cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
DeReMa (Development Research of Management) Jurnal Manajemen
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JASA OJEK ONLINE DI INDONESIA [SOCIETY BEHAVIOR IN USING ONLINE OJEK SERVICES IN INDONESIA] Bernadine Lorena Yanwar; Effed Darta Hadi; Sularsih Anggarawati
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i1.2747

Abstract

There have been studies on the effects of some elements on customer satisfaction and loyalty; however, there is a scarcity of studies that investigate the combined effects of the former variables on the latter variables. Therefore, this study aimed to investigate the effect of service quality, trust, and risk perception on satisfaction; the effect of service quality, trust in risk perception, and satisfaction on customer loyalty; and the effect of satisfaction in  mediating the effect of service quality, trust, and risk perception on satisfaction. The design was a descriptive research. The respondents consisted of 382 Grab users, selected through purposive sampling. The instrument was a questionnaire, distributed online. In data analysis, LISREL 8.7 program was used. The results were as follows. Service quality did not affect satisfaction; both service quality and trust did not affect loyalty; satisfaction did not mediate the effect of service quality on loyalty. However, trust, and risk perception affected satisfaction; risk perception and satisfaction affected loyalty; satisfaction mediated the effects of both perceived risk and trust on loyalty. The implication is that the Grab management needs to guide its aspiring drivers to give their best services to the customers.Abstrak dalam Bahasa Indonesia Ada berbagai penelitian tentang pengaruh beberapa elemen pada kepuasan dan loyalitas pelanggan; namun, masih ada kelangkaan penelitian atas efek gabungan dari variabel-variabel sebelumnya pada variabel terakhir. Jadi, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kualitas layanan, kepercayaan, dan persepsi risiko terhadap kepuasan; pengaruh kualitas layanan, kepercayaan pada persepsi risiko, dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan; serta pengaruh kepuasan dalam memediasi pengaruh kualitas layanan, kepercayaan, dan persepsi risiko terhadap kepuasan. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Responden terdiri dari 382 pengguna Grab, yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang dibagikan secara online. Dalam analisis data, digunakan program LISREL 8.7. Hasil penelitian sebagai berikut. Kualitas layanan tidak mempengaruhi kepuasan; kualitas layanan dan kepercayaan tidak mempengaruhi loyalitas; kepuasan tidak memediasi pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas. Namun, kepercayaan, dan persepsi risiko mempengaruhi kepuasan; persepsi risiko dan kepuasan mempengaruhi loyalitas; kepuasan memediasi efek dari persepsi risiko dan kepercayaan pada loyalitas. Implikasinya, manajemen Grab perlu membimbing para calon pengemudi untuk memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.
DETEKSI FINANCIAL DISTRESS PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN DI ASIA TENGGARA [DETECTION OF FINANCIAL DISTRESS IN THE MINING INDUSTRY IN SOUTHEAST ASIA] Dinda Azzahra; Yunus Harjito; Agus Endrianto Suseno
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i1.3367

Abstract

This study aims to reveal and detect potential financial distress in the mining industry in Southeast Asia. Detection of potential financial distress is carried out on financial ratios, including profitability , liquidity , leverage and operating capacity. Financial distress proxied by using Altman Model Modification or popularly known as the Z-Score. The population in this study are mining companies listed on the Stock Exchange in Southeast Asia. Methods purposive sampling used to obtain the sample size of the population used and obtained as many as 140 samples were comprised of 84 companies over three years (2017-2019). Data Analysis used in this study is panel data regression analysis using software Eviews 9. The results showed that the profitability of a positive influence on financial distress and operating capacity negatively affect the potential financial distress . But two other variables namely liquidity and leverage that could be expected to affect the financial distress but not proven effect on the financial distress.Abstrak dalam Bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeteksi terjadinya potensi financial distress pada industri pertambangan di Asia Tenggara. Deteksi potensi financial distress dilakukan terhadap rasio-rasio keuangan, diantaranya adalah profitabilitas, likuiditas, leverage, dan operating  capacity. Financial distress diproksikan dengan menggunakan Model Altman Modifikasi atau yang  populer dikenal dengan Z-Score. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek se Asia Tenggara. Metode purposive sampling digunakan untuk memperoleh ukuran sampel dari populasi yang digunakan dan diperoleh sebanyak 140 sampel yang terdiri dari 84 perusahaan selama 3 tahun (2017-2019). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan Software Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap financial distress dan operating capacity berpengaruh negatif terhadap potensi financial distress. Namun dua variabel lainnya yakni likuiditas dan leverage yang diduga dapat mempengaruhi financial distress akan tetapi tidak terbukti berpengaruh terhadap financial distress. 
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN VARIABEL MODERASI STRATEGI BISNIS PROSPECTOR [THE INFLUENCE OF INTELLECTUAL CAPITAL ON FIRM VALUE WITH THE PROSPECTOR'S BUSINESS STRATEGY AS MODERATING VARIABLE] Jennifer Jennifer; Oscar Jayanagara
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i1.2947

