cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2018)" : 7 Documents clear
Desain Akuisisi Seismik Laut 3D Untuk Eksplorasi Hidrokarbon Dengan Menggunakan Metode Enhanced Static Bagus Wibisono; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.18 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4509

Abstract

Wilayah Madura Timur bagian utara terletak pada Cekungan Jawa Timur bagian utara yang didominasi oleh lingkungan karbonat. Pada lingkungan karbonat gelombang seismik yang merambat mengalami pelemahan sehingga menghasilkan data dengan rasio S/N yang rendah. Dalam akuisisi data seismik penentuan desain akuisisi menentukan kualitas data yang didapatkan, penentuan parameter yang tidak tepat dan sesuai dengan target akan menghasilkan penampang seismik dengan rasio S/N yang rendah sehingga tidak mampu menunjukan perlapisan bawah permukaan. Lapisan target pada penelitian ini merupakan lapisan basement pada kedalaman 4237m. Proses penentuan parameter desain akuisisi dilakukan dengan metode statik dan enhanced static dengan analisa kuantitatif yang kemudian disimulasikan pada model geologi sintetik tanpa menggunakan atenuasi gelombang untuk di analisa secara kualitatif. Parameter desain 2D enhanced static yang didapatkan yaitu fold coverage 45, interval CDP 11m dan offset 4000m dengan konfigurasi off end yang kemudian diaplikasikan pada desain akuisisi seismik 3D. Parameter desain akuisisi seismik 3D yang dianalisa adalah interval jumlah streamer, dan offset. Desain akuisisi 3D yang didapatkan antara lain konfigurasi offend dengan 6 buah streamer dengan interval 21.5m dan tiap streamer memiliki 187 buah receiver dengan interval 21.5m. Jumlah source tiap lintasan adalah 551 buah dengan interval 43m dengan jumlah lintasan 196 buah untuk lintasan receiver dan source dengan interval 64.5m. Jumlah fold yang didapat adalah 45 dan offset 4000m. Berdasarkan hasil analisa, metode enhanced static mampu menunjukan reflektor lebih jelas. Untuk meningkatkan akurasi hasil desain akuisisi, analisa dengan menggunakan atenuasi gelombang, analisa berdasarkan model geologi 3D dan dari sisi ekonomis dapat dilakukan
Distribusi Sebaran Akuifer Air Tanah Menggunakan Data Resistivitas Metode Vertical Electrical Sounding (VES) Konfigurasi Schlumberger (Studi Kasus Kabupaten Palu Provinsi Sulawesi Tengah) Syifaurrohman, Yusuf; Utama, Widya; Lestari, Wien; Surya, Triswan Madani Ade
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.397 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4102

Abstract

Daerah penelitian ini beririsan dengan peta Cekungan Air Tanah (CAT) Palu yang merupakan gabungan beberapa akuifer. Digunakan Vertical Electrical Sounding (VES) yang merupakan penggambaran sebaran nilai lapisan resistivitas secara vertikal 1 dimensi. Penelitian ini menggunakan konfigurasi schlumberger pada daerah penelitian dengan 12 titik ukur VES (VES1 – VES12). Hasil pengolahan VES dimodelkan 3 dimensi, selanjutnya dikorelasikan dengan peta CAT Palu untuk determinasi zona yang berpotensi sebagai akuifer. Geologi daerah penelitian terdiri dari Qap dan QTms yang masing-masing memiliki komponen pasir yang dapat berpotensi sebagai akuifer. Hasil pengukuran VES menunjukan sebaran nilai resistivitas sebesar 13 s.d. 1202 Ohm.m. Nilai resistivitas 20-120 Ohm.m merupakan zona interest  yang diduga sebagai litologi batu pasir atau endapan pasir. Titik pengukuran yang terkorelasi dengan CAT Palu terdiri dari titik VES3, VES4, VES6, dan VES8 memiliki lapisan yang berpotensi lebih kuat sebagai akuifer dengan rentang kedalaman masing-masing 4,5-58,2 m; 8,7-36,3 m; 3,6-97,5 m; dan 33,2-99,2 m. Penentuan daerah resapan air dilakukan dengan analisis topografi, dihasilkan area tersebut berada pada timur laut daerah penelitian dengan rentang elevasi 1400 s.d. 300 m. Pada daerah penelitian telah ditunjukkan potensi zona akuifer dengan tanda resistivitas yang cenderung lebih rendah dan litologi batu pasir atau endapan pasir yang memungkinkan adanya aliran fluida. Masalah ketersediaan air tanah diduga berkaitan dengan Masalah ketersediaan air tanah diduga berkaitan dengan kemampuan saturasi batuan
Estimasi Kecepatan Gelombang Kompresional Batuan Vulkanik Kompleks Gunungapi Arjuno Welirang Menggunakan Voigt-Reuss Bounds Karim Rahman Hartono; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.816 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4510

