cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
PELAKSANAAN PENYULUHAN TENTANG KEBUTUHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KARANGAYU KOTA SEMARANG Ninik S, Cicilia; Dwi A, Elsa Fitri; Harimita, Yulia
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi yaitu gizi buruk atau Kurang Energi Protein (KEP) dan defisiensi mikronutrien merupakan masalah yang membutuhkan perhatian khusus terutama di negara-negara berkembang, yang merupakan faktor risiko penting terjadinya kesakitan dan kematian pada ibu hamil dan balita Gizi merupakan salah satu factor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Gizi buruk tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian tetapi juga menurunkan produktifitas, menghambat pertumbuhan sel-sel otak yang mengakibatkan kebodohan dan keterbelakangan. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa pemenuhan angka kecukupan gizi anak masih cenderung kurang, dikarenakan pola makan yang tidak seimbang. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kebutuhan gizi balita melalui penyuluhan. Pengabdian masyarakat  ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa tingkat akhir bertempat di Balai Puskesmas Karang Ayu Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.   Kata Kunci        : Gizi, Balita
DUKUNGAN KELUARGA YANG DIPERLUKAN PASIEN THALASSEMIA Isworo, Atyanti; Setiowati, Dwi; Rofiatun Khoiriyah, Alfi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia adalah penyakit genetik yang menyebabkan usia sel-sel darah menjadi lebih pendek. Tranfusi seumur hidup dibutuhkan untuk mempertahankan Hb. Hal ini dapat menimbulkan stress berkepanjangan yang akan menurunkan kualitas hidupnya. Keberadaan keluarga sebagai support system dengan adanya dukungan sangat dibutuhkan penderita.Kebutuhan dukungan keluarga kepada penderita thalasemia mempunyai karakteristik yang unik dan berbeda-beda. Tujuan umum penelitian urituk memperoleh gambaran secara mendalam tentang dukungan keluarga yang diperlukan penderita thalasemia di Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian adalah penderita thalasemia yang akan dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara in depth interview untuk mengungkap kebutuhan penderita thalasemia terhadap dukungan keluarga. Proses analisis data menggunakan fenomenologi deskriptif menurut Collaizi berdasarkan transkrip wawancara mulai dan kata kunci, kategori, sub tema sampai tersusun tema penelitian.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu, (1) ingin dianggap normal atau tidak berbeda dengan sebayanya, (2) dukungan instrumental (ingin dihargai, dicintai dan didengarkan), (3) peningkatan motivasi/penguatan terhadap sakit yang dialami, (4) peningkatan pemahaman kelurga terhadap penyakit dan perawatannya. Saran, keluarga sebagai sumber utama dukungan anak dengan thalasemia hendaknya memperhatikan aspek-aspek seperti dukungan yang diperlukan pasien thalasemia.Kata Kunci : Dukungan keluarga, Thalassemia
EFEKTIFITAS KONSELING DIET CAIRAN TERHADAP PENGONTROLAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) PASIEN HEMODIALISIS DI RS TELOGOREJO SEMARANG Ananta Tanujiarso, Bagus; -, Ismonah; -, Supriyadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, angka kejadian CKD pada tahun 2010 sebanyak 2 juta kasus. Sedangkan pasien CKD yang menjalani hemodialisis baru sekitar 100.000 orang. Masalah yang sering terjadi pada pasien hemodialisis adalah peningkatan IDWG yang dapat dipengaruhi oleh ketidakpatuhan pasien dalam pembatasan asupan cairan. Upaya untuk mencegah peningkatan IDWG dapat dilakukan dengan pemberian konseling diet cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konseling diet cairan terhadap pengontrolan IDWG pasien hemodialisis di RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian pre-test and post-test with control. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Friedman dan dilanjutkan dengan analisis post hoc menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konseling diet cairan terbukti efektif terhadap pengontrolan IDWG dengan p value 0,000. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar perawat menerapkan konseling diet cairan pada setiap pasien hemodialisis supaya mencegah peningkatan IDWG yang berlebihan.Kata Kunci: CKD, hemodialisis, IDWG, konseling diet cairan