Abstract

The development of a knowledge-based economy has made business people realize that intellectual capital is important in providing added value and competitive advantage to companies. Given the importance of intellectual capital, effective management is needed using the right business strategy. Companies with prospector business strategies often make innovation that requires a high intellectual capacity to support their business. However, research on intellectual capital, prospector business strategies and corporate value is still limited in Indonesia. In relation thereto, this study aims to examine the effect of intellectual capital on firm value and the ability of business strategies to moderate these relationships. Intellectual capital (independent variable) is projected by human capital, structural capital, capital employed, and relational capital. Firm value (dependent variable) is measured by the firm's market performance using Tobin's Q measurement. Meanwhile, the prospector's business strategy (moderation variable) is measured using the measurement of Bentley et al. (2013). This research is quantitative, using annual report data from 85 samples of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) from 2017-2019. The results prove that only structural capital and capital employed have a positive effect on firm value. Meanwhile, human capital and relationship capital have a negative effect on firm value. Also, the prospector business strategy is proven to moderate the effect of structure capital, employed capital, and relational capital on firm value.Abstrak dalam Bahasa Indonesia Perkembangan knowledge-based economy membuat para pelaku bisnis menyadari bahwa intellectual capital memiliki peranan penting dalam memberikan nilai tambah dan keunggulan kompeitif bagi perusahaan. Mengingat pentingnya intellectual capital, maka dibutuhkan pengelolaan secara efektif menggunakan strategi bisnis yang tepat. Perusahaan berstrategi bisnis prospector sering melakukan inovasi sehingga membutuhkan kapasitas intelektual yang tinggi untuk mendukung kegiatan usahanya. Walaupun demikian, penelitian mengenai intellectual capital, strategi bisnis prospector dan nilai perusahaan masih sedikit dilakukan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital terhadap nilai perusahaan dan kemampuan strategi bisnis prospector dalam memoderasi hubungan tersebut. Intellectual capital (variabel independen) diproyeksikan oleh modal sumber daya manusia, modal struktural, capital employed, dan modal relasi. Nilai perusahaan (variabel dependen) diukur dengan melihat kinerja perusahaan di pasar modal menggunakan pengukuran Tobin’s Q. Sedangkan, strategi bisnis prospector (variabel moderasi) diukur menggunakan pengukuran Bentley, et al. (2013) Penelitian ini bersifat kuantitiatif, dengan menggunakan data laporan tahunan dari 85 sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2019. Hasil penelitian memberikan bukti bahwa hanya modal struktural dan capital employed yang terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan, modal sumber daya manusia dan modal relasi terbukti berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan. Di samping itu, strategi bisnis prospector terbukti memoderasi pengaruh modal struktural, capital employed, dan modal relasi terhadap nilai perusahaan.
PENGARUH TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DAN CAREER DEVELOPMENT TERHADAP KINERJA DENGAN MEDIASI KEPUASAN KERJA PADA APARATUR SIPIL NEGARA KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA [THE EFFECT OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AND CAREER DEVELOPMENT ON PERFORMANCE WITH THE MEDIATION OF WORK SATISFACTION IN APARATUR SIPIL NEGARA, MINISTRY OF TRADE, REPUBLIC OF INDONESIA] Rosdiana Sijabat; Ardelany Verameta; Irma Listiani
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i1.2948

