuk menentukan strategi dan arah pengembangan pariwisata PPLH Puntondo, kemudian analisis non spasial yaitu analisis lanskap pariwisata yang dibagi menjadi 3 zona yaitu zona inti, zona pengembangan, dan zona penyangga. Berdasarkan hasil analisis daya tarik wisata, PPLH Puntondo termasuk dalam kelas dengan potensi wilayah sedang, sehingga dilakukan analisis SWOT yang menghasilkan arahan pengembangan wisata PPLH Puntondo yang terbagi menjadi 3 zona, dari ketiga zona tersebut, zona inti mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dari 52% luas zona Inti yang bisa dikembangkan sekitar 30% yaitu 15% di hutan mangrove, 10% kebun, dan 5% di outbound kawasan wisata PPLH Puntondo. .Kata Kunci : Arahan Pengembangan, Kawasan Wisata, Ekowisata
PEMANFAATAN CREATIVE HUB SEBAGAI POTENSI DALAM PENGEMBANGAN KOTA KREATIF DI SLEMAN Ni’mah Mahnunah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42501

Abstract

Fenomena globalisasi dan perubahan teknologi pada beberapa dekade ini telah mengubah perekonomian dunia yang memasuki era ekonomi kreatif ditandai dengan penerapan konsep kota kreatif dalam pembangunan kota. Kabupaten Sleman sebagai salah satu kabupaten yang telah melakukan penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif yang difasilitasi oleh Badan Ekonomi Kreatif pada tahun 2017 dan merumuskan tiga sub sektor ekonomi kreatif unggulan yaitu sektor film, animasi, dan video. Dalam pengembangan kota kreatif, salah satu fondasi kota kreatif yaitu keberadaan ruang-ruang kreatif. Ruang kreatif sebagai wadah untuk menghubungkan orang-orang kreatif dan para pelaku kota kreatif lainnya untuk dapat berinteraksi dan berkolaborasi dalam rangka menghasilkan kreativitas dan inovasi penciptaan produk kreatif perkotaan yang akan membawa dampak pada pengembangan perekonomian perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran ruang kreatif sebagai potensi dalam pengembangan kota kreatif, dengan sasaran penelitian yaitu: mengkaji tipologi ruang kreatif di Kabupaten Sleman, identifikasi lokasi creative hub di Sleman, dan peran ruang kreatif sebagai wadah dalam mendorong potensi pengembangan kota kreatif. Adapun luaran penelitian ini berupa publikasi ilmiah. Manfaat penelitian yang diharapkan yaitu dapat mengembangkan konsep perencanaan perkotaan secara tematik yaitu kota kreatif beserta implikasinya terhadap pengaturan ruang-ruang kreatif, serta mengembangkan model ekonomi perkotaan melalui pemanfaatan kreativitas dan ruang – ruang kreatif. Kata Kunci : pemanfaatan; creative hub; kota kreatif.
KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG TENUN MASALILI KECAMATAN KONTUNAGA Nur Fidia; Risma Handayani; Nurfatimah Nurfatimah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42502

Abstract

Kabupaten Muna tidak hanya di titik beratkan pada objek wisata yang telah dikenal masyarakat luas saja namun ada alternatif andalan lainnya yang mulai dikembangkan yaitu desa wisata dengan potensi alam, seni dan budayanya. Namun dalam pengembangannya desa wisata tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal terutama dalam aspek ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pengembangan wisata Desa Wisata Kampung Tenun Desa Masalili denga konsep berbasis masyarakat, dan menganalisis strategi pengembangan desa wisata berbasis Masyarakat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan wawancara responden di desa Masalili. Berdasarkan tingkat ketercapaian seluruh indikator diatas, dapat dikatakan bahwa konsep Community Based Tourism dapat dikembangkan pada Desa Kampung Tenun Masalili, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna. Metode Analisis data Miles dan Hurberman sebagai perumusan strategi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian pengembangan desa wisata Kampung Tenun Masalili dengan konsep Community Based Tourism (CBT) dapat di kembangankan di desa Masalili dengan model capacity building yang mengutamakan tiga strategi pengembangan yaitu penguatan usaha ekonomi masyarakat lokal, penguatan kelembagaan, dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM lokal. Kata Kunci : Community Based Tourism (CBT), Desa Wisata, Kampung Tenun
PENATAAN KORIDOR KULINER SEHAT UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL DI PERMUKIMAN KUMUH KAMPUNG KALIMBU KELURAHAN WAJO BARU MAKASSAR Andi Asmuliany; Andi Annisa Amalia
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42535

Abstract

Salah satu metode pembelajaran yang sudah lama diterapkan di beberapa Negara seperti Canada dan Amerika adalah metode pembelajaran Service Learning. Metode ini efektif untuk mendorong universitas dalam mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam melayani masyarakat serta bermitra dengan masyarakat. Untuk mahasiswa, Service Learning dapat memberikan model pembelajaran aktif tidak hanya kuliah tatap muka dikelas tetapi juga praktek langsung di lapangan, membantu pemerintah dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, sehingga mahasiswa dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap masyarakat disekitarnya dan memahami bagaimana penerapan ilmunya dilapangan. Kampung Kalimbu adalah kampung di Kota Makassar yang sudah lama ada sejak zaman Belanda. Dahulu kawasan ini merupakan wilayah kota Tua Makassar yang menjadi bagian penting dalam sejarah Kota Makassar. Berbagai persoalan sosial masyarakat lebih banyak muncul dari lorong-lorong yang kumuh, terutama di wilayah pusat konsentrasi permukiman dan perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang standar kuliner sehat, menciptakan ruang jualan yang sehat bagi pedagang kuliner yang lebih inovatif sehingga dapat menjadi daya dorong bagi mereka untuk mengembangkan usahanya menjadi industri makanan yang lebih kreatif dan berkarakter lokal, menjadikan lorong sebagai akses utama sirkulasi dapat berfungsi kembali menjadi ruang publik bagi masyarakat yang bertempat tinggal di dalam lorong dan enjadikan ruang publik yang lebih menarik sehingga mampu menjadi salah satu ikon wisata kuliner di Kota Makassar. Hasil dari peneltian ini adalah tertatanya koridor kuliner sehat sehingga memberikan wajah baru bagi kondisi lorong di permukiman Kampung Kalimbu Kata Kunci : Koridor Kuliner sehat, Kampaung Kalimbu, Service Learning

Page 1 of 1 | Total Record : 10