cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
KONTRIBUSI SEKTOR UNGGULAN TANAMAN PANGAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI WILAYAH DI KECAMATAN WATANG SIDENRENG Muhammad Yasir; Muhammad Anshar; Nur Syam
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2528

Abstract

Salah satu wilayah dengan basis ekonomi tanaman pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang yakni di Kecamatan Watang Sidenreng. Penggunaan lahan terluas yakni lahan persawahan. Peningkatan ekonomi wilayah Kecamatan Watang Sidenreng tidak terlepas dari produksi tanaman pangan yang tentu berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat. Namun kebutuhan lahan yang terus meningkat, pembangunan serta pengembangan permukiman dan aktivitas perekonomian secara tidak lansung memunculkan konflik yang menjadi hambatan dalam melakukan upaya peningkatan ekonomi wilayah Kecamatan Watang Sidenreng khususnya dalam sistem produksi sektor unggulan tanaman pangan. Kendala-kendala yang dimaksud yakni semakin maraknya konversi lahan pertanian, ketersediaan dan kelayakan infrastruktur pertanian kurang memadai meliputi jaringan irigasi dan mekanisasi alat pertanian sehingga banyak petani yang beralih profesi serta keterampilan sumber daya manusia dalam melakukan pertanian yang masih kurang. Maka dibutuhkan suatu penelitian yang mengkaji seberapa besar kontribusi sektor unggulan tanaman pangan terhadap peningkatan ekonomi wilayah di Kecamatan Watang Sidenreng.
AFFORDANCES OF STREET ENVIRONMENT FOR CHILD-FRIENDLY CITIES DURING HOME-SCHOOL JOURNEY IN OLD CITY ZONE OF MAKASSAR Arti Manikam; Ismail Said
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1591

Abstract

Home-school journey is part of children daily routine in many Indonesian cities and towns. Consequently, the street environment is an important component for children’s growth and development. In the last two decades, many urban centers have been identified as unsuitable for children’s home-school journey due to issues relating to high urban density and traffic congestion. Therefore, many children are denied the opportunity to experience the outdoor environment. Their life is centered at homes and within their schools. There are few studies that explore the affordances of street environment on home-school journey for less privileged children in old city zones. This study explores the affordances of street environment that influence children’s play behavior and performance during their home-school journey. The elements and environment of home-school journey play an important role in promoting children’s active free play toward their environment. This study observed 40 less-privileged children, aged 9 to 11, from low income families that walked to their schools in the old city zone of Makassar. Data on children’s activities and their perceptual responses on the street environment during the journey were elicited using one method which was children’s observation. The data were content analyzed using Nvivo software. The result revealed that the children displayed a variety of behaviors related to the social transaction, physical play and decision making. Affordances of street environment are associated with elements including buildings, vehicles and street furniture whereby the children’s direct engagements lead to indirect learning.  Therefore, middle-childhood children recognized that the street environment is part of their routine living experience.
PENGENDALIAN AIR LIMPASAN PERMUKAAN DENGAN PENERAPAN KONSEP EKODRAINASE (STUDI KASUS KELURAHAN ORO-ORO DOWO KOTA MALANG) Kartika Eka Sari; Donny Harisuseno; Cut Amelinda Shafira
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.4331