Abstract

This study aims to determine the effect of transformational leadership and career development on the State Civil Service (ASN) performance mediated by job satisfaction. This study uses a quantitative approach using 360 respondents as ASN in the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia. The research questionnaire consisted of 18 closed questions using a Likert scale of 1-5 and 3 open questions. The collected data were then tested for validity and reliability, then analyzed using the Structural Equation Modelling method based on PLS version 3.0. The results showed that transformational leadership and career development positively and significantly affect job satisfaction. Career development and job satisfaction have a positive and significant effect on ASN performance. Transformational leadership has no positive and insignificant effect on ASN performance. Job satisfaction can mediate the relationship between transformational leadership and ASN performance. Job satisfaction has a positive and significant effect in mediating the relationship between career development and ASN performance.Abstrak dalam Bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan pengembangan karir terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimediasi kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan responden sebanyak 360 orang ASN di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kuesioner penelitian ini terdiri dari 18 pertanyaan tertutup dengan menggunakan Skala Likert 1-5 dan 3 pertanyaan terbuka.  Data yang terkumpul kemudian diuji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis dengan metode Structural Equation Modelling berbasis PLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan pengembangan karir secara positif dan signifikan mempengaruhi kepuasan kerja. Pengembangan karir dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN.  Kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja ASN.  Kepuasan kerja mampu memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional terhadap kinerja ASN. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan dalam memediasi hubungan antara pengembangan karir terhadap kinerja ASN.
THE EFFECT OF ENTREPRENEURSHIP EDUCATION TO STUDENT’S ENTREPRENEURIAL INTENTION WITH SELF-EFFICACY AS MEDIATING VARIABLE [PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP NIAT KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA DENGAN VARIABEL EFIKASI DIRI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI] Elissa Lestari; Geofanny Teo Setiawan
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3884

Abstract

Entrepreneurship holds a strategic role for national economic development by creating job opportunity. Unfortunately, Indonesia still has low number of entrepreneurs. Since entrepreneurship can be learned, then universities are seen as one of the potential sources of supply to create entrepreneurs through entrepreneurial education. Although Indonesian government and ministry of higher education give a strong support to stimulate entrepreneurship in higher education, in the reality, most of university graduates still hesitate to become entrepreneur. This study aims to see the effect of entrepreneurship education, entrepreneurial self-efficacy on student’s entrepreneurial intentions from four private universities located in Tangerang. The research was carried out using quantitative methods using non-probability sampling with judgmental sampling. The data were collected through online questionnaires using google forms with a sample target of 134 samples. The data analysis in this study using the SEM (Structural Equation Modeling) technique assisted by the SmartPLS 3.0 software. This study shows that entrepreneurship education has a significant effect on entrepreneurial self-efficacy and entrepreneurial intentions. And, Entrepreneurial Self-Efficacy positively affect entrepreneurial intention.  The study also found that entrepreneurial self-efficacy partially mediates the relationship between entrepreneurship education with Student's Entrepreneural IntentionAbstrak dalam Bahasa Indonesia. Kewirausahaan memegang peran strategis bagi pembangunan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan kerja. Sayangnya, jumlah wirausahawan di Indonesia masih rendah. Oleh karena kewirausahaan merupakan hal yang dapat dipelajari maka perguruan tinggi dipandang sebagai salah satu sumber pasokan potensial untuk menciptakan wirausahawan melalui pendidikan kewirausahaan. Meskipun pemerintah Indonesia dan kementerian pendidikan tinggi memberikan dukungan yang kuat untuk mendorong kewirausahaan di perguruan tinggi, pada kenyataannya, sebagian besar lulusan universitas masih ragu-ragu untuk menjadi pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kewirausahaan, efikasi diri kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa dari empat perguruan tinggi swasta yang berada di Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan non-probability sampling dengan judgemental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online menggunakan google form dengan target sampel sebanyak 134 sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik SEM (Structural Equation Modeling) yang dibantu dengan software SmartPLS 3.0. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri kewirausahaan dan niat berwirausaha. Lebih lanjut, Entrepreneurial Self-Efficacy berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa efikasi diri kewirausahaan secara parsial memediasi hubungan antara pendidikan kewirausahaan dengan Niat Berwirausaha Siswa. 
ANALISIS STRATEGI BERSAING BISNIS HOME INDUSTRY [ANALYSIS OF HOME INDUSTRY BUSINESS COMPETITIVE STRATEGY] Maria Rijanto
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3989

