cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
EFEKTIVITAS BIAYA KONSUMSI AIR BERSIH DI DAERAH YANG BELUM TERLAYANI PDAM DI KOTA BANDUNG Heru Purboyo Hidayat Putro; Dicksan Ferdian
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1582

Abstract

Rendahnya cakupan layanan air bersih perpipaan yang dilakukan PDAM merupakan salah satu masalah yang terjadi di Kota Bandung. Masyarakat yang belum terlayani oleh PDAM mencari sumber air alternatif untuk konsumsi sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sistem penyediaan air bersih dan sumber air alternatif. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan penyediaan air eksisting dan analisis efektivitas biaya (CEA) untuk mengukur efektivitas biaya dua intervensi hipotetik, yaitu layanan PDAM dan sumur komunal terhadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di daerah tanpa layanan PDAM merasa cukup dengan pasokan air saat ini walaupun ada beberapa masalah mengenai kualitas air yang mereka konsumsi. Dari analisis CEA, kedua intervensi menunjukkan hasil cost effectiveness ratio (CER) yang positif yang berarti bahwa kedua intervensi baik sumur komunal maupun PDAM lebih efektif dalam hal biaya dibandingkan dengan sumber air eksisting. Lebih jauh, intervensi PDAM memiliki CER yang lebih kecil dibandingkan dengan sumur komunal. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi PDAM relatif lebih efektif dibandingkan dengan intervensi sumur komunal.
ANALISIS KEBERADAAN DAN STRATEGI PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA TERNATE Fasri Bachmid; Ariyanto Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3236

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan strategi penanganan permukiman kumuh perkotaan. Kedudukan Kota Ternate sebagai pusat kegiatan ekonomi menjadi daya tarik tersendiri terhadap arus migrasi dan urbanisasi serta menjadi embrio perkembangan Kota Ternate, hal ini merekondisi perkembangan kantong-kantong kumuh yang cenderung berlokasi di sekitar kegiatan sosial ekonomi dan daerah pesisir khususnya di sekitar kawasan pelabuhan penyeberangan. Sumber daya inilah yang berkonstibusi terhadap eksistensinya keberadaan kawasan permukiman kumuh Sangaji-Gamalama. Tipologi kawasan permukiman kumuh Sangaji - Gamalama merupakan kumuh di tepi air dan berada di pusat Kota Ternate. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan survei dengan menggunakan instrumen kuesioner terhadap beberapa responden di kawasan tersebut. Permukiman kumuh di Kota Ternate terkondisi akibat lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang serta peran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan tidak optimal, mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hunian masyarakat.
DETERMINAN PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA BARU MONCONGLOE-PATTALLASSANG METROPOLITAN MAMMINASATA Ariyanto Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pembangunan kawasan kota baru Moncongloe - Pattallassang Metropolitan Mamminasata. Penelitian ini menggunakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data diperoleh melalui observasi, survei, dan dokumentasi. Konsep pembangunan kawasan kota baru Moncongloe - Pattallassang dilaksanakan berdasarkan arahan pola ruang kawasan terkait fungsi-fungsi perkotaan yang dikembangkan, hal ini merekondisi pembangunan aktivitas-aktivitas perkotaan (permukiman skala besar, perdagangan, jasa, dan pendidikan), secara tidak langsung menyebabkan terjadinya proses alih fungsi guna lahan dari lahan produktif (pertanian) menjadi lahan industrial perkotaan. Selain pola ruang, struktur ruang juga akan terbentuk seiring pembangunan kota baru Moncongloe - Pattallassang yang dihubungkan dengan sistem sirkulasi transportasi yang terindikasi membentuk simpul-simpul pergerakan yang menghubungkan tiga kota (Makassar-Maros-Sungguminasa) menyebabkan berkembangnya aktivitas-aktivitas perkotaan baru yang kompak dalam skala kecil dan cenderung membentuk “exclaves” pada daerah pertanian disekitarnya, lama kelamaan daerah-daerah kekotaan yang terpisah-pisah tersebut menyatu dan membentuk kota lebih besar dan kompak yang dihubungkan oleh sistem sirkulasi transportasi. Perubahan struktur dan pola ruang kawasan dalam dinamika pembangunan kawasan kota baru Moncongloe - Pattallassang mengondisikan perubahan interaksi, relasi ekonomi, adaptasi sosial, pola pendidikan, dan reorientasi mata pencaharian, sehingga proses tersebut mengondisikan terjadinya perubahan sistem sosial komunitas lokal perkotaan dari sepenuhnya agraris perdesaan kearah sistem sosial masyarakat industrial perkotaan, berdampak pada perubahan struktur sosial masyarakat.
EVALUASI KETERSEDIAAN RUMAH SUSUN SEWA TERHADAP PERTUMBUHAN PERMUKIMAN KUMUH KELURAHAN WAMEO KECAMATAN BATUPUARO Rini Rini; Andi Idham AP; Rudi Latief
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1589

