An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
FOKUS
Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku.
SKOP
Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles
84 Documents
“A Common Word” Muslim And Christian Understanding Dialog Antar Agama
Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kajian hubungan Islam dan Nasrani telah dimulai sejak Nabi Muhammad SAW hadir sebagai Nabi dan Rasul. Sejak saat itu telah terjadi dialog antara Rasulullah dengan masyarakat Quraisy yang menganut kepercayaan selain Islam. Warisan agama yang dibawa oleh nabi sebelumnya, masih nampak pada sebagian masyarakat Quraisy Arab saat itu. Pada awalnya kehadiran Islam sebagai agama terakhir memiliki misi untuk mengembalikan kondisi masyarakat Quraisy yang jahiliyah dengan perilaku menyimpangnya menjadi masyarakat Quraisy yang beradab. Dalam perkembangan berikutnya sampai era kontemporer saat ini, Islam telah menjadi salah satu agama besar di dunia, selain Kristen dan agama lainnya. Islam dan Kristen menjadi populasi separuh penduduk bumi. Dimana dari sekitar 7 miliar penduduk bumi, separuhnya atau sekitar 3,5 miliar adalah penganut Islam dan Kristen. Bila hubungan Islam dan Kristen tidak harmonis, akan bisa menimbulkan ?kegoncangan dunia?. Atas dasar ini, maka hubungan Islam dan Kristen harus harmonis dan bisa membangun kerjasama demi keberlangsungan hidup masyarakat yang saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya. Karenanya kajian tentang ?A Common Word? Muslim and Christian Understanding menjadi penting, sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan harapan tersebut. Dalam tulisan ini akan difokuskan pada kajian Dialog Antar Agama sebuah elaborasi pemikiran Waleed El-Ansary dan dibarengi dengan solusi dialog antar agama di Indonesia.
Pendekatan Semiotika Dalam Studi Al-Qur’an
Nasrul Syarif
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dialektika studi al-Qur?a>n dari masa ke masa menunjukkan pengembangan dari berbagai perspektif kajian. Pendekatan linguistik atau kebahasaan yang di dalamnya juga termasuk pendekatan semiotika dan pendekatan sejenis lainnya seperti pendekatan semantik dan filologi masih menjadi salah satu alternatif dalam melakukan eksplorasi kajian studi al-Qur?an. Pendekatan semiotik sendiri merupakan bagian kajian yang dibahas ilmuan kontemporer termasuk M. Syahrur. Dalam kajian tafsir al-Qur?an pendekatan strukturalisme linguistiknya M. Syahrur[1] memposisikan pendekatan semiotik sejajar dengan linguistik dan hermeneutik. Hal ini menunjukkan pendekatan semiotik dalam studi al-Qur?an memiliki peran strategis dalam dinamika studi al-Qur?an dan tafsir. Dalam tulisan singkat dan sederhana ini akan dibahas pendekatan semiotika dalam studi al-Qur?an yang meliputi beberapa kajian yaitu definisi pendekatan semiotika, kajian semiotika dalam studi Al-Qur?an, implikasi pendekatan semiotika dalam studi Al-Qur?an dan tafsir, serta kritik dan rekomendasi pendekatan semiotika dalam studi Al-Qur?an dan tafsir. [1] Lihat Ahmad Zaki Mubarok, Pendekatan Strukturalisme Linguistik dalam Tafsir Al-Qur?an Kontemporer ?ala? M. Syahrur. el SAQ Press dan TH Press. Yogyakarta. 2007
Prinsip Dakwah dan Kekuatan Moral
Moh. Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meneliti syari'ah dan sejarah Islam yang mendalam, maka dapat diketahui bahwasannya Allah SWT menetapkan sunnah-Nya yang berlaku dalam bab keseimbangan antara dua kekuatan, material dan moral. Sekalipun kesempuranaan kekuatan moral terpusat pada moralitas dasar manusia, namun sarana material tetap mempunyai peranan yang besar. Mungkin saja suatu kelompok yang mempunyai kelebihan sarana material dapat berkuasa dibumi walaupun hanya memiliki sedikit kekuatan moral, sementara kelompok lain yang melebihinya dari segi kekuatan moral kalah hanya karena memililki sedikit sarana material. Tetapi kekuatan moral yang bersenjatakan moralitas dasar dan moralitas Islam sekaligus, walaupun memiliki sedikit sarana material sudah mesti akan berhasil mengalahkan kekuatan-kekuatan lain yang semata-mata bersandar pada moralitas dasar dan sebab-sebab material saja. Prinsip dakwah dan kekuatan moral adalah sebagai basic para pendakwah. Prinsip dakwah berarti kaidah atau aturan dalam berdakwah, sedangkan kekuatan moral berasal dari kata moral dalam bahasa kita adalah akhlak. Akhlak adalah ekspresi batin, yang muncul dalam wujud prilaku lahir dan bathin tanpa rekayasa, murni, natural, alami.