Abstract

The Food Industry is one of industry currently surviving and promising in Indonesia. In 2019 the food and beverage industry in Indonesia increased by 6.77%, and contributed to the national GDP of 7.35% so that this industrial sector can be relied upon. The home industry is one of the business segments that does not require large capital and can absorb a lot of labors. In the city of Bekasi, the market snack industry is one of the industries that is in great demand so that it is growing. This research was conducted in one of the home industries in Harapan Indah, Bekasi. In Harapan Indah, traditional snack industry has tight market competition. Mayona is home industry of traditional snack that has been established since 2002, currently Mayona has the goal of maximizing revenue in order to remain competitive in the current market industry. This research is using qualitative method. the respondents in this study were selected using purposive sampling. Respondent of this research are Mayona owner, Mayona employees, Mayona reseller,owner of retail traditional snack, consumer of enduser Mayona, and consumers of retail traditional snack. This study aims to 1) find out the strengths and weaknesses that Mayona currently has using SWOT analysis, 2) find out what are the external challenges and opportunities of Mayona by using SWOT analysis and Porter's Five Force analysis in the Mayona environment, 3) Propose appropriate strategies to Mayonna is differentiation by creating a competitive advantage.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Salah satu industri yang saat ini dapat bertahan dan menjanjikan adalah industri makanan. Di tahun 2019 industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami kenaikan 6,77%, dan memberi kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7,35% sehingga sector industry ini dapat diandalkan. Home industry merupakan salah satu segmen usaha yang tidak membutuhkan modal besar dan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Di kota Bekasi industri jajanan pasar termasuk industri yang banyak diminati sehingga mengalami pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada salah satu home industry yang ada di Perumahan Harapan Indah kota Bekasi. Di perumahan Harapan Indah industri jajanan pasar memiliki persaingan yang ketat. Mayona merupakan salah satu home industry jajanan pasar yang sudah berdiri sejak tahun 2002, saat ini Mayona memiliki tujuan yaitu memaksimalkan pendapatan agar dapat tetap bersaing didalam industri jajanan pasar saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, responden dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini terdiri dari pemilik Mayona, karyawan Mayona, resellser Mayona, pemilik tempat titip jual, konsumen enduser Mayona, dan konsumen di tempat titip jual. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keunggulan dan kelemahan yang dimiliki Mayona saat ini dengan menggunakan analisis SWOT, 2) mengetahui yang menjadi tantangan dan kesempatan Mayona dengan menggunakan analisis SWOT dan analisis Porter’s Five Force pada lingkungan eksternal Mayona, 3) Usulan strategi yang tepat untuk Mayona adalah diferensiasi dengan menciptakan keunggulan kompetitif.
PERBANDINGAN LATAR BELAKANG ORANGTUA DALAM ASPEK UTAMA PEMBENTUKAN KEINGINAN MAHASISWA UNTUK MENJADI SEORANG PENGUSAHA [PARENT'S BACKGROUND COMPARISON IN THE MAIN ASPECTS OF FORMING THE STUDENT'S INTENTION TO BECOME AN ENTREPRENEUR] Farrel Timothy Christianto; Prio Utomo
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.4161

Abstract

This research was conducted to understand the main aspects that drive students' interest in becoming entrepreneurs, and to develop an initial understanding of the role of family entrepreneurial background in the formation of student entrepreneurial behavior. Indonesia currently needs more entrepreneurs to be able to achieve high economic growth potential, by leveraging productive age labor of the young population who can contribute to development of entrepreneurship as young entrepreneurs. To understand this, the researcher used the theory of planned behavior framework. Researchers used a sample of 156 students from four leading private universities in South Tangerang which were processed using the Partial-Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM). The results shows that that only subjective norm is the main factors that provide a significant impetus to students' intention to become entrepreneurs.  Results shows the comparative analysis between students with or without family business backgrounds. Specifically, this study found no significant difference in the formation of the student desire to be an entrepreneur. Based on the existing theory, the author argues that an increase of family role in supporting and ensuring the student desire to become an entrepreneur is needed through prominent entrepreneurship references and model so that it can lead to student confidence and intention to become entrepreneurs.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk memahami aspek utama yang mendorong minat mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha, dan mengembangkan pemahaman awal mengenai peran latar belakang kewirausahaan keluarga dalam pembentukan perilaku kewirausahaan mahasiswa. Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk dapat mencapai potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan memanfaatkan tenaga kerja muda yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan bidang kewirausahaan sebagai pengusaha muda.  Untuk memahami hal ini, peneliti menggunakan kerangka teori perilaku terencana untuk memahami aspek-aspek penting pembentuk keinginan mahasiswa menjadi pengusaha.  Peneliti menggunakan sampel dari 156 mahasiswa dari empat universitas swasta terkemuka di Tangerang Selatan yang diolah dengan mempergunakan Partial-Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  norma subyektif merupakan faktor utama yang memberikan dorongan yang berarti terhadap keinginan mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha.  Secara spesifik, ditemukan juga bahwa tidak ada perbedaan sikap untuk berwirausaha antar mahasiswa yang berasal dari keluarga pengusaha dengan mahasiswa yang bukan berasal dari kalangan pengusaha. Berdasarkan perilaku terencana (TPB) penulis beragumen bahwa peningkatan peran keluarga dalam mendukung dan memastikan keinginan untuk menjadi pengusaha diperlukan acuan dan model kewirausahaan yang menonjol sehingga dapat menimbulkan keyakinan dan motivasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEREFLEKSIKAN SPIRIT INTRAPRENEURSHIP PADA MAHASISWA CORPORATE ENTREPRENEURSHIP UNIVERSITAS CIPUTRA [FACTORS REFLECTING THE INTRAPRENEURSHIP SPIRIT IN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP STUDENTS AT CIPUTRA UNIVERSITY] Yensen Fernando Wijaya; Junko Alessandro Effendy; Metta Padmalia
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3261

