cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN JASA TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DI RUAS JALAN HERTASNING KOTA MAKASSAR Musdalifah Rahman; Henny Haerany; Misliah Idrus
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1588

Abstract

Penggunaan lahan di sisi ruas jalan Hertasning merupakan dominasi bangunan komersil berkembang. Aktifitas perdagangan dan jasa di ruas jalan ini mampu menghasilkan tarikan mobilisasi penduduk skala besar sehingga volume lalu lintas di Jalan Hertasning meningkat yang tentunya berpengaruh pada tingkat pelayanan jalan. Perkembangan pembangunan usaha perdagangan dan jasa di ruas jalan ini menjadi lebih rumit akibat badan jalan dijadikan sebagai tempat parkir darurat atau dadakan karena tidak tersedianya lahan parkir yang memadai oleh pemilik usaha. Selain itu maraknya pedagang kaki lima yang mengambil lahan untuk menjajakan dagangannya menjadikan lalu lintas semakin mengalami kelambatan. Hal ini merupakan masalah perkotaan yang membutuhkan suatu penelitian yang menyingkap seberapa besar pengaruh dari adanya aktifitas perdagangan dan jasa tersebut terhadap volume lalu lintas di ruas Jalan Hertasning.
NILAI NILAI LOKAL SEBAGAI BASIS PERENCANAAN PERMUKIMAN BERKELANJUTAN Endy Agustian
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3196

Abstract

Kemajemukan merupakan aspek yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Bali dikenal sebagai daerah yang memiliki keanekaragaman budaya pada penduduknya terutama dalam hal beragama. Hal tersebut secara tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya keminoritasan khususnya umat muslim yang tinggal di Bali. Desa Pegayaman merupakan salah satu contoh desa muslim di Bali yang mampu bertahan diantara kentalnya kehidupan umat Hindu di Bali. Keunikan permukiman ini terletak pada kenyataan bahwa semua penduduknya beragama Islam dan masyarakat Pegayaman bukan pendatang tetapi orang asli Bali. Di dalam permukiman, ini seluruh tatanan kehidupan sosial dan keagamaan dilandasi dengan semangat dan ajaran Islam. Sehingga dapat dikatakan bahwa karakteristik jagat Bali sebagaimana yang selama ini dikenal telah hilang di Pegayaman. Penelitian ini menunjukkan adanya empat konsep permukiman Desa Muslim Pegayaman yang meliputi: (1) proses terbentuknya Desa Muslim Pegayaman sebagai hadiah yang memiliki kewenangan tersendiri, (2) pola keruangan berbasis sistem kekerabatan, (3) ruang pertanian sebagai keberdayaan masyarakat, dan (4) masjid sebagai inti tata ruang dan tata sosial budaya. Berdasarkan konsep-konsep tersebut, maka diperoleh satu teorisasi yaitu permukiman Desa Pegayaman Bali berbasis nilai-nilai Islam.
EVALUASI KEBERLANJUTAN WISATA BAHARI PULAU PAHAWANG KABUPATEN PESAWARAN Nava Neilulfar Alvi; Isye Susana Nurhasanah; Citra Persada
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.4242

Abstract

Keberlanjutan pariwisata merupakan suatu proses yang kontinyu dalam mengawasi dampak serta implementasi dari pencegahan dalam suatu aktivitas pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan wisata bahari Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran. Dalam menilai keberlanjutan wisata bahari, ruang lingkup materi yang akan dianalisis adalah ekologi, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan teknologi, serta kelembagaan sebagai aspek dalam komponen keberlanjutan yang harus diintegrasikan untuk mengevaluasi performa “baik” dan “buruk” dalam pengembangan wisata bahari di Pulau Pahawang. Metode kuantitatif dibentuk pada hasil akhir dari metode kuantitatif untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil analisis. Data primer dalam metode kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa stakeholder seperti pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pengusaha, Kepala Desa dan Komunitas Mangrove. Hasil dari Analisis MDS menunjukan bahwa keberlanjutan dimensi ekologi (53,998%) dan dimensi ekonomi (51,288%) pada tingkat yang cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi sosial budaya (42,629%), dimensi kelembagaan (37,678%), dan dimensi infrastruktur dan teknologi (37,881%) berada pada tingkat kurang berkelanjutan.
ARAHAN PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BOVEN DIGOEL PROVINSI PAPUA Marianus Keratorop; Widiatmaka Widiatmaka; Suwardi Suwardi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1586

