cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2017)" : 10 Documents clear
KESENJANGAN SPASIAL DAN KEGAGALAN KEADILAN PADA FUNGSI PRODUKSI DI WILAYAH BLITAR Agung Sugiri; Yosephine Purba
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2523

Abstract

Kesenjangan spasial Utara-Selatan menjadi isu penting di Wilayah Blitar (Kota dan Kabupaten Blitar). Ini bisa disebabkan oleh kegagalan keadilan yang berujung pada ketidakseimbangan interaksi spasial. Selanjutnya, dapat timbul masalah seperti perkembangan ekonomi yang tidak optimal, kesenjangan kesejahteraan, dan bahkan ketidakberkelanjutan. Penelitian terdahulu tentang kesenjangan spasial di Wilayah Blitar dapat menjelaskan bahwa aturan bentuk-U terbalik tidak berlaku di sini karena masih terjadi kegagalan keadilan pada delapan aspek kebijakan. Penelitian tersebut mengaplikasikan konsep pembangunan (wilayah) berbasis keadilan untuk mengkaji ketimpangan spasial dalam fungsi distribusi manfaat. Penelitian ini mengkaji fungsi produksi dengan fokus pada usaha mikro dan kecil yang sangat terkait dengan pengentasan kemiskinan namun sering kurang difasilitasi. Pendekatan kuantitatif telah digunakan dengan dilengkapi informasi kualitatif pendahuluan. Studi ini telah memanfaatkan metode sampling acak proporsional untuk distribusi kuesioner kepada para responden (pelaku usaha mikro dan kecil), serta wawancara dengan informan kunci dari pembuat kebijakan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa sejauh menyangkut empat aspek kebijakan fungsi produksi, yaitu aspek modal, lahan, kemudahan memulai usaha, dan anti perburuan rente, ternyata tidak terlihat kesenjangan Utara-Selatan seperti yang selama ini diyakini. Yang terbukti adalah masih terjadi kegagalan keadilan, baik di Utara maupun Selatan, pada tingkat sedang hingga rendah dengan kecenderungan yang membaik pada aspek modal dan lahan serta memburuk pada kemudahan memulai usaha dan pemburu rente. Dengan memahami kegagalan keadilan yang ada, kebijakan terkait dapat direformulasi menuju pembangunan wilayah yang lebih baik. 
KONVERSI LAHAN PERTANIAN PRODUKTIF AKIBAT PERTUMBUHAN LAHAN TERBANGUN DI KECAMATAN KOTA SUMENEP Wisnu Sasongko; Ilham Akbar Safari; Kartika Eka Sari
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2520