Abstract

Corporate entrepreneurship is a course provided by Ciputra University. The purpose of providing corporate entrepreneurship courses is to facilitate students who want to become professionals in a company. In order to become a professional, every study on corporate entrepreneurship aims to instill professional values or what is called Bintang Intrapreneur. The learning undertaken by students during the fourth semester includes ikigai, gallup and undergoing the hack-a-ton program. Learning during the fifth semester is more focused on formulating strategies after graduating from college where you will work, namely by compiling career pyramids and dream companies. This study aims to determine whether the instillation of professional values by corporate entrepreneurship during lectures is actually needed for corporate entrepreneurship students during internships and becomes worthy of being called Intrapreneur Bintang in a company. This research was conducted quantitatively by distributing questionnaires to corporate entrepreneurship students. The researcher uses non-probability purposive sampling as a method to ensure the accuracy of the factors that support the research variables. The results of this study are pro-active variables, opportunity recognition and networking can be reflected by students who have finished taking corporate entrepreneurship courses to become an intrapreneur.Abstrak dalam Bahasa Indonesia: Corporate entrepreneurship merupakan matakuliah yang disediakan oleh Universitas Ciputra. Tujuan disediakan matakuliah corporate entrepreneurship untuk memfasilitasi  mahasiswa yang ingin menjadi seorang profesional disebuah perusahaan. Agar bisa menjadi tenaga profesional maka disetiap pembelajaran corporate entrepreneurship bertujuan menanamkan nilai – nilai profesionalitas atau disebut Intrapreneur Bintang. Pembelajaran yang dijalani oleh mahasiswa selama semester empat meliputi ikigai, gallup dan menjalani program hack a ton.  Pembelajaran selama semester lima lebih mengarah pada penyusunan strategi setelah lulus kuliah akan bekerja dimana yaitu dengan menyusun piramida karir dan dream company. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penanaman nilai profesionalitas oleh corporate entrepreneurship selama di perkuliahan, secara nyata dibutuhkan bagi mahasiswa corporate entrepreneurship ketika magang dan menjadi layak disebut Intrapreneur Bintang disebuah perusahaan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode membagi kuisioner kepada para mahasiswa corporate entrepreneurship. Peneliti menggunakan  ­non-probability purposive sampling sebagai metode untuk memastikan ketepatan faktor – faktor yang mendukung variabel penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pro-active, opportunity recognition dan networking mampu direfleksikan oleh mahasiswa yang telah selesai mengambil mata kuliah corporate entrepreneurship untuk menjadi seorang intrapreneur.
STRATEGI PENGUSAHA KONVEKSI DI TINGKIR LOR, SALATIGA MERESPON PANDEMI COVID-19 [STRATEGIES OF ENTREPRENEURS'S CONVECTION IN TINGKIR LOR, SALATIGA IN RESPONDING TO COVID-19 PANDEMIC] Sally Agustina Raung; Titi Susilowati Prabawa
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.4115