Strategi Pemenangan Dakwah Di Media Massa
Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Globalisasi menuntut masyarakat dunia untuk beradaptasi mengikuti kemajuan kemajuan teknolagi.Teknologi komunikasi dan informasi menjadi salah satu produk globalisasi yang sangat cepat perkembangannya.Salah satu buah dari kemajuan tersebut adalah media massa menjadi kiblat pemenuhan informasi masyarakat modern. Sehinggatidak heran jika efek yang ditimbulkan dari informasi, pesan atau berita yang dimuat dimedia massa sangat terasa sekali dikehidupan masyarakat dunia.Banyak nilai nilai positif yang merupakan dampak dari pengaruh media massa. Tetapi tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengaruh media massa dalam tatanan kehidupan masyarakat. Dakwah pada dasarnya adalah mengajak orang melakukan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Sehingga di era kontemporer seperti sekarang ini, perlu kiranya nilai nilai dakwah Islam ikut mewarnai dunia media massa. Karena media massa-lah yang mempunyai pengaruh begitu besar pada tatanan kehidupan umat manusia. Hampir seluruh kebutuhan informasi masyarakat modern sangat bergantung pada media massa. Termasuk juga didalamnya adalah pemenuhan informasi tentang pengetahuan keagamaan. Sehingga perlulah kirannya dakwah masuk ke wilayah dunia media massa. Melihat realitas tersebut, maka pada kesempatan kali ini, penulis mencobamembahas tentang STRATEGI PEMENANGAN DAKWAH DI MEDIA MASSA. Pada tulisan ini dipaparkan tentang strategi pemenangan dakwah di media massa dengan pendekatan uses and gratification theory. Dimana dijelaskan bahwa uses and gratification theory adalah salah satu teori dalam media masa yang berasumsi bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media sesuai dengan keinginannya sendiri. Dengan kata lain bahwa, pengguna media (audience) adalah pihak yang aktif dalam menggunakan media untuk memenuhi kepuasan pribadinya. Dari sinilah persaingan antar media massa dimulai. Setiap media berusaha menampilkan tayangan tayangan yang menarik agar mampu ?menawan? khalayak untuk tetap ?stay joint? dan tidak berganti chanel. Walaupun uses and gratification theory ini memfokuskan kajiannya pada media massa berupa televisi. Tetapi pada dasarnya media massa yang lain juga tidak jauh berbeda. Dakwah di media massa juga perlu adanya sebuah sentuhan sentuhan kreativitas agar tampilannya bisa menarik, lebih hidup dan tidak membosankan.Sehingga sajian dakwah di media massa bisa diterima oleh khalayak dengan baik. Tulisan ini juga mengulas tentang trik apa saja yang harus dilakukan dalam rangka memenangkan dakwah di media massa.
Penerapan Total Quality Management Dalam Aktivitas Dakwah Desain Implementasi Manajemen Dakwah dengan Analisa SWOT
Nasrul Syarif
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Total Quality Management merupakan metode manajemen yang diterapkan secara menyeluruh dan terus menerus untuk mengetahui mutu dan kualitas pelayanan publik. Dalam hal penerapannnya pada manajemen dakwah dapat menggunakan pendekatan analisa SWOT sebagai upaya sinergis antar komponen dakwah untuk secara bersama-sama meningkatkan kualitas kehidupan beragama pada masyarakat. Implementasi dan penerapan manajemen dakwah ini berdasarkan peta kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang telah di analisis oleh pelaku dakwah. Hasil dari penerapan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas perencanaan sampai pada evaluasi aktivitas dakwah yang telah dilakukan.
Urgensi Perencanaan Komunikasi Dalam Sebuah Organisasi
Miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perencanaan merupakan suatu kegiatan yang mutlak perlu dilakukan, baik oleh peribadi, kelompok maupun lembaga atau organisasi. Perencanaan juga pada hakekatnya adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus serta diorganisasikan untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada bagi pencapaian tujuan tertentu. Karenanya sebuah perencanaan harus dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan, khususnya bagi sebuah lembaga atau organisasi. Untuk itu sebuah perencanaan, apalagi tentang perencanaan komunikasi suatu organisasi akan memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan komunikasi bila melakukan tahapan-tahapan berikut ; memahami hakekat perencanaan komunikasi, pendekatan perencanaan, dan langkah-langkah kegiatan komunikasi. Bila melakukan beberapa tahapan tersebut tujuan dari komunikasi yang dibangun akan bisa dicapai dengan efektif dan efesien. Ruang lingkup dari tulisan ini akan membahas beberapa hal yang berhubungan dengan tahapan-tahapan di atas.
Nilai Surah Al-Alaq dalam Kehidupan
Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ada dua kegelisahan yang melatarbelakangi judul penelitian ini. Pertama, kegelisahan akademik, yaitu kajian tafsir tentang nilai surah al-Alaq dalam kehidupan yang difokuskan kepada nilai pendidikan akidah dan akhlaq dengan menerapkan teori kesatuan tema dalam surah masih sedikit. Buku tafsir yang bercorak tasawwuf, fikih, bahasa, filsafat lebih banyak dibanding jumlah buku tafsir yang bercorak solusi penyimpangan akidah dan kerusakan akhlaq. Padahal Surah al-Alaq, wahyu pertama, turun memberikan jawaban mendasar atas krisis penyimpangan akidah dan kerusakan akhlak. Kedua, kegelisahan idologis sosial, yaitu Krisis akidah dan akhlak melanda kehidupan manusia jaman ini sebagaimana melanda masyarakat Arab j?hiliyyah dan masyarakat non Arab sebelum kerasulan Nabi Muhammad SAW. Banyak manusia lebih beriman kepada harta dari pada beriman kepada Allah SWT dan hari akhir (hari pembalasan) . Di Indonesia, korupsi 2015 sebesar 3,1 Triliun. JumlahPekerja Seks Komersial (PSK) april 2015 mencapai 56 ribu orang. 63 persen remaja mengaku sudah mengalami hubungan seks sebelum menikah ? Krisis akhlak ini akibat dari penyimpangan akidah, lemahnya iman dan merosotnya akhlak manusia. Berdasarkan dua alasan ini, penelitian ini layak dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan nilai surah al-Alaq dalam kehidupan yang difokuskan kepada nilai pendidikan akidah dan akhlak. Penelitian ini bersumber pada kitab-kitab tafsir, akidah dan akhlak. Kitab-kitab tersebut dikaji dengan membandingkan penafsiran tentang surah al-Alaq dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian disusun kesimpulan berkaitan dengan nilai-nilai surah al-Alaq dalam kehidupan.
Ayah Asi di Media Online
Totok Wahyu Abadi
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study is to analyze and explain the Ayah ASI in online media twitter and explained Ayah ASI in social semiotic perspective. Qualitative research, describes the situation or discourse about exclusive breastfeeding by the Ayah ASI. The method used is the MAK Halliday's social semiotic analysis that includes the text, the context of the situation (field of discourse, tenor of discourse, mode of discourse) and registers. The results of this study show that Communities Ayah ASI in his twitter @ID_AyahASI build knowledge to fathers and Indonesian mothers who still adhered to the old paradigm about things related to breastfeeding mothers who proves a lack of understanding and support dad. The father and mother who still believe the myths that inhibit the release of breast milk, do not have an understanding of the function of the hormone oxytocin for stimulation and lactation very clearly proves that knowledge or understanding of a mother and her husband support the most important factor in the success of breastfeeding. Ayah ASI twitter account with a non-formal language as well as a brief change views of mothers and fathers about the importance of breastfeeding to infants.
Stigma Islam Dalam Pemberitaan Terorisme
Ali Nurdin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya wacana stigma Islam sebagai agama terorisme di media massa pasca kasus Bom Mega Kuningan Jakarta 17 Juli 2009. Wacana ini terus berkembang dan meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat Islam yang terkesan disudutkan sebagai teroris. Berawal dari permasalahan ini, peneliti mencoba melakukan penelitian terhadap teks berita koran sebagai salah satu jenis media massa. Dalam hal ini adalah koran Jawa Pos dan Kompas keduanya merupakan koran berskala Nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui bagaimana stigma Islam dikonstruksi oleh Harian Jawa Pos dan Kompas dalam pemberitaan tentang terorisme selama tanggal 18 Juli 2009 hingga 18 Agustus 2009. Selain itu, penelitian ini juga menjawab perbedaan konstruksi berita terorisme antara Harian Jawa Pos dan Kompas.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis framing dengan model Pan dan Kosicki. Proses analisis menurut model ini adalah dengan menganalisis struktur Sintaksis, Skrip, Tematik dan Retoris yang terdapat dalam teks berita. Dalam penelitian ini digunakan bebapa teori dalam ilmu komunikasi. Di antaranya teori Konstruksi Sosial, Teori Kritik Media, dan Teori Analisis Framing. Teori-teori tersebut digunakan untuk membantu peneliti dalam menganalisis data. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa stigma Islam sebagai terorisme dikonstruksikan oleh Jawa Pos dan Kompas dengan penyebutan beberapa hal yang identik dengan Islam. Seperti, penyebutan nama teroris yang identik dengan nama Islam secara berulang-ulang, penyebutan identitas teroris dengan identitas keislaman seperti berjenggot, rajin berjama?ah, mengaitkan teroris dengan pesantren dan mengaaitkan simbol-simbol jihad dengan terorisme.
Tantangan Dakwah Antar Budaya di Media Massa
Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesuksesan dakwah Islam dalam menjalankan visi misinya tidak lepas dari konsep Islam sebagai ?Rahmatan lil amamin? yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi seluruh alam. Sehingga kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pekalu dakwah selalu menggunakan pendekatan pendekatan budaya yang dianut oleh calon mad?unya. Pergerakan dunia dakwah menemukan babak barunya ketika perkembangan teknologi informasi di era modern seperti sekarang ini mencapai puncaknya. Khususnya adalah perkembangan media massa. Dimana informasi dengan begitu cepat tersebar keseluruh penjuru dunia hanya dengan hitungan detik saja.realita tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia dakwah khususnya dakwah antar budaya. Focus pembahasan pada kajian kali ini,penulis mencoba melihat tantangan yang dihadapi dakwah antar budaya dalam menyampaikan pesan pesannya melalui media massa. Dimana kegiatan dakwah antar budaya lewat media massa merupakan keniscayaan. Tantangan ini menjadi penting karena media massa adalah ?mahluk? baru yang pertumbuhannya sangat cepat sekali. Bila dunia dakwah tidak mampu menahlukannya maka ?mahluk? tersebut akan semakin tidak terkendali dan cenderung menyesatkan. Dari uraian uraiannya kemudian penulis menyimpulkan ada beberapa tantangan yang dihadapi.Adapun tantangan dakwah antar budaya lewat media massa meliputi pertama, banyaknya media massa mainstream yang sekuler dan anti Islam. Kedua, masih minimnya dukungan pemerintah. Ketiga, masih minimnya tenaga ahli media massa dari kalangan umat Islam. Tantangan yang terakhir adalah, kebutuhan dan kepuasan masyarakat berbeda beda. Hal ini mengakibatkan persaingan media massa yang begitu hebatnya.