Abstract

Penelitian tentang konversi lahan pertanian produktif akibat pertumbuhan lahan terbangun di Kota Sumenep bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan tutupan lahan, faktor-faktor yang menyebabkan konversi lahan pertanian produktif, faktor-faktor yang menyebabkan petani menjual lahannya, serta dampak konversi lahan pertanian produktif terhadap nilai ekonomi produksi tanaman pangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan alat analisis berupa analisis tutupan lahan, analisis perubahan tutupan lahan, analisis faktor dan analisis produktifitas yang hilang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara pertumbuhan luas lahan terbangun dan penurunan luas lahan tidak terbangun. Semakin tinggi pertumbuhan luas lahan terbangun, maka semakin menyusut luas lahan tidak terbangun yang tersedia. Dari data klasifikasi tutupan lahan terlihat bahwa lahan terbangun mengalami peningkatan luas sekitar 9,15 Ha setiap tahunnya dan sebaliknya lahan tidak terbangun mengalami penurunan luas sekitar 9,15 Ha setiap tahunnya. Dari hasil analisis faktor-faktor yang menyebabkan konversi lahan diperoleh enam variabel yang berpengaruh, yaitu lokasi lahan, saluran irigasi, himpitan ekonomi, pertambahan penduduk, kebutuhan tempat tinggal. Sedangkan hasil dari analisis faktor-faktor yang menyebabkan petani menjual lahannya diperoleh enam variabel yang berpengaruh, yaitu luas lahan, pengaruh pihak swasta, generasi muda, tuntutan kebutuhan hidup, tanggungan keluarga, serta kebijakan dan peraturan pemerintah. Untuk dampak konversi lahan terhadap nilai ekonomi produksi tanaman pangan diketahui bahwa selama kurun waktu 5 tahun (2010-2014) diperkirakan telah terjadi perubahan guna lahan pertanian produktif menjadi lahan non pertanian dan berdampak terhadap hilangnya penerimaan dari usaha tani padi sebesar Rp 799.839.797.
DETERMINAN PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA BARU MONCONGLOE-PATTALLASSANG METROPOLITAN MAMMINASATA Ariyanto Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pembangunan kawasan kota baru Moncongloe - Pattallassang Metropolitan Mamminasata. Penelitian ini menggunakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data diperoleh melalui observasi, survei, dan dokumentasi. Konsep pembangunan kawasan kota baru Moncongloe - Pattallassang dilaksanakan berdasarkan arahan pola ruang kawasan terkait fungsi-fungsi perkotaan yang dikembangkan, hal ini merekondisi pembangunan aktivitas-aktivitas perkotaan (permukiman skala besar, perdagangan, jasa, dan pendidikan), secara tidak langsung menyebabkan terjadinya proses alih fungsi guna lahan dari lahan produktif (pertanian) menjadi lahan industrial perkotaan. Selain pola ruang, struktur ruang juga akan terbentuk seiring pembangunan kota baru Moncongloe - Pattallassang yang dihubungkan dengan sistem sirkulasi transportasi yang terindikasi membentuk simpul-simpul pergerakan yang menghubungkan tiga kota (Makassar-Maros-Sungguminasa) menyebabkan berkembangnya aktivitas-aktivitas perkotaan baru yang kompak dalam skala kecil dan cenderung membentuk “exclaves” pada daerah pertanian disekitarnya, lama kelamaan daerah-daerah kekotaan yang terpisah-pisah tersebut menyatu dan membentuk kota lebih besar dan kompak yang dihubungkan oleh sistem sirkulasi transportasi. Perubahan struktur dan pola ruang kawasan dalam dinamika pembangunan kawasan kota baru Moncongloe - Pattallassang mengondisikan perubahan interaksi, relasi ekonomi, adaptasi sosial, pola pendidikan, dan reorientasi mata pencaharian, sehingga proses tersebut mengondisikan terjadinya perubahan sistem sosial komunitas lokal perkotaan dari sepenuhnya agraris perdesaan kearah sistem sosial masyarakat industrial perkotaan, berdampak pada perubahan struktur sosial masyarakat.
PENGARUH KERAJAAN ISLAM TERHADAP POLA BENTUK KOTA PASURUAN Junianto Junianto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2521

Abstract

Kota Pasuruan memiliki nilai historis dan ciri Islami yang cukup signifikan. Awal terbentuknya Kota Pasuruan, terjadi pengaruh kerajaan dan pengaruh kolonial Belanda. Alun-alun dan Masjid menjadi pusat kota yang mencirikan tradisional kerajaan Islam. Ciri kota kolonial Belanda, terlihat di bagian timur kota, yang meliputi fasilitas pelabuhan, perkantoran belanda, gereja, permukiman belanda dan pabrik gula. Kawasan Belanda ini eksklusif di bagian Timur kota, terpsah oleh Sungai Gembong, menjadi kawasan pertahanan. Kajian historis Kota Pasuruan, dilakukan dengan pendekatan diakronik dan sinkronik, terhadap unsur-unsur pembentukan kota. Penggambaran unsur Islam dalam pola bentuk Kota Pasuruan, terlihat dari alun-alun dan Masjid Agung, dalam interrelasi dengan unsur-unsur kota lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan pola bentuk Kota Pasuruan dengan ciri pengaruh kerajaan Mataram Islam, yaitu berupa Alun-alun dan Masjid. Kompleks alun-alun dan masjid sebagai pusat kota, diikuti dengan kantor pemerintahan tradisional dan perumahan pejabat tradisional. 
KONTRIBUSI SEKTOR UNGGULAN TANAMAN PANGAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI WILAYAH DI KECAMATAN WATANG SIDENRENG Muhammad Yasir; Muhammad Anshar; Nur Syam
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2528

Abstract

Salah satu wilayah dengan basis ekonomi tanaman pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang yakni di Kecamatan Watang Sidenreng. Penggunaan lahan terluas yakni lahan persawahan. Peningkatan ekonomi wilayah Kecamatan Watang Sidenreng tidak terlepas dari produksi tanaman pangan yang tentu berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat. Namun kebutuhan lahan yang terus meningkat, pembangunan serta pengembangan permukiman dan aktivitas perekonomian secara tidak lansung memunculkan konflik yang menjadi hambatan dalam melakukan upaya peningkatan ekonomi wilayah Kecamatan Watang Sidenreng khususnya dalam sistem produksi sektor unggulan tanaman pangan. Kendala-kendala yang dimaksud yakni semakin maraknya konversi lahan pertanian, ketersediaan dan kelayakan infrastruktur pertanian kurang memadai meliputi jaringan irigasi dan mekanisasi alat pertanian sehingga banyak petani yang beralih profesi serta keterampilan sumber daya manusia dalam melakukan pertanian yang masih kurang. Maka dibutuhkan suatu penelitian yang mengkaji seberapa besar kontribusi sektor unggulan tanaman pangan terhadap peningkatan ekonomi wilayah di Kecamatan Watang Sidenreng.
KAJIAN FUNGSI DAN PERAN KOTA DAN KABUPATEN DI BIDANG EKONOMI DALAM PENYELENGGARAAN METROPOLITAN CIREBON RAYA Ade Wahyudi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2522