Abstract

Kota Malang menjadi salah satu kota di Indonesia yang tidak luput dari permasalahan genangan dan banjir, termasuk Kelurahan Oro-Oro Dowo yang terletak di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Berdasarkan pengamatan awal, terdapat beberapa titik genangan yang terjadi di Kelurahan Oro-Oro Dowo. Hal ini disebabkan oleh kurangnya lahan resapan air dan permasalahan yang terdapat pada saluran drainase. Penanganan genangan yang disebabkan tingginya debit limpasan tidak lagi dapat diatasi hanya dengan penanganan pada saluran drainase. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan penerapan drainase ramah lingkungan atau ekodrainase dengan prinsip pengendalian air limpasan dengan cara ditampung dan diresapkan. Metode penanganan air limpasan yang diterapkan adalah rain harvesting, sumur resapan dan biopori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem drainase wilayah studi dan mengembangkan arahan penerapan ekodrainase pada wilayah yang terindikasi terjadi genangan. Metode yang digunakan dalam analisis drainase adalah metode rasional. Berdasarkan hasil analisis, dibutuhkan 983 unit rain harvesting, 4130 buah sumur resapan dan 273.198 buah biopori untuk mengendalikan sebanyak 80% debit limpasan. Berdasarkan rekomendasi penerapan kriteria standar dan karakteristik lokasi, jumlah ekodrainase yang dapat diterapkan sebanyak 983 unit kombinasi rain harvesting dan sumur resapan serta 1045 buah biopori yang direncanakan pada 11 catchment area saluran drainase yang terindikasi terjadi genangan.
PENGARUH PERMASALAHAN DI RUANG TERBUKA PUBLIK TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN TEMPAT MENURUT PERSEPSI PENGUNJUNG Azzahra M Firdausah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3193

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan citra sebuah kota. Ruang publik yang ramai akan aktivitas merupakan indikasi ruang publik yang berkualitas. Memahami permasalahan ruang publik merupakan prasyarat sebelum meningkatkan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui faktor-faktor permasalahan di ruang publik dan faktor-faktor yang menjadi alasan pengambilan keputusan untuk pemilihan tempat. Selain itu akan diungkap hubungan sebab-akibat antara permasalahan ruang publik terhadap pemilihan tempat di ruang publik tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan secara online dan dianalisis menggunakan analisis faktor dan regresi bivariat. Hasil analisis faktor diperoleh faktor permasalahan yaitu perawatan, keteduhan, sikap pengunjung dan kelayakan tempat.  Sedangkan untuk pemilihan tempat diperoleh 2 faktor yaitu  ruang statis dan  ruang dinamis. Analisis regresi mengungkapkan hubungan yang tinggi antara faktor peneduh terhadap faktor ruang dinamis. Kesimpulannya ialah peneduh lebih dibutuhkan oleh pengguna yang beraktivitas di ruang dinamis dibanding ruang statis. Peneduh merupakan faktor kunci untuk menciptakan kenyamanan  di ruang terbuka  khususnya kenyamanan termal. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan bagi perancang ruang publik di masa mendatang dalam merancang ruang publik yang sesuai keinginan dan kenyamanan pengguna.
KAJIAN FUNGSI DAN PERAN KOTA DAN KABUPATEN DI BIDANG EKONOMI DALAM PENYELENGGARAAN METROPOLITAN CIREBON RAYA Ade Wahyudi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2522

Abstract

Metropolitan Cirebon Raya merupakan salah satu dari tiga Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang memiliki posisi strategis sebagai pusat aglomerasi penduduk, aktivitas ekonomi, dan sosial masyarakat di Propivsi Jawa Barat. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat, maka hal ini mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan akan berbagai infrastruktur di kawasan perkotaan. Sehingga, diperlukan adanya kajian dari fungsi dan peran dari masing-masing kota/kabupaten terhadap penyelenggaraan Metropolitan Cirebon Raya (MCR) yang berperan dalam memberikan pelayanan skala pusat dan nasional agar terciptanya pembangunan Metropolitan Cirebon Raya yang menunjukkan integritas dan sinergitas dalam pelaksanaan pembangunan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran, yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama baik dalam proses pengumpulan data dan analisis. Strategi metode campuran yang digunakan adalah strategi transformatif konkuren, yang merupakan strategi yang mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoritis tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah Kota Cirebon memiliki  fungsi utama sebagai pusat perdagangan dan berperan sebagai pusat kegiatan dan pelayanan MCR, Kabupaten Cirebon memiliki fungsi utama sebagai pusat pertanian dan berperan sebagai sub-pusat kegiatan dan pelayanan MCR, Kabupaten Kuningan memiliki fungsi utama sebagai Industri dan Manufaktur dan berperan sebagai sub-pusat kegiatan dan pelayanan MCR, dan Kabupaten Majalengka memiliki fungsi utama sebagai pusat pertanian dan berperan sebagai sub-pusat kegiatan dan pelayanan MCR.
KETIMPANGAN SPASIAL PERKOTAAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER Ratih Yuliandhari; Agam Marsoyo; M Sani Royschansyah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1585