Abstract

MSMEs play a significant role in development. However, the sustainability of MSMEs is often hampered by the limitation the posses and their survival ability of MSME entrepreneurs is increasingly being tested when a crisis occurs. Asset utilization is one of the strategies needed by MSME entrepreneurs to maintain the sustainability of their livelihoods. This paper uses a qualitative approach to elaborate the survival strategy of garment MSME entrepreneurs in Tingkir Lor, Salatiga City to face of the COVID-19 pandemic. The results of our study shows that the garment MSME entrepreneurs in Tingkir Lor being studied were able to survive by innovating products and marketing and operating the business as usual. Although the garment business conditions tend to be safe, given the characteristics of the pandemic, which is difficult to predict its end, the livelihoods of garment MSME entrepreneurs in Tingkir Lor remain in a vulnerable situation. Long-term Innovations are still needed by MSME entrepreneurs to be able to anticipate changes due to the pandemic.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. UMKM memainkan peranan yang cukup signifikan dalam pembangunan. Namun keberlanjutan UMKM sering terhambat oleh keterbatasan yang dimiliki dan kemampuan bertahan pengusaha UMKM semakin diuji ketika krisis terjadi. Pemanfaatan aset merupakan salah satu strategi yang dibutuhkan oleh pengusaha UMKM untuk mempertahankan keberlanjutan mata pencaharian mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa strategi bertahan yang dilakukan oleh pengusaha konveksi menghadapi krisis di masa pandemi COVID-19. Pada tulisan ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif konstruktifis melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen untuk mengelaborasi strategi bertahan pengusaha  konveksi di Tingkir Lor, Kota Salatiga dalam menghadapi pandemi COVID-19. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan analisa tematik melalui pengelompokan berdasarkan tema-tema yang kemudian dilakukan sintesa. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pengusaha konveksi di Tingkir Lor yang diteliti mampu bertahan, baik yang melakukan inovasi produk dan pemasaran ataupun yang tidak melakukan inovasi.  Walaupun kondisi usaha konveksi cenderung aman, melihat karakteristik pandemi yang sulit diprediksi kapan berakhirnya, keberlanjutan mata pencaharian pengusaha konveksi di Tingkir Lor tetap dalam situasi rentan. Inovasi-inovasi yang sifatnya jangka panjang tetap dibutuhkan oleh pengusaha UMKM untuk dapat  mengantisipasi perubahan-perubahan akibat pandemi.
SMALL BUSINESS ENTREPRENEURSHIP IN VIETNAM: THE CASE OF THE PUBLIC RELATIONS INDUSTRY [USAHA KECIL DI VIETNAM: KASUS PUBLIC RELATIONS INDUSTRI] Tuong-Minh Ly-Le
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3760

Abstract

A better understanding of entrepreneurship in different sectors and its motivations, roles, and challenges offer new opportunities for entrepreneurs to start their business and participate in the national and global economy. This research studied the different entrepreneurial factors that influence the growth stage of public relations companies in Vietnam. In particular, the research examined how the founder's role shifted during the growth stage, and the motivations behind the founder's decision to retain or release their control in this stage. Using the inductive, grounded theory approach to explore the decision of a founder in Vietnam’s public relations industry during a company’s growth stage, this study found that public relations founders in Vietnam are generally driven by the accomplishments and challenges picked up from their entrepreneurial journey. Their journey mainly revolves around managerial experience, as the managerial tasks would be more complicated and require better managerial skills to address the challenges. They are also open to delegating their role to a professional manager, who already possesses the required management skills, to support the business.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Pemahaman yang lebih baik tentang kewirausahaan di berbagai sektor dan motivasi, peran, dan tantangannya menawarkan peluang baru bagi pengusaha untuk memulai bisnis mereka dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional dan global. Penelitian ini mempelajari faktor-faktor kewirausahaan yang mempengaruhi tahap pertumbuhan perusahaan Public Relation di Vietnam. Secara khusus, penelitian ini meneliti bagaimana bergesernya peran pendiri dalam beberapa tahap pertumbuhan, dan motivasi di balik keputusan pendiri untuk mempertahankan atau melepaskan pengaruh mereka pada tahap tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, grounded theory untuk mengeksplorasi keputusan seorang pendiri pada industri Public Relation di Vietnam selama tahap pertumbuhan perusahaan, penelitian ini menemukan bahwa pendiri umumnya didorong oleh pencapaian dan tantangan yang diambil dari perjalanan kewirausahaan mereka. Perjalanan mereka terutama berkisar pada pengalaman manajerial,Tugas manajerial akan lebih rumit dan membutuhkan keterampilan manajerial yang lebih baik untuk mengatasi tantangan. Mereka juga terbuka untuk mendelegasikan peran mereka kepada manajer profesional, yang telah memiliki keterampilan manajemen yang dibutuhkan, untuk mendukung bisnis.

Page 11 of 17 | Total Record : 165