Abstract

Metropolitan Cirebon Raya merupakan salah satu dari tiga Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang memiliki posisi strategis sebagai pusat aglomerasi penduduk, aktivitas ekonomi, dan sosial masyarakat di Propivsi Jawa Barat. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat, maka hal ini mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan akan berbagai infrastruktur di kawasan perkotaan. Sehingga, diperlukan adanya kajian dari fungsi dan peran dari masing-masing kota/kabupaten terhadap penyelenggaraan Metropolitan Cirebon Raya (MCR) yang berperan dalam memberikan pelayanan skala pusat dan nasional agar terciptanya pembangunan Metropolitan Cirebon Raya yang menunjukkan integritas dan sinergitas dalam pelaksanaan pembangunan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran, yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama baik dalam proses pengumpulan data dan analisis. Strategi metode campuran yang digunakan adalah strategi transformatif konkuren, yang merupakan strategi yang mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoritis tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah Kota Cirebon memiliki  fungsi utama sebagai pusat perdagangan dan berperan sebagai pusat kegiatan dan pelayanan MCR, Kabupaten Cirebon memiliki fungsi utama sebagai pusat pertanian dan berperan sebagai sub-pusat kegiatan dan pelayanan MCR, Kabupaten Kuningan memiliki fungsi utama sebagai Industri dan Manufaktur dan berperan sebagai sub-pusat kegiatan dan pelayanan MCR, dan Kabupaten Majalengka memiliki fungsi utama sebagai pusat pertanian dan berperan sebagai sub-pusat kegiatan dan pelayanan MCR.
KOEKSISTENSI DUALISME EKONOMI DI KAWASAN METROPOLITAN MAMMINASATA Yan Radhinal; Ariyanto Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fisik spasial yang terjadi di kawasan Jalan Tun Abdul Razak dan bagaimana perkembangan polarisasi dualisme aktivitas ekonomi akibat dampak pembangunan kawasan pinggiran.  Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan pola dominant-less, dominant design dimana pendekatan kualitatif berposisi sebagai dominan dan kualitatif berposisi sebagai less dominant. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji korelasi dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi perubahan fisik spasial dipengaruhi oleh 4 hal yaitu faktor aksesibilitas, faktor pelayanan umum, faktor karakteristik lahan, dan prakarsa pengembang. Polarisasi fungsi-fungsi aktivitas ekonomi yang terjadi di kawasan pinggiran Jalan Tun Abdul Razak ditandai dengan munculnya aktivitas ekonomi formal dan informal di sepanjang koridor Jalan Tun Abd Razak yang berkembang secara linear mengikuti pola jaringan jalan.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM PADA KAWASAN DANAU RANAU LUMBOK SEMINUNG LAMPUNG BARAT Dwi Bayu Prasetya; Zulqadri Ansar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2524

Abstract

Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua di Pulau Sumatera, secara geografis wilayahnya terletak antara Kabupaten Ogan Kemiring Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Danau Ranau di Lampung Barat terletak di Kecamatan Lumbok Seminung. Danau Ranau Kabupaten Lampung Barat sangat potensial dalam pengembangan berbasis masyarakat. Community Based Tourism (CBT) merupakan konsep pengembangan desa wisata yang membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangannya sejak mulai tahap perencanaan, implementasi, hingga tahap pengawasan. Masyarakat lokal yang memiliki kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan daerah wisatanya sendiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah perencanaan dan keberlanjutan kebudayaan lokal serta sumber daya alam yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan strategi dan rekomendasi terhadap pengembangan dan pengelolaan desa wisata di kawasan wisata Danau Ranau Lumbok Seminung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Potensi dan masalah pada wilayah penelitian yang dilakukan analisis, selanjutnya akan menjadi acuan dalam perencanaan kawasan wisata Danau Ranau berbasis Community Based Tourism (CBT). Strategi dan pendekatan yang dapat diterapkan di Kawasan Wisata Danau Ranau Lumbok Seminung dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) diantaranya, melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pariwisata, mengedukasi masyarakat terkait cara berinteraksi dengan wisatawan; meningkatkan kualitas pengorganisasian masyarakat sadar wisata, memberi peluang masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi di Kawasan Danau Ranau, membentuk organisasi masyarakat budaya di kawasan wisata, pengembangan kegiatan wisata alam, budaya serta buatan, dan meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung, bekerjasama antara Dinas Pariwisata dengan masyarakat dalam pemanduan wisata.
PERUMAHAN PERMUKIMAN DI BANTARAN SUNGAI WALANNAE YANG ADAPTIF DENGAN LINGKUNGAN KEBENCANAAN Syarif Beddu; Ananto Yudono; Afifah Harisah; Mochsen Sir
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2676

