cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2024): September" : 6 Documents clear
BISNIS MODEL CANVAS PADA PROSES MEDIAMORFOSIS MAJALAH SUARA HIDAYATULLAH Trianto, Rudi; Merry Fridha Tri Palupi; Bambang Sigit Pramono
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.774

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan media cetak. Untuk tetap eksis, media cetak perlu bertransformasi dari platform analog ke digital serta merancang dan menerapkan model bisnis yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep Bisnis Model Canvas dalam proses mediamorfosis yang dilakukan oleh majalah Suara Hidayatullah guna mempertahankan keberadaannya di era digital. Kerangka teori yang digunakan meliputi Bisnis Model Canvas dari Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur, yang terdiri atas sembilan elemen utama: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra utama, dan struktur biaya. Selain itu, penelitian ini mengacu pada konsep Mediamorfosis yang dikembangkan oleh Roger Fidler. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, sementara data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Suara Hidayatullah telah menerapkan konsep Bisnis Model Canvas dalam proses mediamorfosisnya. Namun, untuk menjaga keberlanjutan eksistensinya, inovasi dan penyesuaian pada seluruh elemen Bisnis Model Canvas perlu terus dilakukan. Kata Kunci: Bisnis Model Canvas, Mediamorfosis, Majalah Suara Hidayatullah, Media Cetak
MEDIA DAKWAH CYBER SOCIETY Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.782

Abstract

Kemajuan teknologi telah menghantarkan perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Bahkan sampai melahirkan sebuah masyarakat baru yang bernama cyber society atau masyarakat maya. mereka sangat terbuka dengan perubahan dan kemajuan yang ada. Mereka punya karakteristik dan life style yang berbeda dengan masyarakat biasa. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya lebih mengandalkan media media modern yang serba canggih dan instan sebagai solusinya. Termasuk di dalamnya adalah pemenuhan informasi tentang pengtahuan keagaamaan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa keanekaragaman dan karateristik masyarakat yang berbeda membuat media dakwah yang dipakai oleh seorang dai menjadi berbeda pula. hal ini dilakukan agar nilai nilai Islam bisa tersampaikan secara efektif kepada mad’u. Terkhusus dakwah di kalangan cyber society atau masyarakat maya akan sangat berbeda dengan dakwah di masyarakat pada umumnya. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang media dakwah cyber society atau masyarakat maya. Dimana pada umumnya cyber society adalah masyarakat berpendidikan, mapan dan memiliki gaya hidup yang serba modern. Hal itu menjadikan mereka cenderung individualis. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi menjadikan wawasan mereka luas dan rasional. Sehingga seorang dai yang berdakwah dikalangan mereka harus memiliki kemampuan yang cukup. Baik itu kemampuan terkait keilmuan secara umum maupun kemampuan dan penguasaan media dakwah sesuai dengan “tempat tinggal” cyber society. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya adalah media dakwah untuk cyber society perlu menggunakan media yang mereka sudah terbiasa dan familar dengannya. Diantaranya yaitu dengan menggunakan media modern yang berupa dakwah lewat media massa, media social dan serba serbi yang ada di dalam alam maya dengan kecanggihan yang menyertainya. Misalnya seperti televisi, dakwah lewat media radio, situs web, youtube, instagram, tiktok, facebook, X dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan karena hampir seluruh aktifitas masyarakat maya atau cyber society sangat erat kaitannya dengan media tersebut. Lebih khusus lagi yaitu dakwah lewat media media sosial dan serba serbi di dalamnya. Selain itu juga kegiatan dakwah untuk masyarakat maya harus dibuat semenarik mungkin. Baik itu terkait masalah performance, pemilihan tempat dan tidak kalah penting adalah media yang digunakan dalam berdakwah. Semuanya kegiatan dakwah harus dikemas atau diseting agar layak dan menarik untuk dinikmati di media maya. Dengan begitu diharapkan kegiatan dakwah akan tetap efektif dan bisa diterima oleh cyber society atau mayarakat maya.
STUDI SURAH AL-DHUKHÂN TENTANG MATERI DAN METODE DAKWAH DALAM KITAB AL-TAFSÎR AL-MUNÎR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILÎ Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.784