Abstract

Economic characteristic of The Boven Digoel Regency is dominated by agriculture. Food crops has an important role in agricultural and economic development in Boven Digoel Regency. The objectives of this paper are : (1) Identifying and establishing food crops as the superior commodities, (2) Delineating the land availability for superior food crops development, (3) Assessing land suitabilityof superior food crops commodities and (4) Arranging direction development of superior food crops commodities in Boven Digoel Regency. The methodology used in this paper were consisted of the analysis of Location Quotient (LQ), Shift Share Analysis (SSA), and evaluation of the land availability and land suitability. Results of LQ and SSA analyzes showed that cassava, sweet potato, paddy, corn and peanuts are the superior food crops commodities.  The results of analyzes of land availability are presented in three scenarios.  In the first scenario, available land covers an area of 36.227 ha, in the second scenario available land covers an area of 43.401 ha, while in the third scenario, available land covers an area of 610.990 ha. Evaluation of the suitable land in available land indicated that most of the land include in S3 class (marginally suitable), whilew the least area include in N class (not suitable). The developments of food crops in Boven Digoel were then done by considering the suitable and available land as well as comparative and competitive advantage of the comodities.
PERUMAHAN PERMUKIMAN DI BANTARAN SUNGAI WALANNAE YANG ADAPTIF DENGAN LINGKUNGAN KEBENCANAAN Syarif Beddu; Ananto Yudono; Afifah Harisah; Mochsen Sir
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2676

Abstract

Perumahan dan permukiman yang telah dibangun dan dihuni oleh masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, mencitrakan kesan kesederhanaan dan tampilan arsitektur rakyat. Bermukim dan bekerja adalah aktivitas yang dilakukan setiap hari untuk  menghidupi keluarga mereka.Terkadang areal perumahan dan pemukimannya dibangun pada lahan yang tidak selayaknya ia membangun, sehingga ancaman bencana alam selalu saja mengintai. Hal ini terjadi pada masyarakat Desa Lompulle Kabupaten Soppeng, yang mendirikan rumah panggung kayu sepanjang bantaran Sungai Walannae, dan juga masyarakat Kelurahan Salomenraleng Kabupaten Wajo,Sulawesi Selatan, yang mendirikan rumah panggung kayu pada pinggiran Sungai Walannae. Adapun tujuan penelitian ini adalah mencari solusi cara menyikapi banjir tergenang, berupa mitigasi bencana struktural, dengan cara rekayasa pada teknis bangunan. Kemampuan merancang bangunan yang secara teknis-teknologis mampu mengatasi kondisi alam  dan suasana air menggenang. Metode penelitian secara fenomenologis dianggap sesuai, karena lebih banyak mengamati fenomena alam dan dampaknya terhadap infrastruktur serta permukiman mereka.Hasil yang didapatkan adalah masyarakat pada Desa Lompulle dan Kelurahan Salomenraleng, cukup tanggap dan taktis menyikapi genangan banjir akibat meluapnya Sungai Walannae. Yaitu bangunan panggung kayu mereka didesain kembali (redesain) berdasarkan nalar cerdasnya menjadi bangunan yang berlanggam “neovernakular”. Berupa bangunan berpanggung dengan material non kayu (menggunakan beton bertulang), namun penampilan arsitekturalnya tetap mencerminkan bangunan berpanggung. Cara ini cukup signifikan diaplikasikan pada lahan yang selalu lembab dan berair, karena bagian konstruksi utama (kolom dan balok) berbahan beton sehingga adaptatif terhadap lingkungan kebencanaan. Kolom ditanam ke dalam tanah dengan pondasi telapak (pondasi poer), yang mampu menahan beban rumah dan beban arus air yang tergenang.
KESESUAIAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DENGAN LINGKUNGAN DI DESA KALITIRTO YOGYAKARTA Hamsah Hamsah; Yohanes Agus Iryawan; Nirmawala Nirmawala
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2519