Abstract

Pengembangan dan pemanfaatan rumah susun sewa di Kelurahan Wameo saat ini masih belum optimal dan belum efektif dalam mengatasi masalah  permukiman kumuh di wilayah tersebut. Masalah tersebut diantaranya bahwa pengadaan rusunawa tidak menarik minat masyarakat di permukiman kumuh secara keseluruhan. Sehingga perlu dilakukan penelitian terkait evaluasi ketersediaan rumah susun sewa terhadap pertumbuhan permukiman. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, masih terdapat wilayah dengan ciri kawasan kumuh. Disisi lain pemerintah telah menyediakan fasilitas rumah susun sewa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana alat analisis yang digunakan adalah analisis chi kuadrat. Hasil analisis menunjukkan faktor tingkat pendapatan dan faktor tingkat sosialisasi merupakan faktor penyebab tidak efektifnya rumah susun. Arahan alternatif yang dapat dilakukan untuk untuk mengefektifkan rumah susun sewa dalam mengatasi permukiman kumuh yaitu memberikan penyuluhan, ikut dalam kegiatan sosial menyangkut kepedulian lingkungan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
PRIORITAS PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DASAR OLEH PENGEMBANG PERUMAHAN DI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT Husna Tiara Putri; Sri Maryati
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.3550

Abstract

Maraknya pembangunan perumahan di Kecamatan Parongpong dengan kelengkapan infrastruktur yang beragam dapat memicu timbulnya masalah pemerataan aksesibilitas masyarakat terhadap infrastruktur dasar. Pengembang sebagai pihak swasta memiliki kecenderungan untuk menyediakan infrastruktur sendiri pada perumahan yang dibangunnya. Adanya kecenderungan yang dimiliki pengembang dapat diidentifikasi lebih lanjut sebagai upaya dalam peningkatan kualitas layanan infrastruktur. Meskipun dibutuhkan, tidak semua infrastruktur akan dibangun. Pengembang hanya mengutamakan pembangunan infrastruktur vital seperti jaringan jalan, air bersih, air limbah, dan pos kemananan. Adapun penyediaan ini dilakukan atas dasar berbagai pertimbangan tertentu seperti jenis perumahan, kondisi fisik dan keberadaan sumber daya alam, pembiayaan, serta aturan formal yang berlaku.
WIFI SCANNER FOR OBTAINING PEDESTRIAN DATA Arief Hidayat; Shintaro Terabe; Hideki Yaginuma
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3224

Abstract

Recently, many technologies to estimate pedestrian data to know about pedestrian travel behavior. Wifi is one of the most useful technologies that can be used in counting pedestrian data. This paper described using of WiFi scanner which carried out seven times circulated the bus. The method used WiFi and GPS are to counting MAC address as raw data from pedestrian smartphone or WiFi devices nearfrom the bus as long as the bus going around the route, generate and processing to be pedestrian data. There are five processes to make pedestrian data from raw data. The purpose of this study is to calculate, obtain and estimate the number of pedestrian data divide circulation number and road segmentation. 
PENGARUH KERAJAAN ISLAM TERHADAP POLA BENTUK KOTA PASURUAN Junianto Junianto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2521

Abstract

Kota Pasuruan memiliki nilai historis dan ciri Islami yang cukup signifikan. Awal terbentuknya Kota Pasuruan, terjadi pengaruh kerajaan dan pengaruh kolonial Belanda. Alun-alun dan Masjid menjadi pusat kota yang mencirikan tradisional kerajaan Islam. Ciri kota kolonial Belanda, terlihat di bagian timur kota, yang meliputi fasilitas pelabuhan, perkantoran belanda, gereja, permukiman belanda dan pabrik gula. Kawasan Belanda ini eksklusif di bagian Timur kota, terpsah oleh Sungai Gembong, menjadi kawasan pertahanan. Kajian historis Kota Pasuruan, dilakukan dengan pendekatan diakronik dan sinkronik, terhadap unsur-unsur pembentukan kota. Penggambaran unsur Islam dalam pola bentuk Kota Pasuruan, terlihat dari alun-alun dan Masjid Agung, dalam interrelasi dengan unsur-unsur kota lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan pola bentuk Kota Pasuruan dengan ciri pengaruh kerajaan Mataram Islam, yaitu berupa Alun-alun dan Masjid. Kompleks alun-alun dan masjid sebagai pusat kota, diikuti dengan kantor pemerintahan tradisional dan perumahan pejabat tradisional. 
POTENSI PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN UNTUK MEWUJUDKAN KAWASAN PERKOTAAN BELOPA YANG BERKELANJUTAN Rusida Rusida
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1584