Abstract

Kecepatan gelombang kompresional batuan dapat diketahui melalui pengukuran secara langsung atau melalui prediksi secara matematis menggunakan parameter lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kecepatan gelombang kompresional teoritik Vhitung pada batuan vulkanik berdasarkan komposisi mineralogi, memperoleh nilai kecepatan gelombang kompresional hasil pengukuran Vukur pada batuan vulkanik, serta membandingkan nilai Vhitung dengan Vukur. Penelitian ini dilakukan terhadap 20 core batuan vulkanik kompleks gunungapi Arjuno-Welirang yang memiliki struktur masif dengan komposisi basaltik hingga andesitik. Seluruh core dikelompokkan berdasarkan kesamaan petrologi menjadi enam kelompok sampel. Sebuah sayatan tipis diekstrak dari setiap kelompok sampel untuk keperluan kalkulasi Vhitung. Vhitung diperoleh menggunakan pendekatan Voigt-Reuss Bounds dengan parameter input modulus elastik (K; μ), densitas, dan persentase mineral konstituen. Komposisi mineral pada sampel diidentifikasi melalui analisis sayatan tipis menggunakan mikroskop polarisasi dan perangkat lunak pengolahan citra Jmicrovision. Vukur diperoleh dengan uji kecepatan pulsa ultrasonik. Rentang nilai Vhitung yang diperoleh adalah 6082.37 - 6417.21 ms-1. Rentang nilai Vukur yang diperoleh adalah 3708.14 - 4950.45 ms- 1. Nilai Vhitung dan Vukur yang tidak proporsional disebabkan oleh diterapkannya berbagai asumsi yang muncul pada proses identifikasi mineral kedalam kalkulasi Vhitung. Asumsi-asumsi tersebut menyebabkan nilai Vhitung yang diperoleh tidak mendekati kondisi ideal sebagaimana pada Vukur
Aplikasi Filter EEMD Untuk Meningkatkan Kualitas Data VLF-EM Studi Kasus: Estimasi Lokasi Gorong-Gorong Di Kampus ITS Surabaya Yekti Widyaningrum; A.M Miftahul Huda; Sungkono Sungkono
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.609 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4493

Abstract

Eksplorasi bawah permukaan menggunakan Very Low Frequency Electromagnetics (VLF-EM) telah dilakukan untuk menentukan rongga bawah tanah (gorong-gorong). Untuk mempertajam hasil eksplorasi dan mereduksi gangguan diaplikasikan filter EEMD. Data hasil filter diinterpretasikan secara kualitatif menggunakan filter Karous-Hjelt. Hasil Interpretasi filter Karous-Hjelt menunjukkan bahwa anomali bawah permukaan terdapat pada 25-35 meter dari titik mengukuran awal dan kedalaman 3-6 meter. Anomali tersebut menyatakan lokasi gorong-gorong di lokasi pengukuran
Penggunaan Action Camera Pada Spherical Photogrammetry Untuk Pemodelan Tiga Dimensi Joko Hartadi; Taufiq Ihsanudin; Oktavia Dewi Alfiani; Dessy Apriyanti
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.831 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4523

