KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture)
KARSA is a peer-reviewed national journal published by Institut Agama Islam Negeri Madura. It has been nationally accredited SINTA 2 since 2017 by Ministry of Research Technology and Higher Education of Republic Indonesia. It is published twice a year (June and December). It publishes articles of research results, applied theory studies, social issues, cultural studies, and Islamic culture issues. The aim of KARSA is to disseminate cutting-edge research that explores the interrelationship between social studies and (including) culture. The journal has scope and seeks to provide a forum for researchers interested in the interaction between social and cultural aspects across several disciplines. The journal publishes quality, original and state-of-the-art articles that may be theoretical or empirical in orientation and that advance our understanding of the intricate relationship between social science and culture. KARSA accepts manuscript with a different kind of languages are Indonesian, English, Arabic, or French.
Articles
526 Documents
KERAPAN SAPI; “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif)
Mohammad Kosim Mohammad Kosim
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 1
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v11i1.149
Mohammad Kosim (Dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan, Peserta Program Doktor IAIN Sunan Ampel Surabaya) Abstrak : Semula, kerapan sapi diselenggarakan sebagai kesenian rakyat khas Madura yang diadakan setiap selesai panen dalam rangka “pesta panen”. Kini, kerapan sapi telah bergeser jauh dari tradisi aslinya, tercerabut dari akarnya. Bergeser dari yang semula kesenian ke komersialisasi, dari festival ke bullraces. Dengan perubahan orientasi tersebut, kerapan sapi masa kini mengandung lebih banyak sisi negatif dibanding positifnya. Karena itu, menjadi tidak arif dan tak bijaksana mempertahankan tradisi yang kini cenderung anarkis tersebut, kecuali dikembalikan pada tradisi aslinya. Jika tidak, masih ada tradisi khas Madura lainnya—terkait dengan perlombaan sapi-- yang lebih layak dilestarikan dan lebih cocok dengan karakter orang Madura yang andep asor. Tradisi tersebut adalah kontes sapê sono’ dan sapi hias. Kata Kunci : Madura, kerapan sapi, sapê sono’, sapi hias
TAWASHOW’ ALA MADURA
Zainul Hasan Zainul Hasan
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 1
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v11i1.150
Zainul Hasan (Dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan, Alumni Magister Pendidikan Pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Abstrak : Pulau Madura dikenal banyak orang karena beberapa hal: penghasil garam terbesar, masyarakat religius dan fanatik agama, ramuan singset Madura serta cerita komedial (humor)-nya. Humor, adalah kisah fiktif lucu pribadi seorang atau beberapa tokoh masyarakat atau anggota suatu kelompok (folk), seperti suku bangsa, golongan, bangsa, ras tertentu yang menyebabkan orang lain ketawa. Berbeda dengan pengertian ini, humor Madura disamping berarti pertunjukkan ketawa juga bermakna sebagai usaha saling menasihati terhadap hal-hal yang bersifat kebaikan. Oleh karena itu, lebih tepat diakatakan tawashow. Tulisan ini mengungkap tawashow ala Madura baik di bidang sosial-budaya, politik maupun dalam mempertahankan moral sosial dan moral agama sekaligus upaya identifikasi jati diri orang Madura Kata Kunci : Madura, Humor, tawashow
MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN; PERSPEKTIF TEOLOGI
Abd. A'la
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 1
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v11i1.151
Abd A’la (Staf pengajar pada program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel dan Asiten Direktur Bidang Akademik pada lembaga yang sama) Abstrak : Setiap pemanfaatan energi selalu memiliki resiko environmental. Resiko dalam dunia ilmu dapat ditolelir jika hal itu telah terkalkulasikan sehingga merupakan caculable risk. Sementara untuk energi nuklir, sampai saat ini, belum dapat dilakukan terutama terkait dengan teknologi pengamannya sehingga Fitjof Capra menyebutnya sebagai rasionalitas yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat Madura merupakan komunitas Sunny dan dalam merespon setiap perkembangan selalu berjangkar pada prinsip-prinsip Sunny yang dicirikan dengan kehati-hatian dan moderasi. Terkait dengan rencana PLTN madura, masalah data tentang kebutuhan hal itu harus segera diperoleh untuk menjawab perlu tidaknya PLTN di Madura. Kekhwatiran bahwa kebutuan itu hanya merupakan rekayasa perusahaan reaktor nuklir patut di pertimbangkan karena memang sangat beralasan Kata Kunci : masyarakat madura, nuklir, PLTN