Abstract

Perkotaan Tanah Grogot yang dilalui oleh jalur strategis yakni jalur trans Kalimantan merupakan kawasan yang diprediksikan berkembang cepat. Namun kecenderungan di lapangan menunjukkan perkotaan Tanah Grogot merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam namun tidak diikuti oleh pemerataan kesejahteraan dimana tingkat perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan ketimpangan spasial serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan spasial yang terjadi di wilayah perkotaan Tanah Grogot. Lokasi studi ini adalah wilayah utara dan wilayah selatan perkotaan Tanah Grogot yang dipisahkan oleh Sungai Kandilo. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, maka dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data secara triangulasi yaitu menggabungkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi serta metode analisa menggunakan analisis deskriptif. Adapun temuan penelitian yang diperoleh bahwa terdapat ketimpangan spasial dilihat dari indikator fisik, sosial, dan ekonomi antara wilayah utara dan wilayah selatan perkotaan Tanah Grogot. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan spasial di perkotaan Tanah Grogot berupa faktor penunjang dan faktor penghambat. Faktor penunjang terdiri dari faktor penarik (faktor keadaan geografis, faktor ketersediaan sarana dan prasarana, faktor perekonomian dan faktor sumber daya alam) dan faktor pendorong (faktor sosial dan kependudukan, faktor kebijakan dan faktor lahan). Faktor penghambat terdiri dari faktor kebijakan, faktor sosial, dan faktor lahan. Adanya penguasaan lahan oleh pemilik lahan yang melakukan spekulasi untuk investasi jangka panjang menghambat perkembangan wilayah di perkotaan Tanah Grogot sehingga terjadi ketimpangan spasial. Dapat disimpulkan faktor kebijakan, faktor sosial, dan faktor lahan terkait spekulasi lahan menjadi faktor penghambat perkembangan suatu wilayah yang makin mempertajam ketimpangan spasial di perkotaan Tanah Grogot.
DAMPAK PENGEMBANGAN JALAN USAHA TANI (JUT) PADA KAWASAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ratna Eka Suminar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.4671