Abstract

Penggunaan action camera untuk pengumpulan data dapat diterapkan untuk pengambilan data spherical photogrammetry. Data foto diambil dengan memposisikan kamera pada salah satu titik exposure. Titik ini menjadi sumbu rotasi kamera saat melakukan pengambilan foto dengan sudut pandang 360°. Overlap kamera panoramik dibuat vertikal untuk mendapatkan foto stereo fasad candi yang akan dibuat model tiga dimensinya. Pembuatan foto panorama memerlukan beberapa foto dengan membuat bagian dari foto yang saling bertampalan (overlap). Kelebihan foto ini ialah dengan sekali berdiri alat dapat meliput sudut pandang 360° dalam arah horisontal dan 180° dalam arah vertikal. Permukaan objek yang dimodelkan dapat direpresentasikan dalam bentuk mesh. Mesh (dalam komunitas komputer grafik) diperoleh dari penggabungan titik-titik yang menghubungan setiap fitur yang sama menjadi jaring segitiga atau biasa disebut sebagai triangular irregular network (TIN) dalam fotogrametri. Hasil akhir dari rekonstruksi objek adalah model 3D yang memiliki tekstur
Pemodelan Geostatistik 3D Pada Sebaran Batuan Karbonat Menggunakan Metode Kriging Berdasarkan Data Resistivitas 2D Dan N-SPT Fahrenzy Yona Aisha; Dwa Desa Warnana; Nita Ariyanti
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.72 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4522

Abstract

Metode Geofisika memainkan peran yang penting dalam bidang ilmu kebumian, terutama dalam menentukan struktur bumi. Dalam dunia eksplorasi, metode geofisika digunakan untuk mengestimasi sebaran sifat fisika material penyusun bumi tidak terkecuali metode geolistrik. Umumnya, metode geolistrik dilakukan untuk mengestimasi struktur bumi dalam 1D dan 2D. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan terhadap data keadaan bawah permukaan yang lebih terkarakterisasi dengan detail dan menerus semakin meningkat. Sementara, harga yang tinggi saat melakukan akuisisi geolistrik 3D terkadang menjadi kendala dalam eksplorasi. Oleh sebab itu, diperlukan hasil penampang yang mendekati kondisi riil-nya yakni pemodelan dalam bentuk 3D berdasarkan data 2D. Untuk dapat memprediksi pola sebaran data di antara titik ukur atau antara penampang, diperlukan aplikasi metode geostatistik. Metode Geostatistik yang digunakan adalah kriging. Data kemudian dilakukan interpretasi secara kualitatif dengan mengintegrasikan dengan kondisi geologinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pseudo 3D resis yang dapat menggambarkan bawah permukaan secara 3D dari data 2D. Kombinasi antara hasil dari survei geofisika dan geologi ini dapat menghasilkan persebaran distribusi karbonat di daerah penelitian yakni Kabupaten Tuban, Kec. Jenu. Kemudian, berdasarkan model persebaran karbonat mengindikasikan bahwa lingkungan penelitian ini memiliki jenis karbonat reefal dengan kombinasi batuan gamping dan dolomit
Zonasi Bahaya Kegempaan Akibat Patahan Aktif Di Wilayah Jawa Timur Dengan Pendekatan Deterministik Menggunakan Perhitungan Atenuasi Chiou-Youngs 2014 NGA Augustika Ratna Salsabil; Anik Hilyah; Muhammad Singgih Purwanto; M Haris Miftakhul Fajar
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.215 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4508

Abstract

Studi mengenai bahaya kegempaan dilakukan untuk meminimalisasi dampak dari bencana gempa bumi di wilayah rawan bencana gempa. Penelitian ini mempresentasikan analisis bahaya kegempaan dalam bentuk nilai Peak Ground Acceleration (PGA) dengan menggunakan pendekatan deterministik untuk wilayah Jawa Timur. Metode ini membuat simulasi sumber gempa patahan sehingga mendapatkan nilai PGA yang dihitung dari fungsi atenuasi terpublikasi yaitu Chio-Youngs 2014 NGA. Selanjutnya digunakan data Vs30 USGS sebagai batasan kedalaman lapisan batuan daerah penelitian. Rentang nilai PGA yang dihasilkan berkisar antara 0,0099 g m/s2 untuk nilai terendah hingga 2,0014 m/s2 untuk nilai tertinggi. Hasil analisa menunjukkan nilai PGA tinggi berada pada daerah dengan Vs30 rendah, dimana pada daerah tersebut memiliki rentang Vs30 rendah berkisar antara 180 m/s hingga 332,62 m/s. Kondisi geologi didominasi oleh sedimen alluvium meliputi kerakal, kerikil, batupasir, batulempung, lanau dan konglomerat. Wilayah ini merupakan zona rawan gempa bumi dikarenakan kondisi geologi yang memicu terjadinya amplifikasi gelombang gempa. Secara keseluruhan, daerah rawan mengalami kerusakan akibat gempa meliputi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo

Page 1 of 1 | Total Record : 7