ASPEK RELEVANSI DALAM TERJEMAHAN TINDAK-TUTUR KINÂYAH AL-QUR’AN
Mohamad Zaka Al-Farisi
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.515
Teori relevansi memandang penerjemahan sebagai ekspresi dan rekognisi dari intensi penulis teks sumber. Penelitian ini bermaksud mengungkap aspek relevansi dalam terjemahan Al-Qur’an. Untuk itu dipilih 13 tindak-tutur kinâyah tentang jima’ beserta terjemahannya, yakni terjemahan Depag RI dan terjemahan alternatif. Selanjutnya 30 mahasiswa dimintai tanggapannya tentang aspek relevansi kedua terjemahan tersebut. Hasilnya, terjemahan Depag RI kurang menghadirkan aspek relevansi terhadap maksud tuturan. Halini terjadi, selain karena bahasa Indonesia tidak memiliki konsep kinâyah, juga lantaran penggunaan diksi yang berpotensi menimbulkan ketaksaan. Sementara itu, terjemahan alternatif menggunakan diksi yang jelas dan tedas sehingga tidak memerlukan processing effort yang besar untuk sampai pada maksud tuturan.Copyright (c) 2016 by KARSA. All right reservedDOI: 10.19105/karsa.v21i2.515
KOMUNIKASI SANTUN DALAM AL-QUR’AN
Moh. Zahid
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.516
Komunikasi santun merupakan etika yang diterima secara universal dan turutmenjadi faktor penentu efektivitas suatu komunikasi. Al-Qur’an tidak sajamemerintahkan untuk berkomunikasi secara santun, tetapi juga memberikancontoh-contoh bentuk-bentuk komunikasi santun dalam berbagai situasi dankondisi. Perintah Al-Qur’an tersebut menggunakan beberapa istilah, sepertiqawlan karîmâ (perkataan yang mulia), qawlan maysûrâ (perkataan yangmenyenangkan), qawlan maʻrûfâ (perkataan yang baik), qawlan layyinâ (perkataanyang lembut), qawl sadîd (perkataan yang jujur), dan istilah lainnya yangsemakna dengan istilah-istilah tersebut. Istilah-istilah tersebut terdapat dalamberagam contoh konkrit komunikasi santun dalam Al-Qur’an, baik komunikasiantara Tuhan dan manusia atau sebaliknya maupun komunikasi antar manusia.
LOK-OLOK DALAM TRADISI LISAN DI MADURA
Mohammad Hefni
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.517
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi khas. Madura sebagai salahsatu suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi khas, yaitu kerapan sapi.Dalam event kerapan sapi, penonton tidak hanya disuguhi kecepatan sapi,tetapi juga tradisi lok-olok yang berlangsung setelah kerapan sapi berakhir.Dalam hubungan ini, persoalan yang diketengahkan dalam tulisan ini adalahbagaimana deskripsi tradisi lok-olok dan bagaimana perspektif etnometodologisatas tradisi lok-olok tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatankualitatif berjenis etnemetodologis. Jenis kajian ini dipilih karena tradisi lokolokberlangsung dalam setting institusional tertentu, yaitu lapangan kerapansapi. Dalam kajian etnometodologi, beberapa pakar etnometodologi memusatkanperhatiannya pada analisis percakapan. Konsep terpenting dari modelini adalah apa yang disebut dengan adjacency pair (pasangan yangberdekatan). Konsep ini mencakup observasi pertanyaan dan jawaban atau pernyataan dan respons yang dilakukan secara berpasangan. Yang terpentingdalam hal ini adalah bahwa respons orang atau pihak kedua mendudukiposisi penting. Dalam pidato lok-olok, respons yang ditunjukkan olehpenonton, sebagai pihak kedua, atas pidato yang disampaikan oleh tokang lokolok,sebagai pihak pertama, bisa berupa kesetujuan dan ketidaksetujuan.Kese-tujuan dan ketidaksetujuan tersebut ditunjukkan melalui kata-kata danperilaku tertentu.
PROSES SILANG BUDAYA KOMUNITAS MUSLIM “WONG LUMPUR”, GRESIK
M. Alie Humaedi
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.518
“Wong Lumpur” adalah komunitas unik yang berada di wilayah Gresik. Mereka dikenal sebagai kelompok kebudayaan marginal dan memiliki perbedaan yangcukup signifikan dengan “orang Giri”, sebagai pemegang dari budayamainstream-nya. Hal ini dipengaruhi oleh posisi kota Gresik yang menjadiwilayah industri dan menjadi pendukung utama pertumbuhan ekonomiSurabaya. Dari sisi praktik, kebudayaan hybrid kota ini telah kehilanganmaknanya sebagai “kota santri” atau “kota wali”, sebagaimana yang dikenalsebelumnya. Penelitian etnografi yang diawali dari deskripsi sejarah ruang sosialkota Gresik dari perspektif ekonomi politik, telah menunjukkan adanyapengaruh hybrid terhadap praktik kebudayaan dan bahasa masyarakat,khususnya di Desa Lumpur. Pengaruh ini terlihat pada aspek perkawinan danpenggunaan bahasa ibu pada keluarga pasangan campuran yang berasal daripemegang kebudayaan mainstream dan kebudayaan marginal.