Abstract

Kawasan perkotaan umumnya cenderung dikembangkan bagi pemanfaatan lahan non pertanian. Walaupun demikian, pertanian tetap menjadi salah satu pola pemanfaatan lahan yang akan mempengaruhi bentuk sekaligus keberlanjutan dari suatu kawasan perkotaan. Daya dukung lahan menunjukkan Kawasan Perkotaan Belopa berpotensi untuk dikembangkan menjadi pertanian lahan basah, pertanian semusim, dan pertanian tahunan, serta pertanian dengan pemanfaatan lahan terbatas pada pusat kawasan yang sudah padat dan minim sarana pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditi yang menjadi unggulan sektor pertanian tanaman pangan adalah jenis komoditi padi sawah, jagung, ubi jalar dan kacang kedelai. Sedangkan komoditi perkebunan yang menjadi unggulan adalah jenis komoditi kelapa dalam, kelapa hibrida, pala, kapuk, kemiri, sagu dan pinang. Potensi pengembangan pertanian di kawasan perkotaan Belopa harus berhadapan dengan pengembangan kawasan perumahan yang semakin ekstensif terutama di pinggiran kawasan. Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan Belopa mengakibatkan tidak seluruh lahan dapat dikembangkan menjadi pertanian perkotaan. Kegiatan pertanian perkotaan menjadi salah satu pendukung bagi pemenuhan ketahanan pangan. Persepsi dan preferensi masyarakat dan juga pemerintah dinilai memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan sekaligus rencana lahan pertanian di masa depan.
STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN JALAN KELOK 18 RUAS PARANGTRITIS - GIRIJATI Bagus Ramadhan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.4582

Abstract

Jalur jalan lintas selatan (JJLS) di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah ruas jalan sepanjang 60 kilometer yang dibangun sepanjang pantai selatan DIY. Dalam salah satu ruasnya, yaitu ruas Parangtritis-Girijati, ruas JJLS dibangun di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul dan menaiki bukit di sisi timur Desa Parangtritis. Desain jalan ini mengikuti kontur bukit dan direncanakan berkelok sehingga rencana ruas jalan ini disebut sebagai jalan kelok 18. Desa Parangtritis yang terkenal sebagai tujuan wisata dengan beberapa pantainya akan semakin menarik dengan adanya jalan berkelok yang menaiki bukit tersebut. Dari atas bukit atau dari ruas jalan kelok 18 wisatawan dapat melihat bentang alam pantai dan pedesaan sekitar Desa Parangtritis.  Dengan adanya rencana jalan kelok 18 dan lokasinya yang berada di kawasan wisata Parangtritis, maka diperlukan pengendalian pemanfaatan lahan untuk mengantisipasi pembangunan di kiri kanan jalan kelok 18 yang dapat mempengaruhi lalu lintas jalan tersebut. Selain itu JJLS sebagai jalan strategis provinsi menyebabkan jalan tersebut perlu memprioritaskan lalu lintas antar kabupaten di DIY. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis kesesuaian lahan kawasan sekitar jalan kelok 18 sesuai untuk budidaya tanaman tahunan karena kondisi lereng yang agak curam (15-25%), curah hujan normal dan jenis tanah latosol. Pengendalian pemanfaatan lahan dilakukan dengan distribusi penggunaan lahan menuju kawasan sekitarnya yang tidak berbatasan langsung dengan jalan kelok 18. Distribusi penggunaan lahan dilakukan dengan memfokuskan kawasan penanda keistimewaan yang berada di sekitar jalan kelok 18 sebagai tujuan wisata.
KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH DI PROVINSI SUMATERA BARAT Eliza Eliza
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3238

Abstract

The problem that is often faced in development planning, is the inequality and inequality in development. One of the causes, is the uneven spread of investment, either regionally or sectorally. Efforts that can be taken to reduce inequality and inequality in development, is to know the various roles sectoral in development. One sector that contributes to the nation's economy, is the transportation sector. The transportation sector is included in the category of infrastructure development that serves to support all aspects and activities of development. One method that can be used to see the impact of the transport sector on the regional economy and the expansion of employment opportunities in West Sumatra is by using the I-O (Input-Output) Method. This method is able to see the inter-sectoral linkages in the economy, so it can know the performance of a sector (transportation sector) in the regional economy and the appropriate local economic policy in the future. Using the Input-Output Table of West Sumatra, an analysis has been conducted to examine the impact of the transport sector on the regional economy and the extension of employment opportunities in West Sumatra, including the transport sector in general, having a backward link index and a relatively high relative forward index. This situation will have an impact on the development of other sectors and this sector will be responsive to economic change and policy changes in other sectors. Thus, for that reason, the transportation sector deserves to be a priority and strategic sector in the development process.

Page 6 of 26 | Total Record : 251