Abstract

Tantangan berat dalam perkotaan, salah satunya adalah permasalah sampah. Untuk itu maka perlu adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sebagai sarana pengelolaan sampah. Namun keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah perlu mengikuti kaedah lingkungan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Perangkat peraturan terkait dengan Standar Nasional Indonesia tentang kriteria pemilihan lokasi TPA adalah SNI 19-3241:1994. Berdasarkan analisa kelayakan baik tahap regional maupun tahap penyisih, TPA sampah yang berada di Jalan Berbah Desa Kalitirto Kecamatan Berbah menunjukkan ketidaklayakan lokasi TPA sampah tersebut. Ketidaklayakan TPA sampah tersebut, antara lain dipengaruhi oleh faktor hidrogeologis dimana lokasinya terletak di sebelah sungai, jarak yang relatif dekat dengan bandara, faktor pengelolaan sampah terpadu, dukungan masyarakat yang lemah, bahaya banjir, intensitas hujan yang tinggi, lokasinya yang berada di wilayah pertanian produktif, jalur lalu lintas dan pemukiman yang relatif padat, serta minimnya penyangga di wilayah TPA.
KAJIAN ZONASI KAWASAN CAGAR BUDAYA DI KECAMATAN SIAK KABUPATEN SIAK Mira Hafizhah T
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.4553

Abstract

Kecamatan Siak memiliki banyak peninggalan sejarah yang berpotensi untuk menjadi destinasi wisata cagar budaya. Jika potensi ini dikelola dengan baik akan mendatangkan manfaat bagi pembangunan. Namun cagar budaya di Kecamatan Siak belum memiliki zonasi yang berfungsi melindungi cagar budaya dan sebagai instrumen pengendali pembangunan di sekitar cagar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk a). Mengidentifikasi cagar budaya di Kecamatan Siak b). Menentukan batas deliniasi kawasan  zona inti, zona pendukung dan zona penyangga cagar budaya c). Merumuskan strategi pengembangan cagar budaya di Kecamatan Siak dimasa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi cagar budaya di Kecamatan Siak berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan pendapat ahli. Berdasarkan data arkeologi, survei lapangan dan wawancara stakeholder untuk melakukan analisis deliniasi zona inti, pendukung dan penyangga cagar budaya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat delapan situs cagar budaya yang sesuai kriteria di Kecamatan Siak. Dari zonasi kawasan cagar budaya di peroleh dua zona inti, dua zona pendukung dan dua zona penyangga yang terdiri dari zona Komplek Istana Siak dan zona Kelenteng Hok Sing Kong.
ARAHAN PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PUBLIK BERDASARKAN KEBUTUHAN PENDUDUK KOTA BALIKPAPAN Soraya Lizya; Mega Ulimaz; Subchan Subchan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3155