THE LANGUAGE USAGE IN THE DISCOURSE OF FRIDAY PREACHING IN JAVA, INDONESIA
Kundharu Saddhono
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.519
Tulisan ini hendak menjelaskan karakteristik khutbah Jum’at dalam perspektifsosio-pragmatik dan budaya Jawa. Data tulisan ini diambil secara purposifdari khutbah Jum’at di daearh Surakarta, Jawa Tengah. Dalammengumpulkan data, penulis menggunakan teknik rekaman. Konteks sosialkomponen tutur digunakan sebagai alat analisis. Dengan menggunakandelapan komponen ujaran (Setting, Participants, Ends, Act, Keys,Instrumentalities, Norms, dan Genre) menurut Dell Hymes, tulisan inimencakup karakteristik tertentu. Berbeda dengan lainnya, khutbah Jum’atmemiliki aturannya tersendiri, meskipun dalam banyak hal dipengaruhi olehkhatibnya. Khatib memiliki otoritas penuh dalam menyampaikan khutbahJum’at dengan gaya bahasanya sendiri walaupun sesungguhnya ia haruspatuh pada aturan yang berlaku.
IDEOLOGI DALAM TEKS BERITA“ROOTS OF THE NORTH MALUKU CONFLICT” DI THE JAKARTA POST
Sunaidin Ode Mulae;
Sutiono Mahdi
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.520
Analisis wacana kritis sering diterapkan untuk menganalisis isu-isu kekuasaan, ideologi, dominasi, dan strategi dalam sebuah teks. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi proses transitifitas teks berita dengan pendekatansistemik fungsional. Analisis data dilakukan berdasarkan teori analisis wacanakritis dan tata bahasa fungsional. Analisis teks berita dari sudut pandangtransitifitas membuat kita dapat mempelajari bahasa, terutama bagaimanaproses-proses teks berita itu dihasilkan dan difungsikan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dan pendekatantata bahasa fungsional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalahberita berbahasa Inggris di Jakarta Post berjudul Roots of the North MalukuConflict. Berita ini terdiri atas 40 klausa, 13 paragraf, dan 602 kosakata. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proses transitifitas dalam teks tersebutditemukan sebanyak 14 proses material, 3 proses mental, dan 3 proses relasional.Secara keseluruhan, proses transitifitas dalam teks tersebut adalah 20 klausa.Sedangkan proses verbal, proses eksistensial, dan proses behavioral tidakditemukan dalam penelitian ini. Totalnya, terdapat 20 klausa yang tidak menunjukkan ciri proses transitifitas.
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK TERHADAP BAHASA DAKWAH AKTIVIS DAKWAH KAMPUS (ADK) SURAKARTA
Siti Isnaniah
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.521
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan makna jargonyang digunakan oleh ADK Surakarta, alasan yang mendasari ADKmenggunakan jargon tersebut, dan kontribusi jargon yang digunakan olehADK Surakarta terhadap dakwah Islam. Bentuk-bentuk bahasa (jargon)dakwah yang digunakan oleh ADK Surakarta kebanyakan berasal dari bahasaArab. Penggunaan bentuk-bentuk bahasa dakwah tersebut hanya berupa katadan gabungan kata, tidak ada yang berupa kalimat. Penggunaan jargondakwah tersebut tidak dibedakan berdasarkan status sosial, letak geografis,dan tingkat pendidikan. Makna dari bentuk-bentuk bahasa (jargon) dakwahyang digunakan oleh ADK Surakarta tidak hanya makna leksikal, tetapisituasi dan kondisi (konteks) komunikasi sangat menentukan makna jargondakwah yang digunakan. Alasan yang mendasari ADK Surakarta menggunakanbentuk-bentuk bahasa (jargon) dakwah adalah untuk memasyarakatkanbahasa Arab di kalangan masyarakat umum, suasana komunikasilebih akrab dan mempererat ukhuwah Islamiyah, menunjukkan jati dirikomunitas ADK untuk mempermudah syiar (dakwah) Islam, jargon ADKSurakarta dapat memberikan kontribusi terhadap dakwah Islam, yaitumemperkuat ukhuwah Islamiyah, ekspansi dakwah Islam, dan menyatukanmasyarakat Islam dengan menngunakan jargon bahasa Arab yang sama.