PENGELOLAAN KEHAMILAN 18 MINGGU DENGAN KEK (KEKURANGAN ENERGI KRONIS) Sari, Sylviani Dessiana; Harjanti, Agnes Isti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Kondisi Kurang Energi Kronis sampai sekarang masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Kurang energi pada ibu hamil akan terjadi jika kebutuhan tubuh akan energi tidak tercukupi oleh diet. ibu hamil membutuhkan energi yang lebih besar dari kebutuhan energi individu normal. Hal ini dikarenakan pada saat hamil ibu, ibu tidak hanya memenuhi kebutuhan energi untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk janin yang dikandungnya. Oleh sebab itu jika pemenuhan kebutuhan energi pada ibu hamil kurang dari normal, maka hal itu tidak hanya akan membahayakan ibu, tetapi juga janin yang ada di dalam kandungan. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012, prevalensi ibu hamil risiko Kurang Energi Kronis di Indonesia sebesar 21,6% (Sandjaja, 2012, hlm. 5). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2012, prevalensi Kurang Energi Kronis wanita usia subur di provinsi Jawa Tengah adalah 17,2% (Depkes RI, 2013). Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Semarang jumlah ibu hamil pada tahun 2014 sebanyak 29.026 orang, yang mengalami Kurang Energi Kronis sebanyak 1,147 (3,95%), sedangkan data yang di peroleh dariPuskesmas Bangetayu Semarang jumlah ibu hamil pada tahun 2014 sebanyak 990 orang, yang mengalami Kurang Energi Kronis di puskesmas Bangetayu sebanyak 65 orang (6,56%). Resiko kehamilan ini bersifat dinamis, karena ibu hamil yang pada mulanya normal, secara tiba-tiba dapat menjadi berisiko tinggi. Kurang Energi Kronis adalah keadaan di mana seseorang mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun. Seorang ibu hamil dikatakan terkena Kurang Energi Kronis apabila LILA 23,5 cm. Wanita yang bersikeras hamil di kala status gizinya buruk, menghadapi risiko melahirkan bayi berberat badan rendah 2—3 kali lebih besar dibandingkan mereka yang berstatus gizi baik; disamping kemungkinan menyumbang angka kematian pada bayi.Tujuan :Mengetahui penanganan pola asuhan pada ibu hamil Ny.W umur 25 tahun G2P1Ao usia kehamilan 18 minggu dengan Kurang Energi Kronis di Puskesmas Banget Ayu Semarang.Metode :Studi kasus ini merupakan jenis diskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel dengan quota sampling, memilih sampel sesuai dengan keinginan peneliti. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitia ini Ny. W umur 25 tahun G2P1A0 sebagai subject observasi. Data dikumpulkan adalah data primer dengan mengikuti perkembangan subject selama intervensi diberikan dalam kurun waktu 21 hari dengan mengamati kenaikan berat badan dan LILA. Istrumen studi kasus ini yang digunakan format asuhan kebidanan ibu hamil. Teknik analisis data yang digunakan secara diskriptif.Hasil :Pada ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis asuhan yang terpenting diberikan yaitu pengawasan makan pada subjek dengan cara memberikan format recole kepada ibu agar mengetahui pola makan ibu dan jumlah kalori yang dipenuhi oleh subjek, selain itu juga dilakukan observasi berat badan dan LILA setiap minggunya.Hasilnya pada pengkajian ke IV, didapatkan kenaikan LILA sebesar 0,5 cm dari 22 cm menjadi 22,5 cm, kenaikan berat badan sebesar 2,5 kg dari 40 kg menjadi 42,5 kg, dan kenaikan IMT dari 17,0 menjadi 18,0. Hasil pengkajian yang telah didapatkan terlihat bahwa berat badan ibu dan 1 IMT sudah bisa mencapai tetapi LILA masih belum bisa mencapai karena kenaikan berat badan ibu tidak langsung dapat terlihat di lengan melainkan di perut dan pinggul terlebih dahulu sehingga kenaikan LILA yang bisa dicapai hanya sebesar 0,5 cm.Kesimpulan :Dengan IMT 18,0 ternyata belum dapat mencapai lingkar lengan 23,5, sedangkan kriteria Kurang Energi Kronis menurut pengukuran IMT 18,0, sudah tergolong tidak Kurang Energi Kronis. Dalam hal ini teori pengukuran LILA sebagai ukuran Kurang Energi Kronis bukan merupakan satu-satunya pedoman yang dapat digunakan sebagai acuan pengukuran, melainkan harus dilihat dari pengukuran lain, seperti IMT dan pengukuran ketebalan lemak tubuh dengan alat.