Abstract

Kota Balikpapan mendapat predikat sebagai kota paling layak huni (the most liveable city) di Indonesia pada tahun 2014, salah satu kriteria yang diperhatikan dalam penilaian yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun pada tahun 2012 ketersediaan RTH publik di Kota Balikpapan baru mencapai 9,11% (RTRW Kota Balikpapan 2012-2032) dari ketersediaan minimal yaitu 20% (UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang). Ketersediaan RTH publik yang masih luasnya terbatas belum dapat memenuhi kebutuhan jumlah penduduk, sementara Kota Balikpapan terus berkembang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan penyediaan RTH publik berdasarkan kebutuhan penduduk di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan metode observasi dan telaah dokumen untuk mengetahui selisih kebutuhan dan ketersediaan RTH publik di Kota Balikpapan, dan menggunakan analisis regresi liniear berganda untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi penyediaan RTH publik di Kota Balikpapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi penyediaan RTH publik di Kota Balikpapan yaitu, pertumbuhan pertambahan luas fasilitas kesehatan dan ketersediaan areal hijau. Selisih antara kebutuhan dan ketersediaan RTH publik di Kota Balikpapan dapat dikurangi dengan arahan penyediaan dalam penelitian ini meliputi pembangunan RTH publik pada fasum-fasos minimal 20% KDH, pengembangan RTH publik berbentuk vertikal, pemerataan jumlah dan luas RTH publik, serta penetapan kawasan RTH publik.
POLA PERGERAKAN PENDUDUK PEKERJA DI KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA SEBAGAI DAERAH HINTERLAND KOTA MAKASSAR Iswahyudin Iswahyudin; Murshal Manaf; Agus Salim
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Kecenderungan pola pergerakan perjalanan pekerja di daerah hinterland Kota Makassar yaitu Kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian berupa observasi lapangan, kuesioner, dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait dengan metode analisis deskriptif menggunakan Matriks Asal Tujuan (MAT) untuk mengetahui karakteristik pola pergerakan pekerja dan analisis crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 13,30% dari Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa bergerak kepusat-pusat kegiatan Kota Makassar. Karakteristik penduduk pekerja, sebagian besar merupakan kelompok usia 30-34 tahun dengan jenis kelamin laki– laki. Pergerakan didominasi oleh PNS dengan tingkat pendapatan sebesar 2,5–5 juta. Hampir sebagian besar penduduk pekerja memiliki kendaraan pribadi. Jarak tempuh didominasi pergerakan dengan jarak 1–5 km dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam. Pola pergerakan yang terbentuk adalah pergerakan internal-internal di daerah hinterland sendiri dan pergerakan internal-eksternal (daerah hinterland–Kota Makassar) Kecenderungan pola pergerakan penduduk pekerja di daerah hinterland Kota Makassar dipengaruhi moda yang digunakan, jarak tempuh, dan waktu tempuh, dan usia penduduk pekerja sedangkan jenis pekerjaan, tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap tujuan pergerakan.
PERILAKU MASYARAKAT BERWAWASAN LINGKUNGAN DITINJAU DARI ASPEK SIKAP DAN KEARIFAN LOKAL DI DAERAH SEMPADAN SUNGAI KOTA MAROS KABUPATEN MAROS Syafri Syafri; Syamsul Bahri; Ridwan Ridwan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang dominan yang memberi pengaruh pada perilaku masyarakat berwawasan lingkungan di daerah sempadan sungai. Prosedur penarikan sampel individu dilakukan secara acak untuk mendapatkan 200 responden dengan teknik proporsional stratifide random sampling dan dari jenis serta analisis data dikategorikan dalam penelitian kuantitatif. Berdasarkan data, informasi dan fakta yang diperoleh, kemudian data tersebut dianalisis dengan regresi linier berganda sehingga diharapkan dapat mengetahui pengaruh variabel yang satu terhadap variabel lainnya. Variabel pada penelitian ini yaitu variabel sikap masyarakat (X1), kearifan lokal (X2) dan perilaku masyarakat (Y). Dari hasil analisis diperoleh model persamaan dengan koefisien kontanta dan koefisien variabel menghasilkan persamaan Y = 13.403 + 0.531 X1 + 0.513 X2. Nilai variabel sikap terhadap variabel perilaku sebesar positif 0.513 dan nilai Sig. yang diperoleh sebesar 0.001 < 0.05 maka H0 terima. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti sikap masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku masyarakat yang dapat diartikan bahwa jika sikap masyarakat semakin tinggi maka perilaku masyarakat berwawasan lingkungan semakin tinggi pula atau sebaliknya. Nilai variabel kearifan lokal terhadap variabel perilaku sebesar positif 0.408 dan nilai Sig. yang diperoleh sebesar 0.000 < 0.05 maka H0 terima. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku masyarakat yang dapat diartikan bahwa jika sikap masyarakat semakin tinggi maka perilaku masyarakat berwawasan lingkungan semakin tinggi pula atau sebaliknya. Kesimpulan dari uraian tersebut berarti bahwa adanya kecenderungan variabel sikap lebih dominan (sedang) mempengaruhi variabel perilaku dibandingkan oleh variabel kearifan lokal.

Page 8 of 26 | Total Record : 251