Abstract

Salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pertanian adalah dengan meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, di antaranya melalui pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT). Dengan adanya pengembangan JUT diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi pada kawasan pertanian. Namun di sisi lain, pengembangan JUT diindikasikan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai lahan di sekitarnya sehingga memicu perubahan guna lahan dari pertanian menjadi permukiman. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman sebagai salah satu wilayah yang memiliki kawasan pertanian terluas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis dalam penelitian ini adalah teknik tumpang susun (overlay) menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk membandingkan tren perkembangan JUT dan perubahan guna lahan pertanian di sekitarnya serta teknik pengumpulan data primer untuk mengetahui dampak lainnya dari pengembangan JUT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan JUT dapat memperlancar mobilitas alat mesin dan sarana produksi menuju lahan pertanian, serta memperlancar hasil produksi pertanian menuju tempat penyimpanan/pengolahan/pasar. Namun, di sisi lain dari tahun 2010 – 2016 terjadi perubahan guna lahan pertanian di sekitar JUT menjadi permukiman sebesar 429,38 Ha atau 20,72% dari total perubahan guna lahan pertanian di Kabupaten Sleman, khususnya pada ruas-ruas JUT yang telah ditingkatkan kapasitas jalannya. Hal tersebut membuktikan bahwa telah terjadi dualisme dampak pengembangan JUT pada kawasan pertanian yang seharusnya mendorong perkembangan sektor pertanian tetapi di sisi lain malah menyebabkan semakin terkikisnya kegiatan pertanian pada kawasan tersebut.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN REKLAMASI PANTAI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Andi Yurnita; Slamet Trisutomo; Nurjannah Nurdin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan suatu kawasan reklamasi menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial (keruangan) dan mentabulasi ke dalam range tabel indeks keberlanjutan. Analisis SIG dilakukan menggunakan Indeks Keberlanjutan Reklamasi (IKR) yang dirumuskan pada penelitian sebelumnya melalui analytic hierarchy process (AHP) dan expert choices. Hasil analisis spasial status keberlanjutan kawasan reklamasi di Pantai Utara Jakarta, menunjukkan bahwa lokasi tersebut berada pada range kurang berkelanjutan yaitu 1,75 dari skala 1-3 nilai keberlanjutan. Sehingga dapat dikatakan bahwa reklamasi di Kota Jakarta perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaannya, terutama pada kawasan lindung, muara sungai, kawasan konservasi air dan persentase ruang terbuka, karena ada kecenderungan perubahan lingkungan yang tidak aman bagi generasi yang akan datang.
KOEKSISTENSI DUALISME EKONOMI DI KAWASAN METROPOLITAN MAMMINASATA Yan Radhinal; Ariyanto Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fisik spasial yang terjadi di kawasan Jalan Tun Abdul Razak dan bagaimana perkembangan polarisasi dualisme aktivitas ekonomi akibat dampak pembangunan kawasan pinggiran.  Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan pola dominant-less, dominant design dimana pendekatan kualitatif berposisi sebagai dominan dan kualitatif berposisi sebagai less dominant. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji korelasi dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi perubahan fisik spasial dipengaruhi oleh 4 hal yaitu faktor aksesibilitas, faktor pelayanan umum, faktor karakteristik lahan, dan prakarsa pengembang. Polarisasi fungsi-fungsi aktivitas ekonomi yang terjadi di kawasan pinggiran Jalan Tun Abdul Razak ditandai dengan munculnya aktivitas ekonomi formal dan informal di sepanjang koridor Jalan Tun Abd Razak yang berkembang secara linear mengikuti pola jaringan jalan.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM PADA KAWASAN DANAU RANAU LUMBOK SEMINUNG LAMPUNG BARAT Dwi Bayu Prasetya; Zulqadri Ansar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2524

Abstract

Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua di Pulau Sumatera, secara geografis wilayahnya terletak antara Kabupaten Ogan Kemiring Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Danau Ranau di Lampung Barat terletak di Kecamatan Lumbok Seminung. Danau Ranau Kabupaten Lampung Barat sangat potensial dalam pengembangan berbasis masyarakat. Community Based Tourism (CBT) merupakan konsep pengembangan desa wisata yang membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangannya sejak mulai tahap perencanaan, implementasi, hingga tahap pengawasan. Masyarakat lokal yang memiliki kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan daerah wisatanya sendiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah perencanaan dan keberlanjutan kebudayaan lokal serta sumber daya alam yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan strategi dan rekomendasi terhadap pengembangan dan pengelolaan desa wisata di kawasan wisata Danau Ranau Lumbok Seminung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Potensi dan masalah pada wilayah penelitian yang dilakukan analisis, selanjutnya akan menjadi acuan dalam perencanaan kawasan wisata Danau Ranau berbasis Community Based Tourism (CBT). Strategi dan pendekatan yang dapat diterapkan di Kawasan Wisata Danau Ranau Lumbok Seminung dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) diantaranya, melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pariwisata, mengedukasi masyarakat terkait cara berinteraksi dengan wisatawan; meningkatkan kualitas pengorganisasian masyarakat sadar wisata, memberi peluang masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi di Kawasan Danau Ranau, membentuk organisasi masyarakat budaya di kawasan wisata, pengembangan kegiatan wisata alam, budaya serta buatan, dan meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung, bekerjasama antara Dinas Pariwisata dengan masyarakat dalam pemanduan wisata.

Page 7 of 26 | Total Record : 251