PENGARUH SLOW DEEP BREATHING TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST ORIF DI RS TELOGOREJO SEMARANG -, Ismonah; Cahyaningrum, Dian Ayu; Arif. SN, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindak invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini pada umumnya dilakukan dengan membuat sayatan yang dapat menyebabkan trauma bagi penderitanya, sehingga dapat menimbulkan keluhan nyeri. Keluhan yang dirasakan pada pasien post ORIF adalah nyeri terutama saat pasien bergerak. Nyeri dirasakan paling hebat pada 12 sampai 36 jam setelah pembedahan dan menurun setelah hari kedua atau ketiga. Prevalensi yang didapatkan bahwa keluhan nyeri sedang atau berat ditemukan pada hari pertama sampai keempat pada kelompok bedah ekstremitas sebesar 20%-71% sedangkan pada kelompok bedah tulang belakang sebesar 30%-64%. Tehnik relaksasi nafas dalam (slow deep breathing) merupakan salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat bermanfaat untuk menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh slow deep breathing terhadap intensitas nyeri pada pasien post ORIF di SMC RS Telogorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 24 responden dengan tehnik teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000, maka kesimpulannya ada pengaruh slow deep breathing terhadap intensitas nyeri pada pasien post ORIF di SMC RS Telogorejo. Hasil dari penelitian dapat digunakan sebagai salah satu alternatif terapi non farmakologis bagi penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi ORIF   Kata Kunci: Slow deep breathing, intensitas nyeri, pasien post ORIF
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN PADA PENDERITA KANKER YANG MENDAPAT KEMOTERAPI DENGAN KONSEP DIRI Saraswati, Sri Haryani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi merupakan reaksi yang ditunjukkan terhadap bahaya yang memperingatkan orang "dari dalam" —secara naluri- bahwa ada bahaya, tetapi tidak berakar pada situasi tertentu. Konsep diri merupakan cara seseorang melihat kepribadiannya dari sudut pandang diri sendiri, yang berpusat pada kesadaran diri yang penuh dalam mempersepsi dirinya sendiri, meskipun sangat subyektif sifatnya. Kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dapat dihilangkan dengan suatu konsep diri yang positif. Dengan konsep diri yang positif, akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Akan tetapi, dengan konsep diri yang rendah kurang dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan hal tersebut permasalahan yang diteliti adalah, apakah ada hubungan antara kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dengan konsep diri. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasional. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi di ruang rawat inap RSUP Dr Kariadi Semarang dengan karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan dan berapa kali mendapatkan kemoterapi. Alat pengumpul data berupa kuesioner yang berisi tentang kecemasan dan konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dengan konsep diri.Kata kunci : Kecemasan, Konsep Diri.
TINGKAT AKURASI PEMERIKSAAN BLADDER SCAN DENGAN KATETERISASI INTERMITTEN PADA PASIEN STROKE DENGAN RETENSI URINE Cempakaningroem, Sri Dini; Kristiyawati, Sri Puguh; Ch. Purnomo, S. Eko
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak dari stroke adalah gangguan pengosongan kandung kemih retensi urine. Akibat retensi jika urine tidak dikeluarkan akan mengakibatkan infeksi saluran kemih. Tindakan pemeriksaan bladder scan dan kateterisasi intermitten ini dilakukan sebagai rangkaian proses keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi terhadap permasalahan pasien dengan retensi urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi bladder scan pada pasien stroke dengan retensi urine di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus tahun 2015. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen post test only design, sejumlah 25 responden. Karakteristik responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 13 (52.0%), distribusi usia pasien usia 61-70 tahun sebanyak 14 (56.0%). Hasil pengukuran volume urine bladder scan dan kateterisasi intermitten diperoleh selisih 14,64 ml. Metodologi penelitian ini dengan uji Paired t-test, setelah dilakukan uji statistik diperoleh nilai p value = 0,001, maka bladder scan masih termasuk akurat sebagai alat deteksi retensi urine. Kesimpulan penelitian ini adalah bladder scan sebagai alternatif untuk mendeteksi retensi urine secara dini terbukti akurat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bladder scan dapat digunakan sebagai deteksi retensi urine selain kateterisasi intermitten.