Abstract

Perumahan dan permukiman yang telah dibangun dan dihuni oleh masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, mencitrakan kesan kesederhanaan dan tampilan arsitektur rakyat. Bermukim dan bekerja adalah aktivitas yang dilakukan setiap hari untuk  menghidupi keluarga mereka.Terkadang areal perumahan dan pemukimannya dibangun pada lahan yang tidak selayaknya ia membangun, sehingga ancaman bencana alam selalu saja mengintai. Hal ini terjadi pada masyarakat Desa Lompulle Kabupaten Soppeng, yang mendirikan rumah panggung kayu sepanjang bantaran Sungai Walannae, dan juga masyarakat Kelurahan Salomenraleng Kabupaten Wajo,Sulawesi Selatan, yang mendirikan rumah panggung kayu pada pinggiran Sungai Walannae. Adapun tujuan penelitian ini adalah mencari solusi cara menyikapi banjir tergenang, berupa mitigasi bencana struktural, dengan cara rekayasa pada teknis bangunan. Kemampuan merancang bangunan yang secara teknis-teknologis mampu mengatasi kondisi alam  dan suasana air menggenang. Metode penelitian secara fenomenologis dianggap sesuai, karena lebih banyak mengamati fenomena alam dan dampaknya terhadap infrastruktur serta permukiman mereka.Hasil yang didapatkan adalah masyarakat pada Desa Lompulle dan Kelurahan Salomenraleng, cukup tanggap dan taktis menyikapi genangan banjir akibat meluapnya Sungai Walannae. Yaitu bangunan panggung kayu mereka didesain kembali (redesain) berdasarkan nalar cerdasnya menjadi bangunan yang berlanggam “neovernakular”. Berupa bangunan berpanggung dengan material non kayu (menggunakan beton bertulang), namun penampilan arsitekturalnya tetap mencerminkan bangunan berpanggung. Cara ini cukup signifikan diaplikasikan pada lahan yang selalu lembab dan berair, karena bagian konstruksi utama (kolom dan balok) berbahan beton sehingga adaptatif terhadap lingkungan kebencanaan. Kolom ditanam ke dalam tanah dengan pondasi telapak (pondasi poer), yang mampu menahan beban rumah dan beban arus air yang tergenang.
KESESUAIAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DENGAN LINGKUNGAN DI DESA KALITIRTO YOGYAKARTA Hamsah Hamsah; Yohanes Agus Iryawan; Nirmawala Nirmawala
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2519

Abstract

Tantangan berat dalam perkotaan, salah satunya adalah permasalah sampah. Untuk itu maka perlu adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sebagai sarana pengelolaan sampah. Namun keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah perlu mengikuti kaedah lingkungan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Perangkat peraturan terkait dengan Standar Nasional Indonesia tentang kriteria pemilihan lokasi TPA adalah SNI 19-3241:1994. Berdasarkan analisa kelayakan baik tahap regional maupun tahap penyisih, TPA sampah yang berada di Jalan Berbah Desa Kalitirto Kecamatan Berbah menunjukkan ketidaklayakan lokasi TPA sampah tersebut. Ketidaklayakan TPA sampah tersebut, antara lain dipengaruhi oleh faktor hidrogeologis dimana lokasinya terletak di sebelah sungai, jarak yang relatif dekat dengan bandara, faktor pengelolaan sampah terpadu, dukungan masyarakat yang lemah, bahaya banjir, intensitas hujan yang tinggi, lokasinya yang berada di wilayah pertanian produktif, jalur lalu lintas dan pemukiman yang relatif padat, serta minimnya penyangga di wilayah TPA.

Page 1 of 1 | Total Record : 10