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Dukhân mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang unik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah al-Dukhân dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam Surah al-Dukhân memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah (4) Secara ideologis, Nabi Muhammad SAW bersabda tentang keutamaan surah tersebut. "Siapa saja yang membaca surah Ad Dukhan pada suatu malam maka akan ada tujuh puluh ribu malaikat meminta ampunan untuknya pada pagi harinya." ( HR. Al-Tirmidzi) . Nabi SAW juga bersabda"Barang siapa yang membaca surah Ad Dukhan pada malam Jumat, maka pada pagi harinya ia telah diampuni." Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada Surah al-Dukhân dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam Surah al-Dukhân dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
KONVERGENSI MEDIA RADIO DALAM MEREBUT PENDENGAR GEN Z (STUDI RADIO SUARA MUSLIM) Abdul Kohar; Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.785

Abstract

Penelitian ini mengkaji konvergensi media yang dilakukan oleh Radio Suara Muslim Surabaya dalam upayanya merebut pendengar dari kalangan Generasi Z. Konvergensi media merujuk pada integrasi berbagai bentuk media komunikasi ke dalam satu platform digital yang dipicu oleh kemajuan teknologi digital dan jaringan komunikasi. Radio Suara Muslim Surabaya mengimplementasikan strategi konvergensi media dengan menggabungkan siaran radio teristrial dan live streaming melalui platform media sosial seperti Youtube, Instagram dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Radio Suara Muslim Surabaya mengadopsi konvergensi media serta mengevaluasi efektivitas strategi tersebut dalam menarik perhatian pendengar muda di era digital. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konvergensi media yang dilakukan oleh Radio Suara Muslim Surabaya efektif dalam meningkatkan interaksi dan keterlibatan audiens, serta mampu memenuhi kebutuhan informasi Generasi Z yang lebih menyukai konten singkat, interaktif, dan visual. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya adaptasi media konvensional terhadap perubahan teknologi dan perilaku audiens untuk tetap relevan dan kompetitif di lanskap media modern.
ANALISIS PESAN DAKWAH DALAM FILM USTADZ MELINEAL Hendar Ardiansyah; Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.791

Abstract

The “Ustadz Millenial” Web Series tells a life story about the life of a young man who aspires to become a young cleric. However, the problems and death of his family are his dreams. But he still tries to realize his goals by preaching through social media. Based on the above background, the purpose of this study is to answer how the signifiers and objects (references) displayed in the “Ustadz Milenial” series and what are the da'wah messages contained in the “Ustadz Milenial” series. In its analysis, this research uses a qualitative approach with Ferdinand de Saussure's semiotic method which focuses on the signifier and the sign and the object (referent). The data studied are in the form of pieces of images, texts, sounds, or voices contained in the “Ustadz Millenial” series. The results of the study show that the “Millennial Ustadz Series” is full of da'wah messages, including; invitations to be patient, forgive each other, maintain silahturahmi, try and endeavor, keep fifteen, be devoted to both parents, preach through social media that develops with technology in today's era, and display the hijab as advice to cover the aurat. The conclusion of this research is that the Ustadz Millennial Web Series has many valuable da'wah messages that represent aspects of aqidah, sharia, and morals. Overall, the Ustadz Millennial Web Series contains invitations to be patient, help each other, forgive each other, say and answer greetings, and display the use of the hijab as a recommendation to cover parts of the body that should not be seen (according to Islam) and mosques as certain symbols for carrying out congregational prayer services.
PERENCANAAN KOMUNIKASI DALAM BUDAYA ORGANISASI DAKWAH miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.792

Abstract

Perencanaan merupakan suatu kegiatan yang mutlak perlu dilakukan, baik oleh peribadi, kelompok maupun organisasi. Perencanaan juga pada hakekatnya adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus serta diorganisasikan untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada bagi pencapaian tujuan tertentu. Karenanya sebuah perencanaan harus dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan, khususnya bagi organisasi. Setiap organsasi mempunyai budayanya masing-masing yang menjadi ciri khas suatu organisasi. Budaya sebuah organisasi memegang peranan yang cukup penting dalam organisasi tersebut karena budaya yang baik akan dapat memberikan kenyamanan yang kemudian menunjang kinerja anggotanya. Sebaliknya budaya organisasi yang kurang baik atau yang kurang sesuai dengan pribadi anggotanya akan memicu penurunan kinerja setiap anggota. Sebuah organisasi mempunyai budaya masing-masing. Ini menjadi salah satu pembeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya sebuah organisasi ada yang sesuai dengan anggota atau karyawan baru, ada juga yang tidak sesuai sehingga seorang anggota baru atau karyawan yang tidak sesuai dengan budaya organisasi tersebut harus dapat menyesuaikan kalau dia ingin bertahan di organisasi tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6