EFEKTIFITAS SUPPORT FAMILY SYSTEM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE KATETERISASI JANTUNG DI SMC RS TELOGOREJO Haryani, Sri; Dahliyanti, Novita Dwi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Salah  satu tindakan invasif yang biasa dilakukan untuk menangani PJK adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Masalah yang sering muncul pada pasien pre PCI adalah kecemasan. Kecemasan tersebut harus ditangani, karena dapat mengganggu kondisi hemodinamik pasien menjadi tidak stabil. Salah satu upaya untuk mengatasai kecemasan adalah Support Family System. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas support family system terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre kateterisasi jantung di SMC RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan pendekatan one group pre-post test with control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 24 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok, sehingga 12 responden menjadi kelompok intervensi dan 12 responden menjadi kelompok  kontrol dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-Test untuk membandingkan nilai pre test dan post test pada masing-masing kelompok dan Independent T-Test digunakan untuk membandingkan selisih kecemasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EFT memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani PCI dengan selisih skor 2.833 dan p-value ≤0.05 (0.0001). Rekomendasi penelitian ini adalah supaya support family system dapat menjadi salah satu intervensi tambahan untuk mengatasi kecemasan pasien pre PCI.   Kata Kunci                  : PJK, PCI, Kecemasan,  EFT
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG ALAT KONTRASEPSI KONDOM DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI RESUSIALISASI ARGOREJO SEMARANG Niawati, Arga; -, Wagiyo; Arif SN, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia WPS keseluruhan mencapai 56.000 orang. WPS juga kurang mengetahui tentang pengetahuan bahaya penyakit menular seksual (PMS) dilihat dari WPS  saat melayani pelanggan sering tidak memakai kondom saat berubungan seks sehingga menyebabkan WPS terkena PMS. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas Lebdosari tahun 2015 mencatat dari hasil pemeriksaan skrining klinik IMS pada bulan Juli terdapat 111(74%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan WPS, sebagai bahan informasi untuk meningkatkan pengetahuan WPS tentang alat kontrasepsi kondom sehingga diharapkan dapat mengubah angka PMS di Resosialisasi Argorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan anlitik korelasional dengan menggunakan desaincross sectional. jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 80 responden dengan teknik pengambilan sampel sekaligus pada suatu waktu. Uji statistic yang digunakan adalah Korelasi Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan alat kontrasepsi kondom dengan kejadian PMS dengan P value sebesar 0,03. Rekomendasi penelitian ini adalah agar pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan bahaya PMS melalui promosi kesehatan, konseling bagi yang berkesinambungan  kepada WPS yang bekerja dilokalisasi supaya mencegah peningkatan angka PMS yang berlebihan.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KECEMASAN ANAK PRA SEKOLAH SEBELUM DAN SELAMA TINDAKAN PEMASANGAN INFUS -, Widayanti; Alfiyanti, Dera; Solechan, Achmad
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan peristiwa yang traumatik untuk anak-anak yang dirawat di rumah sakit seringkali menunjukkan respon kecemasan, misalnya anak gelisah, menolak dilakukan tindakan, memegang erat orang tua, menangis, menjerit, menyerang secara verbal, tingkah laku agresif, dan sering bertanya tentang prosedur yang akan dilakukan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kecemasan anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan terapi musik dan menganalisis pengaruh terapi musik terhadap kecemasan anak usia prasekolah sebelum dan selama tindakan keperawatan pemasangan infus di Rumah Sakit Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu), jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi musik dan kecemasan anak (p value= 0,000; α= 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti intervensi barn untuk menurunkan kecemasan anak saat hospitalisasi.Kata Kunci: Terapi musik, kecemasan, dan anak usia pra sekolah α

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue